Februari 18, 2018

Tips Sukses ASI Eksklusif Dari Ibu Yang Pernah Gagal Menyusui

Edit Posted by with 8 comments
Breastfeeding is not easy and certainly does not come naturally to everyone. As a mother, it is important to do what is best for the child. Do not allow your self to feel guilty by anyone looking to judge you and not support you - Jessie,The Wired Family

Memberikan ASI Eksklusif untuk sang buah hati selama 6 bulan itu bukan perkara gampang. Karena itu jika ingin sukses menyusui sang buah hati, pesan saya adalah jangan pernah menggampangkannya. Jangan melakukan kesalahan seperti apa yang pernah saya lakukan saat melahirkan anak saya yang pertama.
Tayo, anak pertama saya
Tahun 2009 saat usia saya 27 tahun, saya melahirkan Tayo anak lelaki pertama saya. Dari sejak awal hamil, tekad saya sudah bulat yaitu ingin memberikan asupan nutrisi terbaik untuk anak saya dengan memberinya ASI eksklusif. Memberikan ASI Eksklusif artinya hanya memberikan ASI saja untuk bayi lahir dari usia 0 - 6 bulan tanpa dicampur apapun. Teori tentang keunggulan pemberian ASI eksklusif bagi bayi sudah saya pelajari dan pahami hingga tuntas. Saat itu saya sangat percaya bahwa menyusui itu mudah. Iya memang mudah karena menyusui adalah proses alami yang bisa dilakukan oleh semua ibu asalkan ada komitmen yang kuat. Karena sudah sangat yakin bahwa menyusui itu mudah maka saya tidak menyiapkan alat apapun untuk mendukung kegiatan menyusui saat menjelang hari kelahiran anak pertama saya.

Saya sangat yakin bahwa saya pasti bisa memberikan ASI eksklusif untuk bayi saya. Meskipun saya seorang ibu bekerja, saat itu saya juga merasa tidak perlu menyiapkan pompa asi sebagai peralatan cadangan karena saya sudah mempelajari dengan baik cara memerah ASI dengan menggunakan tangan. 

Tapi ternyata anggapan saya bahwa menyusui itu gampang adalah hal yang kurang tepat. Setelah anak saya lahir ternyata ASI saya tak kunjung bisa keluar dengan lancar. Mungkin karena secara psikis waktu itu saya sempat stres dan kelelahan lantaran harus menjalani proses induksi persalinan yang cukup menguras energi. Meskipun ASI belum lancar, namun saya tetap menyusui bayi saya setiap 2 jam sekali. Hingga hari ke-3 hal ini rutin saya lakukan, namun tak juga membuahkan hasil. Saya juga mencoba memerah ASI dengan menggunakan tangan, tapi hanya sedikit sekali tetesan ASI yang berhasil saya dapatkan. Kemudian di hari ke-5 bayi saya mulai demam tinggi dan harus dibawa ke ruang observasi. Disinilah akhirnya saya harus menyerah ketika anak saya terpaksa diberikan susu formula ketika usianya baru 5 hari. Kata dokter hal ini harus dilakukan demi mencegah dehidrasi pada bayi saya. Selain demam tinggi, berat badannya juga turun 4 ons dari berat lahir 3,2 kg. Disitulah kemudian saya merasa sedih dan gagal. Cita-cita untuk bisa memberikan ASI eksklusif bagi bayi saya sudah gagal di hari ke-5 pasca melahirkan. Ini karena sejak awal saya menganggap bahwa menyusui itu mudah dan tidak perlu persiapan apa-apa.
Tifa, anak kedua saya
Tujuh tahun kemudian saya melahirkan Tifa, anak kedua saya. Pengalaman gagal memberikan ASI eksklusif saat melahirkan anak pertama membuat mindset saya berubah. Menyusui itu bukan hal yang mudah. Sehingga kali ini persiapan saya harus benar-benar matang. Maka menjelang hari kelahiran anak kedua, saya sudah menyiapkan peralatan perang untuk menyusui. Saya membeli pompa asi yang terbaik yaitu Philips Avent model Single Comfort SCF332/01. 
Pompa ASI Philips Avent SCF332/01
Saya membeli pompa ASI listrik ini dengan harga sekitar 2 jutaan. Prinsip saya uang berapapun akan saya keluarkan agar berhasil memberikan nutrisi terbaik untuk bayi saya. Selain membeli pompa ASI, saya juga membeli sterilisator, botol susu bayi, botol kaca, cooler bag dan peralatan perang lainnya untuk menyusui.

Hari kelahiranpun tiba. Setelah menjalani proses melahirkan secara normal akhirnya saya bisa bertemu dengan bayi mungil saya yang cantik. Proses IMD dilakukan, namun ternyata ASI saya juga belum bisa keluar dengan lancar. Sama seperti kasus saat melahirkan anak pertama. Kemudian setelah saya dipindahkan ke bangsal, saya mencoba untuk memompa ASI saya dengan menggunakan pompa asi Philips Avent. Awalnya memang ASI tidak kunjung keluar, namun setelah beberapa lama usaha saya membuahkan hasil. Meskipun hasil pumping belum banyak, tapi hal ini membuat rasa percaya diri jadi semakin besar. Saya yakin kali ini saya tidak akan gagal lagi memberikan ASI Eksklusif untuk bayi saya. 
Hasil pumping saya rata-rata hanya dapat segini, tapi alhamdulilah tetap mencukupi kebutuhan bayi saya
Setelah merasa yakin bahwa ASI saya keluar, kemudian saya memberikan ASI secara langsung kepada bayi saya tiap kali ia bangun dan ingin menyusu. Saat bayi saya tidur, saya memompa ASI dengan menggunakan pompa asi Philips Avent. Kegiatan pumping juga sama sekali tidak terasa menyakitkan maupun melelahkan. Karena model pompanya elektrik, maka tangan saya tidak terasa pegal meskipun pumping ASI hingga berjam-jam. Selain itu bantalan pompanya juga terbuat dari silikon lentur dan lembut sehingga tidak membuat payudara sakit.

Meskipun rajin pumping tiap hari, tapi jumlah ASI saya tidak bisa melimpah ruah. Hingga masa cuti melahirkan saya habis, saya berhasil mengumpulkan 20 botol (ukuran 100 ml) ASIP untuk stok jika Tifa saya tinggal bekerja. Selama bekerja di kantor saya juga memompa ASI pada jam tertentu. Dalam sehari saya hanya sempat pumping 2 kali yaitu pada jam 10 pagi dan jam 13.00 siang. Hasil yang saya bawa pulang juga hanya dapat 2 botol. Itu karena saya memang bukan tipe ibu yang produksi ASInya bisa melimpah ruah. Meski begitu jumlah ini tetap cukup untuk konsumsi ASI bayi saya.
pompa ASI Philip Avent yang selalu menemani kemanapun saya pergi, termasuk saat lembur kerja
Perjuangan tiap hari pumping selama bekerja di kantor ini juga tidak mudah. Karena mobilitas kerja saya juga cukup tinggi. Terkadang saya masih harus menghadiri rapat yang diselenggarakan di hotel atau instansi lain. Pernah juga saya harus mengikuti diklat selama 10 hari yang dimulai sejak jam 7 pagi dan baru pulang ke rumah pada jam 9 malam. Namun saya bersyukur karena dapat melewati masa-masa berat itu dan tetap bisa memberikan ASI eksklusif untuk Tifa hingga usianya 6 bulan. Kesuksesan saya ini sangat didukung dengan adanya fasilitas pompa ASI elektrik dari Avent Sahabat Bunda.

Kenapa saya memilih pompa ASI Philips Avent model Single Comfort SCF332/01? Berikut beberapa alasannya :

Breastfeeding is a mother's gift to her self, her baby and the earth - Pamela K.Wiggins

Philips AVENT adalah brand perlengkapan bayi dari UK yang memiliki produk beragam mulai dari perlengkapan breastfeeding, botol susu bayi, perlengkapan makan bayi, dan mainan. Dahulu AVENT adalah perusahaan khusus perlengkapan bayi yang kemudian diakuisisi oleh Royal Philips Electronics pada Mei 2006. Philips Avent juga sering menyelenggarakan promo salah satunya adalah Apresiasi Cinta Bunda yaitu dengan memberikan potongan harga secara langsung untuk pembelian produk philips Avent dengan periode promo tanggal 15 November 2017 - 31 Januari 2018.


Sebagai The Urban Mama, saya merasa sangat terbantu dengan adanya Philips Avent yang telah menghadirkan beragam produk inovatifnya untuk mendukung para ibu dalam rangka memberikan nutrisi terbaik untuk buah hati salah satunya dengan menghadirkan pompa asi Philips Avent model Single Comfort SCF332/01. 

Dengan bantuan dari philips avent, kini saya berhasil memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan untuk anak ke-2 saya dengan hasil yang sangat memuaskan. Bukan bermaksud membandingkan antara anak pertama dan kedua, namun faktanya memang anak saya yang kedua memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat daripada kakaknya dulu. 

Jujur, sebenarnya ada rasa sesal dalam hati saya karena dulu saya pernah gagal memberikan ASI Eksklusif untuk anak pertama. Seandainya waktu bisa diputar ulang tentu saya akan menggunakan pompa ASI Philips Avent sejak persiapan kelahiran anak saya yang pertama. Saya menyesal dengan anggapan saya bahwa menyusui itu mudah sehingga saya merasa tidak perlu menyiapkan peralatan pendukung. Sehingga melalui tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman kepada para bunda supaya para bunda yang lain bisa melakukan persiapan yang matang jika ingin program ASI eksklusifnya berhasil dan sukses. Tidak hanya mental saja yang perlu dipersiapkan namun juga peralatan pendukung dari Philips Avent yang ternyata memang sangat memudahkan kita dalam memberikan nutrisi terbaik untuk sang buah hati.

#TUMBloggersCompetition #AventSahabatBunda

Februari 11, 2018

Peran Sang Penjaga Demi Wujudkan Tata Kelola Keuangan Negara Yang Transparan & Akuntabel

Edit Posted by with No comments
Seorang blogger pernah menuliskan kisah tentang almarhum ayahanda yang meninggal ketika sedang shalat subuh di masjid. Ayahnya meninggal dalam usia senja dengan cara yang begitu indah. Blogger ini menceritakan bahwa semasa hidupnya sang Ayah merupakan sosok pemimpin keluarga yang sangat bertanggungjawab terhadap keluarga. Selain itu beliau juga begitu berdedikasi dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang auditor. Saat masih aktif bekerja di BPK, ayahnya dikenal sebagai auditor yang tegas, profesional dan berintegritas tinggi. Tak jarang sang ayah menerima ancaman atau upaya suap dari beberapa oknum yang menginginkan agar hasil auditnya bisa direkayasa. Namun sang ayah selalu menolak dengan tegas dan tetap berpegang teguh pada aturan dalam melaksanakan tugasnya sebagai auditor. Saat membaca kisah ini, saya sampai menitikkan air mata haru. Namun sayangnya, saya tidak bisa lagi menemukan tulisan tersebut karena lupa tidak menyimpan link blognya. 

Beberapa waktu lalu saat BPK menjadi sorotan karena ada auditornya yang menjadi tersangka lantaran terlibat kasus suap, saya jadi teringat dengan kisah ayahanda sang blogger yang pernah saya baca tersebut. Sungguh ironis memang, karena ulah segelintir oknum auditor yang tidak bertanggung jawab maka lembaga besar yang bertugas mengawal harta negara tersebut seolah menjadi lembaga yang diragukan hasil auditnya oleh masyarakat. Padahal kenyataannya sejak reformasi digulirkan hingga saat ini, BPK telah berperan besar dalam menjaga harta kekayaan negara. Ibarat pepatah, akibat nila setitik rusaklah susu sebelanga. 

BPK Kawal Harta Negara

BPK sebagai suatu lembaga negara yang independen, memang memiliki tugas untuk memelihara transparansi dan akuntabilitas seluruh aspek keuangan negara. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan tindak pidana maka BPK wajib melaporkannya kepada penegak hukum. Sungguh hal ini merupakan tugas yang berat namun sangat mulia karena kekayaan negara yang berlimpah dan rawan diselewengkan ini bisa terjaga penggunaannya bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat.
sumber : Buku Saku 2017 "Mengenal Lebih Dekat BPK"
Sebenarnya tanggung jawab dalam menjaga kekayaan negara dengan benar bukan hanya ditanggung sendiri oleh BPK. Namun juga menjadi tanggung jawab dari seluruh pengelola keuangan negara baik di tingkat pusat maupun daerah. Namun pada prakteknya mengelola keuangan negara itu bukan perkara mudah, karena setiap rupiahnya merupakan amanah rakyat yang penggunaannya harus bisa dipertanggungjawabkan baik secara hukum dan moral. Berdasarkan UU No.17 Tahun 2003 keuangan negara didefinisikan sebagai semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang. Berbagai aturan perundangan telah dibuat dalam rangka mengatur cara kerja dan posisi para pengelola keuangan negara demi menghindari timbulnya kerugian negara. Pengelola keuangan negara harus selalu memegang teguh prinsip dan peraturan pengelolaan keuangan negara demi menghindari terjadinya penyimpangan berupa kesalahan administrasi dan prosedur. Namun terkadang timbul tekanan dalam pengelolaan keuangan negara baik itu ditingkat nasional maupun daerah. Salah satu bentuk tekanan tersebut adalah adanya tekanan politik baik dalam proses penganggaran dan pengelolaan keuangan.

Baik buruknya mengelola keuangan sangat berdampak pada optimal tidaknya pemerintah dalam menggerakkan roda pembangunan. Dimasa lalu Indonesia pernah mengalami krisis ekonomi pada tahun 1997. Buruknya tata kelola keuangan sebelum terjadi krisis telah menyebabkan terjadi pemborosan, tidak tepat sasaran, hingga merugikan negara. Hal ini juga menjadi celah bagi penyimpangan dan modus korupsi bagi pengelola negara yang berwatak serakah. Menurut seorang tokoh BPK, terjadinya krisis pada tahun 1997 dilatarbelakangi karena lemahnya penerapan good governance di Indonesia pada masa itu, baik pada sektor publik maupun sektor privat. Laporan keuangan negara maupun badan usaha di Indonesia yang kurang transparan dan kurang akuntabel sebelum krisis 1997 tidak bisa dijadikan pegangan untuk mengetahui dan mengantisipasi keadaan dan tidak bisa dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Dimasa lalu memang sudah ada BPK, namun peranan dan ruang geraknya sangat dibatasi oleh pemerintah. Mulai dari pembatasan anggaran, pengorganisasian, obyek pemeriksaan, metode pemeriksaan hingga hasil pemeriksaan semuanya harus mengikuti kemauan pemerintah pada masa itu.

Demi mencegah terulangnya krisis semacam ini, maka sejak masa reformasi dilakukan upaya perbaikan pada tata kelola pemerintahan baik sektor privat maupun publik. Salah satu bentuk perbaikan pada sektor publik adalah pengelolaan keuangan negara yang diupayakan lebih transparan dan akuntabel. Langkah nyatanya adalah dengan melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan maupun kinerja oleh suatu lembaga pemeriksa eksternal pemerintah yang independen, profesional dan berintegritas tinggi dalam rangka mengawal harta negara demi mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Lembaga pengawal harta negara yang dimaksud tak lain adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Apa itu BPK?
sumber : IG bpkriofficial
BPK merupakan satu lembaga negara yang bebas dan mandiri dalam memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan dari DPD dan diresmikan oleh Presiden. Sementara untuk pimpinan BPK dipilih sendiri oleh para anggotanya. Lembaga ini juga memiliki kedudukan yang setara dengan presiden.
sumber : IG bpkriofficial
Secara konstitusional BPK mengalami perubahan yang sangat mendasar sejak disahkannya UUD 1945 perubahan ketiga pada tanggal 10 Nopember 2001. Ketentuan UUD tentang keuangan negara dan pengelolaan keuangan negara serta struktur organisasi dan kewenangan BPK berubah secara substansial.
sumber : Buku Saku 2017 "Mengenal Lebih Dekat BPK"
Pengertian keuangan negara dan pengelolaan keuangan negara, sebelumnya hanya terbatas dalam konteks APBN. Namun sekarang pengertian dari keuangan negara menjadi lebih luas yaitu mencakup uang milik negara yang terdapat dalam atau dikuasai oleh subyek hukum badan perdata atau perorangan siapa saja, asalkan merupakan uang atau aset milik negara, tetap termasuk dalam pengertian uang negara. Selain itu keuangan negara juga termasuk dalam konteks Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Secara organisasi, BPK juga berubah menjadi membesar dan menguat. Saat ini perwakilan BPK juga harus ada di setiap provinsi. Padahal sebelumnya kantor perwakilan BPK hanya ada di beberapa provinsi besar saja. 
sumber : IG bpkriofficial
Menurut sejarah yang saya baca pembentukan BPK ini diinisiasi sejak Indonesia merdeka yaitu dengan diatur ketentuan mengenai BPK yang tertuang pada pasal 23 ayat (5) UUD 1945 yang berbunyi ,"Untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan yang peraturannya ditetapkan dengan undang-undang". Selanjutnya Menteri Keuangan pada saat itu merealisasikan ketentuan ini dengan melakukan persiapan pembentukan Badan Pemeriksa Keuangan di Kota Magelang pada tanggal 10 Desember 1946. Pada tanggal 28 Desember 1946 dibuatlah penetapan Pemerintah Nomor 11/UM di Yogyakarta tentang pendirian BPK. Badan ini mulai resmi bekerja pada tanggal 1 Januari 1947. Itulah awal mulanya diperingati hari ulang tahun BPK pada tanggal 1 Januari dan pada tahun 2018 ini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah genap berusia 71 tahun.

Bagaimana Cara BPK Mengawal Harta Negara?

Pemeriksaan BPK bertujuan untuk memperbaiki tata kelola Keuangan Negara agar lebih transparan dan akuntabel sehingga dapat mencapai empat aspek sasaran reformasi sistem sosial Indonesia, yaitu:
  1. Menggantikan sistem politik yang otoriter dengan demokrasi yang menjamin rakyat melalui DPR/DPRD dapat menggunakan hak budgetnya
  2. Menggantikan sistem pemerintahan yang sentralistis dengan memberikan otonomi luas kepada daerah dengan memperhatikan arti penting transparansi dan akuntabilitas fiskal sebagai perekat bagi terpeliharanya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki sistem sosial yang majemuk
  3. Menggantikan sistem ekonomi terpusat dan intervensi pemerintah dengan sistem mekanisme pasar dan persaingan global. Transparansi dan akuntabilitas Keuangan Negara dibutuhkan agar mekanisme pasar dapat berjalan secara efektif dan efisien, sehingga Pemerintah dapat mengetahui setiap saat posisi keuangannya sendiri dan untuk meyakinkan investor pembeli SUN dan para pembayar pajak
  4. Meningkatkan akuntabilitas keuangan dunia usaha nasional, utamanya BUMN/BUMD, agar mampu bersaing di pasar global. Transparansi dan akuntabilitas perekonomian, termasuk keuangan negara merupakan prasayarat bagi perekonomian nasional agar mampu bersaing di pasar global.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, maka dalam melakukan pemeriksaan BPK dituntut untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai dasar yang harus dianut yaitu meliputi :

a. Independensi
BPK adalah lembaga negara yang independen di bidang organisasi, legislasi dan anggaran serta bebas dari pengaruh lembaga negara lainnya.

b. Integritas 
BPK menjunjung tinggi integritas dengan mewajibkan setiap pemeriksa dalam melaksanakan tugasnya agar selalu berpegang pada kode etik pemeriksa dan standar perilaku profesional

c. Profesionalisme 
BPK melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesionalisme pemeriksaan keuangan negara, kode etik dan nilai-nilai kelembagaan organisasi.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK merupakan serangkaian proses identifikasi masalah, analisis dan evaluasi yang dilaksanakan secara independen, obyektif dan profesional berdasarkan pada standar pemeriksaan dengan tujuan untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas dan keandalan informasi tentang pengelolaan keuangan negara. Ada 3 jenis pemeriksaan yang dilakukan BPK yaitu :
  • Pemeriksaan Keuangan, adalah pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah dalam rangka memberikan pernyataan opini tentang tingkat kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.
  • Pemeriksaan Kinerja, adalah pemeriksaan atas aspek ekonomi dan efisiensi serta pemeriksaan atas aspek efektivitas. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengidentifikasikan hal-hal yang perlu menjadi perhatian DPR, DPD dan DPRD.
  • Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu, adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan tujuan khusus diluar pemeriksaan keuangan dan pemeriksaan kinerja. Termasuk dalam pemeriksaan tujuan tertentu ini adalah pemeriksaan atas hal-hal lain yang berkaitan dengan keuangan, pemeriksaan investigatif dan pemeriksaan atas sistem pengendalian intern pemerintah.
sumber : bpk.go.id
Diantara 3 jenis pemeriksaan BPK, pemeriksaan keuangan merupakan jenis pemeriksaan yang paling sering saya dengar. Pemeriksaan keuangan adalah pemeriksaan atas laporan keuangan yang dilakukan oleh BPK dalam rangka memberikan pernyataan opini tentang tingkat kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintah.

Keuangan negara memang merupakan hal yang mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan suatu negara. Apapun sistem pemerintahan yang dianut oleh suatu negara, keuangan negara selalu menduduki posisi penting karena keuangan negara menjadi sumber pembiayaan dalam pemerintahan tersebut. Berdasarkan undang-undang maka keuangan negara ini wajib untuk dikelola dengan benar dan bisa dipertanggungjawabkan. 

Pengelolaan keuangan negara dan daerah (APBN dan APBD) meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban. Dalam setiap tahap pengelolaan keuangan negara dan daerah selalu dipayungi undang-undang serta peraturan perundangan lainnya seperti peraturan pemerintah, peraturan presiden, keputusan menteri, peraturan daerah, keputusan daerah dan lain-lain. Pada tahap akhir yaitu tahap pertanggungjawaban merupakan tahap disusunnya dan disampaikannya laporan keuangan oleh pemerintah / pemerintah daerah kepada DPR/DPRD. Laporan keuangan tersebut terdiri dari laporan realisasi anggaran, neraca dan laporan arus kas yang harus disusun dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. Laporan keuangan inilah yang akan menjadi salah satu obyek pemeriksaan BPK setiap tahunnya dalam rangka mengawal harta negara.
sumber : IG bpkriofficial
Dalam melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara ada 4 hal yang bisa dilakukan BPK yaitu dengan meminta keterangan, meminta dan mengecek dokumen, melakukan pemeriksaan langsung di lapangan serta menggunakan tenaga ahli atau tenaga pemeriksa di luar BPK jika diperlukan. Penggunaan tenaga pemeriksa di luar BPK memang dimungkinkan dalam undang-undang, mengingat luasnya obyek pemeriksaan yang menjadi tugas BPK sehingga tidak semua obyek pengelolaan keuangan negara yang telah dilaksanakan dapat diperiksa oleh BPK. Keterbatasan jumlah pemeriksa yang dimiliki BPK ini ditanggulangi dengan cara melakukan penunjukan pemeriksa yang bukan pegawai pelaksana BPK untuk melakukan pemeriksaan pengelolaan keuangan negara untuk dan atas nama BPK.

Pemeriksaan keuangan yang dilakukan oleh BPK, akan menghasilkan opini. Hal ini merupakan pernyataan profesional dari pemeriksa atau auditor tentang kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam Laporan Keuangan yang didasarkan pada kriteria sebagai berikut :
  1. Kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintah
  2. Kecukupan Pengungkapan
  3. Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-undangan
  4. Efektivitas Sistem Pengendalian Internal
Ada 4 macam opini yang dikeluarkan oleh BPK yaitu : Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Tidak Wajar dan Menolak Memberikan Pendapat.
sumber : IG bpkriofficial
Hasil pemeriksaan BPK ini selanjutnya disampaikan BPK kepada lembaga perwakilan dan pemerintah yang bersangkutan. Kemudian pemerintah beserta lembaga perwakilan menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK dengan menyampaikan jawaban atau bukti atas tindak lanjut yang telah dilakukan. Berdasarkan Pasal 26 ayat (2) Undang-Undang nomor 15 Tahun 2004 maka setiap orang yang tidak memenuhi kewajiban untuk menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan dalam laporan hasil pemeriksaan BPK akan diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan atau denda maksimal 500 juta rupiah. Kepatuhan untuk menindaklanjuti rekomendasi dari BPK terkait dengan pengelolaan keuangan memang sebuah keharusan. Hal ini dilakukan demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan bisa dipertanggungjawabkan. 
sumber : bpk.go.id
Dalam rangka mempermudah pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan, kini BPK juga sudah memiliki aplikasi berbasis web yaitu berupa Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjut (SIPTL). Aplikasi ini bermanfaat untuk mengelola data pemantauan tindak lanjut secara real time antara BPK dengan entitas yang diperiksa. 
sumber : bpk.go.id
Hasil kerja keras BPK dalam mengawal harta negara ini memang tidak main-main. Hasil Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK periode tahun 2005-2016 telah memperoleh hasil penyerahan aset korupsi yang dikembalikan ke kas negara sebesar 70,19 triliun. 
sumber : bpk.go.id
Sebagai lembaga negara yang menggunakan uang negara, BPK sendiri juga wajib menyusun laporan keuangan yang dilakukan pemeriksaan setiap tahunnya. Pemeriksaan terhadap pengelolaan dan tanggung jawab keuangan BPK ini dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk oleh DPR atas usul BPK dan Menteri Keuangan. Hasil pemeriksaan keuangan BPK oleh KAP ini sejak tahun 2010 - 2015 menghasilkan opini WTP.

Korupsi, Sudah Bukan Jamannya Lagi

Di era keterbukaan dan reformasi seperti sekarang memang seharusnya sudah bukan jamannya lagi korupsi tumbuh subur. Opini WTP atas laporan keuangan suatu lembaga atau pemerintahan baik pusat maupun daerah merupakan sebuah target yang harus dikejar dan dipertahankan. Saat ini para penyelenggara keuangan negara dituntut untuk bisa bekerja secara lebih baik dan transparan. Bekerja lebih baik ini artinya harus sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, sementara transparan dapat diartikan sebagai pengelolaan keuangan yang menganut keterbukaan serta tidak ada hal-hal yang disembunyikan.

"Power Tends To Corrupt And Absolute Power Corrupt Absolutely"_ Lord Acton

Tindak pidana korupsi yang terjadi di Indonesia, selama ini terjadi karena tidak ada institusi yang bisa menjadi pengawas dan mencegah penguasa melakukan penyelewengan kekuasaan, karena di masa lalu kekuasaan yang bersifat mutlak cenderung disalahgunakan.

Di era reformasi yang terus berkembang seperti saat ini, telah membuat kedudukan BPK semakin kuat dengan ditetapkannya ketentuan yang mengatur BPK dalam UUD 1945 setelah amandemen. Untuk mendukung tugasnya dalam mengawal harta negara, BPK juga didukung dengan seperangkat undang-undang di bidang keuangan negara yaitu UU No.17/2003 tentang keuangan negara, UU No.1/2004 tentang perbendaharaan negara, UU No.15/2004 tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara serta UU No.15/2006 tentang BPK. Paket undang-undang keuangan negara tersebut diharapkan bisa menjadi alat yang ampuh dalam memberantas praktik KKN dan tercapai good governance dan good corporate governance di Indonesia.
sumber : twitter bpkri
Harus diakui bahwa tugas sebagai auditor BPK itu memang berat dan rawan godaan. Namun jika dijalankan dengan benar dan penuh tanggung jawab maka efeknya tak hanya membawa kebaikan di dunia saja, namun insyaAllah juga di akhirat seperti kisah seorang mantan auditor BPK yang wafat dalam keadaan husnul khotimah seperti yang saya sampaikan di awal tulisan ini. Selamat ulang tahun yang ke-71 untuk BPK, semoga BPK dapat semakin meningkatkan kinerjanya sebagai sang penjaga harta negara demi mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel.

Sumber Referensi :
1. Materi Gambaran Umum BPK RI
2. Buku Saku 2017 "Mengenal Lebih Dekat BPK"
3. Undang - Undang No. 15/2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan

Januari 28, 2018

Rok Panjang A Line Yang Selalu Ngehits

Edit Posted by with 3 comments
Rok Panjang adalah favorit saya. Sejak menikah dan punya anak, gaya fashion saya berubah. Yang dulunya hobi banget memakai celana jeans, kini saya merasa lebih nyaman jika memakai rok panjang atau gamis. Sebagai wanita berhijab saya memang lebih suka memilih jenis rok panjang karena dapat menutup semua anggota tubuh bagian bawah. Apalagi rok panjang seperti ini juga sangat nyaman di badan terutama untuk bagian perut. Selain itu, model rok panjang saat ini juga banyak memiliki alternatif kombinasi yang bikin penampilan jadi terlihat semakin modis. 

Model rok panjang favorit saya adalah rok model A Line. Model rok ini memiliki bagian bawah yang lebih lebar dibandingkan dengan bagian atasnya, sehingga bentuknya mirip huruf A. Menurut sejarahnya, penyebutan rok model “A Line” ini pertama kali diucapkan oleh Christian Dior, seorang desainer dari Perancis, di tahun 1950 an. 
sumber : mataharimall.com
Rok A-line ini sepertinya memang selalu ngehits dan nggak ada matinya, karena rok model ini cocok dipakai oleh wanita dengan bentuk tubuh apa pun. Untuk wanita yang memiliki pinggang ramping, bisa mengenakan rok A Line dengan cara memasukkan atasan ke dalam rok supaya bentuk tubuh rampingnya terlihat lebih menonjol. Sementara bagi wanita berpinggul sedikit lebar, sebaiknya keluarkan bagian bawah atasan hingga menutup bagian atas rok. Dengan begitu penampilan akan terlihat semakin anggun dan cantik.

Saya biasanya memakai rok panjang A Line dipadukan dengan kaos lengan panjang atau blus. Koleksi rok A Line yang saya miliki juga cukup bervariasi, mulai dari yang polos hingga bermotif. Tapi sebenarnya saya lebih suka memakai rok A line yang polos dan berwarna cerah. Jika memakai rok panjang yang bermotif saya merasa tubuh saya jadi tampak lebih gemuk. Kelebihan rok panjang A Line polos adalah lebih mudah dalam mempadupadankannya, baik saat memilih model atasan maupun hijabnya.

Rok panjang model ini juga cocok dikenakan dalam segala suasana seperti dipakai saat pergi berjalan-jalan santai dengan teman atau keluarga, saat ke kantor ataupun pergi ke pesta. Namun jika hendak bepergian dengan menggunakan sepeda motor, sebaiknya lebih berhati-hati ya. Karena bagian bawah rok yang cukup lebar terkadang bisa tersangkut masuk ke dalam roda atau rantai sepeda motor, terutama jika duduk membonceng di bagian belakang kendaraan.

Untuk keperluan jalan-jalan, rok panjang A line sangat pas jika dipadukan dengan kaos casual lengan panjang, atau bisa juga ditambahkan outer supaya terlihat lebih bergaya. Sementara untuk busana ke kantor atau ke pesta rok panjang model A Line ini cocok sekali jika dipadukan dengan blus ataupun blazer. Jangan lupa untuk memiih kombinasi warna yang cocok supaya tidak terkesan aneh saat dipakai.
sumber : mataharimall.com
Saat ini juga banyak sekali toko yang jual rok panjang model A Line ini secara online. Pilihan warna serta motif rok yang ditawarkan juga sangat bervariasi dan bagus-bagus. Jika hendak membeli rok panjang A Line secara online sebaiknya benar-benar perhatikan ukurannya supaya tidak kecewa. Jangan hanya terpaku pada size S,M,L maupun XL. Sebaiknya ukur dulu rok panjang yang sudah dimiliki di rumah yang ukuran lingkar pinggangnya dan panjang roknya paling pas dengan menggunakan meteran baju. Kemudian cocokkan dengan size (dalam ukuran cm) yang dideskripsikan pada rok panjang yang akan kita beli secara online. Dengan begitu kita akan mendapatkan rok yang pas dan sesuai dengan bentuk badan. Ukuran rok tidak kepanjangan dan tidak kependekan. Sehingga saat dikenakan rok panjang ini benar-benar bisa bikin penampilan jadi semakin modis dan feminim.

Januari 20, 2018

Pengalaman Khitan Anak Metode Flash Cutter

Edit Posted by with 1 comment
Saya nggak pernah menyangka kalau anak saya Tayo bakal minta disunat secepat ini. Saya pikir dia baru akan minta sunat nanti saat sudah kelas 3, 4 atau 5 SD. Sebab tradisi di keluarga saya itu yang cowok rata-rata baru minta sunat di umur segitu. 

Berawal dari obrolan tentang rencana liburan kenaikan kelas 2 SD, tiba-tiba Tayo bilang kalau dia pengen sunat. Saya sih awalnya cuma nganggap dia bercanda. Apa bener Tayo sudah berani disunat? Dia bilang berani kok, upin-ipin aja berani disunat. Katanya sunat nggak sakit. Ternyata dia dikomporin sama upin-ipin makanya jadi kepengen sunat. Lalu saya jelaskan kalau sunat itu tetap saja ada rasa sakitnya sedikit. Eh...pas saya bilang gitu, saya malah ditegur sama suami saya. Katanya kalau anak udah berani minta sunat harus didukung, jangan malah ditakut-takuti dengan rasa sakit. Padahal niat saya mau ngasih gambaran yang sebenarnya biar Tayo benar-benar paham gimana itu sunat.

Akhirnya karena suami saya juga sudah mendukung penuh keinginan Tayo untuk sunat maka dia langsung survei tempat sunat untuk Tayo. Dan pilihan jatuh ke Rumah Sunat Pakualaman. Lokasinya memang nggak begitu jauh dari rumah kami. Info dari suami, petugas disini sudah berpengalaman, ramah anak dan luka sunatnya juga relatif lebih cepat sembuh. Pas saya baca brosurnya ada berbagai macam testimoni dari pelanggan yang bilang kalau memang bisa cepet sembuh. Ya sudahlah saya setuju. Inikan urusan para lelaki. Kalo Tayo sama papanya udah sama-sama kompak dan semangat maka saya tinggal merestui saja.
Senyum lega pasca sunat
Hari minggu tanggal 18 Juni 2017 dipilih sebagai hari eksekusi..eh..maksudnya hari untuk Tayo disunat. Milih hari minggu dengan pertimbangan supaya saya dan suami bisa nganter bareng. Karena kami berdua juga nggak sempat ngurus cuti kerja. Lha mintanya dadakan aja nih anak. Lagian menjelang detik-detik mau cuti lebaran seperti saat itu jelas nggak mungkin juga untuk saya mengambil cuti tahunan. Jadi saya dan suami sama sekali nggak ada yang bisa ambil cuti untuk nungguin anak sunat. Untung hari minggu rumah sunatnya tetap buka.

Setelah nitipin Tifa dulu ke rumah eyangnya di Kotagede, berangkatlah kami bertiga ke TKP. Tayo terlihat santai dan tenang-tenang saja selama perjalanan. Dia sempat request, habis sunat pengen mampir makan-makan di BaleAyu karena mumpung dia boleh nggak puasa. Saya iyain aja sih permintaannya walaupun saya tau BaleAyu nya tutup, baru buka nanti pas menjelang buka puasa.

Jam 11.00 an kami sampai di pakualaman. Langsung disambut oleh petugas yang ramah di klinik pakualaman. Nggak pakai antri, Tayo langsung dipanggil untuk masuk ke ruang tindakan. Papanya yang nemenin masuk, saya nunggu di luar. Di dalam ruangan petugasnya cowok semua, jadi saya merasa nggak perlu ikut masuk. Cukup nunggu diluar aja. 

Tapi ternyata baru masuk beberapa menit, saya sudah mendengar kehebohan di dalam ruangan. Tayo teriak-teriak manggil-manggil saya. Lha..saya jadi panik. Lalu suami saya keluar dan nyuruh saya ikut masuk. Ternyata pas saya masuk Tayo udah nangis. Sambil berurai air mata dia bilang "Aku mau ditemenin sama mama". 

Kekhawatiran saya terbukti juga. Tayo belum bener-bener paham tentang proses sunat. Pas udah di dalam dia disuruh tiduran dan mau disuntik tititnya untuk dibius, Tayo jadi ketakutan. Padahal sebenarnya saya juga udah pernah jelasin ke Tayo kalau ada bagian dari proses sunat yang terasa sakit sedikit, tapi Tayo lebih percaya sama upin-ipin daripada sama saya. Proses membujuk Tayo biar mau disuntik bius ini akhirnya jadi penuh drama. Kami berusaha keras menenangkan Tayo sambil ngajak dia baca sholawat, baca Al-Fatihah dan akhirnya berhasil. 

Pas udah selesai disuntik dia masih aja nangis. Trus pak ismu yang jadi juru sunatnya juga langsung keluar ruangan menunggu biusnya bekerja. Tayo pikir proses sunatnya udah selesai karena dia lihat petugasnya udah keluar, trus dia langsung minta pulang. Eh..ini belum selesai kata saya..dan dia jadi mewek lagi. Duh..gini nih kalau anak nggak bener-bener dijelasin tentang proses sunat yang sebenarnya. 

Pak ismu kembali masuk ke dalam ruangan. Kali ini pak ismu bilang ke Tayo kalau sunat itu nggak akan terasa sakit. Yang terasa sakit sedikit hanya pada saat proses disuntik saja. Setelah itu sudah nggak sakit lagi. Kemudian pak ismu menyuruh Tayo duduk, "Coba sekarang kamu cubit burungmu sekencang-kencangya terasa sakit apa tidak?". Tayo menuruti perintah pak ismu. Pas dia cubit burungnya mukanya keliatan agak bingung. "Lho..kok enggak terasa apa-apa ya?", kata Tayo. "Gimana sakit enggak?" tanya pak ismu lagi. "Enggak sakit", jawab Tayo. "Ya sudah makanya percaya kalau sunat itu nggak sakit. Sekarang adek tidur saja sambil main game, nggak usah takut lagi" kata pak ismu. Tapi ternyata Tayo nggak mau tidur sambil main game. "Aku mau lihat burungku diapain" gitu katanya sambil masih menatap curiga kepada pak ismu. Hehe..Tayo itu memang tipe anak yang nggak gampang percayaan sama orang lain apalagi kalau soal megang-megang burungnya. Ya bagus sih seperti itu tapi kan jadi menghambat proses sunat.

Kemudian setelah saya beri pengertian, akhirnya Tayo mau juga tidur rebahan dan pak ismu bisa melakukan proses sunat tanpa diawasin sama Tayo. Metode sunat yang digunakan adalah metode flash cutter yaitu sunat dengan menggunakan alat bernama flash cutter, kadang ada yang menyebutnya sebagai metode laser. Padahal ini bukan laser, kalo laser itukan pakai sinar laser ya setau saya. Kalau alat ini sama sekali nggak ada sinarnya.

Proses sunatnya cukup singkat. Sekitar 15 menit udah kelar. Luka bekas sunatnya cuma dibalut pake semacam tisu. Sementara nggak boleh kena air dulu selama 2 hari. Nanti hari ke 3 akan ada home visit untuk bantu Tayo mandi dan kontrol luka sunatnya. Saat mau pulang kami dibawakan obat untuk diminum dan celana sunat biar luka sunatnya nggak kegesek-gesek.

Habis sunat Tayo langsung minta pulang aja, nggak jadi minta jajan ke Bale Ayu. Pas sampai rumah dia juga masih santai-santai aja nggak merasa kesakitan. Saya suruh bedrest, nggak boleh capek-capek dulu. Seharian bedrest Tayo juga enjoy aja, nggak ngeluh sakit juga. Bahkan sampai menjelang mau tidur malem juga masih anteng mainan tab. Katanya sih cuma terasa sakit sedikit. Buat pipis juga nggak ada masalah.

Dan ternyata drama kesakitan baru terjadi saat tengah malam. Pas lagi nyenyak tidur tiba-tiba Tayo nangis-nangis kesakitan. Katanya burungnya terasa panas. Untungnya ada obat penghilang rasa sakit yang dibawain dari rumah sunat. Langsung deh saya minumin ke Tayo. Habis itu saya dan suami gantian jaga malam karena Tayo tidurnya glibak glibuk. Meski udah pake celana sunat tapi kalau gaya tidurnya pindah kesana kemari kayak Tayo saya kuatir luka sunatnya jadi kegesek-gesek.

Singkat cerita setelah 1 minggu perawatan, berangsur-angsur luka sunatnya Tayo mulai mengering. Tapi nggak langsung kering total. Meski begitu Tayo udah minta jalan-jalan ke mall buat beli mainan. Dia memang minta hadiah mainan dan syaratnya harus milih sendiri. Akhirnya saya anterin, walaupun jalannya masih rada ngangkang-ngangkang dan diliatin orang tapi Tayo cuek aja. 
Hadiahnya minta beli lego
Akhirnya setelah melewati berbagai macam drama, jeritan dan tangisan pasca sunat, luka sunat Tayo itu baru beneran sembuh total setelah 2 minggu. Itupun tiap kali dia pake celana dalam katanya berasa aneh. Memang kata mas perawat yang home visit pasca sunat, kulit tititnya itu jadi tipis dan lebih sensitif. Mungkin itu yang bikin Tayo jadi merasa aneh. Eniwei pengalaman sunat pake metode flash cutter ini memang teorinya bakalan lebih cepet sembuh dan kering, tapi semua tetep tergantung sama anaknya juga sih. Minusnya kalo menurut saya, hasilnya kayak kelihatan kurang rapi daripada sunat metode klasik hasil karya bogem hahaha. Soale memang saya bandingin sama punya papanya Tayo yang dulu katanya sunat di bogem pake metode klasik...wkwkwk. Tapi kata suami saya, Tayo masih dalam masa pertumbuhan. Yakin deh ntar lama-lama juga bentuknya bagus kaya punya papanya. Lagian yang pentingkan udah bersih dan bisa berfungsi dengan baik, masalah bentuk emangnya ada penilaiannya gitu kalo mau nikah?? kata suami mencoba mengusir kegalauan saya. Qiqiqiqi...iya bener juga sih kata suami. Saya aja yang resek dan sok perfeksionis masalahin bentuk.

Dan endingnya sekarang setelah lebih dari 1/2 tahun berlalu sejak Tayo sunat, memang beneran terbukti apa yang dikatakan suami saya. Seiring berjalannya waktu dan proses pertumbuhan memang bentuknya lama-lama jadi bagus kok...nggak aneh lagi kayak pas barusan sembuh. So..bapak-bapak dan ibuk-ibuk kalau anak lelaki anda minta sunat, sebaiknya memang harus dijelaskan secara detail tentang prosesnya. Kalau memang sakit bilang saja sakit supaya anak lebih siap secara mental. Mau metode apa yang dipilih, itu sih tergantung kemantapan hati orang tua masing-masing. 

Januari 19, 2018

Mudahnya Bikin Kartu Identitas Anak (KIA)

Edit Posted by with 4 comments
Di penghujung tahun 2017 kemaren akhirnya sempat juga saya pergi ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (disdukcapil) Kabupaten Bantul demi mengurus kartu identitas anak (KIA) untuk Tifa. Keinginan ini sebenarnya sudah terpendam cukup lama yaitu sejak Tayo dibuatkan KIA secara kolektif dari sekolahnya.


Ternyata kartunya itu bagus, mirip banget dengan KTP untuk orang dewasa. Cuma beda di warna aja sih kayaknya. Kalau KTP warna biru, KIA ini warnanya pink. Awalnya saya sebenarnya sempat rada males juga kalau ngurus sendiri ke Disdukcapil jangan-jangan antrinya banyak banget. Karena setiap kali lewat depan kantor Disdukcapil Bantul antriannya selalu tampak meluber hingga ke luar gedung.

Tapi kemudian saya dapat informasi dari seorang teman yang bekerja di Disdukcapil Bantul yang bikin males saya hilang. Katanya bikin KIA itu antrinya nggak banyak, dan proses produksinya juga cepet. Nggak sampai 5 menit udah jadi kalau diurus sendiri dengan cara datang langsung ke kantor Disdukcapil. Jadi nggak usah nitip-nitip, apalagi nitip sama calo. Ntar malah disuruh bayar, padahal aslinya gratis sama sekali nggak bayar.

Oh iya..kartu identitas anak ini ada 2 macam yaitu :
  1. Kartu Identitas Anak (KIA) untuk anak usia 0 - 5 tahun
  2. Kartu Identitas Anak (KIA) untuk anak usia 0 - 17 tahun kurang 1 hari
Berbekal info dari teman saya itu, akhirnya saya sempatkan untuk datang ke kantor Disdukcapil Bantul yang terletak di komplek pemda II Bantul yang deket Manding. Sebelumnya saya juga sudah dikasih info tentang syarat-syarat yang harus dibawa. Jadi pas datang syarat saya sudah lengkap dan nggak perlu bolak balik. Ini syarat yang harus dibawa kalau mau ngurus KIA:
  • Ngisi formulir, bisa diambil di front office
  • Bawa fc akta kelahiran anak
  • Bawa fc kartu keluarga
  • Bawa fc KTP orang tua
  • Bawa pas foto 2x3 berwarna 2 lembar (untuk anak usia diatas 5 tahun, kalau masih dibawah 5 tahun nggak perlu pakai foto)
Kalau semua syarat ini sudah lengkap, langsung aja cuss kumpulin di loket KIA. Ambil nomer antrian jangan lupa ya..tapi pengalaman saya kemaren antrinya cuma sedikit banget. Setelah masukin semua syarat, petugas bakal langsung memproses dan nggak sampai 5 menit KIAnya udah jadi deh. Kayak begini penampakan KIA punya Tifa.
KIA punya Tifa nggak ada fotonya
Berhubung Tifa umurnya masih under 5 years jadi memang kartunya nggak pakai foto. Kartu ini cuma berlaku selama 5 tahun aja terhitung dari tanggal lahirnya Tifa. So nanti kalau umur Tifa sudah diatas 5 tahun saya bisa kembali ke Disdukcapil untuk mengurus penggantian KIA yang ada fotonya.
KIA punya Tayo sudah pakai foto. Sampai umur Tayo 17 tahun nanti fotonya tetep imut begitu 
Eniwei apa sih manfaatnya punya KIA buat anak-anak? kalau saya sih niatnya biar anak saya punya kartu identitas yang jelas aja. Selama ini identitas resmi yang dimiliki anak-anak itukan cuma akta kelahiran yang mana ukurannya sangat besar dan nggak bisa dimasukin ke dalam dompet. Kalau sudah sekolah biasanya mereka punya kartu pelajar. Tapi nggak semua sekolah mengeluarkan kartu pelajar untuk siswa siswinya. Termasuk di sekolahnya Tayo, nggak ada tuh kartu pelajar. 

Selain itu kalau mau buka rekening tabungan, KIA ini juga bisa banget dipakai. Walaupun bisa juga anak buka rekening tabungan pakai KTP orang tua. Anak saya dua-duanya udah saya bukain rekening tabungan anak sendiri. Hitung-hitung buat nabungin uang buat biaya pendidikan mereka, dan itu dulu buka rekening juga pakai KTP saya. Karena saat itu mereka belum punya KIA.

Nah..yang terpenting lagi adalah dengan punya kartu identitas anak (KIA) maka kelak saat anak saya sudah mulai suka ikutan lomba-lomba atau kuis-kuis kayak saya, mereka juga nggak bingung saat menang dan mau ambil hadiah..hahaha...Kalau mau ngambil hadiah itu biasanya diminta melampirkan fotocopi kartu identitas. Nah, KIA ini jelas bisa banget dipakai untuk keperluan tersebut. Mengingat pengalaman saya pas jaman SD dan SMP dulu, saya suka banget ngirim-ngirim TTS atau ikut kuis di majalah bobo. Dulu beberapa kali pernah menang dan bingung waktu diminta kartu pelajar untuk ambil hadiahnya. Soalnya saya dulu juga nggak punya kartu pelajar. Akhirnya untuk kartu identitasnya saya pakai kartu perpustakaan..hehe..karena yang ada cuma itu. Bisa juga sih akhirnya hadiahnya diambil, tapi kartu identitasnya kurang keren. 

Gimana penting bangetkan punya KIA buat anak? dan mudah banget cara bikinnya. Betewe kalau di Bantul menurut pengamatan saya selama ngurus KIA di Disdukcapil, khusus untuk bayi baru lahir yang mengurus pembuatan akta kelahiran maka saat ini langsung otomatis dibuatin KIA juga. Tapi kayaknya sih baru aja aturan ini berlakunya. Soalnya Tifa itu lahir tahun 2016, dan kemaren pas ngurus akta lahir di tahun 2016 dia belum dikasih KIA secara otomatis. Makanya baru saya buatkan di akhir tahun 2017. Meskipun udah punya KIA, tapi sampe sekarang kartunya masih saya yang nyimpen biar nggak hilang. Nanti kalau anak saya butuh baru deh saya pinjamkan.

Desember 30, 2017

Tidak Ada Perjalanan Yang Sia-Sia

Edit Posted by with 1 comment
Mendung menggelayut disertai rintik hujan mengiringi perjalanan saya menuju SD Gunturan yang terletak di Dusun Gunturan, Desa Triharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul. Saat saya tiba, sekolah ini tampak sepi. Tidak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah karena para siswa sedang libur semester. Namun para guru tetap masuk karena hari itu sedang ada kegiatan diklat. 
Suasana SD Gunturan yang tampak sepi
Bu Dariyah, selaku kepala sekolah SD Gunturan menyambut kedatangan saya dengan ramah. Beliau mempersilahkan saya masuk ke ruang kepsek. " Tunggu sebentar ya mbak, saya masih mempersiapkan diklat pengimbasan Gasing", kata bu Dariyah. " Iya bu, silahkan diselesaikan dulu persiapannya", jawab saya mengiyakan. Saat menunggu di ruang kepsek, saya sempat berbincang dengan salah satu peserta diklat yang juga berada di ruang tersebut. Namanya pak Mulyono. Ditangannya tampak 4 buah modul berwarna putih bertuliskan GASING. "Mbak juga peserta diklat ya?" Ucap pak Mulyono memulai obrolan. "Bukan pak, saya hanya bertamu. Saya ada janji untuk bertemu dengan ibu Dariyah", jawab saya.

"Ooh..Saya kira mbak ini peserta diklat yang berasal dari SD lain. Saya juga bukan guru dari sini, tapi dari SD sebelah. Ngomong-ngomong sudah pernah mendengar tentang Gasing mbak?" tanya pak Mulyono. "Mainan anak-anak bukan ya pak?", jawab saya. "Ini Gasingnya beda mbak, bukan mainan. Beberapa bulan yang lalu ada guru dari SD ini yang ikut diklat Gasing di Jakarta. Nah sekarang gantian kami yang mau diajari oleh ibu guru yang kemarin sudah ikut diklat. Supaya kami bisa ketularan pintarnya mbak", kata pak Mulyono menjelaskan. Dari hasil obrolan dengan pak Mulyono saya jadi sedikit paham tentang Gasing. Ternyata ini bukan jenis permainan anak-anak yang pernah saya mainkan saat masih kecil, melainkan sebuah metode belajar matematika secara Gampang, Asyik dan Menyenangkan yang disingkat dengan nama GASING. 
sumber ilustrasi : majalahcsr.co.id
Metode ini mulai dikenalkan oleh Prof. Yohanes Surya sejak beberapa tahun lalu. Namun belum banyak tenaga pendidik yang terpapar informasi tentang Gasing. Sehingga pada tahun 2017 Astra memprakarsai pelaksanaan diklat Gasing bagi para guru dan siswa yang berasal dari sekolah binaan Astra. Kegiatan diklat dilaksanakan di Jakarta selama 2 bulan. Dengan metode Gasing, anak-anak diajarkan cara belajar matematika mencongak yang meliputi penjumlahan, perkalian dan pengurangan yang dihitung dengan cara tanpa harus ditulis namun dibayangkan. Selain mengajarkan tentang cara mengerjakan soal, ternyata metode ini juga memotivasi siswa dan guru agar tidak menganggap matematika sebagai pelajaran yang menakutkan.

Obrolan saya dengan pak Mulyono kemudian terhenti saat bu Dariyah masuk ke ruang kepsek dan mempersilahkan pak Mulyono untuk menuju ke ruang diklat. "Monggo pak, diklatnya sudah mau dimulai. Tunggu sebentar lagi ya mbak. Saya mau membuka acara pelatihan dulu", ucap bu Dariyah. "Iya bu..silahkan", jawab saya. Setelah pak Mulyono dan bu Dariyah pergi, tinggallah saya menunggu sendiri di ruang kepsek. 
Koleksi piala hasil prestasi para siswa
Ruangan ini ditata dengan rapi dan sederhana. Didepan saya terdapat sebuah lemari kaca yang didalamnya berjajar puluhan piala hasil prestasi para siswa. Saya amati prestasi terbanyak adalah di bidang olahraga voli. Ada juga prestasi siswa di bidang seni tari, membaca Al Quran, dokter kecil dan lain sebagainya. Saat saya masih asyik melihat-lihat koleksi piala yang dipajang di dalam lemari, tiba-tiba bu Dariyah sudah masuk lagi ke dalam ruang kepsek. Kemudian kami mulai berbincang. Kedatangan saya ke SD Gunturan memang bertujuan untuk mendengar secara langsung tentang perjalanan Astra dalam mendampingi sekolah ini yang ternyata sudah dimulai sejak tahun 2007.
Bu Dariyah, Kepala Sekolah SD Gunturan
Menurut penuturan bu Dariyah, pendampingan Astra diawali dengan proses seleksi terhadap beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Pandak. Yang menjadi penilaian utama adalah komitmen dari seluruh warga sekolah termasuk masyarakat sekitar untuk mau maju dan berkembang menjadi sekolah yang lebih baik. Setelah lulus seleksi tersebut maka barulah Astra memulai kegiatan pendampingan di lokasi sekolah terpilih. Pada awal pendampingan, Astra tidak langsung memberikan bantuan berupa materi. Namun yang dilakukan oleh Astra adalah upaya untuk meningkatkan kualitas para guru di SD Gunturan melalui berbagai macam program pelatihan seperti penyusunan silabus, RPP dan lain sebagainya. Setelah kemampuan para guru meningkat, barulah Astra memberikan bantuan materi seperti buku paket pelajaran untuk para siswa, rehab gedung sekolah serta penyediaan sarana lain yang dibutuhkan oleh sekolah.

Meskipun didampingi oleh perusahaan besar seperti Astra, bukan berarti sekolah ini bisa langsung menjadi sekolah unggulan secara instan. Ada proses perjalanan panjang yang harus dilalui oleh SD Gunturan bersama dengan Astra. Bu Dariyah mengisahkan bahwa suatu ketika SD Gunturan pernah mengalami penurunan prestasi yang cukup drastis. "Saat itu siswa yang duduk di kelas 6 didominasi oleh para siswa yang dulunya pernah tinggal kelas. Ada sekitar 50 % siswa yang dulunya pernah tinggal kelas dan pada tahun tersebut semuanya berkumpul dalam satu angkatan di kelas 6", kata bu Dariyah menggambarkan kondisi siswa pada saat itu. "Siswa di angkatan itu juga bandel-bandel. Saya sampai sekarang masih ingat, ada siswa yang pernah bikin ibu kantin marah-marah karena sambel jualannya dicampuri garam. Mungkin niatnya mau ngerjain temannya, tapi yang kena ya semua orang yang jajan di kantin", kenang bu Dariyah sambil tersenyum geli. "Menurut kami para guru, kondisi siswa yang bermasalah inilah yang menjadi penyebab prestasi sekolah jadi turun", lanjut bu Dariyah.

Penurunan prestasi yang pernah dialami oleh SD Gunturan tersebut juga mendapatkan perhatian serius dari Astra sehingga kemudian dilakukan kegiatan diskusi dan evaluasi dengan para guru. "Ada hal yang menginspirasi kami para guru yaitu saat tim dari Astra mengatakan bahwa tugas guru adalah membuat pintar para siswa. Apapun kondisinya siswa tidak boleh dijadikan alasan atas terjadinya penurunan prestasi sekolah. Guru yang berhasil adalah mereka yang bisa membimbing anak yang bodoh sekalipun untuk bisa berhasil. Tugas guru bukan hanya mengajari membaca, menulis dan berhitung. Tapi juga mendidik dengan hati". 

Selanjutnya, Astra semakin intensif dalam melakukan pendampingan serta monitoring di SD Gunturan. Para guru terus dimotivasi untuk memperbaiki kinerjanya sebagai tenaga pendidik. Jika gurunya baik, sekolah baik, maka prestasi para siswa juga akan baik. Upaya ini akhirnya membuahkan hasil. Pelan tapi pasti, sekolah yang pernah mengalami jatuh bangun ini akhirnya di tahun 2016 berhasil meningkatkan prestasinya. Pada tahun 2016 yang lalu SD Gunturan berhasil menduduki peringkat ke 2 se-Kecamatan Pandak untuk perolehan rata-rata nilai UAN siswa setelah beberapa tahun sebelumnya pernah berada di rangking ke 18. Meskipun bukan prestasi yang luar biasa, namun kemajuan yang berhasil diraih ini bisa menjadi bukti bahwa usaha yang telah dilakukan ada hasilnya secara nyata dan tidak ada perjalanan yang sia-sia.

Jika dilihat dari latar belakang siswa yang bersekolah di SD Gunturan, memang mayoritas adalah anak yang berasal dari keluarga pra sejahtera. Mata pencaharian orang tua mereka adalah buruh penambang pasir. Meskipun begitu, anak-anak ini termasuk beruntung karena bisa sekolah di SD negeri yang fasilitasnya cukup lengkap seperti SD Gunturan. Saya sempat berkeliling dan melihat ke ruang perpustakaan sekolah yang ternyata memiliki koleksi buku bacaan yang cukup lengkap. Mulai dari buku ensiklopedia, kamus dan buku bacaan lainnya yang bisa dinikmati oleh anak-anak mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 SD. Menurut penuturan bu Dariyah hampir 75% buku yang ada disini merupakan donasi dari Astra sementara sisanya yang 25% berasal dari pengadaan pemerintah menggunakan dana DAK.
Beberapa koleksi buku perpustakaan SD Gunturan
Selain melengkapi fasilitas buku perpustakaan, Astra juga memberikan sumbangsih berupa alat gamelan untuk sarana ekstrakuliler bagi para siswa di SD Gunturan. Ada juga program life skill yang mendapat suport penuh dari Astra berupa ketrampilan membatik yang sudah diajarkan kepada siswa kelas 1 hingga kelas 6. Hasil karya para siswa ini kemudian dipamerkan di beberapa even yang diselenggarakan Astra dan sebagian ada juga yang dipamerkan di sekolah. 
Donasi Gamelan dari Astra
Kegiatan pendampingan Astra di SD Gunturan ini dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Astra - Michael D. Ruslim (YPA - MDR ). Yayasan Pendidikan Asta Michael D. Ruslim (YPA - MDR) didirikan pada tahun 2009 dengan nama yayasan Astra Bina Pendidikan. Pada tahun 2010, Yayasan Astra Bina Pendidikan berganti nama menjadi Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim untuk menghormati Presiden Direktur Astra, Bapak Michael D. Ruslim. YPA-MDR memiliki visi untuk membantu sekolah-sekolah yang berada di daerah prasejahtera agar para siswanya mampu meningkatkan kualitas, intelektual dan kompetensi kecakapan hidup (life skill) serta memiliki karakter yang didasarkan pada nilai luhur Bangsa Indonesia. Selain SD Gunturan, masih ada beberapa sekolah lain di Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul yang juga menjadi sekolah binaan Astra yaitu SD Jigudan, SD Ciren, SMPN 4 Pandak dan SMKN 1 Pandak. Kegiatan pendampingan yang dilakukan di masing-masing sekolah tersebut secara garis besar memiliki pola yang sama serta bertujuan untuk mewujudkan sekolah unggul di daerah prasejahtera agar mampu mencetak SDM berkualitas yang diharapkan bisa menjadi agent of change menuju masyarakat sejahtera. YPA - MDR memiliki 4 pilar dalam pembinaannya yaitu Akademis, Karakter, Seni Budaya dan Kecakapan Hidup. Melalui upaya ini, Astra ingin mewujudkan cita-cita agar di masa mendatang dapat terlahir generasi muda yang mandiri & peduli untuk membangun daerahnya sehingga kesejahteraan bangsa juga meningkat.

Education is the most powerful weapon which you can use to change the world (Nelson Mandela)

Tak hanya di Kecamatan Pandak saja, YPA - MDR juga memiliki beberapa sekolah binaan yang tersebar di beberapa wilayah lain seperti Bogor, Gunung Kidul, Bantul, Lampung Selatan, Pacitan, Kutai Barat, Serang dan Kupang. Pendampingan oleh YPA - MDR ini menggunakan konsep sekolah Swapraja dan Unggul dengan ilustrasi sebagai berikut :
sumber ilustrasi : ypamdr-astra.com
Upaya Astra untuk mewujudkan sekolah unggul di daerah pra sejahtera ini tentu bukan perkara mudah. Namun dengan komitmen dan dukungan penuh dari Astra dan seluruh warga sekolah, saat ini sudah ada beberapa sekolah binaan yang berhasil menjadi sekolah unggul. "SD Gunturan belum layak untuk disebut sebagai sekolah unggulan. Kami masih terus berproses. Masih banyak hal yang harus kami perbaiki dan tingkatkan lagi", kata bu Dariyah. "Meskipun belum menjadi sekolah unggulan tapi berkat dukungan dari Astra, sekolah kami sekarang sudah punya fasilitas yang jauh lebih lengkap dibandingkan dulu. Sekarang jumlah ruang kelas yang ada juga sudah memadai sehingga para siswa tidak perlu lagi belajar di kelas dengan cara bergantian", kata bu Dariyah menambahkan.

Tak hanya berupa bantuan fisik saja yang bisa dirasakan manfaatnya secara nyata, namun bantuan program life skill berupa ketrampilan membatik juga sangat dirasakan manfaatnya oleh warga sekolah. Ada gurat rasa bangga ketika bu Dariyah menunjukkan kepada saya hasil karya kain batik dari para siswa, "Kain batik ini buatan anak-anak kelas 4 SD lho mbak. Memang kalau dilihat masih sederhana, tapi orang dewasa belum tentu bisa membatik seperti anak-anak ini", kata bu Dariyah sambil memamerkan beberapa hasil karya anak didiknya.
Kain batik ini buatan anak SD kelas 4 dan 5
Diakhir obrolan kami Bu Dariyah juga menyinggung tentang manfat dari program Gasing, "Bulan Maret kemarin ada perwakilan guru dan siswa kami yang difasilitasi Astra untuk ikut diklat Gasing di Jakarta. Siswa yang diajak serta malah tidak boleh memilih siswa yang pintar. Lalu kami pilih siswa yang paling tidak pintar matematika. Setelah ikut diklat selama 2 bulan, hasilnya dia jadi lebih pandai dalam matematika mencongak." 

Pendidikan adalah ujung tombak peradaban, Juru Kunci kesejahteraan (Lenang Manggala)

Perjalanan Astra dalam membina SD Gunturan selama hampir 10 tahun telah banyak memberikan manfaat nyata baik bagi siswa, guru dan masyarakat sekitar. seperti yang diungkapkan oleh Nelson Mandela dan Lenang Manggala dalam quotenya bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia menjadi lebih baik dan sejahtera. Rasanya tidak berlebihan jika saya sangat mengapresiasi upaya Astra dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan. 

Pelan tapi pasti, SD Gunturan terus berupaya untuk maju dan berkembang bersama Astra dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak di Dusun Gunturan agar kelak dapat terlahir calon pemimpin masa depan dari wilayah ini. Inspirasi yang saya dapatkan dari cerita bu Dariyah tentang perjalanan Astra membina SD Gunturan adalah bahwa kunci keberhasilannya terletak pada 3 hal yaitu komitmen yang kuat, tujuan yang jelas dan semangat untuk bekerja dengan hati. Tidak hanya komitmen dari Astra, namun juga didukung oleh komitmen dari seluruh warga sekolah. Para guru di sekolah binaan yang selalu mendapatkan pelatihan serta motivasi dari Astra telah bertransformasi menjadi tenaga pendidik yang semakin berdedikasi. 

Ya...tidak ada perjalanan yang sia-sia, asalkan perjalanan itu memiliki arah dan tujuan yang jelas. Meskipun kecepatan masing-masing pejalan mungkin berbeda, namun suatu saat mereka semua akan sampai pada titik yang dituju. Dengan syarat, para pejalan berkomitmen untuk terus berjalan maju ke depan. Bukan hanya berjalan di tempat atau berjalan mundur apalagi berbelok arah. Meskipun berjalan dengan perlahan atau mungkin kadang tersandung dan terjatuh, namun jika para pejalan ini tetap mau bangkit dan melanjutkan perjalanan maka tujuan itu pasti akan tercapai.

Selamat Ulang Tahun yang ke-60 untuk Astra. Perjalananmu selama enam dekade membangun negeri telah memberikan banyak inspirasi bagi kami.