27 Agustus 2016

Agar Anak Tak Takut DiSuntik

Edit Posted by with No comments

Seminggu yang lalu saya dapat surat dari sekolahnya Tayo yang memberitahukan bahwa pada hari Rabu tanggal 31 Agustus 2016 di sekolahnya Tayo akan dilaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau biasa disingkat dengan istilah BIAS. Kegiatan BIAS sebenarnya juga sudah nggak asing lagi buat saya, karena saya bekerja di puskesmas dan program BIAS ini sudah jadi program rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh puskesmas di seluruh Indonesia secara serentak. 

Tujuan dari pelaksanaan BIAS ini adalah untuk meningkatkan kembali kekebalan terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus pada anak usia SD/MI/SDLB/Ponpes. Ada 3 tujuan khusus yang menjadikan kenapa BIAS ini sangat perlu diikuti oleh seluruh siswa yaitu :

  1. Untuk memberi perlindungan selama 25 tahun terhadap penyakit tetanus
  2. Untuk memberi perlindungan selama 20 tahun terhadap penyakit difteri
  3. Untuk memberi perlindungan selama 20 tahun terhadap penyakit campak
Sebenarnya saat anak-anak kita masih bayi mereka juga sudah pernah mendapatkan imunisasi semacam ini, namun kenyataannya imunisasi yang diperoleh saat masih bayi tersebut belum cukup untuk melindungi anak-anak dari penyakit PD3I (Penyakit-Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) sampai usia sekolah. Hal ini disebabkan karena saat anak mulai memasuki usia sekolah dasar telah terjadi penurunan tingkat kekebalan yang diperoleh saat imunisasi di masa bayi. Sehingga kemudian pemerintah menyelenggarakan imunisasi ulangan pada anak SD/sederajat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Berikut Jadwal Pelaksanaan BIAS yang diselenggarakan oleh pemerintah :

Jadwal BIAS di DIY

Saat ini Tayo sudah duduk di kelas 1 SD sehingga dia juga termasuk sasaran dari program BIAS ini. Meski bersekolah di SD Internasional tapi sekolah Tayo juga masuk dalam jangkauan sekolah yang berhak ikut BIAS. Jadi memang tidak ada diskrimanasi dalam pelaksanaan program BIAS ini, mau sekolah negeri atau swasta semua siswanya punya hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas sebagai berikut:

  • Vaksin Campak, DT dan Td
  • Alat Suntik sekali pakai (Auto Disable Syringe) untuk setiap siswa
Sebagai orang tua, secara pribadi saya sangat mendukung pelaksanaan program BIAS ini. Sehingga saat disodorkan lembar persetujuan imunisasi dari sekolah Tayo, saya dan suami langsung sepakat untuk menandatanganinya dan mengijinkan anak kami untuk diimunisasi. Beberapa orangtua dari teman sekolah Tayo ada juga yang galau waktu tahu kalau anaknya mau disuntik bahkan ada juga yang menolak karena merasa kasihan nanti kalau anaknya sampai takut dan menangis saat disuntik di sekolah. Tidak hanya masalah teknis seperti itu yang menjadi alasan penolakan beberapa orang tua, ada juga orang tua yang tidak mengijinkan anaknya diimunisasi karena masalah keyakinan. Setiap orang tua memang berbeda-beda prinsipnya, dan jika mereka menolak anaknya untuk tidak dimunisasi maka petugas puskesmas juga tidak akan memaksa. Biasanya tetap akan diberi pengertian terlebih dulu, namun jika tetap menolak memang tidak boleh dipaksa.

Kalau saya sih tetap mendukung program BIAS karena saat ini wabah/KLB Campak masih dijumpai di lingkungan sekolah bahkan di Jawa Timur wabah/KLB Difteri masih menyebar. Apa nggak dosa banget tuh jadi orang tua misal anak kita sampai kena penyakit berbahaya semacam itu lantaran kita menolak anak kita untuk diimunisasi? Lha wong imunisasi itu hak anak kok malah tidak boleh diberikan. Kalau di DIY sendiri, ada lho dukungan dari MUI untuk penyelenggaraan program BIAS ini. Berikut surat pernyataan dukungan dari MUI DIY :


Lalu kita juga nggak usah takut dengan isu vaksin palsu, nih ada surat edaran terpercaya dari kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY yang menyatakan bahwa tidak ada vaksin palsu yang beredar di puskesmas  :


Meski setuju dengan program BIAS, tapi saya sejujurnya khawatir juga tentang bagaimana ya nanti kalau saat pelaksanaan imunisasi, ternyata Tayo malah nggak mau disuntik. Apalagi dia punya badan yang cukup besar dan kalau misal sampai meronta-ronta karena takut disuntik, tenaganya kuat banget. Tayo juga takut banget kalau lihat jarum suntik. Padahal kalau anaknya meronta-ronta, petugasnya juga nggak bakalan berani nyuntik. Wah..alamat bisa gagal deh nanti imunisasinya. 

Anak takut disuntik itu memang wajar, saya yang sudah jadi ibu-ibu saja juga merasa deg-degan kalau mau disuntik. Yang penting sebagai orang tua saya nggak pernah nakut-nakutin anak dengan ancaman misalnya, "kalau nakal nanti disuntik lho" atau ancaman dalam bentuk lain yang bikin anak jadi punya image menakutkan terhadap suntikan. 

Tayo takut disuntik karena memang dia pernah merasakan bahwa disuntik itu memang sakit. Saat umurnya 4 tahun dia pernah dirawat di rumah sakit dan harus diinfus selama 5 hari . Proses memasukkan jarum infus ke tangannya pada waktu itu sempat gagal berapa kali dan harus diulang-ulang sehingga bikin dia jadi trauma. 

Dalam rangka persiapan pelksanaan BIAS disekolahnya nanti, maka saya dan suami berusaha untuk mengantisipasi kejadian trauma yang berulang. Kemudian kami berunding tentang hal-hal apa saja yang harus kami lakukan supaya saat disuntik di sekolahnya nanti Tayo nggak merasa takut. Berikut hal-hal yang kami lakukan :

  1. Menjelaskan kepada Tayo tentang pentingnya diimunisasi, misalnya dengan mengatakan bahwa Tayo harus diimunisasi supaya badannya jadi kebal dan kuat seperti superman. Supaya tidak ada virus jahat yang mengganggu.
  2. Mengatakan bahwa disuntik itu memang sakit tapi hanya sebentar saja. Karena Tayo juga pernah melihat adik bayinya diimunisasi maka saya katakan juga kalau adiknya dulu saat disuntik juga boleh kok menangis, tapi nangisnya cuma sebentar saja.
  3. Merencanakan untuk mendampingi Tayo saat hari H tiba jika diijinkan oleh pihak sekolah. Rencananya yang akan mendampingi adalah si papa dengan pertimbangan misalkan harus dipegangi saat disuntik, tenaga si papa lebih kuat untuk memegangi Tayo ketimbang saya. 
  4. Seandainya nanti di sekolah gagal disuntik, kami berdua akan mendampingi Tayo untuk diimunisasi di puskesmas. Karena siswa yang gagal diimunisasi di sekolah biasanya akan diundang untuk menjalani imunisasi di puskesmas.
Rencana yang sudah kami jalankan adalah nomor 1 dan 2. Hasilnya Tayo bilang dia berani diimunisasi. Kata Tayo dia mau disuntik, meskipun akan sakit sedikit. Tapi nggak tau juga nanti pas hari H apa dia benar-benar akan berani seperti yang dikatakannya saat ini? semoga saja begitu. Yang penting dengan memberi pengertian sejak dari sekarang maka dari dalam dirinya sudah tumbuh rasa berani dan percaya bahwa imunisasi yang akan dilakukan nanti tidak bertujuan untuk menyakitinya melainkan untuk melindunginya dari penyakit PD3I yang berbahaya.

Doakan ya semoga hari rabu besok Tayo bisa sukses menjalani imunisasi di sekolahnya. Oh..iya yang putra-putrinya juga mau ikut program BIAS disekolahnya jangan lupa untuk sarapan pagi dulu ya sebelumnya. Semoga sukses juga imunisasinya :)

21 Agustus 2016

5 Hal Yang Saya Lakukan Saat Kalah Lomba Blog

Edit Posted by with 7 comments

Pertarungan di dunia lomba blog semakin hari rasanya semakin seru saja. Makin kesini rasanya jadi tambah banyak saja blogger-blogger keren bermunculan yang turut berpartisipasi meramaikan lomba blog yang digelar oleh berbagai macam brand terkenal. Nggak cuma sekedar keren tapi juga kreatif dan kualitas tulisannya juga semakin bagus. Alhasil blogger "angin-anginan" kayak saya ini kadang jadi suka merasa "keder" dulu kalau misalnya mau ikut lomba blog. Tapi kalau saya sih kedernya nggak lama-lama, asal ada ide buat ikutan nulis ya udah sikat aja. Toh ikut lomba blog resikonya cuma ada 2 yaitu resiko menang dan resiko kalah. Misalnya kita kalah juga nggak akan rugi secara materi, karena lomba blog yang diikuti juga nggak pake bayar alias gratis. 

Eniwei saya udah mulai ikut lomba blog sejak tahun 2012, kalau dihitung-hitung sampai sekarang sudah 4 tahun saya eksis jadi banci lomba blog. Kalau menang lomba sih udah sering ya..kalau nggak percaya boleh lihat achievement saya. Tapi nggak usah heran kalau baca achivement saya yang jumlah menang lombanya sampai puluhan itu karena sebenarnya frekuensi saya untuk kalah lomba blog itu jauh lebih banyak ketimbang frekuensi saya menang lomba. Cuma kalau pas kalah sih  nggak saya catet di achievement. Jadinya nggak ketahuan hahaha..

Ibarat roda yang selalu berputar, yang namanya menang dan kalah dalam dunia lomba blog itu juga ada masa perputarannya. Saya pernah ikut 5 lomba blog hasilnya menang semua, tapi pernah juga ngerasain ikut 10 lomba blog dan berturut-turut kalah melulu. Kalau pas baca pengumuman lomba dan hasilnya ternyata menang biasanya langsung dishare buat kenang-kenangan trus konfirmasi data ke panitia untuk melakukan klaim hadiah. Tapi kalau pas kalah biasanya saya akan melakukan 5 hal berikut ini. Tujuannya supaya kekalahan yang saya alami tetep ada manfaatnya. Jadi nggak ada yang sia-sia, mau menang atau kalah semua sama-sama bermanfaat terutama untuk motivasi dan pengembangan diri. Lalu kira-kira apa sih 5 hal yang biasa saya lakukan saat kalah lomba blog? Berikut ulasannya :

1. Bersikap Sportif

Dulu waktu masih awal-awal ikut lomba, misalnya nggak menang kadang saya suka baper. Ya sedih gitu..merasa udah berusaha nulis bagus-bagus eh..malah nggak nyangkut jadi pemenang. Trus begitu tau nggak menang, tulisan lombanya saya hapusin karena bete..hihihi..tapi itu dulu. Kalau sekarang karena udah sering banget ngerasain yang namanya kalah lomba, jadi saya udah nggak baperan. Kalah ya udah berarti memang belum rejeki. Saya juga nggak hapusin postingan lomba saya, linknya juga saya biarin aja hitung-hitung buat sedekah link sama brand..hahaha. Tapi sebenarnya alesan utamanya sih karena nggak sempat menghapus aja, dan sayang juga tulisannya kalau mau dihapus. Berhubung udah nggak baperan ini maka saya juga bisa dengan benar-benar tulus dan ikhlas ngasih ucapan selamat buat para pemenang lomba blog yang saya kenal. Dengan ngasih selamat ke mereka, hati rasanya juga ikut seneng lho..meskipun diri sendiri nggak ikutan menang. Nggak perlu juga ngamuk-ngamuk protes ke panitia lantaran nggak terima dengan kekalahan. Dengan sering merasakan kekalahan, percaya deh bahwa sikap sportifitas kita akan semakin terlatih.

2. Mempelajari Tulisan Pemenang

Hal kedua yang biasa saya lakukan adalah langsung kepo-in tulisan para pemenang lomba. Saya akui memang tulisan pemenang lomba itu beneran bagus-bagus. Biasanya dengan membaca tulisan para pemenang lomba, saya sering menemukan faktor-faktor yang bisa bikin tulisan itu menang. Seperti misalnya sudut pandang tulisan yang unik, penyajian data yang detail dan lengkap, gambar-gambar ilustrasi yang menarik, tulisan yang tidak terlalu panjang tapi bisa langsung "kena" sesuai tema yang ditentukan dan lain sebagainya. Dari situ saya jadi bisa mengambil pelajaran untuk bisa diterapkan saat menulis di lomba blog berikutnya. Jadi meskipun kalah tetep ada manfaatnya karena saya jadi dapat banyak pelajaran menulis untuk modal menulis di lomba-lomba selanjutnya.

3. Refleksi Kekurangan Tulisan Milik Sendiri

Selanjutnya saya juga baca ulang tulisan saya yang kalah, faktor apa saja yang bikin tulisan saya kalah. Mungkin karena sudut pandang saya terlalu umum dan banyak tulisan peserta lain yang rata-rata sama seperti tulisan saya. Atau tulisan saya nggak ada sisi uniknya, terlalu biasa, hambar, terlalu lebay atau terlalu kelihatan ngarang dan nggak natural. Dari situ saya juga belajar dan mengakui kekurangan diri sendiri sehingga kedepannya nanti saya akan berusaha untuk melakukan perbaikan lagi.

4. Ikhlas Menerima Kekalahan

Pelajaran ikhlas adalah pelajaran paling penting yang saya dapatkan dari aktif mengikuti berbagai macam lomba blog. Saat kita kalah yang terbersit pertama kali adalah ini memang sudah jadi kehendak Allah. Kalah dan menang dalam suatu lomba merupakan bagian dari takdir Tuhan, jadi kenapa saya harus protes dan nggak terima dengan kekalahan? Bukankah rejeki Allah itu tidak pernah salah alamat? So..kenapa harus merasa nggak ikhlas? Hal semacam ini nggak cuma bisa diterapkan di dunia lomba blog saja lho, dalam kehidupan sehari-hari juga nyaman banget kalau kita sudah bisa menerapkan yang namanya ilmu ikhlas. Misalnya duit ilang, kecopetan, ya sudah kalau hilang yang hilang aja kenapa harus ditangisi. Mungkin sesaat memang rasanya mangkel, dongkol. Tapi begitu ingat bahwa nggak ada sesuatupun peristiwa di bumi yang bisa terjadi tanpa ijin Allah SWT, ya insyaAllah bisa ikhlas dan nggak jengkel lagi. Sebagai manusia yang penting kita sudah berusaha melakukan yang terbaik secara maksimal, masalah hasil biarlah Tuhan yang menentukan.

5. Ikut Lomba Blog Lagi

Hal yang tak kalah penting saat tau bahwa saya kalah lomba adalah tetap semangat ikut lomba blog berikutnya...sampai bisa menang..hahaha..lomba blog emang suka bikin gemes kalau nggak menang-menang. Tapi kalau sudah berkali-kali ikut lomba blog tetep aja kalah, ya jangan menyerah dong. Itu prinsip saya banget. Gimana bisa menang kalau baru 10 kali atau 20 kali kalah lomba blog udah menyerah? Bukankah pemenang itu adalah mereka yang tidak mudah menyerah pada kekalahan? Lha trus gimana kalau udah capek usaha tetep nggak menang juga? Paling enak adalah jangan jadikan kemenangan lomba blog sebagai target. Kalau saya sih, sebenarnya setiap kali ikut lomba blog targetnya adalah bisa menyelesaikan tulisan sesuai tema yang ditentukan dengan baik. Udah itu saja target saya. Begitu bisa klik tombol publish di dashboard blog trus submit link URL tulisan ke panitia lomba bagi saya itu sudah kemenangan dan kepuasan yang nggak ada bandingannya. Saya nggak perah menargetkan diri untuk menang lomba. Udah bisa update blog gara-gara ikut lomba itu rasanya udah puas banget. Apalagi kalau efek sampingnya bisa menang..hihihi..berkahnya jadi terasa double. Saat menulis untuk lomba, tanamkan dalam hati kita semangat untuk berbagi tentang apa yang kita tahu. Contohnya waktu saya nulis tentang Tiga Rahasia Untuk Cerdaskan Si Kecil yang jadi juara 2 lomba blog Morinaga. 


Itu niat utama saya memang pengen bikin tulisan yang benar-benar bisa dimanfaatkan orang tua untuk memaksimalkan faktor kecerdasan yang dimiliki oleh putra-putri mereka. Sehingga nulisnya juga benar-benar sepenuh hati. Kalau akhirnya kemudian tulisan saya diberi reward jadi juara 2 dan dapat hadiah uang 7,5 juta dari morinaga itu sifatnya hanya efek samping yang tentu saja sangat saya syukuri. 

Atau saat saya bikin tulisan tentang gizi dan stimulasi yang jadi juara 1 lomba blog mead jhonson dan dapat hadiah netbook ASUS yang sampai sekarang masih awet saya pakai. Ini dulu niat utamanya juga karena pengen berbagi ilmu parenting yang saya ketahui dan sudah saya terapkan ke anak saya.


Jadi selama ini saya rajin ikut lomba sebenarnya motivasinya bukan melulu mengejar hadiah, tapi lebih ke arah semangat ingin berbagai tentang apa yang saya tahu melalui sebuah tulisan. Kalau nggak ada lomba sejujurnya saya malah bingung mau nulis apa, karena otak saya itu sebenarnya rada kacau. Lantaran terbiasa multitasking, jadi ide yang ada didalam kepala itu suka loncat-loncat nggak beraturan. Nah..dengan ikut lomba yang temanya udah dkunci dan ditentukan oleh panitia maka saya nulisnya juga bisa jadi lebih fokus. Kalo nggak ikut lomba, jujur saya malah kesulitan menentukan fokus mau nulis apa dan ke arah mana.

Terakhir, sebelum tulisan ini saya sudahi, sekali lagi saya tegaskan bahwa saya sebenarnya bukan orang yang jago menulis. Dari jaman sekolah sampai kuliah saya nggak pernah bisa menulis dengan baik. Bisanya cuma nulis buat ngisi TTS aja sama curhat di buku diari yang kalau bukunya sudah penuh langsung saya bakar. Saya juga nggak pernah belajar tentang teknik menulis yang baik dan benar atau teknik blogging yang rumit-rumit itu karena nggak punya waktu. Saya bisa menulis seperti sekarang kuncinya adalah karena saya banyak membaca, melihat dan mendengar dari lingkungan sekitar. Selain itu juga karena saya berani dan tidak malas untuk memulai menulis. So..kalau kamu pengen bisa menulis, jangan pernah menunggu untuk diajarin sama orang lain tapi belajarlah sendiri dengan banyak-banyak membaca tulisan orang lain kemudian cobalah untuk mulai menulis. Percaya deh "jam terbang" itulah kelak yang bakalan bikin kita lama-lama bisa menulis dengan hasil bagus. 


18 Agustus 2016

Meraih Masa Depan Yang Lebih Baik Bersama UT

Edit Posted by with 10 comments
Awal tahun 2014 saat puskesmas tempat saya bekerja statusnya resmi berubah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) maka terjadilah beberapa perubahan peraturan terutama dalam hal laporan keuangan. Dulu sebelum statusnya berubah menjadi BLUD, semua laporan keuangan masih dikerjakan oleh instansi induk yaitu Dinas Kesehatan. Namun semenjak menyandang status BLUD itu artinya puskesmas harus bisa melakukan pengelolaan keuangan secara mandiri seperti membuat neraca keuangan, CALK, Laporan Arus Kas dan lain sebagainya. Padahal SDM yang tersedia di puskesmas saat itu tidak ada yang memiliki background pendidikan akuntansi. 

Sebenarnya secara aturan apabila sebuah instansi sudah berubah statusnya menjadi BLUD maka bisa saja melakukan perekrutan tenaga kontrak secara mandiri, misalnya merekrut tenaga akuntan. Namun karena pada saat itu masih masa transisi dan aturan hukumnya belum ada maka puskesmas saya belum bisa melakukan perekrutan tenaga kontrak. Padahal laporan keuangan sudah harus mulai dikerjakan. Akhirnya sebagai jalan tengah kepala puskesmas saya mengambil kebijakan untuk merekrut tenaga honor harian lepas untuk membantu puskesmas dalam menyusun laporan keuangan. 

Ada 2 orang tenaga lulusan SMK jurusan akuntansi yang akhirnya direkrut, sebut saja namanya Vina dan Rani. Keduanya masih berusia sekitar 18 tahun dan masih single. Selain itu mereka juga berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga memang orientasi setelah lulus SMK langsung bekerja, tidak mungkin untuk melanjutkan kuliah karena keterbatasan ekonomi. Kedua tenaga SMK tersebut bertugas sebagai staf yang khusus menyusun pembukuan keuangan dibawah pengawasan saya selaku kepala bagian tata usaha puskesmas. Saya akui meski hanya lulusan SMK tapi keduanya punya semangat belajar yang tinggi. Pekerjaan yang saya berikan selalu berusaha untuk diselesaikan dengan baik, meski beberapa kali masih membutuhkan bimbingan dari saya.

Setelah mereka menjalani masa kerja kurang lebih selama 3 bulan, saya pernah bertanya kepada Rani dan Vina, apakah tidak ingin melanjutkan kuliah? Saya katakan bahwa jaman sekarang persaingan di dunia kerja semakin tinggi. Saya juga tidak bisa menjanjikan kepada mereka berdua untuk bisa terus bekerja di puskesmas karena statusnya masih belum menjadi pegawai tetap, apalagi menjanjikan untuk jadi PNS jelas saya tidak bisa. Padahal saya melihat kedua anak ini punya potensi lebih sebenarnya jika saja mereka punya kesempatan untuk melanjutkan kuliah. Kemudian saya sarankan kepada mereka berdua untuk mulai menyisihkan gaji yang diterima untuk ditabung dan digunakan untuk melanjutkan kuliah. 

Obrolan ringan tersebut ternyata didengarkan oleh Vina dan Rani. Awal bulan Agustus ini mereka berdua benar-benar mendaftar kuliah dengan uang hasil tabungan mereka sendiri. Sebagai atasan tentu saya sangat mendukung niat baik kedua staf saya ini. Apalagi kuliahnya juga tidak mengganggu jadwal kerja karena Vina dan Rani memilih untuk melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka (UT).


Universitas Terbuka adalah Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984 yang menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio, dan televisi). Makna terbuka adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, dan frekuensi mengikuti ujian. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas (SMA atau yang sederajat). Universitas ini menawarkan berbagai macam pilihan program studi seperti Fakultas Ekonomi, FMIPA, FKIP, FISIP dan Program Pasca Sarjana. 



Vina dan Rani bercerita kepada saya bahwa mereka mengambil program studi Ekonomi Akuntansi, tujuannya supaya bisa membantu puskesmas dalam rangka menyusun laporan keuangan yang lebih baik. Jujur saya merasa kagum dengan semangat pengabdian mereka kepada puskesmas, padahal mereka statusnya bukan PNS lho, tapi usahanya untuk meningkatkan kinerja benar-benar patut untuk diacungi jempol.

Lalu bagaimana cara menjalani kuliah di UT?

Cara menjalankan kuliah di UT sangat mudah dan praktis. Yaitu setelah menentukan program studi apa yang akan diinginkan, selanjutnya mahasiswa akan melakukan registrasi dan memilih mata kuliah yang akan ditempuh pada setiap semester. UT memiliki 2 sistem pengambilan mata kuliah yaitu :
  • SIPAS, yaitu sistem pemaketan mata kuliah yang dirancang untuk membantu mahasiswa dalam menentukan mata kuliah yang akan diregistrasikan dan terintegrasi dengan penyediaan bahan ajar. 
  • Non-SIPAS adalah sistem pengambilan mata kuliah secara satuan tanpa mengikuti aturan pemaketan mata kuliah dan tak terintegrasi dalam penyediaan bahan ajar. Perolehan bahan ajar versi cetak program Non-SIPAS dilakukan secara mandiri dengan cara membeli secara online melalui Toko Buku Online (TBO) dan versi digital pada Toko Buku Digital UT atau melakukan pemesanan pada saat registrasi online.
Menurut cerita Vina dan Rani, awalnya mereka mengira paket Non-SIPAS biayanya lebih murah jika dibandingkan dengan paket SIPAS. Namun ternyata jika mendaftar untuk sistem pengambilan mata kuliah Non-SIPAS ini, buku bahan ajarnya harus membeli sendiri dan akhirnya jika ditotal malah biayanya jadi lebih mahal daripada SIPAS. Sehingga lebih direkomendasikan untuk memilih yang paket SIPAS saja. 

Setelah mendapatkan buku bahan ajar kuliah, mereka berdua bisa langsung membaca dan mempelajarinya secara mandiri di rumah. Kemudian nanti akan ada tugas-tugas yang diberikan secara online. Apabila ada hal-hal yang kurang dipahami akan ada kuliah tatap muka dengan dosen pembimbing yang dilaksanakan di kampus Universitas Terbuka setiap hari sabtu atau minggu. Jadi kuliahnya memang benar-benar tidak akan mengganggu aktivitas kerja di kantor.



Untuk masalah kualitas pendidikan di UT juga sudah tidak perlu diragukan lagi, karena UT sudah berpengalaman selama 32 tahun dalam menjalankan sistem pendidikan jarak jauh dan dalam proses penyelenggaraan pendidikan jarak jauhnya, para mahasiswa Universitas Terbuka akan dibantu oleh tenaga Dosen dan Tutor yang berpengalaman. Saat ini UT memiliki 722 Dosen  yang bertugas di UT-Pusat dan UPBJJ-UT. Dosen UT bertugas menyiapkan strategi dan materi pembelajaran yang dituangkan dalam Buku Materi Pokok (modul), yang nantinya menjadi media representasi Dosen dalam belajar secara jarak jauh.

Biaya pendidikan di UT juga masih terjangkau. Buktinya Vina dan Rani bisa lho membayar biaya kuliahnya sendiri dengan menggunakan hasil tabungan mereka selama bekerja di puskesmas sebagai tenaga honor harian lepas. Gara-gara melihat mereka berdua kuliah di UT, saya sendiri jadi tertarik untuk ikut mendaftar kuliah Pasca Sarjana di Universitas Terbuka. Saya lihat program Pasca Sarjana yang ditawarkan juga sudah terakreditasi oleh BAN PT.


SK Akreditasi Program PascaSarjana UT

Universitas Terbuka hingga saat ini telah berkiprah selama 4 windu dalam membangun negeri. Dengan sistem kuliah jarak jauh yang diterapkan, maka ada banyak sekali mahasiswa yang terbantu untuk bisa meraih masa depan yang lebih baik bersama UT. Terutama bagi mahasiswa yang "nyambi" bekerja seperti Vina dan Rani. Sistem kuliah yang diterapkan di UT memang sangat memungkinkan bagi para karyawan yang sibuk bekerja untuk tetap punya kesempatan meningkatkan jenjang pendidikan demi peningkatan karir.




Cara Berhenti Layanan Paket Internet XL HotRod

Edit Posted by with No comments
Beberapa hari ini saya jadi rada senewen karena setiap hari dapat sms dari XL yang mengabarkan bahwa layanan internet saya diperpanjang. Padahal saya sebenarnya sama sekali nggak minta diperpanjang soalnya smartphone saya sudah pakai double SIM Card dan settingan internetnya sudah saya alihkan ke kartu yang satu lagi. Kartu XL saya sengaja tidak saya daftarkan untuk paket internet cuma mau dipakai buat nelpon saama sms aja, tapi  karena dulu saya memang pernah mendaftar untuk langganan internet paket 24 jam pakai kartu XL ternyata kartu XL saya malah jadi kena sistem perpanjangan otomatis.


Saya sudah coba cari cara buat berhenti langganan internet tapi nggak ketemu juga. Browsing sana-sini juga nggak ketemu. Padahal tiap hari pulsa saya jadi kepotong 1.500,-. Duh..bisa rugi bandar deh kalau didiemin aja. Akhirnya saya coba buka websitenya XL. Tapi disana nggak ada petunjuknya juga tentang gimana caranya kalau mau berhenti langganan internet XL.

Kemudian saya coba sendiri utak-atik lagi. Akhirnya ketemu. Alhamdulilah bangeeeet, senangnya karena akhirnya berhasil. Nah buat yang pernah ngalamin kebingungan kayak saya bisa coba cara berikut ini :
  1. Hubungi *123*7# lalu pilih 'Info Kartu XL-ku'
  2. Kemudian pilih "Stop Langganan"
  3. Nanti akan keluar pilihan langganan yang mau di Stop tersebut
  4. Pilih dan Selesai
Sesudah itu kita akan dapat SMS pemberitahuan seperti ini :


Sekali lagi alhamdulilah, akhirnya saya sekarang sudah terbebas dari potongan pulsa yang tidak saya harapkan. Selamat Mencoba ya :)


Pertimbangkan 5 Hal Ini Saat Membeli Dress Muslim

Edit Posted by with 1 comment
Saat ini perkembangan busana muslim semakin semarak dan beragam, terutama untuk busana muslim jenis gamis atau long dress. Ini merupakan jenis busana muslim yang kini sedang jadi favorit bagi kebanyakan kaum muslimah. Dengan mengenakan gamis atau long dress, penampilan seorang muslimah akan jadi terlihat lebih anggun dan syar'i. Bagi muslimah yang sedang hamil, busana muslim jenis ini juga sangat nyaman dikenakan sehingga manfaatnya jadi multi fungsi, yaitu bisa berfungsi sebagai busana muslim sekaligus baju hamil. 

Model dress muslim yang multifungsi, bisa juga untuk wanita hamil

Ngomong-ngomong, saya sendiri juga termasuk muslimah yang gemar memakai gamis untuk beraktivitas sehari-hari. Dalam membeli dress muslim biasanya ada 5 hal utama yang menjadi pertimbangan saya yaitu :

1. Jenis Bahan 

Dress dengan bahan katun atau jersey merupakan favorit saya. Karena bahannya adem dan nyaman banget saat dipakai. Namun jika saya memilih model dress wanita MatahariMall biasanya saya pilih yang berbahan jersey. Saya cenderung memilih dress jersey yang model bajunya lebar dan tidak terlalu ketat serta tidak lupa untuk selalu mengenakan baju dalaman semacam leging untuk mencegah aurat kita terlihat apabila baju gamis lebar yang dikenakan tersibak saat beraktivitas. 

2. Corak atau Warna 

Warna-warna bernuansa pastel atau corak sederhana sangat direkomendasikan. Kalau saya sih cenderung suka memilih baju gamis yang polos dan tidak bermotif supaya lebih mudah dalam mempadu padankan antara gamis yang saya pakai dengan hijab yang saya miliki. Jangan lupa untuk memilih warna dan corak yang sesuai dengan warna kulit kita. Untuk motif juga harus disesuaikan dengan bentuk tubuh kita misalnya untuk yang bertubuh kurus jangan memilih dress dengan motif garis vertical karena penampilan akan jadi terlihat semakin kurus, namun motif garis vertical ini lebih disarankan untuk yang memiliki tubuh gemuk. 

3. Model 

Saya cenderung lebih suka memilih model baju gamis yang simple dan tidak terlalu banyak memiliki pernak-pernik. Selain itu apabila sedang menyusui jangan lupa untuk memilih model gamis yang memiliki kancing depan atau rit depan untuk memudahkan kita saat hendak menyusui bayi. Eniwei kalau bingung mencari model dress muslim, bisa banget lho lihat-lihat model dress wanita MatahariMall. Disana koleksinya lengkap banget, dan model dress yang ditawarkan juga sangat beragam. 

4. Ukuran 

Ini jelas menjadi pertimbangan yang sangat penting bagi saya, jangan sampai ukuran baju yang dipilih malah kebesaran atau kekecilan. Untuk pilihan dress gamis kita juga harus memperhatikan panjang dressnya, jangan sampai terlalu panjang hingga menjuntai ke tanah. Bisa-bisa baju yang kita kenakan malah jadi kotor terkena najis dan sholat kita jadi tidak sah. Namun jika ukuran dressnya kurang panjang dan menggantung juga kurang indah dipandang mata, tapi masih bisa sih disiasati dengan menggunakan celana legging panjang. Sehingga penampilan kita tetap terlihat oke. 

5. Harga 

Pilih gamis atau long dress yang harganya masuk akal dan sesuai dengan kemampuan kita. Jangan asal beli hanya berdasarkan atas rasa ingin atau rasa suka sehingga rela membeli baju dengan harga hingga jutaan rupiah. Beli saja yang sesuai kebutuhan kita. Toh, jika di dalam lemari kita ada puluhan baju gamis, yang bisa dipakai hanya satu sajakan? 

Itulah 5 Hal yang jadi pertimbangan saya saat hendak membeli dress muslim. Semoga bermanfaat ya.

Kenapa Harus Punya Kartu AKU Ponta?

Edit Posted by with No comments
Kamu suka belanja kebutuhan sehari-hari di Alfamart? Kalau iya, berarti kita sama. Saya juga suka sekali belanja di Alfamart. Alasannya karena tempatnya enak, bersih, rapi, dan juga adem. Selain itu barang-barang kebutuhan yang saya cari semuanya lengkap tersedia di sini. Saya juga tidak harus repot muter-muter terlalu jauh untuk mencari barang yang saya butuhkan karena penataannya juga sangat mudah diakses dan sudah dikelompokkan menurut jenis barangnya. Biasanya sih saya pergi ke Alfamart untuk belanja kebutuhan pokok seperti minyak goreng, sabun mandi, diapers, sabun cuci, bahan makanan, minuman dan lain-lain. Harganya juga bersaing dengan minimarket lainnya, dan yang tak kalah penting adalah promo diskon yang ditawarkan juga menarik banget. 

Biasanya saat hendak melakukan pembayaran di kasir saya selalu ditanya punya kartu AKU atau tidak ? Kalau saya sih sudah punya, karena memang sudah langganan belanja di Alfamart sejak lama. Tapi sekarang ternyata ada kartu baru namanya kartu AKU Ponta. 


Apa sih maksudnya kartu AKU Ponta? Ponta sendiri adalah singkatan dari point terminal yaitu sebuah coalition loyalty program yang memudahkan pelanggan dalam berbelanja dan mengumpulkan poin tanpa harus memiliki banyak kartu. Jaringan Ponta ini cukup luas tidak hanya bisa digunakan untuk mengumpulkan poin belanja di Alfamart saja, tapi juga bisa dipakai untuk mengumpulkan point di seluruh merchant yang berlogo Ponta.

Lalu kenapa sih harus punya kartu AKU Ponta ? Menurut informasi alfamart ternyata kartu ini memiliki banyak manfaat yang menguntungkan bagi para pelanggan yaitu : 
  • Point Reward, Alfamart memberikan benefit poin di setiap transaksi pembelanjaan member senilai tertentu. Poin yang dikumpulkan ini bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah ataupun voucher menarik lainnya. Setiap kali belanja sebesar Rp.200,- kita akan dapat 1 poin. Nilai 1 poin ini sama dengan voucher belanja senilai 1 rupiah. 
  • Diskon Produk Tertentu, yaitu berupa potongan harga ataupun poin tambahan dengan berbagai mekanisme mulai dari promo paket, pembelian , hingga mekanisme menarik lainnya yang ditawarkan pada periode-periode tertentu.
  • Undian Berhadiah, yaitu program undian berhadiah yang diadakan pada periode tertentu untuk pembelanjaan produk tertentu sesuai promo undian yang sedang berlaku.
  • Kejutan Ulang Tahun, merupakan salah satu dari special treatment yang hingga kini selalu diberikan Alfamart khususnya bagi para member premium yang sedang berulang tahun. Selain itu, ada juga berbagai kegiatan menarik yang hanya dapat diikuti oleh member Alfamart, antara lain : Beauty Class, Arisan Gratis, Cooking Class, Buka Puasa Bersama, Factory Visit dan berbagai kegiatan menarik lainnya.
  • SMS Blast Promo, merupakan informasi promo yang ditujukan kepada para member Alfamart melalui sms blast dimana para member secara rutin mendapatkan promo ataupun penawaran menarik dari produk-produk yang selalu ada di keranjang belanjaan mereka pada saat berbelanja di Alfamart. Hal ini tentunya untuk menghindari junk sms yang biasanya cukup mengganggu jika penawaran ataupun promo yang didapatkan tidak relevan atau tidak dibutuhkan oleh para member.
  • Diskon Merchant, yaitu member Alfamart akan mendapatkan potongan harga, penawaran dan promo menarik di merchant-merchant yang bekerjasama dengan Kartu Member Alfamart di Indonesia. 
Wuih..banyak juga ya ternyata keuntungan dari kartu AKU Ponta ini, sayang banget kalau sampai nggak mendaftar sebagai member. Lalu gimana sih caranya untuk bisa memiliki kartu AKU Ponta dari Alfamart ini? menurut informasi alfamart caranya cukup mudah yaitu dengan cara menukarkan kartu alfamart kita yang lama dengan kartu AKU Ponta ini di Alfamart terdekat, tapi kalau sama sekali belum punya kartu Alfamart langsung daftar saja sebagai member baru ya. Yuk buruan daftar buat bikin kartu AKU Ponta dan dapatkan berbagai manfaatnya.


16 Agustus 2016

Penghargaan Kecil Yang Bermakna Besar

Edit Posted by with 7 comments


"Setiap penghargaan memiliki makna besar. Tak peduli bagaimana wujudnya, asal diberikan dengan tulus dari lubuk hati yang paling dalam maka hal tersebut akan mampu menyentuh hati penerimanya dan membuatnya semakin termotivasi dalam berkarya dan mengukir prestasi"

Saya memiliki anak lelaki yang saat ini berusia 6 tahun. Dulu ketika ia masih berumur 4 tahun, anak saya ini suka sekali membuat rumah-rumahan dengan menggunakan selimut, bantal dan guling yang disusun di atas tempat tidur. Mungkin bagi beberapa orang, apa yang dilakukan oleh anak saya ini tampak remeh dan dianggap membuat berantakan. Namun tidak bagi saya karena dalam pandangan saya apa yang dilakukannya pada saat itu merupakan sebuah karya yang harus dihargai. Ketika melihat ia berhasil membuat rumah selimutnya tersebut, saya puji dia dan saya juga ikut masuk ke dalam rumah-rumahan yang dibangun oleh anak saya. Siapa tahu dibenak anak saya saat itu ada mimpi besar untuk menjadi seorang arsitek atau insinyur sipil yang akan merancang dan membangun rumah-rumah megah dan indah di masa depan. Who knows? Jika memang hal itu menjadi mimpinya maka rumah selimut yang dibangunnya saat itu merupakan keping puzzle pertama yang menjadi awal bagi anak saya dalam mewujudkan mimpinya tersebut dan ini harus dihargai. Penghargaan berupa pujian tulus yang saya berikan saat itu meski tampak sederhana ternyata memiliki dampak besar yaitu dapat menumbuhkan rasa bangga pada diri anak saya yang masih balita. 

Setiap manusia terlahir dengan naluri eksistensial yang menjadikannya butuh akan pengakuan dan penghargaan. Tak terkecuali pada individu yang bernama anak-anak. Pemberian penghargaan pada anak dipercaya dapat meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri saat ia dewasa nanti. Sehingga orang tua harus punya kemampuan untuk bisa mengenali serta menghargai prestasi anak sekecil apapun itu karena hal ini jika dilakukan secara konsisten maka dampaknya akan sangat positif bagi masa depan mereka.

Namun sayangnya banyak orang tua yang gagal dalam mengenali prestasi anak sehingga hampir atau bahkan tidak pernah sekalipun memberikan penghargaan kepada anaknya. Karena dalam persepsi kebanyakan orang tua yang dianggap sebagai prestasi adalah manakala anak dapat mengungguli teman atau lawannya seperti misalnya menjadi juara lomba menggambar, juara lomba menyanyi atau juara di kelas. Bahkan mungkin ada juga orang tua yang berpikir, kenapa anak harus diberi penghargaan jika hasil karyanya biasa saja dan tidak pernah memenangkan perlombaan apapun?

Hal inilah yang menjadi faktor penyebab seorang anak tumbuh jadi pribadi yang tidak bermental juara. Mereka jadi tidak punya karakter juara sejak kecil karena karya-karyanya tidak pernah dihargai sebagai sebuah prestasi dan hanya dianggap sebagai karya biasa yang tidak berguna. Dampaknya setelah dewasa mereka tumbuh menjadi pribadi yang cenderung minder atau malas. Sebaliknya jika sejak anak masih kecil sudah terbiasa mendapat penghargaan dari orang tuanya atas prestasi-prestasinya yang sederhana maka ia akan tumbuh jadi pribadi bermental juara yang pantang menyerah dan mau terus berusaha hingga ia berhasil. 

Sebagai orang tua sayapun berusaha untuk bisa lebih jeli dalam mengenali prestasi anak saya serta konsisten dalam menghargai dan memberikan reward terhadap pencapaian istimewa yang berhasil diraihnya. Reward yang saya berikan tidak selalu dalam bentuk materi. Dapat juga berupa pujian, dukungan, ciuman kasih sayang, penghormatan, perlakuan istimewa, dan lain-lain. Namun saya akui bahwa reward yang berbentuk materi biasanya akan memiliki nilai lebih bagi anak. Meski demikian, jika terlalu sering memberikan dalam bentuk materi maka dampaknya akan jadi kurang bagus untuk perkembangan mental anak. Jika kita kurang bijak dalam memberikan reward, maka hal tersebut malah akan menjadikan mereka tumbuh jadi anak yang manja misalnya sedikit-sedikit minta hadiah. Sehingga selama ini saya selalu berusaha proporsional dalam memberikan reward untuk anak saya. Bentuk reward-nya sendiri juga saya sesuaikan dengan usia dan kebutuhan perkembangan anak, agar nilai gunanya tepat dan efektif. Berikut beberapa contoh jenis reward yang biasa saya berikan kepada anak saya untuk menghargai setiap pencapaian positif yang berhasil diraihnya :

1. Waktu Yang Berkualitas

Sebagai orang tua yang sibuk bekerja saya memang memiliki keterbatasan waktu untuk bisa selalu bersama anak. Namun hal ini tidak pernah saya jadikan alasan untuk mengabaikannya. Meski sibuk saya selalu berusaha untuk menyediakan waktu berkualitas untuk anak saya terutama pada momen istimewa dimana anak saya ingin saya hadir untuk dia. Sebagai contoh saat ia dan teman-temannya akan tampil dalam sebuah pertunjukan pentas seni sekolah. Saya selalu menyempatkan diri untuk bisa hadir dan menyaksikan anak saya tampil. Kehadiran saya ini merupakan wujud penghargaan saya atas usaha kerasnya dalam berlatih menari atau menyanyi. Kehadiran saya ini juga sangat berarti bagi anak saya, ia jadi merasa istimewa manakala saya memberikan tepuk tangan saya yang paling meriah sebagai wujud apresiasi dari keberaniannya untuk tampil di atas panggung.

2. Barang kebutuhan pribadi

Dulu ketika pertama kali anak saya berhasil memakai baju sendiri, maka selain memberi penghargaan berupa pujian kepada anak, saya juga memberikannya reward berupa kemeja berkancing supaya anak saya semakin termotivasi untuk belajar berpakaian sendiri. Jika awalnya ia baru berhasil memakai baju kaos sendiri maka dengan memberi hadiah kemeja berkancing, harapan saya kemampuan motorik halusnya akan semakin terlatih sehingga ia lebih mahir dalam memasang kancing baju. Ini merupakan bentuk penghargaan kecil yang sengaja saya berikan. Selain memang untuk memenuhi kebutuhan sandang baginya, hal ini juga bisa memotivasi anak saya agar lebih meningkatkan lagi kemampuannya dalam belajar berpakaian sendiri.

3. Voucher

Saat ini anak saya sudah kelas 1 SD. Dia sudah mulai berani membeli jajanan sendiri di kantin sekolahnya. Pihak sekolah punya peraturan terkait masalah jajan yaitu saat jajan anak-anak tidak diperkenankan membawa uang tunai. Namun bisa membeli jajan dengan menggunakan voucher jajan yang dibelikan orang tua di koperasi sekolah. 
Voucher jajan yang berlaku di sekolah anak saya
Pada hari-hari biasa saya memberikan voucher jajan kepada anak saya sebesar 5000, namun saat ia berhasil menyelesaikan hafalan surat pendek yang ditugaskan sekolahnya dengan baik maka saya lebihkan voucher jajannya jadi 10.000. Dengan penghargaan semacam ini anak saya sudah merasa sangat senang dan termotivasi untuk semakin memperbanyak hafalan ayat al qurannya. Hal ini sengaja saya lakukan supaya target untuk bisa hafal 3 juz saat lulus SD nanti bisa tercapai. Penghargaan berupa reward penambahan voucher jajan ini terbukti berhasil meningkatkan semangat anak saya untuk memperbanyak hafalannya.

Ngomong-ngomong soal voucher jajan, ternyata pemberian reward dalam bentuk voucher seperti ini dampaknya juga lebih aman untuk anak saya ketimbang saya berikan dalam bentuk uang tunai. Saat memberikan reward dalam bentuk voucher, ada jaminan bahwa voucher ini hanya akan digunakan untuk membeli jajanan sehat yang tersedia di kantin sekolah dan tidak bisa digunakan untuk membeli jajanan lain diluar yang tidak terawasi oleh pihak sekolah. Disini ada jaminan kualitas dari jajanan yang akan dibeli oleh anak saya.

Sumber Gambar : fb Sodexo Indonesia
Saya jadi berpikir, mungkin nanti saat dia lebih dewasa saya akan menggunakan voucher belanja sodexo sebagai reward untuk lebih meningkatkan motivasinya dalam mengukir prestasi. Iya, daripada memberikan reward dalam bentuk uang tentu akan lebih aman dan elegan jika saya memberikan reward dalam bentuk voucher sodexo terutama saat anak saya mulai menginjak usia remaja kelak. Bayangkan saja apa yang bisa dilakukan oleh remaja jika diberi uang lebih? Apalagi jaman sekarang dimana pola pergaulan juga semakin rawan untuk bisa terjerumus ke hal-hal negatif.

I love Sodexo. Foto : Dokumen Pribadi
Jika reward saya berikan kepada anak saya dalam bentuk voucher sodexo, penggunaannya juga akan lebih terawasi. Karena voucher sodexo hanya bisa digunakan untuk berbelanja di Merchant Sodexo yang sudah ditentukan. Ada banyak sekali merchant sodexo yang menyediakan kebutuhan bagi remaja atau pelajar contohnya Gramedia, KFC, Apotik K24, Matahari, Alfamart, Burger King, Gelato Bar dan lain-lain. Bahkan kini voucher belanja Sodexo juga bisa dipakai untuk berbelanja emas dan perhiasan di Goldmart hingga membeli BBM di Pertamina Retail yang ditunjuk. Dengan memberikan reward berupa voucher belanja sodexo tentu anak saya nantinya juga bisa lebih bebas dalam memilih hadiahnya sendiri. 

Sekilas Tentang Sodexo

Sodexo sebenarnya adalah sebuah group yang telah banyak membantu masyarakat dalam mengembangkan dan menerapkan solusi untuk meningkatkan motivasi bagi karyawan , rekan bisnis , dan pelanggan dan sudah berkiprah sejak tahun 1976. Sodexo didukung oleh 420.000 karyawan dari 80 negara untuk memotivasi lebih dari 75 juta orang setiap hari. Layanan yang ditawarkan terbukti berhasil dalam merangsang kinerja karyawan , pelanggan , mitra bisnis atau pemangku kepentingan dari berbagai perusahaan. 

Voucher belanja Sodexo sendiri jenisnya juga ada macam-macam yaitu : 
  • Sodexo Gift Pass, merupakan voucher hadiah yang paling banyak dikagumi di Indonesia karena bisa diterima di lebih dari 14.000 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga sangat memungkinkan penerimanya untuk lebih bebas dalam memilih hadiahnya sendiri.
  • Sodexo Promo Pass, merupakan voucher umum yang hanya didesain untuk program promosi pemasaran. Ini adalah voucher yang sangat spesifik bagi klien dan tidak mudah dipalsukan
  • Sodexo ePass, merupakan voucher elektronik yang dapat digunakan untuk berbelanja online.  Dapat digunakan di banyak toko dalam website belanja online di Indonesia
  • Sodexo Food Pass, merupakan jenis voucher yang bisa digunakan sebagai sistem untuk membantu perusahaan dalam menciptakan sistem terpadu berupa tunjangan makan untuk semua karyawan dan memungkinkan karyawan untuk memilih makanan sendiri.
  • Sodexo Discount Pass, merupakan sebuah kartu yang juga menawarkan media sederhana dan efektif untuk memotivasi dan menghargai tim, pelanggan, komunitas, sekolah, vendor, calon klien dan masih banyak yang lainnya. Juga dapat digunakan sebagai kartu ID yang memiliki berbagai manfaat di dalamnya.
  • Sodexo Reward Pass, merupakan jenis voucher yang berfungsi sebagai reward dan bisa diterima di toko Sodexo yang terpercaya dan memungkinkan kita untuk memilih hadiah yang kita inginkan.
  • Sodexo Loyalty Program, merupakan program loyalitas dari Sodexo sehingga para member berhak memperoleh banyak hadiah dan manfaat. Member Sodexo dapat memperoleh fleksibilitas untuk memilih hadiah poin sesuai dengan besaran poin yang diterima. 

Meski didesain untuk memberikan penghargaan bagi karyawan perusahaan, namun penggunaan voucher sodexo juga memungkinkan untuk digunakan oleh masyarakat secara umum. Pembelian voucher Sodexo Gift Pass, Sodexo Reward Pass, dan Sodexo ePass kini juga bisa dilakukan secara online melalui http://beli.sodexovoucher.com

Pembelian voucher sodexo bisa dilakukan secara online


Kembali membahas soal arti penting sebuah penghargaan, ternyata penghargaan kecil yang saya lakukan secara konsisten kepada anak saya selama ini membuatnya tumbuh jadi pribadi yang percaya diri, mudah dimotivasi dan sangat bisa menghargai orang lain. Karakternya berkembang jadi pribadi bermental juara. Tidak ada kata tidak bisa sebelum mencoba. Itu yang selalu saya tanamkan kepada anak saya sejak kecil. 

Selain itu pemberian reward yang saya lakukan ini juga sesuai dengan ajaran dalam agama islam yang saya anut lho. Imam Ghazali dalam kitab Ihya' Ulum ad-din menulis, "Jika pada seseorang anak menonjol akhlak baik dan perbuatan terpujinya, maka ia patut dimuliakan, digembirakan dan dipuji di depan orang banyak untuk memberikan semangat berakhlak mulia dan berbuat terpuji." Memuliakan anak dan memberi semangat dengan hadiah atau dengan ucapan yang manis juga sesuai dengan sabda Nabi yang diriwayatkan oleh ath-Thabrani, "Saling memberi hadiahlah agar kalian saling mencintai." 


Akhir kata, saya percaya bahwa setiap penghargaan kecil yang saya berikan kepada anak saya kelak akan menjadi energi luar biasa yang mendorong jiwa dan raganya untuk terus berkarya dan mengukir prestasi serta meraih kesuksesan di masa depan.



20 Juli 2016

Sharing Parenting With Ummu Nawazim

Edit Posted by with 4 comments
Saya selalu merasa kagum setiap kali bertemu dengan ibu yang memiliki banyak putra. Misalnya memiliki 4,5,6 atau 7 putra. Bagi saya hal tersebut merupakan hal yang luar biasa. Apalagi jika ibu tersebut mampu mendidik setiap anak dengan hasil yang baik. Menurut saya itu keren banget. Sejujurnya saya pribadi senang juga sih misalnya bisa memiliki banyak anak, karena pasti suasana rumah nggak akan pernah sepi. Tapi sepertinya saya memang belum mampu mengemban amanah sebesar itu, karena baru punya anak 2 saja rasanya sudah rempong banget. Masalahnya saya dan suami sama-sama bekerja dan saya juga nggak terbiasa hidup dengan bantuan dari asisten rumah tangga. Maunya apa-apa saya urus sendiri, nggak usah pakai asisten. Lha kalau misalnya saya punya banyak anak sepertinya imposible juga untuk menjalani pola hidup yang tetap harus kerja tapi tetep keras kepala nggak mau pake jasa asisten rumah tangga.

Oh..ya ngomong-ngomong soal anak saya punya lho seorang teman blogger yang pengalamannya dalam mendidik anak lebih senior daripada saya dan kiprahnya sebagai seorang ibu juga sangat luar biasa, karena beliau ini mampu mendidik dan membesarkan 5 orang anak. Meski sibuk mengurus 5 buah hatinya tapi teman saya ini juga masih sempat ngeblog dan nulis buku juga. Penasaran dengan teman yang saya maksud ini? 

Teman saya ini bernama Nunung nurlaela, saya biasa memanggilnya mak nunung. Alamat blognya ada di http://www.nunungnurlaela.com/Saat pertama kali bertemu kesan keibuan sudah langsung terpancar dari wajahnya yang teduh. Orangnya juga ramah dan baik banget. Saya pertama kali ketemu sama mak nunung ini pas acara demo masak fiesta seafood dengan bintang tamu chef Arnold. Waktu itu mak Nunung sedang hamil putranya yang ke-4. Dan di tahun 2016 ini alhamdulilah mak Nunung baru saja melahirkan putranya yang ke-5. selamat ya maaak...

Mak Nunung & Keluarga. Sumber : Fb Nunung Nurlaela

Jujur saya itu suka penasaran kalau ketemu sama emak yang punya anak banyak. Penasaran pengen nyuri ilmu tentang bagaimana sih caranya kok bisa hamil dan melahirkan sampai 5 kali tapi kayaknya nggak pernah kena sindrom baby blues? Saya yang cuma baru 2 kali melahirkan aja kena baby blues terus. Yang kedua saya juga kepo tentang bagaimana caranya bisa mendidik 5 anak biar semuanya bisa tumbuh jadi anak yang saleh dan saleha? ini penting banget buat contekan saya. Lalu yang terakhir saya kepo banget pengen tahu bagaimana cara membagi waktu supaya tetap bisa punya waktu buat me time meskipun setiap hari punya aktivitas padat mengurus 5 buah hati?

Berikut jawaban dari mak nunung yang berhasil saya peroleh dari wawancara singkat beberapa waktu lalu ;

Jumlah putra mak nunung itu 5 ya? kalo lahiran itu biasanya ada ibu yang suka ngalamin baby blues, kalo mak nunung kayaknya ga pernah ya. tipsnya apa mak biar gampang ngelahirin dan nggak ngerasain baby blues?

Haha...kata siapa ga pernah? Kelahiran anak pertama saya baby blues mak...tapi nggak parah. Biasa. Cuma khawatir nggak bisa merawat anak dsb. Karena tinggal di tempat mertua juga sih. Nah, baru yang kedua dst itu sudah nggak merasakan lagi. Tips nya ya, yakin aja mak. Sugestikan diri kita ini bisa merawat bayi kita. Kita tidak sendiri, ada banyak yang sayang sama kita. Minta dukungan doa dan support dari orang terdekat kita.

Aku punya anak 2 aja rempong banget rasanya, nah kalo mak Nunung mendidik 5 anak rasanya gimana mak? bagi tips dong untuk mendidik anak agar tumbuh jadi anak yang soleh dan saleha

Rasanya hidup kayak permen nano- nano mak :) tipsnya saya nggak berpijak pada ilmu-ilmu parenting yang banyak itu. Karena tiap kondisi anak berbeda. Pertama menanamkan aqidah kepada mereka. Dari situ akan terurai yang lain. Menanamkan nilai atau qimah dalam beraktivitas yaitu nilai ruhiyah, insaniyah, akhlaqiyah, dan madiyah. Tips yang lain, jalani aja mak, hadapi anak-anak dengan yakin. Jangan takut gagal. Syukuri apa pun kondisi anak. Tidak terburu-buru dan memaksa anak dalam hal yang tidak wajib terutama. Jangan lupa, segera istighfar dan tarik nafas jika kita menghadapi anak yang nggak sesuai. Atau kalau kita keceplosan marah atau memukul anak, segera minta maaf dan beri alasan mengapa kita marah/memukul dia.

Gimana cara mak Nunung menikmati me time setelah mengurus 5 anak?

Minta waktu izin sama suami mak...minta me time :) Nanti suami yang akan handle semua. Biasanya malem, misal pingin ngeblog. Ya pokoknya dinikmati aja apa yang ada mak...soalnya ga selalu mulus me time nya haha...

Cuma ada 3 pertanyaan sih. Tapi ternyata jawaban yang diberikan oleh mak Nunung bikin ilmu saya jadi nambah. Yang paling saya garis bawahi adalah tips untuk Tidak terburu-buru dan memaksa anak dalam hal yang tidak wajib terutama. Jangan lupa, segera istighfar dan tarik nafas jika kita menghadapi anak yang nggak sesuai. Ini perlu saya beri cetak tebal karena terkadang saya masih suka nggak sabaran dalam mendidik anak, pengennya anak cepetan bisa ini dan itu. Padahal kemampuan anak belum tentu seperti yang kita inginkan. Terimakasih ya mak Nunung sudah diingatkan. Ternyata meski wawancaranya cuma singkat, tapi ada banyak manfaat yang bisa saya dapatkan dalam sharing soal parenting bersama Ummu Nawazim ini. 


15 Juli 2016

Cantik itu Peduli

Edit Posted by with 2 comments

Kecantikan terpancar dari dalam hati, yaitu dari keindahan kebaikan kecil dan sederhana yang kita lakukan sehari-hari. Dengan selalu menebar peduli maka kau akan menemukan kecantikan sejatimu.

Secara kodrati setiap wanita pasti punya keinginan untuk selalu terlihat cantik. Itulah sebabnya kebanyakan wanita suka sekali berdandan. Kebutuhan untuk berdandan ini mendorong banyak diciptakannya berbagai macam produk untuk menunjang penampilan para wanita seperti produk kosmetik, fashion, perhiasan, pernak-pernik aksesoris dan lain sebagainya. Dengan semakin marak bermunculan produk pendukung tersebut maka kini sangat mudah bagi wanita untuk bisa tampil cantik secara maksimal. Kekurangan fisik yang membuat penampilan jadi kurang menarik bisa dikoreksi dengan menggunakan kosmetik. Misalnya dengan menerapkan tehnik shading yang pas maka hidung yang pesek bisa jadi terlihat lebih mancung, atau kulit yang kurang mulus bisa tampak lebih halus saat ditutup dengan menggunakan foundation. Bibir yang terlalu tebal bisa terlihat lebih tipis jika disiasati dengan menerapkan tehnik penggunaan lipstik yang benar. Sehingga menjadi cantik itu sekarang memang bukan perkara yang sulit.

Menjadi cantik secara fisik memang mudah tapi butuh biaya. Apalagi jika memilih untuk melakukan perawatan kecantikan secara rutin di salon atau beauty klinik yang kini semakin banyak bermunculan. Biaya yang dibutuhkan tentu akan semakin mahal. Meski mahal, namun banyak juga wanita yang tidak merasa keberatan mengeluarkan uang ratusan ribu bahkan hingga jutaan rupiah hanya demi mendapatkan yang namanya kecantikan fisik. Padahal sebenarnya kecantikan fisik bukan merupakan kecantikan sejati. Pelan tapi pasti kelak kecantikan fisik akan memudar seiring dengan pertambahan usia kita.

Kecantikan sejati sebenarnya adalah kecantikan yang terpancar dari dalam hati. Bagi saya hal ini mengandung makna yang sangat dalam. Cantik itu peduli, begitu cara saya memaknai tentang cantik dari hatiKecantikan terpancar dari keindahan kebaikan kecil dan sederhana yang kita lakukan sehari-hari. Seperti memberikan senyuman yang tulus kepada orang-orang di sekitar kita. Seulas senyum cantik dan tulus yang ditujukan untuk mengirimkan cinta dan kasih sayang bagi orang lain. Selain itu rasa peduli juga bisa diwujudkan dengan selalu menjaga perkataan kita agar tidak menyakiti hati lawan bicara. Selalu mengucapkan kata-kata yang baik yang membangun persahabatan dan menghapuskan rasa benci.

Namun sayangnya di era modern seperti sekarang rasa peduli pada sesama sudah menjadi hal yang langka. Jangankan berbagi senyum, kebiasaan bertegur sapa saja kini sudah dikalahkan dengan kebiasaan khusyu bercengkerama dengan gadget masing-masing. Saat sedang naik angkutan umum misalnya, terkadang kita lebih suka menundukkan kepala asyik dengan gadget kita sendiri tanpa peduli lagi dengan lingkungan sekitar. Padahal mungkin di samping kita ada perempuan tua yang tidak mendapatkan tempat duduk sehingga terpaksa harus berdiri lama, namun kita tidak bisa melihatnya karena sudah asyik bermain dengan gadget. Sehingga tak ada salahnya jika sekali waktu kita coba untuk menyimpan dulu gadget kita dan memanfaatkan waktu untuk lebih peduli serta bertegur sapa dengan orang-orang disekitar kita. Percaya deh, hanya dengan melakukan kepedulian kecil semacam ini maka derajat kecantikan kita akan bertambah.

Peduli juga bisa diwujudkan dengan kebiasaan   memberi seperti bersedekah untuk orang miskin, menyenangkan kaum fakir, menyantuni anak yatim dan mengenyangkan perut orang-orang yang lapar. Dengan membahagiakan mereka maka kita juga akan ikut merasakan kebahagiaan. Hati yang bahagia tentu juga akan semakin memancarkan kecantikan kita.

Rasa peduli juga harus selalu kita tunjukkan kepada orang-orang terdekat kita seperti peduli kepada buah hati dengan cara mendidik anak-anak sesuai ajaran agama, sunnah serta memberi nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Termasuk menunjukkan rasa bakti terhadap orangtua dan suami, bersilaturahmi kepada saudara maupun tetangga serta berlaku penuh kelembutan kepada sesama tanpa memandang status sosial. Pada kenyataannya kelembutan merupakan keindahan yang memiliki makna tanpa batas. Kelembutan dalam bersikap dan bertutur kata akan menambah kecantikan wanita menjadi berlipat-lipat.

Dengan kecantikan fisik yang dimiliki, seorang wanita memang akan tampak lebih indah dari bunga-bunga di taman. Namun kecantikan fisik yang didukung dengan akhlak yang baik serta sikap tawadlu yang selalu dikedepankan akan semakin meninggikan derajat kecantikan tersebut hingga lebih tinggi daripada purnama. Dengan rasa cinta dan peduli kepada sesama maka kecantikan sejati seorang wanita akan semakin terpancar dan menjadikannya bagai wanita paling cantik sejagat raya.

Kecantikan yang seutuhnya adalah ketika seorang wanita mampu mensyukuri karunia penampilan fisik yang dia miliki apapun kondisinya dan mau peduli untuk menjaga dan merawatnya. Dia berusaha menjaga dan menggunakan kecantikannya tersebut untuk kebaikan sebagai tanda syukur terhadap karunia yang diberikan Tuhan. 

Sebagai wanita saya akui, saya juga ingin selalu terlihat cantik meskipun sebenarnya ada banyak kekurangan secara fisik yang saya miliki. Sejujurnya saya juga merasa sangat terbantu dengan adanya kosmetik karena dengan menggunakan kosmetik maka flek hitam yang mulai bermunculan di kulit wajah saya sedikit demi sedikit mulai bisa berkurang. Selain itu penampilan wajah saya juga bisa tampak selalu segar sepanjang hari sehingga lebih nyaman dipandang mata terutama saat dipandang oleh suami. 

Cantik dengan Wardah Kosmetik

Dalam memilih kosmetik, syarat halal sudah jadi harga mati bagi saya karena sebagai seorang wanita muslim perkara halal ini memang bukan hal main-main. Maka dari itu saya selalu memilih Wardah sebagai kosmetik yang sangat saya percaya selama bertahun-tahun. Wardah merupakan perusahaan kosmetik yang sangat serius berkomitmen dalam mengedepankan kualitas produk serta memformulasikannya secara halal dan berkualitas sesuai dengan karakteristik kulit wanita. 


Kosmetik Wardah untuk Penampilan Sehari-hari
Selain itu saya juga sangat suka dengan filosofi wardah yang menyatakan bahwa kosmetik tidak hanya untuk tubuh tetapi juga untuk jiwa. Kecantikan seorang wanita akan membuat ia merasa mencintai dirinya sendiri sebanyak dan sedalam ia mencintai orang-orang di lingkungan sekitarnya.

Ya, cantik itu peduli sehingga mari kita tebarkan rasa peduli kepada sesama agar kecantikan sejati selalu terpancar dari dalam hati. Tentunya juga supaya kecantikan yang kita miliki bisa abadi baik di dunia maupun di akherat kelak.