November 30, 2016

Ketika Anakku Divonis Asma

Edit Posted by with 25 comments

Asma Pada Anak. Dulu banget, waktu Tayo masih umur 2 tahun dia pernah sakit batuk pilek yang agak lama dan sering hilang kambuh. Waktu saya periksakan ke DSA, dokter mengatakan bahwa ada gejala asma pada anak saya karena saat diperiksa dengan stetoskop ada bunyi ngik di dadanya. Saat itu saya masih berpikir bahwa bisa saja diagnosa dokter salah sebab di keluarga saya nggak ada yang punya sakit asma.

Meski begitu saya tetap mengikuti saran dokter untuk mulai jeli mengamati kira-kira apa yang bisa memicu munculnya batuk pilek pada Tayo. Karena kemungkinan sakitnya itu juga dipicu oleh faktor alergi. Kata dokter mumpung masih gejala asma, sebaiknya dicegah supaya nggak berkembang jadi asma beneran yaitu dengan cara menjauhkan paparan zat yang bisa memicu reaksi alergi. Tayo juga disarankan untuk menjalani tes alergi tapi karena masih umur 2 tahun saya jadi nggak tega kalau dia harus ditusuk-tusuk pakai jarum. Nanti sajalah kalau Tayo sudah agak besar.

Baca : Tips Kelola Kesehatan Keluarga Dengan Riwayat Alergi

Akhirnya saya hanya bisa mencoba menduga-duga zat apa saja yang bisa memicu alergi sehingga batuk pileknya Tayo kambuh. Yang jadi tersangka utama adalah debu, susu, telur dan daging ayam. Namun meskipun saya sudah berusaha menghindari para tersangka tersebut, nyatanya batuk pilek Tayo tetap saja masih sering hilang kambuh bahkan saat Tayo mulai berumur 4 tahun alerginya berkembang jadi sering muncul ruam merah pada kulitnya. 

Lalu saya bawa Tayo untuk periksa ke dokter dermatologi anak. Lagi-lagi dokter bilang bahwa gangguan kulit yang diderita Tayo ini dipicu oleh faktor alergi. Diagnosanya Tayo menderita dermatitis atopik. Jika ini tidak ditangani dengan baik dan Tayo sering terpapar oleh zat alergen maka besar kemungkinan akan berkembang jadi asma. Lagi-lagi saya diperingatkan dengan resiko Tayo untuk terkena asma. Dokter menyarankan kepada saya untuk segera melakukan tes alergi pada Tayo supaya alergennya jelas dan tidak hanya menduga-duga. Saya juga nggak boleh melarang Tayo minum susu, makan telur dan daging ayam karena belum tentu bahan makanan itu yang bikin Tayo alergi. Justru malah kasihan kalau saya melarang bisa-bisa Tayo malah kurang gizi. Sehingga saya disarankan untuk segera melakukan tes alergi pada Tayo supaya jelas alergennya apa dan bisa dihindari. Namun saya masih belum tega membawa Tayo untuk tes alergi. Dokter menjelaskan bahwa ada 2 metode tes alergi yaitu skin pick test dan IG rash. Keduanya menggunakan jarum yang tentu akan terasa menyakitkan bagi Tayo yang masih kecil. 

Akhirnya, lagi-lagi saya tidak mengikuti saran dokter untuk melakukan tes alergi. Saya memilih untuk mencoba lebih jeli lagi dan lebih teliti dalam mencari zat yang bisa bikin alerginya Tayo kambuh. Dan itu bikin frustasi. Kenapa frustasi? Karena batuk, pilek dan ruam merah di kulit Tayo tetap saja hilang timbul padahal rumah sudah saya jaga kebersihannya dan meminimalisir debu. Untuk mencuci baju Tayo juga saya gunakan detergen khusus bayi karena ada dugaan kulitnya merah karena alergi detergen. Tapi tetap saja Tayo masih sering terserang batuk pilek tanpa alasan yang jelas.

Hingga suatu hari saat sedang bermain di rumah, Tayo mendadak pilek berat dan bersin-bersin hingga kesulitan bernafas lewat hidung. Saya segera membawa Tayo periksa ke RS. Dokter yang memeriksa mengatakan bahwa Tayo menderita asma. Ini sudah bukan gejala lagi tapi memang sudah asma. Dokter bilang Tayo harus di nebulizer supaya sesak nafasnya berkurang. Awalnya Tayo sempat menolak untuk di nebulizer karena Tayo merasa tidak nyaman dengan suara compresornya yang berisik, namun setelah saya beri pengertian dan saya temani akhirnya Tayo menurut juga. Prosesnya memakan waktu sekitar 15 menit. Usai di nebulizer nafas Tayo memang jadi lebih lega. 

Saat saya kembali konsultasi dengan dokter, saya bertanya tentang hal-hal apa yang harus saya lakukan jika anak saya sudah divonis asma seperti ini. Bagaimana cara mencegah supaya asmanya tidak kambuh lagi dan bagaimana caranya supaya Tayo bisa sembuh dari asma? Kata dokter kalau sudah positif asma kemungkinan sembuhnya kecil. Biasanya hanya 50 persen anak yang asmanya bisa sembuh saat dewasa nanti. Yang bisa dilakukan adalah mencegah supaya asma tidak kambuh dan tidak sampai terjadi serangan asma. Kebanyakan serangan asma pada anak terjadi karena dipicu oleh alergi sehingga hukumnya wajib bagi Tayo untuk segera menjalani tes alergi. Kali ini tidak boleh ditunda lagi. Selain itu dokter juga menyarankan pada saya kalau bisa sedia nebulizer sendiri di rumah untuk pertolongan saat asma kambuh.

Saat divonis asma umur Tayo sudah 6 tahun. Kali ini saya setuju untuk segera melakukan tes alergi pada Tayo dengan pertimbangan dia sudah tidak terlalu takut pada jarum suntik seperti saat masih balita. Kemudian saya memilih untuk tes alergi menggunakan metode Ig rash. Ini berbeda dengan metode skin pick test yang harus ditusuk berkali-kali di permukaan kulit. Metode Ig rash cukup dilakukan dengan mengambil sampel darah sebanyak 2 tabung. 

Baca : Agar Anak Tak Takut Disuntik

Selanjutnya pada sample darah tersebut akan dilakukan uji reaksi terhadap berbagai paparan alergen. Laboratorium yang saya datangi menawarkan 2 macam paket pemeriksaan alergi metode Ig rash yaitu paket atopi dan paket makanan asia. Paket atopi menawarkan berbagai macam jenis alergen berasal dari hirupan serta beberapa kelompok alergen dari makanan seperti susu,telur, udang namun makanannya tidak selengkap paket makanan asia. Berhubung harga masing-masing paket cukup mahal dan nggak bisa dicover dengan BPJS akhirnya saya pilih salah satu saja yaitu paket Ig rash atopi karena kecurigaan saya pemicu alergi Tayo lebih condong ke arah faktor hirupan bukan makanan. Untuk harga paket tes alergi metode Ig rash atopi ini saya harus membayar sebesar Rp.1.580.000,-

Setelah menjalani tes alergi akhirnya hasil tes keluar 2 hari kemudian. Benar juga dugaan saya bahwa faktor hirupan merupakan pencetus utama terjadinya alegi pada Tayo. Dan tersangka utamanya kini sudah jelas yaitu tungau debu. 

Hasil Tes Alergi Tayo
Ini sih jadi pe-er berat buat saya karena tungau debu itukan nggak kelihatan dan bisa muncul dimana saja. Beda kalau alergennya itu berasal dari makanan, tinggal nggak usah dimakan saja maka alergi nggak akan kambuh. Tapi kalau tungau debu tentu cara menghindari lebih sulit. Rumah sudah bersih cling aja tetep bisa kecolongan sama si tungau debu ini. Sehingga mau nggak mau saya memang harus sedia nebulizer sendiri di rumah. Untuk jaga-jaga kalau tiba-tiba Tayo kambuh lagi asmanya.

Nebulizer Omron NE-C803
Langkah selanjutnya setelah melakukan tes alergi, saya memang segera membeli nebulizer. Ini adalah alat bantu untuk memperlancar jalan nafas bagi penderita asma. Nebulizer merupakan alat untuk mengubah obat cair menjadi tetesan aerosol sehingga bisa dengan mudah terhirup melalui corong atau masker. Penggunaan nebulizer ini cocok untuk anak-anak penderita asma atau bronkitis atau penyakit pernapasan lainnya dan juga orang dewasa dengan penyakit paru obstruktif kronik. Saya membeli nebulizer merk omron tipe terbaru yaitu NE-C803. Kenapa saya pilih nebulizer tipe ini? Tentu banyak pertimbangannya yaitu :

  1. Omron adalah merk alat kesehatan dari jepang yang sudah sangat familiar dan berkualitas tinggi
  2. Suara pengoperasiannya juga hening nggak berisik seperti kompresor kebanyakan
  3. Bentuknya ringan dan kecil sehingga efisien untuk digunakan kapanpun dan dimanapun
Cara penggunaan produk nebulizer NE-C803 ini juga sangat mudah dan nggak ribet. Berikut video step by step cara penggunaannya:


Gampang bangetkan? makanya saya suka banget sama produk ini karena pemberian obat jadi lebih efektif. Dengan memiliki nebulizer sendiri di rumah saya jadi merasa lebih tenang terutama saat asma Tayo tiba-tiba kambuh. Untuk obat yang digunakan saya menggunakan ventolin yang diresepkan oleh dokter. Meski sudah punya nebulizer sendiri, namun untuk urusan obat tetep ya dosisnya sesuai petunjuk dokter.


Oiya..harga normal dari Nebulizer seperti milik saya ini adalah Rp. 630.000,- namun jika kita membeli via microsite http://omron-nebulizer.com/promo maka kita akan mendapatkan harga khusus yaitu potongan 20%.


Nebulizer ini nyaman digunakan untuk anak dan sama sekali nggak berisik

Bicara soal asma pada anak sebenarnya memang ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan timbulnya asma atau membuat asma pada anak jadi makin parah, yaitu: 

  • Lahir dalam kondisi berat badan di bawah normal
  • Lahir prematur
  • Paparan asap rokok, termasuk saat masih dalam kandungan dan setelah dilahirkan
  • Terdapat riwayat anggota keluarga yang mengidap asma, eksim, gatal-gatal, atau rhinitis
  • Infeksi saluran pernapasan yang terjadi berulang-ulang dan bersifat parah seperti pneumonia
  • Riwayat alergi yang pernah dialami seperti pada kulit atau eksim, dan alergi makanan
  • Paparan polusi udara atau asap rokok saat masih di dalam kandungan dan setelah lahir
  • Anak laki-laki lebih berisiko mengidap asma daripada anak perempuan
Kalau saya cocokkan faktor resiko ini dengan kondisi yang ada pada Tayo sebenarnya hanya ada 3 faktor yang cocok yaitu ada riwayat keluarga yang rhinitis yaitu dari suami saya, ada riwayat alergi pada kulit Tayo dan jenis kelamin laki-laki. 

Gejala asma pada Tayo juga sebenarnya sudah diidentifikasi oleh dokter sejak ia masih usia balita. Walaupun awalnya tampak sebagai gejala ringan namun ternyata bisa jadi memburuk ketika terpapar pemicu tertentu seperti tungau debu atau udara dingin. Kata dokter saya masih bersyukur karena tidak sampai terjadi serangan asma berat sebab pada beberapa anak lain ada juga yang jarang merasakan gejala namun dalam seketika bisa mengalami serangan asma yang berat.

Sejak Tayo divonis menderita asma, maka sebagai orang tua saya berusaha mencari lebih banyak informasi tentang apa yang bisa saya lakukan dalam mendampingi anak yang mengidap asma. Dari hasil membaca-baca informasi, saya jadi tahu tentang beberapa hal yang perlu dilakukan para orang tua yang memiliki anak yang menderita asma:

  1. Kenali dan catat gejala yang dialami anak-anak. Ketahui juga seberapa buruk gejala asma dapat mempengaruhi aktivitas keseharian anak 
  2. Mendeteksi seberapa sering serangan asma kambuh
  3. Kenali faktor pemicu yang dapat menyebabkan gejala memburuk seperti: hawa dingin, bulu binatang, olahraga, asap rokok, debu dan lain sebagainya
  4. Ketahui apa yang perlu dilakukan ketika serangan asma terjadi 
  5. Pahami berbagai macam jenis pengobatan asma dan cara kerja masing-masing obat
  6. Dengan bantuan dokter, menentukan pengobatan yang tepat untuk menangani asma anak
  7. Lakukan evaluasi apakah pengobatan sudah berhasil menangani gejala yang timbul dan mengurangi frekuensi serangan asma
  8. Mengetahui efek samping masing-masing obat, sehingga anak tidak diberikan obat melebihi dosis
  9. Mengetahui gejala-gejala kondisi darurat terjadi dan kapan harus segera mengantar anak ke rumah sakit
  10. Mengkomunikasikan dengan pihak sekolah bahwa anak menderita asma. Ini sangat penting untuk memastikan bahwa guru maupun orang-orang dewasa di sekitarnya dapat memahami kondisi anak serta tahu apa yang harus dilakukan jika anak tiba-tiba terserang asma di sekolah.
Asma memang tidak bisa disembuhkan tapi bisa dikendalikan. Tujuan pengobatan asma pada anak-anak adalah agar anak tetap dapat hidup baik dan normal, meminimalisasi gejala dan kunjungan ke dokter serta menemukan metode pengobatan yang tepat untuknya. Tes alergi yang sudah saya lakukan bertujuan untuk meminimalisasi gejala karena saya bisa tahu faktor apa yang jadi pencetus kambuhnya asma pada Tayo. Selanjutnya dokter juga sudah memberikan resep obat yang tepat untuk mengendalikan asma dan Nebulizer omron NE-C803 juga telah membantu saya dalam menjaga Tayo agar bisa tetap menjalani hidup dengan nyaman meskipun menderita asma.

November 10, 2016

Menuju Puskesmas Bintang Lima

Edit Posted by with 5 comments
Beberapa waktu lalu sempat bersliweran di time line facebook saya, foto-foto dan video tentang puskesmas kebon jeruk Jakarta. Banyak netizen yang merasa takjub dan berdecak kagum dengan fasilitas sarana dan prasarana fisik yang ada di puskesmas serta gambaran proses pelayanan kesehatan yang terlihat sangat istimewa. Para netizen banyak yang memuji pelayanan di puskesmas tersebut, jika diberi rating mungkin puskesmas kebon jeruk bisa mendapatkan rating bintang lima dari para netizen.

Salah satu foto puskesmas Kebon Jeruk yang menimbulkan decak kagum netizen
Puskesmas kebon jeruk jakarta memang tampak sangat jauh berbeda dengan gambaran puskesmas yang biasa dilihat oleh kebanyakan orang. Image puskesmas selama ini sepertinya masih lekat dengan pelayanan yang minimal, fasilitas yang kurang memadai hingga sikap petugas yang kurang bersahabat. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa memang masih ada puskesmas yang seperti itu. Saya sendiri juga pernah punya anggapan bahwa berkunjung ke puskesmas itu bukan pilihan saya, apabila sedang sakit lebih baik saya langsung pergi ke rumah sakit saja yang pelayanannya jauh lebih profesional dan terjamin.

Image puskesmas di masa lalu. Menunggu sampai siang belum juga dilayani

Anggapan saya dulu juga pernah seperti itu, tapi sekarang sudah tidak lagi. Karena saya tahu bahwa saat ini trend yang dibangun oleh pemerintah ke depan adalah semua puskesmas harus bisa mendekati kondisi seperti di puskesmas Kebon Jeruk Jakarta yang sedang hangat diperbincangkan tersebut. Tak harus bangunan fisiknya sama, minimal sama dalam hal sistem pelayanan seperti mengutamakan kepuasan pasien, penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) dan lain sebagainya. Kini puskesmas memang dituntut untuk berubah total. Sejak diberlakukannya program BPJS pada tahun 2014 lalu maka puskesmas yang berfungsi sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) semakin dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan. Ini merupakan sebuah persyaratan wajib yang kemudian mendorong lahirnya aturan hukum bahwa setiap puskesmas wajib terakreditasi sebagai jaminan bahwa upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien telah dilaksanakan.

Pelaksanaan akreditasi di puskesmas ini mengacu pada permenkes no.71 tahun 2013 tentang pelayanan kesehatan pada JKN dan tertuang pada pasal 6 ayat 2 yaitu : selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) fasilitas kesehatan tingkat pertama juga harus telah terakreditasi. Puskesmas merupakan salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama selain klinik swasta dan praktek dokter keluarga. Sebagai faskes tingkat pertama milik pemerintah maka puskesmas memang didorong untuk segera melaksanakan akreditasi.



Sebagai contoh adalah puskesmas yang terdapat di wilayah DIY. Roadmap akreditasi di provinsi ini sudah disusun dari tahun 2015-2019 ditargetkan sebanyak 121 puskesmas bisa terakreditasi. Hingga saat ini sudah ada beberapa puskesmas yang lulus akreditasi bahkan ada puskesmas yang berhasil meraih strata akreditasi paripurna yaitu puskesmas Mantrijeron, yang ternyata merupakan puskesmas dengan strata akreditasi paripurna pertama di Indonesia.

Kondisi salah satu puskesmas di Kabupaten Bantul yang sudah proses akreditasi

Lalu apa sih perbedaannya antara puskesmas yang sudah akreditasi dan yang belum? Menurut pengamatan saya perbedaannya tampak sangat signifikan. Proses akreditasi merupakan upaya perbaikan mutu pelayanan yang diselenggarakan secara total pada semua lini pelayanan. Baik pada sisi administrasi manajemen, upaya pelayanan kesehatan masyarakat termasuk upaya pelayanan klinis kepada pasien. Selama ini yang menjadi penyebab terjadinya masalah pada mutu pelayanan adalah karena adanya variasi proses dimana proses pelayanan yang dilakukan tidak diukur dengan baik, tidak dimonitor, tidak dikendalikan, tidak dipelihara, tidak disempurnakan dan tidak didokumentasikan dengan baik. Variasi proses inilah yang pada akhirnya menimbulkan banyak keluhan hingga kemungkinan terjadi resiko medical eror yang membahayakan keselamatan pasien.


Sebuah penelitian pernah dilakukan terkait dengan resiko medical eror yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan di Amerika. Hasilnya cukup mencengangkan, ternyata jumlah kematian akibat medical eror menempati posisi tertinggi jika dibandingkan dengan kecelakaan pesawat, tenggelam, jatuh, dan kecelakaan kendaraan bermotor. Ini merupakan hasil penelitian di Amerika, lalu bagaimana dengan Indonesia?

Akreditasi yang diterapkan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama bertujuan untuk meminimalisir terjadinya resiko medical eror yakni dengan cara ditetapkan standar-standar yang harus dipahami dan dipatuhi oleh seluruh petugas tanpa kecuali. Dalam pelaksanaan akreditasi puskesmas juga dikenal istilah client centered care. Disini keamanan dan kepuasan pasien menjadi titik berat dalam setiap proses mulai dari perencanaan, pelaksaanaan, monitoring dan evaluasi. Semua kegiatan perencanaan yang dilakukan di puskesmas harus berdasarkan pada analisis kebutuhan masyarakat. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan, termasuk monitoring dan evaluasinya juga harus menjamin keselamatan pasien dan ditekankan untuk selalu menjaga kerahasiaan pasien. Disini pasien/masyarakat benar-benar diposisikan sebagai raja.

Kini puskesmas memang dituntut untuk berbenah dan terus berproses menuju ke arah pelayanan yang lebih baik dan bermutu. Akreditasi yang dipersyaratkan diharapkan tak hanya berhenti pada persyaratan dokumen yang lengkap namun penerapan siklus PDCA harus dijalankan dengan benar. 

Namun sayangnya, potret di lapangan masih ada yang menganggap bahwa Proses akreditasi hanyalah sebatas pada perkara lomba dokumen dan hanya berlangsung sesaat pada waktu penilaian. Padahal bukan itu esensinya, peningkatan mutu dan keselamatan pasien adalah output utama yang harus diwujudkan. Akreditasi puskesmas juga bukan hanya proses sekali jadi, namun wajib untuk dilaksanakan secara berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan amanat Permenkes No.75 tahun 2014 tentang puskesmas disebutkan dalam pasal 39 ayat 1 bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan, puskesmas wajib diakreditasi secara berkala paling sedikit 3 (tiga) tahun sekali.

Lalu apa yang terjadi jika puskesmas tidak terakreditasi? Ibarat sebuah revolusi maka jika ada institusi faskes tingkat pertama yang tidak bisa mengikuti tuntunan perubahan maka ia akan tertinggal. Akreditasi merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh puskesmas untuk bisa melakukan Mou dengan BPJS. Perlu diketahui bahwa sistem kapitasi yang diterapkan oleh BPJS dapat memberikan keuntungan bagi faskes tingkat pertama yang bekerjasama. Besaran kapitasi yang diterima oleh puskesmas adalah antara Rp.3000,- s.d Rp. 6000,- per peserta. Nilainya memang bervariasi tergantung pada kriteria puskesmas.

Sebagai contoh apabila puskesmas X yang bisa memenuhi semua kriteria sehingga mendapatkan kapitasi sebesar Rp. 6000,-/ peserta, memiliki jumlah peserta BPJS sebanyak 10.000 orang misalnya maka besaran kapitasi yang diterima per bulan adalah Rp. 6000,- x 10.000 orang = Rp. 60.000.000,-. Jika ingin menghitung pendapatan kapitasi selama setahun, tinggal dikalikan 12 saja yaitu sebesar Rp.720.000.000,-. Dana kapitasi yang diperoleh ini digunakan untuk operasional puskesmas dalam rangka mendukung peningkatan mutu pelayanan kepada pasien. Jika pelayanan puskesmas X semakin baik, kemungkinan jumlah peserta yang memilih PPK I di puskesmas tersebut juga akan semakin bertambah banyak sehingga jumlah kapitasi yang diterima puskesmas juga akan meningkat. Sebaliknya jika pelayanannya buruk maka kemungkinan juga akan banyak peserta yang memilih untuk pindah faskes tingkat pertama ke tempat lain sehingga jumlah kapitasi yang diterima akan menurun.

Masyarakat saat ini juga sudah semakin cerdas dan bebas dalam memilih fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Jika ada puskesmas yang tidak mau berubah, maka bersiaplah untuk merugi. Apalagi jika puskesmas sudah menjalankan pola pengelolaan keuangan BLUD. Sejatinya akreditasi juga akan lebih memudahkan puskesmas dalam menjalankan pelayanan kesehatan karena sudah ada aturan hukum, pedoman, indikator, serta SOP yang jelas yang bisa dijadikan panduan dalam bekerja sehingga tenaga kesehatan juga akan lebih terlindungi dari resiko tuntutan malpraktik. Konsep akreditasi bertujuan untuk memberikan perlindungan keselamatan dan keamanan tak hanya ditujukan bagi penerima pelayanan, namun termasuk pemberi pelayanan.

Akreditasi yang kini menjadi tren di institusi faskes tingkat pertama merupakan tren yang sangat positif. Ini merupakan secercah harapan bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat asalkan benar-benar ditujukan untuk memperbaiki sistem pelayanan. Apabila sistem dapat berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin jika suatu saat nanti di tahun 2019 dimana total coverage peserta BPJS sudah mencapai target 100 persen, maka seluruh masyarakat Indonesia akan dapat mengakses pelayanan fasilitas kesehatan yang bermutu tinggi secara gratis di puskesmas. Tak hanya memperoleh kesembuhan namun juga kenyamanan serta jaminan keamanan pelayanan.

Jangan biarkan kotak saran yang disediakan kososng tanpa isi karena kepedulian kita penting dalam untuk perbaikan pelayanan
Sekali lagi penulis tekankan, bahwa hal ini bisa terwujud tentu dengan syarat bahwa proses akreditasi tidak hanya berhenti pada tataran dokumen saja namun sistem juga harus berjalan dengan benar. Disinilah kita sebagai masyarakat bisa ikut berperan serta dalam memastikan bahwa sistem yang dibangun benar-benar telah dijalankan dengan baik. Sehingga jika kita ingin puskesmas yang ada di wilayah tempat tinggal kita semakin maju jangan malas untuk berkunjung ke puskesmas. Jangan sungkan untuk berkomunikasi dengan pemerintah dengan cara aktif memberikan kritik, saran dan masukan melalui sarana yang disediakan oleh puskesmas seperti kotak saran, sms center, email dan lain sebagainya karena aspirasi kita merupakan salah satu hal utama yang akan dijadikan dasar dalam penyusunan perencanaan dan perbaikan pelayanan di puskesmas dalam rangka menuju puskesmas dengan rating bintang lima.

Sumber Referensi :
  1. Permenkes No. 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada JKN
  2. Permenkes No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas

November 03, 2016

Lenovo Moto E3 Power, Smartphone Anti Ngedrop & Anti Lelet

Edit Posted by with 20 comments
Kemarin sore saat saya jemput anak pulang sekolah saya sempat senam jantung karena saat tiba di sekolah anak saya, ternyata sudah sepi dan saya cari anak saya nggak ketemu juga. Padahal sore itu mendung sudah menggelantung sangat gelap dan saya pengen buru-buru ngajak anak saya pulang. Karena nggak ketemu juga, saya sampai bolak-balik tanya ke satpam dan minta dipanggilkan anak saya lewat pengeras suara sekolah tapi tetep saja Tayo nggak muncul untuk menemui saya di tempat penjemputan. Akhirnya saya keliling sendiri ke sekolah mulai dari ruang kelasnya Tayo, ruang ekstrakulikuler, lapangan sepak bola, kantin sampai tanya ke teman dan gurunya Tayo tapi tidak ada yang tahu dimana Tayo berada.

Guru kelasnya Tayo juga ikut bingung, katanya memang hari itu anak-anak dipulangkan 1 jam lebih awal dari biasanya karena ada persiapan dari sekolah untuk maju lomba sistem mutu. Informasi pulang lebih awal ini sudah diumumkan di grup whatsapp sekolah sejak pagi hari. Parahnya saya nggak tau informasi ini karena sejak jam 9 pagi smartphone saya mati akibat kehabisan baterai dan saya juga nggak bawa charger maupun power bank. Sehingga saya tetap menjemput Tayo pada jam seperti biasanya.

Saya semakin galau saja membayangkan bahwa Tayo sudah menunggu saya selama 1 jam lebih sementara kebanyakan teman-temannya sudah dijemput oleh orang tuanya. Duh...kira-kira dimana ya Tayo menunggu saya? 

Kemudian saya ingat kalau Tayo pernah cerita bahwa dia suka baca buku di perpustakaan sekolahnya dan saya segera menuju ke perpustakaan mencari Tayo. Alhamdulilah ternyata Tayo memang sedang baca buku disana dan saya langsung bisa bernafas lega. Begitu melihat saya, Tayo langsung protes kenapa lama sekali saya baru datang menjemput? Lalu saya jelaskan bahwa saya terlambat menjemput karena smartphone saya kehabisan baterai sehingga saya tidak tahu ada info bahwa sekolah pulang lebih awal. Ini semua bukan murni kesalahan saya tapi salah smartphone saya yang baterainya memang boros banget dan cepet banget ngedrop. 

Sebenarnya saya memang ingin mengganti smartphone lama saya dengan yang baru. Alasannya karena smartphone lama saya itu baterainya cepet banget habis. Baru dipakai sebentar udah kolaps, padahal aktivitas kerja saya sangat butuh dukungan smartphone. Begitu smartphone mati karena habis baterai maka aktivitas kerja saya jadi terganggu. Selama bekerja, saya biasa menyampaikan info terkait pekerjaan serta berkoordinasi dengan teman-teman kerja melalui grup yang ada di smartphone. Smartphone juga punya fungsi untuk cek-cek aktivitas anak saya di sekolah selama saya tinggal kerja. Jika ada info dadakan misalkan anak tiba-tiba harus pulang sekolah lebih awal maka pihak sekolah juga akan menginfokan lewat grup yang ada di smartphone. Jadi saya memang benar-benar butuh smartphone yang batarainya tahan lama untuk menunjang aktivitas sehari-hari saya.

Karena kejadian sore kemarin saya jadi makin mantap untuk segera mengganti smartphone saya. Ternyata masalah yang tampaknya sepele semacam smartphone mati karena kehabisan baterai efeknya cukup merugikan. Sehingga saya mulai deh cari-cari info spek smartphone yang sesuai dengan kebutuhan saya dan juga pas dengan budget yang saya miliki. 


Dan akhirnya ketemu deh sama Lenovo Moto E3 Power.  Sesuai dengan namanya yang mengacu pada kata “Power”, maka ponsel ini didukung dengan daya tahan baterai yang kuat dan tahan lama. Kapasitas baterai dari seri ponsel pintar ini adalah Li-Ion 3500 mAh sangat memungkinkan baterai tahan lama dan awet ketika digunakan. Infonya smartphone ini juga punya keunggulan "rapid charging" yaitu hanya butuh waktu 15 menit saja untuk isi ulang baterai dan bisa bertahan untuk pemakaian hingga 5 jam. Kok bisa cepet banget waktu chargingnya? ini karena chargernya punya daya 10 watt. 

Nggak cuma unggul soal battery power yang anti ngedrop, ternyata smartphone keluaran terbaru dari Lenovo ini juga punya keunggulan lain yang patut diacungi jempol. Nih saya jembrengin keunggulan lainnya :



Performa Anti Lelet

Selain masalah baterai gampang ngedrop, smartphone lama saya juga sering lelet saat saya gunakan untuk membuka beragam aplikasi yang berat. Kata suami saya itu karena smartphone lama milik saya RAMnya nggak nyampe 2 GB. Nah, ternyata smartphone Lenovo Moto E3 power ini bisa menjawab kebutuhan saya, karena prosesornya udah Quad-core dengan kecepatan 64-bit Mediatek 1.0 GHz. Kapasitas RAMnya juga mencapai 2 GB dengan memori internal 16 GB. Selain itu juga ada tambahan slot microSD dengan kapasitas mencapai 32 GB yang bisa kita gunakan untuk penyimpanan data-data. Spesifikasi ini sangat mendukung performa smartphone ini jadi lebih optimal dan anti lelet.

Kamera Anti Ngeblur

Dijaman yang dikit-dikit cekrek seperti sekarang maka saya juga butuh dukungan smartphone dengan kamera yang Oke. Jangan sampai momen istimewa jadi terlewatkan gara-gara kamera ngeblur.  Lenovo Moto E3 power ini dijamin bisa menghasilkan foto dengan kualitas terbaik dan anti ngeblur karena smartphone ini dilengkapi dengan kamera utama 8 MP ditambah kamera depan 5 MP. Dengan begitu kita bisa lho mencetak foto ukuran besar sekalipun tanpa pecah. Bersama Moto E3 Power, kita bisa mengabadikan seluruh momen berharga bersama keluarga, sahabat dan orang-orang tercinta.




Operasi Android Anti Jadul

Fitur hardware ponsel cerdas ini juga didukung dengan sistem operasi yang sangat kekinian dari android yaitu seri Marshmallow yang akan semakin memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para pengguna. Selain dikenal dengan beragam kustomisasinya, Android OS 6.0 Marshmallow juga bisa bikin penggunaan baterai lebih hemat. Selain itu, smartphone ini juga didukung dengan Play Store dari Google sehingga kita bisa menikmati beragam aplikasi dalam satu sentuhan.


Layar Anti Gores

Lenovo Moto E3 Power memiliki layar sebesar 5 inci yang mampu menampilkan warna-warni menawan dengan kerapatan piksel yang sempurna sehingga membuat tampilan layar ponsel menjadi tajam dan sangat jernih. Ukurannya juga sangat ergonomis sehingga nyaman dalam genggaman. Selain itu, smartphone ini juga sudah didukung teknologi layar anti gores Corning Gorilla Glass sehingga dapat meminimalisir goresan yang akan meninggalkan cacat pada layar. 


Akses Internet Anti Lemot


Teknologi jaringan Moto E3 Power sudah mengusung konektifitas 4G LTE, sehingga membuat akses internet super cepat ketika streaming dan browsing. Dengan kecepatan LTE Cat4 150/50 Mbps, kita akan merasakan kenikmatan dalam kegiatan berinternet untuk mencari semua informasi yang dibutuhkan. Selain 4G LTE, smartphone keluaran terbaru dari Lenovo ini didukung pula dengan jaringan 3G HSDPA dengan kecepatan HSPA serta jaringan 2G GSM  dalam kecepatan GPRS-EDGE.



Eniwei secara keseluruhan smartphone ini sebenarnya punya desain yang sederhana tapi teknologinya sungguh sangat menawan. Selain anti ngedrop, anti lelet, anti ngeblur, anti jadul, anti gores dan anti lemot ternyata smartphone ini juga anti air lho. Jadi kita nggak perlu khawatir dengan keselamatan ponsel kita saat kena hujan ataupun terkena tetesan air. Hal ini karena komponen hardware elektronik internal dari smartphone ini dilapisi dengan nano-coating agar tidak rusak saat terpapar air. Meski begitu tapi jangan pernah sengaja merendam ponsel ini di dalam air ya, itu sih namanya cari perkara sendiri.



Sampai saat ini smartphone Lenovo Moto E3 Power ini belum dijual di toko ritel offline. Smartphone ini hanya dijual secara eksklusif di situs online Lazada Indonesia dengan harga Rp. 1.799.00,- 



Jadi kesimpulannya smartphone ini udah cocok banget sama kebutuhan saya saat ini. Harganya juga sepadan dengan kualitas yang ditawarkan. 

The Harvest Patissier & Chocolatier, Enaknya Cuma 10 %

Edit Posted by with 8 comments

Nggak terasa ketemu lagi sama November. Ini adalah bulan spesial buat keluarga kami karena di bulan ini tepatnya tanggal 11 November nanti, anak saya yang paling ganteng bakal merayakan ulang tahunnya yang ke-7. Sudah jadi semacam kebiasaan rutin tiap kali Tayo ultah pasti dia minta dibeliin birthday cake. 

Jujur aja, kemarin saya masih bingung mau beliin birthday cake yang model gimana. Soalnya Tayo udah bilang ke saya, dia nggak mau lagi dibeliin birthday cake yang model kayak cake ultah buat anak-anak. Hmm..gaya banget ya ini anak. Baru mau 7 tahun aja udah ngerasa bukan anak-anak lagi. Padahal saya sih aslinya masih seneng beliin birthday cake yang lucu-lucu buat dia. Tapi kata Tayo, dia udah eneg sama cake yang buat anak-anak itu karena menurut Tayo rasanya terlalu manis dan bikin mblenger jadi dia nggak suka.

Gara-gara bingung mikirin birthday cake buat Tayo, makanya waktu ada tawaran dari manda untuk hadir di acara launching The Harvest patissier & chocolatier di jogja kemaren hari kamis tgl 27 oktober 2016 saya sih langsung mau datang. Demi apa sih? Ya demi menjawab rasa penasaran saya sama The Harvest yang infonya merupakan toko kue bergaya eropa yang punya berbagai macam pilihan cake maupun pastry dengan kualitas bintang lima. Siapa tahu di acara ini saya bisa dapat inspirasi untuk nyari birthday cake yang cocok buat ulang tahun Tayo nanti.

Ternyata rasa penasaran saya terjawab sudah. Dalam acara launching The Harvest kemarin dijelaskan bahwa awal mula didirikan The Harvest adalah untuk memudahkan setiap orang membeli cake kualitas bintang lima tanpa harus masuk ke Hotel bintang lima. Dengan adanya The Harvest maka orang nggak perlu lagi harus dandan rapi-rapi atau merasa canggung seperti saat makan cake di dalam hotel. Secara cake dari The Harvest memang aslinya adalah cake standar hotel bintang lima. Semua ingredients yang digunakan bener-bener pilihan sehingga tastenya juga beda banget sama cake pada umumnya.


The Harvest yang dilaunching di Jogja ini merupakan cabang yang ke 26 di Indonesia setelah sebelumnya The Harvest sudah lama hadir di kota lain seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Medan, Malang, Bali, Surabaya, Semarang. Dalam acara launching kemaren saya sempat nyicipin 3 cake andalan dari The Harvest yaitu Chocolate Devil, Peanut Butter dan Strawberry Cheese Cake. Wuih..rasanya emang nendang banget. Kalau menurut saya sih coklatnya nggak eneg, rasa cheesenya juga lembut banget. Jujur aja cake ini ternyata enaknya sih cuma 10 %, yang 90% enak buaangeettt !


Nah kalau ngomongin cake gini, saya juga jadi bertanya-tanya. Cake yang enaknya luar biasa itu kadang suka ada rhumnya, so gimana dengan cake The Harvest ini? Ada rhumnya enggak ya? Halal enggak ya? Eniwei.. kalau dari penjelasan saat acara launching kemarin sih katanya sertifikasi halal itu masih dalam proses. Tapi dari The Harvest menjelaskan bahwa sudah 5 tahun ini The Harvest tidak lagi menggunakan alkohol dalam pembuatan cakenya. Selain itu gelatin yang digunakan juga bukan berasal dari babi melainkan dari tulang sapi. Doakan saja semoga tahun depan sertifikasi halal untuk The Harvest bisa segera diperoleh.


Lalu soal harga bagaimana? Kalau kata orang jogja " ono rego, ono rupo". Berbagai macam cake yang dijual di The Harvest memang harganya bervariasi yaitu mulai dari 30ribuan sampai ratusan ribu rupiah. Kemarin waktu saya lagi asyik lihat-lihat cake yang bentuknya lucu-lucu itu saya dibilangin sama mbak olen kalau mau cari cake yang rasanya maknyoss dan nggak eneg cobain red velvet. Itu recomended banget katanya. 


Trus saya mulai deh kepoin red velvet itu, dari tampilannya sih udah keliatan cantik dan cokotable gitu..hehehe. Jadi penasaran pengen nyokot beneran. Sayang kemaren nggak ada tester buat red velvet ini. Kemarin sempat ngintip harga Red Velvet untuk yang ukuran 20 round sekitar 360 ribuan. Kalau memang rasanya beneran maknyoss dan nggak eneg mungkin nanti kalau Tayo ulang tahun, saya mau beliin red velvet itu buat birthday cakenya Tayo. Hmmm...atau mungkin dari The Harvest mau kasih kado cake buat endorse..pasti akan saya terima dengan senang hati hehehe :D. Oh iya..kalau mau ceki-ceki harga berbagai macam cake di The Harvest bisa juga langsung cek di websitenya yaitu di https://www.harvestcakes.com

Hampers & Kue Kering yang dikemas secara mewah cocok banget buat gift
Contoh kue 3D Costumized
Btw The Harvest juga menyediakan berbagai macam produk untuk gift lho. Misalnya bingung cari hadiah buat pasangan, kerabat atau rekan bisnis bisa lho memilih koleksi mewah paket kue kering dan hampers dari The Harvest. Koleksinya keren-keren banget dan tentunya enak. Selain itu The Harvest juga menyediakan produk lain seperti cokelat praline, es krim home made, kue 3D customized dan produk berkualitas lainnya.

Lokasi The Harvest Patissier & Chocolatier Jogjakarta
Jl. C. Simanjuntak No. 5 Gondokusuman Yogyakarta

Sumber gambar : Fb The Harvest

Oktober 25, 2016

I’m Ecomom: Untuk menjadi Ibu yang lebih baik

Edit Posted by with 20 comments
Zaman sekarang teknologi sudah berkembang semakin canggih. Banyak hal yang berubah dari hari ke hari. Mulai dari gaya hidup, kebutuhan sampai pergaulan yang tidak terkendali. Termasuk bumi kita juga ikut berubah, yaitu semakin hari semakin tua. Sebagai seorang ibu saya juga dituntut untuk bisa mengantisipasi segala perubahan ini. Gimana caranya supaya saya bisa mengubah hidup keluarga saya menjadi lebih baik.

Siapa bilang jadi ibu rumah tangga itu adalah perkara mudah? Terutama untuk ibu yang merangkap menjadi seorang wanita karir juga. Kita harus menjadi seorang ibu untuk anak-anak, jadi seorang istri yang baik untuk suami, juga harus jadi seorang pegawai yang bertanggung jawab pada instansi tempat bekerja. Tugas dirumah yang menumpuk dan pekerjaan yang dikejar deadline harus berjalan beriringan, tidak boleh ada yang tertinggal satupun.

Ecomom, mungkin istilah yang tepat untuk digunakan sebagai sebutan untuk para ibu yang cerdas. Lebih jelasnya Ecomom adalah istilah untuk seorang ibu cerdas yang tidak hanya berpikir untuk kepentingan saat ini tetapi juga berpikir untuk kepentingan jangka panjang atau untuk masa depan. Cerdas disini adalah tentang bagaimana kita bisa cerdas dalam merawat keluarga, mengurus rumah dan isinya, mengelola keuangan rumah tangga, serta pastinya merawat diri kita sendiri.

Pertanyaannya, apakah semua orang harus jadi ecomom? Menurut saya sih iya. Sangat baik jika semua ibu di Indonesia ini jadi seorang ecomom, dengan begitu mereka bisa meningkatkan kualitas hidup keluarga dengan baik. Untuk lebih jelasnya, saya akan jelaskan beberapa contoh tindakan yang bisa mendukung kita jadi ecomom.

1. Menerapkan pola hidup sederhana

Untuk menjadi ecomom, kita juga perlu membiasakan diri untuk menerapkan pola hidup sederhana sedini mungkin. Kita bisa memulainya dari soal makanan. Jangan dibiasakan memberi uang jajan dalam jumlah besar untuk sang buah hati, itu hanya akan membuatnya jadi lebih sering jajan diluar dan tidak bisa dikendalikan. Buatkan bekal untuk makan mereka disekolah. Hal ini akan membuat mereka terbiasa makan makanan dari rumah, ketimbang jajan diluar, yang kita tidak tahu aman atau tidaknya makanan tersebut.


Kita sebaiknya bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Atau kebutuhan yang seperti apa? Kebutuhan primer, sekunder, atau tersier. Yang pada intinya hal ini akan membantu kita untuk menciptakan kebiasaan hidup sederhana.

2. Menyiapkan Kebutuhan Pendidikan anak sejak dini

Karena kita bukan lajang lagi yang bisa bebas kesana kemari, bebas pakai uang untuk kesenangan sendiri, kita harus mulai menyiapkan kebutuhan untuk masa depan, misalnya: untuk pendidikan anak.


Sekarang ini banyak bank yang menawarkan tabungan khusus untuk membiayai pendidikan, kita bisa manfaatkan hal tersebut untuk menyimpan uang kita khusus untuk biaya pendidikan anak kita nanti.

3. Menggunakan produk ramah lingkungan

Dengan menggunakan produk ramah lingkungan, selain bisa berhemat, kita juga bisa hidup lebih sehat. Misalnya saja kita mengganti penggunaan kantong plastik, menjadi kantong yang terbuat dari kain, yang bisa dipakai berulang-ulang. Atau membawa air minum dari rumah dengan menggunakan tempat minum atau tumbler, sehingga kita sudah meminimalisir pembelian air minum berkemasan plastik diluar.


Lalu untuk di rumah, jika kita menggunakan kulkas, ada baiknya kulkas yang kita gunakan adalah kulkas ramah lingkungan. Karena saya sendiri pun menerapkan hal tersebut. Saya pake kulkas yang sudah punya teknologi econavi, yaitu sensor yang bisa mendeteksi kondisi pemakaian si kulkas itu sendiri, jadi secara otomatis dia bakal memaksimalkan penghematan energi.

4. Meluangkan banyak waktu dengan keluarga

Untuk saya dan sebagian orang yang menjadi ibu sekaligus wanita karir, mungkin ini hal yang sulit. Karena kami harus membagi waktu kami yang hanya sedikit untuk keluarga dan pekerjaan. Tapi bukan mustahil, disela-sela kesibukan kita, kita juga bisa mencurahkan banyak perhatian untuk mereka.

Misalnya saya, setiap pagi saya pasti siapkan sarapan untuk mereka, sarapan bersama mereka, siangnya saya akan menghubungi mereka bagaimana pelajaran disekolah, apa sudah makan atau belum, dan hal-hal lain untuk mencurahkan perhatian kita. Malamnya, kalau saat saya pulang kerja mereka belum tidur, saya akan menyempatkan untuk berbincang-bincang sejenak menanyakan kegiatan mereka hari ini. Atau sekedar bersenda gurau sambil mereka memijit pundak saya. 


Dan saat weekend tiba, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berkumpul bersama suami dan anak-anak saya. Kami terkadang jalan-jalan keluar, tapi lebih sering menghabiskan waktu dirumah dengan nonton film bersama, atau memasak bersama. Yah, pokoknya kegiatan yang bisa jadi pelepas rindu karena selama seminggu kita sulit menikmati waktu bersama.

5. Menghemat penggunaan air

Sebagai Ibu, kita juga bisa mengendalikan penggunaan air dirumah. Selain menghemat air, sebenarnya ini juga berdampak pada pengurangan biaya air yang harus dibayar (jika kita menggunakan sumber air dari PAM). 


Coba deh kita cari tahu apa sumber panggunaan air yang paling banyak dan bisa kita minimalisir? Mandi? Mandi memang menggunakan banyak air tapi sulit bagi kita menghemat air untuk mandi. Menyiram tanaman? Bisa, saya biasanya menyiram tanaman hanya di pagi hari sebelum berangkat ke kantor. Mencuci? Bisa, kalau kita bisa lebih cerdas memilih mesin cuci. Saya sendiri sekarang menggunakan mesin cuci yang bisa lebih menghemat air karena memiliki teknologi econavi inverter yang memiliki tiga sensor yang mampu membaca kondisi cucian, untuk mendeteksi berapa banyak cucian, suhu air yang digunakan, serta bahan pakaian yang dicuci. Selain menghemat air, kita juga bisa lebih menghemat waktu dan energi. 

Begitulah, kurang lebih hal-hal yang bisa kita lakukan untk menjadi seorang ecomom. Berpikir dengan cerdas, bertindak dengan hati-hati, dan selalu memikirkan sesuatu untuk jangka panjang, bukan hanya untuk saat ini saja. Maka dari itu saya katakan kalau semua ibu seharusnya bisa menjadi seorang ecomom. Kenapa? Ya, karena kita ingin hidup kita dan keluarga jadi lebih baik dalam segala hal, baik itu kesehatan, keuangan atau kebahagiaan. Walaupun kedengarannya seperti hal sepele, tetapi hal-hal tersebut akan berdampak besar kepada kita nantinya. Semua hal diatas akan menentukan bagaimana hidup kita dikemudian hari.

Karena setiap ibu bisa menjadi ecomom. Karena setiap ibu bisa menjadi ibu yang lebih baik lagi. Orang-orang seperti saya yang punya kesibukan diluar rumah, kita juga bisa menjadi seorang ecomom serta membuat hidup kita dan keluarga selalu aman, nyaman dan membahagiakan. Bukan hanya untuk hari ini tapi juga besok, besoknya lagi, seterusnya dan seterusnya, untuk selamanya. 


Oktober 16, 2016

Kembali Bugar Lebih Cepat Pasca Flu Berat

Edit Posted by with 45 comments

Beberapa minggu yang lalu saya sakit flu cukup berat. Saat flu menyerang, tubuh saya jadi terasa menggigil karena demam. Selain itu mata juga berair, kepala pening, otot terasa nyeri, hidung meler dan bersin-bersin juga disertai batuk. Pokoknya rasanya nggak nyaman banget. Iya sih, sakit flu itu sebenarnya memang hanya penyakit ringan tapi yang namanya sakit meskipun ringan tetap saja pengaruhnya cukup mengganggu saya dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Saya yang biasanya bisa mengerjakan berbagai hal dengan cepat setiap harinya mulai dari mengerjakan tugas rumah tangga hingga tugas kantor, akhirnya jadi melambat manakala sedang terserang flu. Biasanya saat pagi hari sesudah sholat subuh saya bisa langsung nyapu rumah dan nyiapin sarapan pagi, tapi saat sedang flu saya nggak bisa melakukan hal tersebut. Sesudah sholat subuh terpaksa saya tidur lagi karena nggak tahan dengan kepala yang terasa berat serta badan yang masih meriang.

Yang biasanya habis mandi pagi saya bisa langsung pergi nganterin anak berangkat sekolah dan lanjut ke kantor, tapi saat sedang kena flu boro-boro bisa berangkat ke kantor. Mau mandi saja rasanya malas karena saya takut badan saya bakal jadi makin mengigil. Yang biasanya saya bisa gendong-gendong anak saya yang masih bayi sambil cium pipinya yang tembem tapi saat lagi flu maka terpaksa saya harus menjauh dari anak-anak supaya mereka nggak ketularan. Saat mendekatpun saya harus pakai masker dan jelas nggak bisa cium-cium mereka dulu..huhuhu..:(


Sakit flu itu memang sangat mengganggu produktivitas. Banyak pekerjaan rumah dan kantor yang jadi terbengkalai. Padahal nggak ada obat yang bisa menyembuhkan flu secara seketika. Obat flu yang banyak beredar pada saat ini hanya berfungsi untuk meringankan gejalanya saja bukan menyembuhkannya. Influenza adalah penyakit yang disebabkan oleh virus sehingga yang bisa menyembuhkan adalah daya tahan tubuh kita sendiri, bukan antibiotik. Makanya untuk bisa sembuh dari flu sebenarnya hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Kemarin saat saya terserang flu cukup berat, saya sempat periksa ke dokter. Tapi dokter saya cuma ngasih resep obat peracetamol untuk membantu meredakan demam dan nyeri otot. Saya nggak dikasih obat untuk flu saya. Dokter lebih menyarankan kepada saya untuk memperbanyak istirahat, banyak minum dan makan yang bergizi serta konsumsi vitamin. Semua yang disarankan oleh dokter itu tujuannya tak lain adalah untuk membantu tubuh saya dalam rangka memperkuat daya tahan sehingga bisa sembuh dari flu yang menyerang. Kita dianugerahi oleh Tuhan dengan sistem daya tahan tubuh yang bertugas seperti security yang menjaga tubuh dari serangan berbagai macam virus atau bakteri jahat. Pada kondisi tubuh yang sedang sakit itu artinya daya tahan tubuh kita sedang lemah. Sebagai contoh saat kita terserang sakit flu. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk sembuh dari flu bagi masing-masing orang itu berbeda-beda tergantung dari daya tahan tubuh.

Ngomongin soal daya tahan tubuh, saya akui beberapa minggu yang lalu kondisi saya memang kecapekan karena terlalu sibuk bekerja dan kurang istirahat. Ditambah lagi kondisi cuaca di kota saya yang sering hujan. Pola makan saya juga sempat kacau. Mungkin itu yang bikin daya tahan tubuh saya jadi ngedrop dan akhirnya kena flu.

Sakit flu itu masa kritisnya rata-rata sekitar 2-3 hari. Masa kritis itu maksudnya adalah masa-masa saat tubuh saya mengigil karena demam, nyeri otot, kepala pening serta hidung mampet dan ini benar-benar bikin tidur saya jadi nggak nyenyak serta makanpun juga terasa tidak enak. Biasanya kalau sudah melewati masa kritis ini pelan-pelan gejalanya akan berkurang. Namun setelah gejala berkurang tidak serta merta badan jadi langsung segar dan bugar. Kenyataannya kemarin tubuh saya masih saja terasa loyo dan sisa-sisa flu seperti hidung meler dan tenggorokan serak juga nggak langsung hilang.

Kondisi badan yang masih terasa loyo pasca sakit ini memang sangat bisa dimaklumi karena setelah sembuh dari sakit tubuh kita itu seperti sebuah daerah yang porak poranda akibat peperangan. Perang ini terjadi antara sistem daya tahan tubuh kita dengan virus/bakteri penyebab penyakit. Dari buku yang pernah saya baca perang ini digambarkan secara sederhana sebagai berikut :

Ketika ada virus/bakteri jahat yang masuk ke dalam tubuh maka akan langsung ditelan dan diproses oleh makrofag yang selanjutnya mengirimkan pesan kimiawi berupa sitokin sehingga menarik sel darah putih lainnya. Sitokin merupakan suatu molekul protein yang dikeluarkan oleh sel ketika diaktifkan oleh antigen, dan terlibat dalam komunikasi sel-sel. Sitokin ini bertindak sebagai mediator untuk meningkatkan respon imun (sistem kekebalan tubuh) melalui interaksi dengan reseptor permukaan sel tertentu pada leukosit. Sitokin ini kadang-kadang menimbulkan reaksi demam, sakit kepala dan nyeri otot. Selanjutnya sel darah putih yang merespon melekat pada makrofag sehingga mereka bisa mengetahui lebih banyak informasi tentang virus/bakteri jahat yang menyerang dan membangun mekanisme pertahanan khusus dalam bentuk pemanggilan sel T dan sel B ke area tujuan. Sel T akan membunuh virus atau bakteri jahat atau membatu mengkoordinasikan respon imun. Sel B membuat antibodi yang berfungsi seperti peluru untuk menghancurkan virus/bakteri jahat yang menyerang. Setelah perang selesai, sisa sel darah putih akan membunuh diri mereka sendiri dengan tujuan agar mereka tidak membunuh sel kita yang sehat secara tidak sengaja supaya tidak menyebabkan penyakit autoimun.

Walaupun akhirnya daya tahan tubuh kita yang menang dalam melawan penyakit namun kemungkinan ada beberapa kerusakan sel yang terjadi di dalam sana akibat peperangan yang baru saja dilalui dan juga terdapat semacam "polusi" akibat dari sisa-sisa pertempuran. Cadangan vitamin dan mineral di dalam tubuh juga jadi banyak berkurang karena sudah dipakai untuk mendukung proses tersebut.

Dalam rangka membangun kembali daerah perang yang mengalami kerusakan tersebut, dibutuhkan waktu dan usaha. Nah salah satu usaha saya untuk memulihkan kebugaran tubuh pasca sakit kemarin adalah dengan konsumsi vitamin Theragran-MIni merupakan produk Vitamin yang bagus untuk Mempercepat Masa Penyembuhan. Theragran-M diproduksi oleh PT Thaiso Pharmaceutical Indonesia Tbk dan memiliki kegunaan untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan setelah sakit. Vitamin ini mengandung zat-zat penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk recovery pasca sakit yaitu :
Sumber : Thaiso.co.id
Kombinasi Multivitamin (Vit A, Vit B, Vit C, Vit D, Vit E) dan Mineral esensial (seperti Magnesium dan Zinc) di dalam Theragran-M terbukti dapat meningkatkan, mengembalikan dan menjaga daya tahan tubuh, serta mempercepat proses penyembuhan. Produk ini juga memiliki keunggulan lain yaitu sudah diresepkan para dokter selama 40 tahun (sejak tahun 1976). Ini merupakan Vitamin yang bagus untuk Masa Pemulihan.


Selama masa pemulihan pasca sakit, sel-sel tubuh yang rusak akan dibangun kembali oleh sistem alami tubuh kita. Dalam proses pembangunan dan metabolisme ini dibutuhkan asupan vitamin dan mineral sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi-reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh kita. Sebenarnya zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh ini banyak terdapat pada makanan seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Namun sayangnya pasca sembuh dari flu kemarin selera makan saya masih belum bisa kembali normal 100% karena lidah masih terasa pahit. Soal lidah yang terasa pahit ini saya pernah membaca bahwa penyebabnya selain karena pengaruh sedang sakit, bisa juga disebabkan karena tubuh kekurangan Zinc dan Vitamin B12. 

Nah, selera makan yang jadi menurun ini kalau dibiarkan berlama-lama justru akan semakin memperlambat proses pemulihan. Makanya kebutuhan vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk pemulihan ini saya tambah suplainya dengan konsumsi Theragran-M. Saya minum vitamin ini sebanyak 1 tablet sehari. Bentuk tabletnya dilapisi salut gula sehingga tidak terasa pahit.



Alhamdulilah dengan minum Theragran-M akhirnya saya bisa kembali bugar lebih cepat pasca terserang flu berat dan selera makan tidak lagi terganggu. Saya bisa kembali menjalankan aktivitas dengan normal seperti sediakala. Pekerjaan yang sempat terbengkalai selama saya sakit, satu-persatu mulai bisa saya selesaikan. Rumah nggak lagi berantakan dan pekerjaan kantor juga sudah nggak numpuk-numpuk lagi. Yang paling utama saya bisa kembali bebas bermain bersama anak-anak serta bisa memeluk dan mencium mereka tanpa harus pakai masker lagi. 


My Healthiness, My Precious Moment. Thanks Theragran-M :)

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog 
yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho.