Stimulasi Tepat Untuk Tahap Golden Momen Perkembangan Motorik Anak

by - December 14, 2018



Kita tidak bisa melatih kepompong untuk cepat berubah menjadi kupu - kupu, sama halnya dalam melatih seorang balita agar tumbuh kembangnya optimal. Tak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa apalagi berlomba

Anaknya umur berapa bun? Sudah bisa apa sekarang ? Mungkin kita pernah ya bertemu dengan sesama ibu yang hobinya bertanya-tanya tentang perkembangan anak kita. Terkadang jika ada ibu-ibu yang bertanya seperti itu ujung-ujungnya dia akan membandingkan anaknya dengan anak kita. Seolah - olah tumbuh kembang anak itu seperti sebuah perlombaan yang harus selalu dibanding-bandingkan. Baper juga ya kalau bertemu dengan ibu yang seperti itu. Padahal tidak semestinya tumbuh kembang anak itu dibanding-bandingkan. Karena setiap anak memiliki modal kecerdasannya sendiri-sendiri. Meski begitu, sebagai ibu kita tetap harus memantau tumbuh kembang anak kita. Caranya tentu bukan dengan membandingkan anak kita dengan anak orang lain. Melainkan dengan menggunakan kartu tumbuh kembang yang kini banyak disediakan oleh pemerintah maupun yang didapatkan melalui berbagai macam aplikasi baby milestone.

Bagi para bunda yang memiliki anak usia 1-3 tahun seperti saya, mungkin ada juga yang bertanya-tanya. Pada usia ini kira-kira kemampuan apa saja ya yang harus sudah dikuasai oleh anak? Kira - kira tumbuh kembang anak saya normal tidak ya? Kalau anak saya umurnya sudah lebih dari 1 tahun tapi belum bisa berjalan, apa yang harus saya lakukan? Saya juga pernah punya pertanyaan galau seperti itu saat saya baru memiliki satu anak. Apalagi anak saya yang pertama dulu, karakternya santai banget. Dia baru bisa berjalan sendiri saat usianya 14 bulan. Dulu saya juga sempat merasa was-was ketika anak saya tak kunjung mau berjalan sendiri. Namun saya terus memberinya motivasi serta stimulasi agar ia bisa segera berjalan dan tidak mengalami keterlambatan. 

Rentang usia 1-3 tahun memang merupakan masa emas usia anak dimana pada masa ini anak-anak mulai bisa diajarkan tentang kebisaan hidup sehari-hari, belajar memahami hubungan sebab akibat, kemampuan koordinasi tangan dan mata semakin baik serta mulai tertarik untuk bermain dengan teman sebayanya. Maka dari itu selain memberikan asupan gizi yang optimal, stimulasi tumbuh kembang yang sesuai dengan tahapan usia juga sangat penting untuk dilakukan. Secara garis besar ada 5 bidang perkembangan dasar pada anak umur 1-3 tahun yang perlu dilakukan stimulasi yaitu motorik kasar, motorik halus, pengamatan, kemampuan bicara serta sosialisasi. Namun kemampuan motorik merupakan bidang perkembangan dasar yang sangat bermanfaat untuk menstimulasi tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Kemampuan motorik juga bermanfaat untuk menumbuhkan kreativitas, imajinasi, melatih mental serta meningkatkan kemampuan intelektual anak.

Kemampuan motorik anak dibedakan menjadi 2 yaitu motor
ik kasar dan motorik halus. Motorik kasar merupakan gerakan yang dilakukan oleh sebagian besar otot tubuh yang memerlukan tenaga. Misalnya gerakan merangkak, berlari, melompat dan lain-lain. Motorik halus merupakan gerakan yang dilakukan oleh bagian-bagian tubuh tertentu yang kurang memerlukan tenaga namun lebih memerlukan koordinasi dan kerjasama antara gerakan jari kaki, jari tangan atau antara gerakan tubuh lainnya. Misalnya memegang benda, menyusun balok, bermain puzzle, menggambar garis dan sebagainya. Pada anak laki-laki biasanya kemampuan motorik kasar akan berkembang lebih cepat, sementara motorik halusnya lebih lambat. Sebaliknya pada anak perempuan, perkembangan motorik kasarnya lebih lambat, namun kemampuan motorik halusnya berkembang lebih cepat.


Mengingat betapa pentingnya perkembangan motorik pada anak ini, maka pada usia 1 - 3 tahun kemampuan motorik anak ini sangat penting untuk dilakukan stimulasi. Dengan melakukan stimulasi motorik, maka aspek kemampuan dasar seperti kognitif, bicara dan sosialisasi sekaligus juga akan ikut terstimulasi. 

Dalam melakukan stimulasi pada golden momen perkembangan motorik anak, selama ini saya selalu berpatokan pada tahapan usia anak. Menurut ilmu yang saya pelajari ada tahapan usia tertentu yang bisa dijadikan sebagai patokan untuk melakukan deteksi dan stimulasi tumbuh kembang anak. Yaitu pada usia 4 bulan, 8 bulan, 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan dan 36 bulan. Kenapa harus sesuai tahapan usia? Karena secara alami sebenarnya kemampuan motorik ini bisa berkembang sendiri seiring pertambahan usia. Meski begitu, deteksi dini dan stimulasi tetap perlu dilakukan sebagai upaya mencegah keterlambatan perkembangan. Jika terjadi keterlambatan tumbuh kembang pada satu fase, maka efeknya juga akan mempengaruhi perkembangan pada fase berikutnya. Sehingga stimulasi tumbuh kembang itu memang penting dan perlu untuk dilakukan. Berikut pengalaman saya dalam melakukan kegiatan stimulasi motorik anak pada rentang usia 1 - 3 tahun.

Stimulasi Motorik Pada Usia 1 Tahun Pertama


A. Stimulasi Anak Usia 0 - 4 Bulan

Bayi berusia 0-4 bulan biasanya akan mulai menunjukkan perkembangan motorik kasar dengan cara mulai memiring-miringkan badan dengan tujuan ingin tengkurap. Anak saya Tifa mulai bisa tengkurap saat usia 3 bulan. Selain itu Tifa juga suka bermain-main dengan menggunakan kedua tangannya. Ini menandakan bahwa perkembangan motorik halusnya sudah berkembang sesuai umur. Kedua kemampuan ini merupakan kemampuan motorik dasar yang harus sudah bisa dilakukan oleh bayi usia 4 bulan. Pada rentang usia 0-4 bulan saya memberikan stimulasi motorik pada Tifa dengan cara sebagai berikut :
  • Stimulasi motorik kasar untuk membantu Tifa belajar tengkurap dengan cara anak ditengkurapkan bertumpu dengan dua lengannya di atas guling bayi atau dengan cara ditengkurapkan pada posisi dipangku dan posisi kepala anak bertumpu pada salah satu tangan ibu secara bergantian.
  • Untuk melatih kemampuan motorik halusnya, saya mendekatkan mainan disekitar dada, muka dan tangan Tifa agar ia membawa kedua tangannya ke depan dada. Atau dengan cara anak diposisikan miring kemudian saya letakkan mainan disampingnya supaya kedua tangan anak bisa saling menyentuh.
Tifa saat berusia 4 bulan, sudah bisa tengkurap dan mampu bermain menggunakan kedua tangannya

B. Stimulasi Anak Usia 4 - 8 Bulan

Selanjutnya saat Tifa berusia 6 bulan, ia sudah mampu duduk sendiri sambil bermain. Kemampuan duduk ini merupakan kemampuan motorik kasar yang harus sudah dikuasai anak saat ia berusia 8 bulan. Untuk kemampuan motorik halusnya, pada usia ini minimal anak sudah bisa memegang benda atau mainan dengan menggunakan seluruh permukaan tangannya. Sebenarnya setiap anak perkembangannya berbeda-beda. Namun usia 8 bulan ini memang digunakan sebagai patokan usia rata-rata untuk melakukan deteksi tumbuh kembang pada bayi. Pada rentang usia 4 - 8 bulan, stimulasi motorik yang saya lakukan adalah sebagai berikut :
  • Stimulasi motorik kasar saya lakukan dengan cara memposisikan anak duduk dan meletakkan mainan disampingnya supaya anak mau berusaha meraih mainan tersebut. Atau dengan meletakkan anak pada posisi merangkak dan memberikan mainan di depannya supaya ia mau berusaha meraih mainan sambil maju ke depan ( posisi ongkong-ongkong)
  • Stimulasi motorik halus saya lakukan dengan cara memberikan mainan yang bisa digenggam misalnya balok mainan. Atau mulai mengajarkan anak untuk memegang roti atau biskuit dengan ukuran yang agak besar. 
Tifa saat berusia 8 bulan, sudah bisa duduk sendiri dan memegang benda dengan seluruh permukaan tangannya

C. Stimulasi Anak Usia 8 - 12 Bulan

Pada usia 9 bulan alhamdulilah Tifa sudah bisa merangkak. Lalu pada usia 12 bulan ia sudah bisa berdiri sendiri dan berjalan sambil dipegangi. Kemampuan tersebut adalah kemampuan motorik kasar yang sebaiknya sudah dikuasai anak saat umur 1 tahun. Sementara untuk kemampuan motorik halusnya, minimal anak sudah bisa mengambil benda kecil dengan menggunakan ujung ibu jari dan jari telunjuknya atau istilah jawanya sudah bisa menjumput. Sehingga pada rentang usia 8 - 12 bulan, stimulasi motorik yang saya berikan adalah sebagai berikut :
  • Stimulasi motorik kasar saya lakukan dengan cara mengajak Tifa bermain sambil berdiri berpegangan pada sisi meja yang terjangkau oleh Tifa. Kemudian saya pindah-pindahkan mainan tersebut agar Tifa mau belajar berjalan sambil berpegangan pada tepi meja. Atau dengan cara lain yaitu dengan ditetah yaitu memegangi badan anak ketika ia sedang berjalan-jalan.
  • Stimulasi motorik halus saya lakukan dengan cara memasukkan biskuit atau permen warna-warni ke dalam cangkir plastik, kemudian meminta Tifa untuk mengambil biskuit atau permen tersebut dengan menggunakan jari tangannya. 
Tifa saat berusia 1 tahun, sudah bisa berdiri sendiri dan memegang benda dengan cara menjumput
Namun kegiatan stimulasi motorik halus seperti yang saya lakukan pada Tifa ini akan lebih aman jika dilakukan dengan menggunakan media bantu berupa biskuit. Karena anak usia 1 tahun, biasanya akan memasukkan apapun yang dipegangnya ke dalam mulut. Menggunakan biskuit akan lebih aman karena biskuit biasanya mudah meleleh saat terkena air ludah bayi dan meminimalisir resiko tersedak. Bicara soal biskuit untuk stimulasi motorik halus anak usia 1 tahun ini, sekarang ternyata ada produk biskuit baru yang dikhususkan untuk anak usia 1-3 tahun bernama Monde Boromon Cookies. Biskuit ini memang dibuat khusus untuk membantu melatih motorik halus anak usia 1 tahun ke atas. Biskuitnya berbentuk bulat dengan ukuran kecil sehingga anak bisa berlatih memegang biskuit dengan menggunakan jari-jarinya. Monde Boromon Cookies ini juga gluteen free serta mengandung sari pati kentang, madu dan DHA. 
Monde Boromon Cookies
Keunggulan Monde Boromon Cookies
Selain bisa digunakan untuk melatih motorik halus pada anak usia 1 tahun, Monde Boromon Cookies juga sangat bisa membantu para bunda dalam rangka menstimulasi kemampuan oromotor anak. Oromotor atau motorik oral merupakan dasar dari ketrampilan makan. Sebenarnya pada saat bayi dilahirkan, ia sudah dibekali dengan kemampuan refleks oromotor seperti refleks rooting, refleks phasic bite, refleks ekstrusi dan refleks isap-telan.

Refleks Oromotor Pada Bayi

Kemampuan refleks alami ini tetap perlu distimulasi dengan cara memberikan makanan yang variasi dan teksturnya sesuai dengan perkembangan usia anak. Monde Boromon Cookies merupakan biskuit yang diciptakan khusus untuk melatih motorik anak usia 1-3 tahun. Monde Boromon Cookies mudah meleleh saat kena air liur, melatih motorik yang ada di lidah dan mulut bayi, membantu si Kecil mengeksplorasi rasa, bentuk, tekstur serta kemampuan untuk makan. Biskuit ini memang cocok sekali diberikan untuk balita umur 1 tahun ke atas yang sedang mulai belajar makan sendiri.

Stimulasi Motorik Pada Anak Usia 2 Tahun Pertama

A. Stimulasi Anak Usia 12 - 18 Bulan

Memasuki usia 1 - 2 tahun, perkembangan motorik anak akan semakin berkembang pesat. Begitu juga dengan Tifa anak saya.  Saat berusia 18 bulan, Tifa sudah bisa berlari - lari tanpa terjatuh. Ini menandakan bahwa kemampuan motorik kasarnya sudah matang sesuai usianya. Sementara untuk kemampuan motorik halusnya Tifa juga sudah mampu menyusun balok mainan. Kegiatan stimulasi motorik yang saya lakukan pada rentang usia 12 - 18  bulan adalah  :
  • Melatih motorik kasar dengan cara mengajak Tifa berlari-lari mengejar bola sambil diawasi atau mengajaknya berjalan-jalan di jalan yang menanjak atau menurun untuk melatih keseimbangan. 
  • Sementara untuk menstimulasi motorik halusnya, saya sering mengajak Tifa belajar menyusun menara dengan menggunakan balok mainan. Sambil melakukan kegiatan ini sekaligus saya melakukan stimulasi untuk melatih kemampuan kognitif dan bahasanya. Karena sambil menyusun balok, saya juga bisa bercerita tentang pengenalan warna dan bentuk.
    Saat berusia 1 tahun Tifa sudah bisa berlari-lari tanpa terjatuh
B. Stimulasi Anak Usia 18 - 24 Bulan

Saat Tifa genap berusia 2 tahun, kemampuan motorik kasarnya terlihat semakin matang. Pada usia ini Tifa sudah bisa melompat dengan menggunakan 2 kaki sekaligus. Makanya Tifa sering sekali bermain lompat-lompat di atas kasur seperti kelinci. Untuk kemampuan motorik halusnya, Tifa juga sudah bisa membuka botol air minum dengan memutar tutupnya. Ini merupakan kemampuan motorik kasar dan halus yang sebaiknya sudah dikuasai oleh anak usia 2 tahun. Jika anak belum menguasi ketrampilan ini maka stimulasi yang bisa diberikan adalah sebagai berikut : 
  • Stimulasi motorik kasar dilakukan dengan cara mengajak anak melompat bersama-sama dengan kedua kaki anak menempel pada kedua kaki ibu. Atau ibu mengajak anak untuk melompati balok setebal 20 cm sambil dipegangi badannya dari belakang.
  • Stimulasi motorik halus dilakukan dengan cara mengajak anak membuka bungkus permen dengan cara memutar ujung-ujung kertas permen. Atau mengajak anak membuka tutup botol plastik dengan cara diputar dan dibantu posisi tangan ibu diatas tangan anak. Sambil bermain membuka tutup botol, saya juga bisa mengajak Tifa untuk memasukkan benda kecil ke dalam botol. Misalnya memasukkan butiran-butiran biskuit Monde Boromon Cookies. Kalau botolnya sudah terisi penuh, anak bisa diminta untuk memasang kembali tutup botolnya dengan cara diputar. Nanti kalau dia sudah capek bermain, biskuitnya bisa langsung dimakan. Serukan? sambil bermain, anak juga bisa berlatih mengembangkan kemampuan motorik halusnya sekalian makan camilan yang enak dan menyehatkan.
    Saat usia 18 bulan, Tifa semakin aktif dalam bereksplorasi
Stimulasi Motorik Pada Anak Usia 3 Tahun Pertama 

A. Stimulasi Anak Usia 24 - 36 Bulan

Sekarang usia Tifa sudah 2 tahun 8 bulan. Pada bulan Februari 2019 nanti, usianya akan genap 3 tahun. Kemampuan motorik kasar yang sebaiknya sudah dikuasai anak saat usia 3 tahun adalah ia sudah bisa turun tangga dengan kaki bergantian tanpa berpegangan. Sementara untuk kemampuan motorik halusnya adalah anak sudah mampu menggambar garis dan lingkaran. Alhamdulilah meskipun belum genap 3 tahun, kini Tifa sudah mampu melakukan hal tersebut. Tifa kini juga sudah pintar menyusun puzzle sendiri tanpa harus dibantu. Memasuki usia 3 tahun maka stimulasi motorik yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut :
  • Stimulasi kemampuan motorik kasar dengan cara mengajak anak untuk naik turun tangga sambil diawasi. Atau bisa juga dengan mengajak anak berdiri dengan satu kaki diatas bangku kecil.
  • Stimulasi motorik halus dengan cara mengajak anak bermain membuat goresan-goresan dengan menggunakan jari tangannya diatas pasir membentuk garis tegak, mendatar dan lingkaran. Atau bisa juga dengan mengajak anak menggambar di kertas dengan menggunakan alat tulis membentuk gambar hujan dengan garis tegak, gambar jalan dengan garis mendatar dan  gambar bola dengan garis melingkar.
Tifa sudah mahir berjalan meniti tangga tanpa terjatuh
Sudah mahir main perosotan sendiri dan sudah bisa meronce menggunakan manik-manik
Lalu bagaimana dengan perkembangan kemampuan oromotor Tifa diusianya yang sudah mendekati 3 tahun? Well, kini Tifa sudah bisa belajar makan sendiri dengan baik. Meskipun kadang masih tumpah-tumpah tapi tidak masalah. Kemampuan bicaranya juga sudah sangat lancar, bahkan Tifa sudah bisa minta untuk dibelikan Monde Boromon Cookies saat saya menceritakan padanya bahwa sekarang ada biskuit baru untuk anak yang enak rasanya. 
Tifa suka sekali makan Monde Boromon Cookies
Monde Boromon Cookies memang terbukti disukai oleh anak-anak karena rasa gurih dan manisnya pas dengan selera mereka. Di dalam 1 kotak Monde Boromon Cookies 120 gram, terdapat 6 plastik kecil biskuit yang masing-masing berukuran 20 gram. Kandungan DHA yang ada di dalam biskuit ini juga bisa membantu meningkatkan kecerdasan anak. Tifa ternyata suka sekali makan Monde Boromon Cookies. Biskuit ini saya beli secara online melalui Blibli.com. Karena di kota saya memang masih agak sulit untuk bisa mendapatkan cookies yummy yang diproduksi oleh Monde ini. Selain bisa dibeli secara online, cookies ini juga tersedia di Ranch Market, Yogya, Tip Top Supermarket, Monde Mart, Hari - Hari Pasar Swalayan, dan Grandlucky Supermarket. Sayangnya supermarket tersebut tidak tersedia di kota tempat tinggal saya.
Monde Boromon Cookies Untuk Membantu Stimulasi Motorik Halus Anak
Perkembangan motorik anak usia 1 - 3 tahun memang sangat bermanfaat untuk menstimulasi perkembangan kecerdasan anak seluruhnya. Apabila perkembangan motoriknya sudah bagus, anak akan bisa bereksplorasi secara maksimal. Misalnya berlari sambil berkejaran dengan teman sebaya. Dengan kemampuan motorik kasar yang dikuasai tersebut, anak bisa bersosialisasi dengan teman-temannya. Atau sebagai contoh lain saat kemampuan motorik halusnya sudah matang, anak mampu mencoret-coret kertas dan menggambar berbagai macam bentuk sehingga menstimulasi kemampuan kognitif, kreativitas dan kecedasan. Jadi kesimpulannya kemampuan motorik anak merupakan modal utama bagi perkembangan kecerdasan lainnya.

Dalam melakukan stimulasi motorik, prinsipnya memang harus sesuai dengan tahapan perkembangan usia anak. Tidak perlu memaksakan agar anak memiliki kemampuan motorik yang melebihi standar usia yang ditetapkan. Yang penting perkembangannya sudah sesuai umur, jika belum sesuai maka tugas ibu adalah terus memberikan rangsangan atau latihan. Namun apabila terjadi keterlambatan perkembangan yang standar usianya terpaut jauh, misalnya sudah berusia 12 Bulan tapi anak belum bisa menggenggam balok mainan, belum merespon ketika ada mainan yang dijatuhkan didekatnya serta belum mampu mengeluarkan suara seperti ma..ma..ta..ta... atau da..da.., maka sebaiknya konsultasikan hal tersebut pada ahli tumbuh kembang anak.  

Untuk mencerdaskan anak, selain memberikan nutrisi yang tepat untuk otak dapat juga memberikan "makanan" untuk otak agar cerdas dengan bermain. Karena bermain adalah makanan otak dari luar tubuh yang efektif menunjang tumbuh kembang anak agar optimal
Kegiatan stimulasi pada anak juga sebaiknya dilakukan dengan suasana menyenangkan sambil bermain serta menggunakan media bantu stimulasi yang aman untuk anak tentunya. Media stimulasi ini juga tidak harus dalam bentuk mainan yang mahal. Saya sih biasanya menggunakan mainan sederhana yang ada di rumah seperti balok mainan atau puzle misalnya. Selain mainan, Monde Boromon Cookies juga merupakan salah satu contoh media bantu untuk stimulasi motorik anak usia 1-3 tahun yang aman untuk anak dan juga sangat enak rasanya. 

You May Also Like

5 comments

  1. Ulasan yang lengkap, Mak Arifah. Matur nuwun, saya jadi tambah ilmu. ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih juga mak Phie sudah meluangkan waktu untuk berkunjung ke blog saya :)

      Delete
  2. Suka banget Boromon dari zaman 10k sekarang udah 14k aja, makin langka pula huhu

    ReplyDelete
  3. ini biskuit anak2ku pas mereka bayi dulu :D. tp dulu packagingnya blm begini... sejak anak2 udh gedean, mereka memang udh ga minta biskuit ini lg mba, lebih milih biskuit lain. tp aku sendiri aja suka dgn biskuitnya.. meleleh di mulut yaaa :D

    btw, kalo soal stimulasi anak, aku masih usaha ngebiasain anakku yg bungsu makan pake kanan. dia kidal soalnya. masalah kidalnya aku ga bakal maksa dia utk latih yg kanan. dia nulis atopun melakukan sesuatu pasti udh kebiasa dgn tangan kiri nya. tapi khusus untuk makan aku mau ttp yg kanan. dan itu dia masih susah. kalo diingetin, dia pasti mindahin sendoknya ke kanan, tp lgs kaku gerakannya, mungkin krn memang msh blm biasa.. masih PR buatku supaya tangan kanannya bisa terbiasa untuk makan :)

    ReplyDelete

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)