Juni 23, 2017

Little Hippo : Clodi istimewa yang murah dan berkualitas

Edit Posted by with 7 comments

Diawal kehidupannya, dalam sehari seorang bayi yang baru lahir memiliki frekuensi normal buang air kecil (BAK) sebanyak 10-20 kali. Sementara frekuensi buang air besar (BAB) sebanyak 5-10 kali sehari. Tingginya rutinitas buang air pada bayi ini tentu bikin para bunda jadi merasa repot karena harus mengganti popoknya berkali-kali. Selain itu bayi juga jadi sering terbangun dan merasa tidak nyaman sehingga kualitas tidurnya jadi terganggu.

Sebagai ibu yang memiliki bayi saya juga pernah merasakan betapa repotnya saat harus mengganti popok bayi berkali-kali. Makanya saya kemudian memutuskan untuk menggunakan popok sekali pakai untuk bayi saya supaya saya tidak terlalu repot. Tapi ternyata setelah dihitung-hitung penggunaan popok sekali pakai ini cukup boros. Karena pertimbangan tersebut maka kemudian saya mencoba untuk menggunakan popok kain. 

Memakai popok kain memang jadi lebih hemat, lebih sehat, dan lebih ramah lingkungan daripada memakai popok sekali pakai. Apalagi saat ini sudah banyak popok kain modern yang berbahan lapisan laminasi Polyurethane sehingga tidak bocor dan dapat membantu mencegah ruam pada bayi. Istilah keren untuk popok kain modern ini adalah Cloth Diaper (clodi). Penggunaan clodi ini tentu akan jadi sangat hemat karena clodi bisa dipakai dalam jangka waktu sekitar 2 tahun. Bahkan bisa juga diwariskan ke anak kedua atau saudara yang lain.
Clodi Little Hippo. Sumber : IG @LittleHippoClothDiaper
Bicara soal clodi yang beredar di pasaran, jika dilihat dari segi kualitas dan harganya memang bervariasi. Ada clodi impor yang kualitasnya sangat bagus tapi harganya juga cukup mahal. Untuk 1 buah clodi impor harganya berkisar antara 100-300 ribu. Sementara clodi lokal harganya cukup terjangkau namun kualitasnya memang tak sebagus clodi impor. Biasanya clodi lokal ini kelemahannya adalah gampang bocor, gambar motifnya terbatas, bentuknya bulky dan bikin bayi jadi susah bergerak, kain bagian dalamnya panas dan kurang nyaman, serta insertnya kurang menyerap dan gampang kaku. Ya memang sih, kadang harga menentukan kualitas. 

Tapi sekarang ada lho clodi lokal yang punya kualitas nggak kalah bersaing dengan clodi impor, tapi harganya tetap lokal yaitu Little Hippo. Brand clodi merk ini memiliki keunggulan dari sisi kualitas maupun harga. Saya sudah mencoba sendiri penggunaan clodi Little Hippo untuk bayi saya Tifa yaitu dengan mencoba model Easy Fit motif Red Love. Sebenarnya saya juga sudah pernah menuliskan pengalaman saya saat mengatasi masalah ruam popok dengan beralih menggunakan clodi merk ini.


Namun kali ini saya akan menguraikan lebih dalam tentang masing-masing keungulan dari clodi little hippo ini berdasarkan pengalaman saya :

1. Kain permukaan dalamnya lembut dan nyaman

Permasalahan yang sering terjadi saat membeli clodi merk lokal, biasanya permukaan dalamnya kurang nyaman atau panas saat dikenakan pada bayi. Namun clodi little hippo ini memiliki permukaan dalam yang lembut dan nyaman. 
Bahan innernya lembut banget. Foto : Dokumen Pribadi
Ini karena bahan pembuatnya berasal dari microfleece yaitu bahan material sintetik yang dilapisi bahan fleece yang biasa digunakan sebagai bahan inner clodi berkualitas yang bersifat menjauhkan cairan sehingga terasa tetap kering. Saat dipakai Fleece ini akan langsung bersentuhan dengan kulit bayi. Selain sangat lembut dan bersifat menyerap air, bahan ini juga dapat tetap mengalirkan udara ke kulit bayi, mudah dicuci, dan cepat kering ketika dijemur. Meskipun memakai clodi merk lokal namun bayi saya bisa tetap merasa nyaman beraktifitas dan bebas ruam.

2. Insertnya gampang dimasukkan dan nggak bulky

Clodi little hippo yang saya cobakan ke bayi saya ini dilengkapi dengan 1 buah insert yang terdiri dari 3 layer microfiber dan 1 layer microfleece. 
Insertnya terdiri dari 4 layer. Foto : Dokumen Pribadi
Karena modelnya pocket maka Insert ini memang harus dimasukkan dulu ke dalam lubang yang tersedia sebelum dipakaikan ke bayi. Meskipun insertnya terdiri dari 4 layer namun setelah dipakai clodi ini tidak menggembung tebal (nggak bulky) sehingga bayi tetap bisa bergerak dengan bebas. 
Foto : Dokumen Pribadi
Saya biasanya memasang insert ini dengan memposisikan layer microfleece di bagian atas. Tujuannya supaya permukaan luar tetap selalu kering meskipun bayi saya pipis berkali-kali.

3. Insertnya bisa menyerap sempurna sehingga permukaan tetap kering

Clodi Little Hippo yang dipakai oleh Tifa ini memiliki insert yang terbuat dari bahan microfiber yaitu bahan yang bisa menyerap cairan secara sempurna. Microfiber merupakan kombinasi poliester bahan sintetik yang memiliki daya serap yang bagus dan menyerap cairan dengan cepat. Sehingga meskipun insert yang berada di dalam sudah basah kena pipis tapi permukaan microfleece yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi tetap kering.
Foto : Dokumen Pribadi
Selain tersedia insert microfiber, tersedia juga pilihan insert yang terbuat dari cotton bamboo yang memiliki kelebihan berupa bahannya lembut, mengalirkan udara dengan lancar, menyerap cairan lebih cepat, mempunyai sifat anti bakteri, dan mudah dibersihkan apabila terkena kotoran. Bahan cotton bamboo ini cocok untuk bayi yang memiliki jenis kulit sensitif. 

4. Bisa tahan hingga 4 - 5 jam tanpa bocor

Pengalaman saya memakaikan clodi little hippo untuk bayi saya telah membuktikan bahwa clodi ini bisa tahan dipakai hingga 4 - 5 jam tanpa bocor. Tentu ini tergantung juga pada volume BAK masing-masing anak. 
Bebas bermain tanpa khawatir bocor. Foto : Dokumen Pribadi
Tapi kalau misalnya bayi BAB ya harus segera diganti dengan clodi yang baru dan bersih. Sehingga menurut perhitungan saya dalam pemakaian sehari minimal kita harus sedia clodi Little Hippo sebanyak 5 - 6 buah. 

5. Motifnya keren dan tersedia dalam banyak pilihan 

Cloth diaper Little Hippo memiliki berbagai pilihan outer yang motifnya keren-keren. Biasanya clodi merk lokal itu kebanyakan outernya memang nggak bermotif alias polos, berbeda dengan clodi impor yang menyediakan pilihan outer bermotif yang warna-warni. Nah kini jika kita ingin mencari clodi lokal yang outernya tersedia dalam berbagai macam pilihan motif keren baik untuk bayi laki-laki maupun perempuan maka Little Hippo adalah jawabannya.
Berbagai macam pilihan motif clodi Little Hippo. Sumber : Fb Littlehippo
Selain motifnya yang eye catchy terdapat juga snap pada bagian outernya untuk adjust ukuran S, M, L dan XL. Pada bagian outer juga dilengkapi dengan perekat velcro yang warnanya matching sehingga mudah memakaikannya dan nggak gampang copot. Clodi little hippo ini bahan outernya 100% terbuat dari Polyester PUL Polyurethanelaminate. Meskipun bersifat waterproof tapi nggak kemresek dan tetap nyaman dipakai untuk bayi.
Bahan outernya 100% polyester jadi nggak bocor deh. Foto : Koleksi Pribadi
Well, setelah mencoba sendiri menggunakan clodi Little Hippo untuk bayi saya, kini image saya terhadap clodi merk lokal jadi berubah. Ternyata nggak semua clodi lokal itu kualitasnya kalah bersaing dengan clodi impor. Kehadiran clodi Little Hippo ini bisa jadi solusi buat para bunda yang selama ini menginginkan clodi murah berkualitas dan asli buatan Indonesia. 
Pakai Clodi Little Hippo Yuk...Foto : Dokumen Pribadi
Jika dibandingkan dengan penggunaan popok sekali pakai sebenarnya memang lebih banyak keuntungan yang ditawarkan dari penggunaan clodi ini. Selain lebih hemat dari sisi pengeluaran uang, penggunaan clodi juga bisa jadi upaya dalam rangka mengurangi timbunan sampah. Dengan memilih clodi untuk sang buah hati, kita juga bisa mengurangi resiko kulit bayi terpapar dari gel penyerap cairan (sodium polyacrylate) yang biasanya terdapat pada popok sekali pakai. Bahan gel ini infonya dapat mengakibatkan kulit bayi kehilangan kelembaban alaminya. Namun penggunaan popok sekali pakai maupun clodi tetap kembali pada pilihan masing-masing bunda ya.

Nah..jika para bunda memilih untuk menggunakan clodi untuk sang buah hati, maka silahkan ceki-ceki soal clodi Little Hippo ini di link berikut :


Juni 17, 2017

Tips Aman dan Nyaman Bermain Air Bersama Anak

Edit Posted by with 27 comments

"Cuci..cuci...pipa..cuci angan", ucap Tifa anak saya yang masih belum lancar berbicara manakala melihat kakaknya sedang mencuci tangan di wastafel. Nalurinya memang selalu ingin bermain dengan air setiap kali melihat ada orang yang sedang menyalakan kran air. Saya sih sudah hafal dengan alasannya yaitu pura-pura ingin ikut cuci tangan, padahal aslinya Tifa ingin bermain air.

Bermain air memang merupakan jenis permainan favorit bagi kebanyakan anak - anak. Gimana enggak jadi favorit? Lha wong jaman mereka masih berada di dalam kandungan, anak-anak ini hidupnya sudah akrab dengan air selama 9 bulan lamanya. Makanya saya sih enggak heran kalau misalnya anak-anak saya jadi sangat suka sekali bermain air.

Bermain air ini biasanya dilakukan oleh anak-anak dengan cara bervariasi, mulai dari main semprotan air langsung dari kran, main air di kamar mandi dengan menggunakan gayung, main air sambil hujan-hujanan, hingga main air sambil berenang di kolam renang atau water park. Pokoknya yang namanya main air itu nggak ada matinya deh buat mereka.

Sebagai ibu yang memiliki 2 orang anak yang juga punya hobi bermain air, maka saya kemudian menyalurkan kegemaran anak bermain air ini salah satunya dengan mangajak mereka bermain air di kolam renang. Menurut saya bermain air di kolam renang ini lebih aman ketimbang membiarkan mereka bermain air di kamar mandi. Jika anak-anak saya bermain air di kamar mandi resikonya mereka akan jadi terpapar dengan kuman, mengingat kamar mandi itu memang tempatnya kuman. Selain itu juga ada resiko jatuh, terpeleset hingga terkunci di dalam kamar mandi.

Dengan mengajak mereka bermain air di kolam renang maka saya sekaligus juga bisa mengajari anak-anak berenang. Apalagi berenang juga memiliki banyak manfaat untuk anak, salah satunya bisa melatih syaraf motorik dan juga emosional anak. Jadi sambil bermain, mereka juga sekaligus bisa belajar dalam suasana yang nyaman dan menyenangkan. 

Bicara soal bermain air sambil berenang, saya memang sudah mulai membiasakan anak saya untuk beradaptasi dengan air sejak mereka berumur 6 bulan. Pada usia ini tujuan saya hanya untuk tahap perkenalan saja supaya anak tidak takut air. Selanjutnya anak saya baru akan belajar berenang betulan saat usianya 4 atau 5 tahun. Pada awal perkenalan biasanya saya mengajak anak saya untuk bermain-main saja di kolam renang. Tahap perkenalan berenang di usia 6 bulan ini saya lakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Mengajak anak untuk duduk di pinggir kolam renang sambil dipegangi. Saya biarkan kaki dan tangannya menyentuh air di kolam.
    Foto : Koleksi Pribadi
  2. Setelah kira-kira 15 menit anak bermain air di pinggir kolam, kemudian saya gendong anak untuk masuk ke dalam kolam. Disini saya latih dia untuk beradaptasi dengan air sambil melakukan permainan sederhana seperti mengejar mainan yang mengapung di air.
    Foto : Koleksi Pribadi
  3. Memposisikan tubuh anak tengkurap dengan cara menyangga tubuh anak di bagian dada, lengan, perut dan paha dengan menggunakan kedua tangan saya. Dalam posisi tersebut saya bawa ia berjalan di kolam supaya anak menikmati bagaimana rasanya mengambang dan bergerak di permukaan air.
    Foto : Koleksi Pribadi
Dengan melakukan langkah-langkah tersebut minimal saya sudah memperkenalkan pada anak tentang posisi berenang. Nah, supaya anak merasa aman dan nyaman saat bermain air di kolam renang maka kondisi emosional ibu juga harus tenang, tidak perlu panik atau khawatir saat mengajak anak untuk bermain air di dalam kolam. Apabila anak ternyata masih merasa takut maka sebaiknya aktivitas segera dihentikan dan bisa dilanjutkan lagi jika anak sudah merasa tenang. Supaya kegiatan semakin nyaman dan menyenangkan jangan lupa untuk membawa mainan renang berwarna-warni seperti bebek plastik atau bola plastik. Jika memiliki saudara misalnya kakak atau sepupu tak ada salahnya untuk diajak turut serta bermain air di kolam bersama anak. Agar suasana bermain air jadi semakin seru.
Foto : koleksi pribadi
Bermain air di kolam renang bersama anak memang menyenangkan. Namun karena kolam renang termasuk dalam kategori tempat umum dan terbuka yang bisa diakses oleh banyak orang maka kita juga harus selalu menjaga keamanan anak ketika bermain di area umum semacam ini. Memang sih, dengan bermain di tempat umum anak juga bisa belajar bersosialisasi dengan orang lain tapi kita tetap harus hati-hati karena anak-anak sangat rentan untuk menjadi korban tindak kejahatan dari orang - orang yang tidak bertanggung jawab. Selain itu area kolam renang juga berisiko menyebabkan anak cedara, jatuh atau tenggelam sehingga saya menerapkan tips berikut untuk menjaga keamanan anak saat bemain air di kolam renang :

1. Tidak lepas pengawasan terhadap anak

Anak saya ada 2 orang. Yang pertama usia 7 tahun dan yang kedua berusia 16 bulan. Metode pengawasan untuk keduanya tentu berbeda, jika sang adik masih mendapatkan pengawasan penuh maka sang kakak sudah bisa diberi kebebasan bermain sendiri namun tetap dalam pemantauan. Karena harus mengawasi 2 anak maka saya selalu berbagi tugas dengan suami, misalnya saya yang menjaga dan mengawasi sang adik, semantara suami mendampingi sang kakak selama bereksplorasi sambil bermain air di kolam.

2. Memastikan anak untuk selalu mengenakan Pelampung

Saat mengajak anak bermain air di kolam, saya juga selalu memastikan anak selalu memakai pelampung. Hal ini kami lakukan demi menjaga keamanan dan keselamatan anak dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Foto : Koleksi Pribadi
3. Tidak share lokasi bermain anak di sosial media

Biasanya saat sedang mengajak anak bermain di area umum, orang tua pasti suka sekali mengabadikan momen dengan menggunakan kamera ponsel lalu upload di sosial media. Begitu pula saya juga sering melakukan hal yang sama. Namun yang harus dihindari adalah melakukan share lokasi bermain anak. Karena hal ini bisa memancing kejahatan apabila ada pihak-pihak tak bertanggungjawab yang ikut mengakses update status di sosial media yang kita miliki. Sehingga kita memang harus bijak dalam menggunakan sosmed terutama saat ingin upload kegiatan bersama anak.

4. Mematuhi peraturan yang ada di kolam renang

Ini juga sangat penting dilakukan. Biasanya di area kolam renang ada aturan bahwa saat bermain di dalam kolam anak harus didampingi orang tua dan hanya boleh berenang di tempat khusus untuk anak-anak. Maka ini juga harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar oleh para orangtua karena peraturan tersebut memang dibuat untuk menjaga keamanan seluruh pengunjung.

5. Memastikan kondisi tubuh anak sehat

Sebelum mengajak anak-anak bermain air di kolam renang saya selalu memastikan kondisi tubuh mereka fit dan tidak sedang kelelahan. Selain itu juga anak-anak harus sudah makan dan tidak sedang dalam keadaan batuk atau pilek. 
Foto : Koleksi Pribadi
Beberapa orang tua memang ada yang terlalu protektif sehingga kadang melarang anaknya bermain air. Alasannya macam-macam mulai dari khawatir aktivitas bermain air bakal bikin lingkungan rumah jadi becek hingga khawatir anaknya jadi sakit gara-gara bermain air, seperti sakit masuk angin, pilek hingga demam. Padahal jika kondisi tubuh fit dan tidak ada masalah saat sedang bermain air, sebenarnya hal ini malah bisa jadi sarana pembelajaran yang bermanfaat untuk perkembangan anak. Adapun manfaat bermain air untuk anak adalah :
  • Merangsang Kemampuan Memecahkan Masalah (Problem Solving): Saat anak bermain dengan air, mereka akan mempelajari tentang proses sebab akibat. Misalnya saat kita memberikan mainan yang dapat mengambang, anak akan segera mengerti bahwa tidak semua benda besar tenggelam, dan beberapa benda dapat mengambang.
  • Mengasah Kemampuan Matematika : Dengan Bermain air maka anak dapat mempelajari konsep lebih banyak atau lebih sedikit, sama atau tidak sama, kosong atau penuh dan lain sebagainya. Anak juga bisa diajari mengapa ada hujan, mengapa ada air terjun, dan beberapa bentuk zat seperti gas, padat dan cair.
  • Merangsang Perkembangan Fisik : Bermain air dapat mendorong perkembangan koordinasi mata dan tangan melalui aktivitas menuangkan air, menggosok, atau bahkan mencipratkan air. Anak juga akan semakin mempelajari konsep perbedaan suhu (panas dan dingin), ukuran (besar dan kecil), dan lain-lain.
  • Pengendalian Emosi : Apabila orang dewasa punya ritual mandi busa atau shower hangat untuk menenangkan diri, maka anak bisa menenangkan emosinya melalui bermain air. Kegiatan seperti menyiram, menyipratkan, dan lainnya akan membantu anak dalam mengekspresikan emosinya.
  • Merangsang Perkembangan Bahasa : Cara terbaik untuk mengembangkan kemampuan bahasa pada bayi adalah meluangkan waktu untuk ‘mengobrol’. Hal ini bisa dilakukan di sela-sela aktivitas bermain air bersama anak.
  • Perkembangan Kreativitas : Bermain air mengajak anak untuk menggunakan imajinasinya, terutama bila acara main air ditemani mainan seru yang lucu. Bermain air juga mendorong anak untuk mencoba ide - ide baru.  
*)Sumber : zwitsal.co.id
Foto : Koleksi Pribadi
Eniwei..bermain air yang aman dan nyaman juga sebenarnya nggak melulu harus dilakukan di kolam renang atau water park. Mahal juga euy kalau setiap minggu saya harus mangajak anak bermain air ke waterpark. Selain bermain air di kolam renang, ada beberapa alternatif lain yang biasa saya lakukan untuk menyalurkan kesukaan anak bermain air yaitu dengan cara mengajak anak menyiram tanaman, mengajak anak mencuci kendaraan di halaman, mengajak anak berkreasi menciptakan permainan dengan menggunakan media air dan lain sebagainya.
Foto : Koleksi Pribadi
Air memang merupakan media yang aman untuk digunakan bermain oleh anak-anak. Resiko yang pasti terjadi saat anak bermain air ya memang basah. Kalau sudah terlalu lama kebasahan, anak-anak memang bisa jadi kedinginan. Jika daya tahan tubuhnya kurang bagus dan ditambah dengan kelelahan akibat bermain memang ada resiko terserang demam. Tapi orang tua tidak perlu khawatir berlebihan jika anak demam. Karena demam sebenarnya merupakan mekanisme sistem pertahanan tubuh. Demam pada anak ditandai dengan naiknya suhu tubuh anak diatas 37,5 °C. Hal ini bisa diatasi di rumah dengan memberikan obat penurun panas untuk anak yang aman dan terpercaya yaitu Tempra.
Foto : Koleksi Pribadi
Saya juga selalu menyediakan Tempra di rumah sebagai pertolongan pertama saat anak saya demam. Obat ini mengandung paracetamol yang merupakan zat antipiretik yang aman digunakan pada bayi hingga dewasa. Untuk anak saya Tifa yang masih berusia 16 bulan saya biasa menggunakan Tempra Drop. Sebenarnya Tempra drop digunakan khusus untuk anak usia 0-12 bulan. Namun karena Tifa ini masih sering menolak minum obat dengan menggunakan sendok maka hingga sekarang saya masih tetap menggunakan yang drop dengan alasan agar lebih mudah meminumkannya. Lagipula dosis pemberiannya juga bukan berdasarkan umur melainkan menggunakan patokan berat badan. Berat badan Tifa saat ini adalah 10 kg sehingga dosis yang saya berikan saat ia demam adalah sebanyak 1,0 ml. Berikut daftar perhitungan kebutuhan Tempra Drop saat anak demam dengan menggunakan patokan berat badan :
Sumber : Instagram @tempra.ots

Tempra juga tersedia dalam kemasan lain yaitu Tempra Syrup untuk anak berusia 1-6 tahun dan Tempra Forte yang khusus untuk anak berusia 6-12 tahun. Di dalam kemasannya sudah tersedia gelas takar untuk mengukur dosis yang diberikan kepada anak. Agar tidak terjadi kelebihan dosis kita juga bisa memakai standar perhitungan dosis yang benar menurut berat badan sebagai berikut :
Sumber : Instagram @tempra.ots
Sumber : Instagram @tempra.ots
Masa anak-anak memang merupakan masa bermain, sehingga anak usia dini butuh dukungan kebebasan dalam bermain. Yang diperlukan oleh anak-anak adalah bimbingan dari orang tua yang penuh perhatian dan kasih sayang namun tidak penuh dengan berbagai macam larangan. Orang tua perlu menghormati pilihan anak dalam bermain dan memberikan petunjuk atau pengarahan saat diperlukan. Selain itu orang tua juga wajib menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak selama mereka melakukan aktivitas bermain. Anak-anak yang diberikan kebebasan dalam bermain akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, mandiri dan percaya diri. Termasuk dalam hal ini adalah memberi kebebasan anak melakukan kegemarannya bermain air. Sekilas memang tampak seperti aktivitas yang sangat sederhana namun ternyata ada begitu banyak manfaat didalamnya. Selamat bermain air ya...Stay Safe and Happy :)

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Juni 15, 2017

Anyang-Anyangan, Wanita dan Prive Uri-Cran

Edit Posted by with 31 comments
Anyang-anyangan, Wanita dan Prive Uri-Cran. Wanita diciptakan Tuhan dengan dikaruniai naluri keibuan yang kuat. Hal ini menyebabkan banyak wanita yang kemudian jadi lebih fokus terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarganya ketimbang dirinya sendiri. Sebagai contoh misalnya seorang ibu yang terlalu sibuk mengurus anak, jadi jarang berolahraga. Atau wanita yang bekerja mencari nafkah untuk keluarga malah terkadang jadi mengabaikan waktu istirahat bagi dirinya sendiri. Padahal ada begitu banyak penyakit yang beresiko menyerang wanita terutama bagi mereka yang kurang menerapkan pola hidup sehat. Salah satu penyakit yang rentan terjadi pada wanita adalah Infeksi Saluran Kemih dengan gejala awal berupa anyang-anyangan.

Kaum wanita memang lebih rentan untuk terkena infeksi saluran kemih semacam ini. Menurut survey yang pernah dilakukan oleh European Association of Urology dikatakan bahwa 5 dari 10 wanita pernah mengalami anyang-anyangan. Wanita aktif dengan mobilitas tinggi juga semakin rawan untuk terkena anyang-anyangan karena biasanya wanita yang aktif bekerja di luar rumah akan lebih sering menggunakan toilet umum. Walaupun sebenarnya siapapun bisa terkena resiko anyang-anyangan mulai dari anak-anak, ibu hamil, orang dewasa baik pria maupun wanita.

Sumber ilustrasi : booklet prive uri-cran 

Sebagai wanita saya juga pernah mengalami anyang-anyangan yang sangat mengganggu tepatnya pada bulan April kemarin. Awalnya saya merasa ingin buang air kecil terus menerus. Tapi lama-lama kok tiap habis buang air kecil seperti ada rasa mengganjal pada saluran kencing dan terasa nyeri. Saya pikir, mungkin karena saya kurang minum air putih. Namun setelah saya perbanyak konsumsi air putih, tetap saja rasa tidak nyaman pada saluran kencing tersebut belum menghilang juga. Justru terasa semakin mengganggu.

Kondisi semacam ini sangat menghambat aktivitas saya sehari-hari. Saat sedang bekerja di kantor, saya jadi tidak bisa fokus karena baru sebentar duduk sudah harus keluar ruangan untuk buang air kecil. Itupun rasanya tidak bisa tuntas. Akibatnya saat kembali duduk untuk melanjutkan pekerjaan rasanya tetap tidak nyaman. Begitu juga ketika saya tiba di rumah. Anyang-anyangan ini tetap saja masih mengganggu aktivitas saya dan bikin saya jadi uring-uringan sendiri.

Kemudian saya konsultasikan hal ini ke dokter. Dan saya disarankan untuk melakukan pemeriksaan urin ke laboratorium, karena indikasinya mengarah pada gejala infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih adalah suatu infeksi yang terjadi ketika ada bakteri yang menyerang bagian tertentu dari sistem saluran kemih yang terdiri atas ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Infeksi saluran kemih ini terbagi menjadi 2, yaitu Infeksi saluran kemih bawah dan atas. Infeksi saluran kemih bawah adalah infeksi yang terjadi pada uretra dan kandung kemih. Gejalanya meliputi rasa selalu ingin buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urin yang keruh, dan bau urin yang menyengat. Sedangkan Infeksi saluran kemih atas merupakan infeksi yang terjadi pada ureter dan ginjal. Gejala dari kondisi ini meliputi nyeri pada bagian selangkangan, mual, dan demam.

Setelah saya melakukan tes urin, hasilnya menunjukkan kadar leukosit dalam urin melebihi batas normal. Yang seharusnya hanya 0-2, tapi hasil tes saya menunjukkan angka 7-8.
Hasil tes urin saya pada tgl 28 April 2017
Kata dokter, ini merupakan penanda awal adanya gejala infeksi pada saluran kencing. Jika tidak diobati bisa berkembang jadi infeksi yang lebih luas. Menurut dokter penyebab anyang-anyangan yang saya alami ini bisa karena kurang minum air putih dan bisa juga karena sering menahan buang air kecil. Iya sih benar juga analisanya karena beberapa bulan kemarin saya sering banget menahan buang air kecil terutama saat malam hari. Saya memang seringkali terjaga saat tengah malam untuk menyusui anak saya. Usai menyusui saya sering merasa haus dan terasa ingin buang air kecil. Tapi saya malas bangun karena sudah ngantuk berat dan juga capek karena seharian bekerja. Padahal sebenarnya tubuh saya sudah mengirim sinyal pertanda kurang cairan yaitu munculnya rasa haus dan kering di tenggorokan dan juga sinyal untuk segera membuang kotoran yang sudah menumpuk di kandung kemih. Tapi dasar saya yang pemalas malah lebih memilih untuk melanjutkan tidur daripada bangun sebentar untuk minum dan buang air kecil. Selain itu saya juga kurang minum air putih saat siang hari. Kalau sudah bekerja di kantor dan duduk di depan komputer saya sering lupa minum. Huft...baru saya sadari, ternyata saya sendiri termasuk dalam kategori wanita yang kurang menerapkan pola hidup sehat.

Selain karena alasan yang saya sebutkan di atas, Infeksi Saluran Kemih juga dapat disebabkan karena kondisi toilet yang tidak bersih, air untuk membasuh saat buang air yang tidak bersih serta arah proses pembasuhan setelah BAB yang tidak benar. Kondisi ini yang bikin bakteri jadi menempel pada dinding saluran kemih kita kemudian menyebabkan infeksi saluran kemih dengan gejala awal berupa anyang-anyangan. 

Nah, balik lagi ke hasil tes urin saya. Setelah diketahui angka leukosit yang di atas standar normal, kemudian saya diberikan resep antibiotik. Tapi jujur saja, saya tipe orang yang malas minum obat. Selain rasanya yang tidak enak, saya juga khawatir dengan efek sampingnya yang katanya bisa bikin tubuh jadi resisten. Apalagi saya juga sedang dalam masa menyusui. Sebisa mungkin saya jauhi obat-obatan kimia dulu deh. Kemudian saya berupaya mencari alternatif pengobatan lain untuk anyang-anyangan yang bersifat alami. 

Akhirnya setelah googling di internet saya menemukan informasi cara mengatasi anyang-anyangan secara alami dengan menggunakan Prive Uri-Cran. Ini merupakan produk suplemen makanan dari Combiphar yang mengandung ekstrak cranberry.
sumber gambar : dokumen pribadi
Cranberry atau Vaccinium oxycoccos adalah tanaman jenis berry yang termasuk tanaman semak atau tanaman yang biasanya tumbuh liar. Buah cranberry yang mempunyai warna merah tua ini tergolong ke dalam tumbuhan semak-semakan pendek dan banyak ditemukan di bagian utara Amerika dan Kanada. Buah ini mempunyai kadar vitamin C yang cukup tinggi. Selain itu juga kaya serat makanan, mineral dan flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, dan quercetin dan memiliki senyawa fitokimia, yaitu salah satu sumber anti oksidan polifenol sehingga buah cranberry sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan dapat mencegah penyakit yang berbahaya seperti kanker dan penyakit jantung.
sumber gambar : uricran.co.id

Buah Cranberry sendiri telah lama diteliti dan digunakan di Amerika serta terbukti efektif mencegah infeksi saluran kemih karena kaya akan Proantocyanidin (PAC) yang dapat mencegah penempelan bakteri E-coli pada dinding saluran kemih. Kasus anyang-anyangan memang 80% disebabkan oleh bakteri jenis ini. Bakteri E-Coli tersebut yang menjadi penyebab sakit saat buang air kecil. Adapun cara kerja buah cranberry dalam mengusir bakteri E-coli yang menempel pada saluran kemih digambarkan sebagai berikut:

sumber ilustrasi : booklet prive uri-cran
Dalam ilustrasi diatas digambarkan tentang zat Proantocyanidin (PAC) yang terkandung di dalam buah Cranberry dapat mencegah bakteri E-Coli menempel pada dinding sel epitel saluran kemih dan membuangnya bersama air kencing. Ternyata manfaat buah cranberry memang ampuh untuk menyembuhkan anyang-anyangan dan mengatasi sakit buang air kecil. Tapi sayangnya buah ini sulit didapatkan di pasaran. Harganya juga mahal dan jika dibuat jus rasanya agak pahit dan asam. Tapi untungnya sekarang sudah ada Prive uri-cran sehingga saya tidak perlu repot lagi harus mencari buah cranberry.
Prive Uri -Cran kapsul dan powder sachet

Prive Uri-cran ini produknya ada 2 macam yaitu kapsul dan sediaan powder sachet. Prive Uri-cran kapsul terdiri dari 30 kapsul per box yang dijual dengan harga sekitar 120.000,-, sedangkan Prive Uri-cran Plus yang berbentuk sachet terdiri dari 15 sachet per box dengan harga jual sekitar 85.000,-. Berhubung saya ini rada susah minum obat yang model kapsul, makanya saya memilih untuk membeli Prive Uri-Cran Plus yang sediaannya dalam bentuk powder sachet. Saya kemarin membeli di apotik K-24. Selain di K-24, produk ini juga bisa didapatkan di apotik kimia farma, guardian, watson, century, viva health dan apotik lainnya. Kemarin saat beli di K-24, produk yang tersedia hanya tinggal 1 box. Langsung deh saya beli semua dan begitu sampai di rumah langsung saya coba minum.

sumber gambar : dokumen pribadi

Cara konsumsinya yaitu dengan melarutkan 1 sachet berisi powder ke dalam 100 - 150 ml air. Lebih segar jika menggunakan air dingin. Setelah diaduk rata, warna air akan berubah menjadi ungu. Lalu segera minum larutan tersebut sampai habis. Untuk hasil yang maksimal sebaiknya minum sebanyak 2 gelas per hari selama kurang lebih 10 hari. Rasanya enak dan seger banget.

Finnaly, setelah saya konsumsi Prive Uri-cran selama 5 hari efeknya mulai terasa. Perasaan tidak nyaman di saluran kencing yang beberapa hari sangat mengganggu lama-lama menghilang. Dan akhirnya sayapun bisa kembali menjadi wanita aktif yang bebas beraktifitas tanpa gangguan anyang-anyangan. 

Eniwei Prive Uri-cran nggak hanya berfungsi untuk mengatasi susah buang air kecil saja lho. Bisa juga tetap dikonsumsi setiap hari meskipun anyang-anyangan sudah sembuh. Selain ada kandungan ekstrak cranberry yang bisa menjaga kesehatan saluran kemih dan mencegah berulangnya anyang-anyangan, di dalam produk Prive Uri-Cran Plus juga ada kandungan probiotic dan vitamin C yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh dan kesehatan saluran cerna. Produk ini juga sudah memiliki ijin edar resmi dari BPOM serta aman dikonsumsi anak-anak usia di atas 3 tahun. 
Sumber Inforafis : uricran.co.id
Pernah mengalami anyang-anyangan yang sangat mengganggu seperti yang saya ceritakan di atas bikin saya kapok. Nggak mau lagi deh kalau sampai kena anyang-anyangan lagi. Sehingga saya melakukan upaya pencegahan sebagai berikut agar anyang-anyangan nggak kembali berulang :

1. Tidak Menahan Berkemih
Jika merasa ingin berkemih sekarang saya nggak mau nahan-nahan lagi, karena hal ini bisa bikin bakteri E-coli yang sudah menempel pada saluran kemih jadi berkembang semakin banyak dan menimbulkan infeksi saluran kemih.

2. Membilas Dengan Benar
Usai BAB maupun BAK saya melakukan pembilasan dengan cara dari arah depan ke belakang. Sehingga kuman dan bakteri tidak akan masuk ke vagina. Jika membilas dari arah belakang ke depan justru akan membawa semua kuman dan bakteri masuk ke dalam saluran kemih sehingga rentan menyebabkan anyang-anyangan atau infeksi saluran kemih.

3.Konsumsi Prive Uri-cran Plus
Meskipun sudah sembuh dari anyang-anyangan saya tetap konsumsi prive uri-cran sebanyak 1 sachet per hari sebagai upaya menjaga kesehatan saluran kemih agar anyang-anyangan tidak kembali berulang.

Nah, karena saya udah nyobain prive uri cran untuk menyembuhkan anyang-anyangan secara alami dan terbukti manjur, makanya produk ini recomended untuk dicoba oleh para wanita lainnya. Sebagai wanita kita memang harus selalu peduli terhadap kesehatan kewanitaan khususnya area sekitar saluran kemih. Karena resiko seorang wanita untuk terkena anyang-anyangan mencapai 50 %. Hal ini disebabkan karena anatomi saluran kemih wanita lebih pendek daripada laki-laki. Pada wanita jarak antara saluran kemih (uretra) ke saluran pembuangan air besar (BAB) lebih dekat, sehingga rentan mengalami gangguan di seputar saluran kemih. Infeksi saluran Kemih ini jika tidak segera diobati dapat mengakibatkan kerusakan ginjal bahkan jika terjadi pada wanita hamil bisa mempengaruhi tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Saya pernah membaca berita tentang seorang artis wanita yang menderita infeksi saluran kemih saat hamil namun penanganannya terlambat. Akhirnya bakteri yang tadinya menginfeksi saluran kencing malah jadi menginfeksi bayi yang dikandungnya hingga bayinya meninggal. Wah...fatal banget ya ternyata akibatnya jika infeksi saluran kemih ini tidak segera ditangani dengan baik.
Anyang-Anyangan, Wanita dan Prive Uri-Cran
Hari Wanita Internasional yang diperingati pada tanggal 8 Maret 2017 yang lalu seharusnya bisa dijadikan momentum bagi para wanita Indonesia khususnya saya sendiri untuk lebih memperhatikan kesehatan kita masing-masing. Bukan hanya demi diri sendiri tetapi juga demi orang-orang yang kita cintai. Dengan selalu menjaga kesehatan tentunya para wanita khususnya kaum ibu bisa memiliki lebih banyak waktu berkualitas untuk mendampingi anak-anak dan keluarga. Apalagi di jaman emansipasi seperti saat ini dimana sudah banyak wanita yang memiliki karir cemerlang dan bebas menentukan pilihan bagi diri sendiri. Wanita yang dulunya selalu dibatasi dalam menentukan pilihan kini semakin banyak mendapatkan dukungan positif untuk menentukan apapun pilihan terbaik bagi kehidupannya. Dalam hal ini termasuk menentukan pilihan untuk hidup sehat serta terbebas dari anyang-anyangan secara alami. Jika dulu pilihannya hanya ada obat-obatan kimia, bersyukur kini sudah ada Prive Uri-cran yang merupakan solusi pertama di Indonesia untuk menyembuhkan anyang-anyangan secara alami dan juga menjaga kesehatan kewanitaan. 

Mei 28, 2017

Kupas Tuntas 3 Langkah Hadapi Alergi di Platinum Kids Olympics Morinaga Allergy Week 2017

Edit Posted by with 12 comments

Saya memiliki anak yang positif alergi. Alergi ini mulai muncul saat anak saya Tayo berusia sekitar 2 tahunan. Awalnya ia sering mengalami kejadian kulit tiba-tiba merah. Saking seringnya hal tersebut terjadi maka kemudian saya menduga Tayo alergi terhadap suatu makanan. Tapi saya belum tau jenis makanan apa yang jadi pencetusnya. Seiring berjalannya waktu gejalanya berkembang jadi sering bersin dan pilek. Kalau sudah begitu Tayo jadi rewel karena merasa kurang nyaman.

Baca : Ketika Anakku Divonis Asma

Daripada menduga-duga akhirnya saya konsultasikan Tayo ke dokter. Kemudian Tayo disarankan untuk menghindari konsumsi susu sapi, kacang-kacangan, telur, ikan, serta menjauhkan dari debu dan udara dingin. Kata dokter hal-hal tersebut memang bisa jadi pemicu alergi pada anak. Tapi jika ingin mengetahui lebih jelas tentang faktor pemicu alergi pada Tayo maka anak saya disarankan untuk menjalani tes alergi di laboratorium. Saya sempat dilema juga sih waktu itu. Kalau menuruti saran dokter untuk tes alergi biayanya cukup mahal. Tapi kalau nggak dites dan hanya menduga-duga saja maka Tayo harus menghindari bahan makanan bergizi yang belum tentu jadi pencetus alerginya. Akhirnya setelah menimbang-nimbang saya memutuskan untuk mengajak Tayo tes alergi saja. Dan ternyata setelah dilakukan tes, bisa diketahui bahwa penyebab alerginya Tayo bukan berasal dari makanan, melainkan berasal dari hirupan yaitu tungau debu. 
Kenali gejala alergi pada anak. sumber : www.cekalergi.com
Bicara soal Alergi, sebenarnya ini merupakan reaksi yang berlebihan dari tubuh terhadap partikel atau zat tertentu yang berasal dari luar. Tubuh merespon reaksi tersebut sebagai bentuk perlindungan. Kekebalan dan daya tahan tubuh akan melawan zat asing yang masuk ke dalam tubuh seperti layaknya menyerang penyakit. Padahal sebenarnya zat tersebut bukan penyakit dan tidak berbahaya. Akibat perlawanan dari dalam tubuh inilah maka biasanya timbul reaksi alergi pada seseorang. Partikel atau zat penyebab alergi ini dikenal dengan istilah alergen. Alergen ini bisa berasal dari berbagai sumber seperti susu sapi, protein, ikan-ikanan, serbuk sari, bulu binatang, debu, telur dan lain sebagainya. Saat terpapar alergen, tubuh seseorang yang memiliki bakat alergi akan membentuk antibodi yang bernama Imunoglobulin E (IgE). 

Menurut informasi yang pernah saya baca, Kasus alergi pada anak-anak paling banyak ditemukan pada usia di bawah 2 tahun. Alergi dapat timbul seiring dengan perkembangan usia. Pada usia tertentu organ tubuh yang terpengaruh dapat berbeda. Sejak lahir hingga usia 3 tahun maka organ yang paling sensitif terkena alergi adalah kulit dan pencernaan. Pada usia 3-7 tahun gangguan kulit dan pencernaan akan berkurang, namun seringkali muncul gangguan saluran pernapasan seperti asma. Setelah usia 7 tahun sampai remaja asma akan berkurang namun gangguan pada hidung seperti rinitis masih berlanjut. Namun bukan berarti alergi tersebut sembuh, hanya saja organ tubuh yang terganggu berpindah. 
Grafik rangkaian kejadian alergi. Sumber : www.cekalergi.com
Pada kenyataannya, kasus alergi yang terjadi pada anak-anak memang biasanya tidak bisa langsung diketahui penyebabnya secara cepat. Butuh kejelian dari orang tua untuk menemukan apa yang bisa menjadi faktor pencetusnya. Menurut DR.Dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(k) selaku konsultan Alergi Imunologi Anak, penyakit alergi seperti asma, rinitis alergi, alergi makanan, dermatitis atopik serta alergi protein susu sapi merupakan kasus alergi yang paling banyak diderita. Biasanya ini berasal dari faktor genetik yaitu keluarga dengan riwayat positif alergi. Jika kedua orang tua tidak memiliki alergi, maka resiko alergi yang diturunkan hanya sebesar 5% sampai dengan 15%. Jika dalam keluarga memiliki satu saudara kandung yang positif alergi maka resiko alergi yang diturunkan 25% sampai 30%. Sementara jika salah satu orang tua memiliki alergi maka resiko alergi yang diturunkan sebesar 20% sampai 40%. Akan tetapi resiko ini meningkat hingga sebesar 80% jika kedua orang tua menderita gejala alergi yang sama.
Tabel Resiko alergi. sumber : www.cekalergi.com
Kasus alergi pada anak yang sering terjadi adalah alergi protein susu sapi yang umumnya terjadi pada anak yang tidak mendapatkan Air Susu Ibu. Di dalam susu sapi terdapat 2 jenis protein yaitu casein dan whey yang memiliki nilai zat gizi tinggi. Tapi pada anak yang hipersensitif protein susu terutama casein, maka konsumsi susu sapi akan dapat memicu terbentuknya zat antibodi IgE. Selanjutnya zat IgE akan melepaskan histamin yaitu zat yang bisa menimbulkan berbagai reaksi alergi pada tubuh seperti :

  • Pada kulit : kemerahan atau bengkak
  • Pada saluran pencernaan : diare, muntah, kolik
  • Pada saluran pernapasan : batuk pilek berulang, bersin, asma
Yuk kenali gejala alergi susu sapi. sumber : www.cekalergi.com
Tayo termasuk beruntung sebab hasil tes laboratorium tidak menyatakan bahwa ia menderita alergi susu sapi. Karena susu sapi adalah salah satu sumber nutrisi yang penting untuk pertumbuhan anak. Sebenarnya jika anak menderita alergi terhadap protein susu sapi, masih bisa disiasati dengan memberikan susu soya. Jadi jangan sampai alergi yang diderita anak menyebabkan asupan nutrisinya jadi terhambat.

Sayangnya belum semua masyarakat teredukasi dengan baik tentang alergi sehingga kasus alergi yang terjadi pada anak kadang tidak tertangani dengan baik. Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa anaknya sedang mengalami reaksi alergi. Lebih buruknya justru menyamakan dengan penyakit infeksi seperti virus atau bakteri contohnya diare dan batuk pilek.

Kampanye Semua Dari ingin Tau
Jika reaksi alergi yang terjadi dianggap sebagai penyakit infeksi dan diberikan obat antibiotik misalnya, tentu hal ini tidak dapat menyelesaikan masalah. Justru bisa-bisa anak malah jadi over dosis obat-obatan, karena setiap kali alerginya kambuh malah dianggap sebagai penyakit infeksi. Kondisi semacam ini masih banyak terjadi di masyarakat karena kurangnya pemahaman tentang alergi pada anak.

Sehingga dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang alergi pada si kecil, maka pada tanggal 14 Mei 2017 Morinaga menyelenggarakan Platinum Kids Olympics bertempat di Jakarta sebagai wujud dari kampanye tahunan Semua Dari Ingin Tau yang rutin diselenggarakan oleh Morinaga. Di dalam event ini dikupas tuntas tentang 3 Langkah tepat Hadapi Alergi.

Langkah 1. Tau - Melalui Morinaga Allergy Week Platinum Kids Olympic

Langkah pertama dalam mencegah dan mengatasi alergi pada anak adalah dengan mengenali adakah gejala alergi pada anak. Jika orang tua masih belum punya pedoman maka bisa dilakukan pengecekan melalui www.cekalergi.com yaitu modul digital dari Morinaga yang mendukung orang tua dalam mengakses berbagai informasi alergi pada anak. Selain itu Morinaga juga menyediakan coaching clinic atau layanan konsultasi tentang alergi dengan nutrisionist di semua gerai KalCare di seluruh Indonesia yang dapat dihubungi atau didatangi setiap hari kerja. Ada pula program live chat dengan dokter.
Tes untuk mengetahui resiko alergi pada si kecil
Berbagai resep masakan bebas alergi
Dulu saya juga memanfaatkan modul digital tersebut untuk mengecek resiko alergi pada anak saya. Karena hasilnya menunjukkan bahwa Tayo memiliki resiko alergi yang cukup tinggi kemudian saya konsultasikan ke dokter. Jika diagnosa dokter sudah mengarah ke alergi, memang diupayakan untuk bisa segera ditemukan faktor pencetusnya. Dalam dunia medis ada 2 cara yang bisa digunakan untuk menemukan faktor pencetus ini yaitu dengan melakukan Skin Prick Test dan Tes Darah.

Skin Prick Test adalah salah satu cara mendiagnosis alergi yang paling umum dilakukan oleh tenaga medis saat ini. Yaitu dengan cara kulit di daerah tangan diberi nomer urut serta kode tertentu. Kemudian disamping nomor urut dan kode tersebut akan diberikan tetesan zat yang merupakan ekstrak dari sejumlah alergen. Setelah didiamkan beberapa waktu akan terlihat reaksi pada kulit tangan seperti bentol kemerahan. Apabila bentol tersebut timbul pada bagian yang diteteskan maka dapat disimpulkan bahwa zat tersebut merupakan faktor alergen bagi orang tersebut.

Yang kedua adalah tes darah yaitu tes alergi yang dilakukan dengan cara mengambil sampel darah untuk diperiksa lebih lanjut. Darah akan dicampur dengan berbagai bahan yang mengandung alergen. Perubahan yang terjadi akan terus dipantau terutama berapa banyak zat histamin yang tersebar akibat pencampuran tersebut. Tes darah ini lebih cocok dilakukan pada anak-anak jika dibandingkan prick test. Anak saya dulu juga menjalani tes darah untuk menentukan pencetus alergi yang dideritanya.
Platinum Kids Olympics 2017
Meskipun memiliki anak dengan alergi bukan berarti lantas anak kita tidak bisa berprestasi. Sehingga dalam rangka mendukung anak-anak alergi agar tetap bisa berprestasi maka Morinaga menyelenggarakan Platinum Kids Olympics, yaitu program unggulan Morinaga Allergy Week dalam rangka membangkitkan sportifitas si kecil untuk anak usia 5-10 tahun guna mengasah kecerdasan multitalenta (brain care), memberikan pertahanan tubuh ganda (body defense), mendukung tumbuh kembang optimal (body growth) serta mendukung kebutuhan nutrisi si kecil. 

Keseruan acara Platinum Kids Olympics 2017
Morinaga Kids Olympics 2017 juga melibatkan peran orang tua karena Morinaga percaya bahwa pola asuh yang baik, interaksi positif antara orang tua dengan anak serta asupan nutrisi yang tepat merupakan landasan agar anak dapat berkembang menjadi pribadi yang sadar akan potensinya. "Dalam kegiatan ini anak akan melakukan berbagai aktivitas stimulasi yang dapat mengasah kecerdasan majemuk yaitu kecerdasan yang menyangkut banyak bidang dalam kehidupan sehari - hari seperti kecerdasan kinestetik, visual spasial, logika matematika, interpersonal, intrapersonal, musik, linguistik, naturalis serta kecerdasan moral", begitu penjelasan dari Dr. Rose Mini A Prianto selaku Psikolog dan Konsultan Multiple Intellignece yang hadir dalam event ini.

Langkah 2 : Cegah dan Atasi - Melalui Morinaga Allergy Total Solution

Alergi yang terjadi pada anak sebenarnya bukan merupakan suatu hal yang perlu dikhawatirkan. Karena pada prinsipnya hal ini bisa diatasi. Alergi pada anak dapat dicegah dengan pemberian nutrisi yang baik, penerapan pola hidup sehat serta menghindari faktor resiko. Untuk itu Morinaga memiliki program tetap yaitu Morinaga Allergy Total Solution yang merupakan solusi total alergi untuk si Kecil melaui sinergi nutrisi yang tepat. 
Ini merupakan hasil pengembangan PT Kalbe Nutritionals bersama Morinaga Research Center Jepang. Morinaga Allergy Total Solution terdiri dari 3 keunggulan yaitu :
  1. Solusi nutrisi total untuk pencegahan alergi serta tata laksana alergi susu sapi
  2. Tersedianya produk nutrisi untuk anak dari lahir sampai usia 12 tahun
  3. Sinergi nutrisi yang tepat dan mencakup Brain care, Body Defense dan Body Growth.
Morinaga Chil Kid P-HP MoriCare+ merupakan produk nutrisi untuk anak yang alergi terhadap susu sapi. Ini adalah formula pertumbuhan untuk usia anak 1-3 tahun dengan protein whey terhidrolisa parsial. Morinaga Chil Kid P-HP MoriCare+ merupakan kombinasi antara zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin dan mineral) yang dapat memenuhi kebutuhan untuk pertumbuhan anak secara optimal.
Morinaga PHP

Selain itu tersedia juga Morinaga Chil Kid Soya MoriCare+ yang merupakan formula pertumbuhan bergizi dengan isolat protein. Morinaga Chil Kid Soya MoriCare+ merupakan kombinasi antara gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin dan mineral) yang dapat memenuhi kebutuhan untuk pertumbuhan anak yang juga dilengkapi dengan Bifidobacterium longum BB536 dan Bifidobacterium breve M-16V. Morinaga Chil Kid Soya MoriCare+ adalah formula untuk anak usia 1-3 tahun yang mengalami :
• Intoleransi terhadap laktosa
• Menderita galaktosemia
• Intoleransi terhadap protein susu sapi

Morinaga Soya
Inovasi kandungan MoriCare+Prodigies pada produk Morinaga Allergy Total Solution merupakan satu-satunya produk yang mengandung probiotik. Zat Probiotik ini sangat baik dan bermanfaat untuk membantu menurunkan timbulnya gejala alergi serta membantu menyehatkan kondisi saluran pencernaan. Kondisi saluran cerna yang sehat pada anak akan dapat menyerap asupan nutrisi secara optimal serta mendukung daya tahan tubuh sehingga tumbuh kembang anak semakin optimal. 

Langkah 3 : Sebar - Melalui Ambassador Morinaga Allergy Week

Langkah terakhir dalam menghadapi alergi pada anak adalah dengan cara menyebarluaskan informasi yang tepat khususnya mengenai alergi pada anak. Hal ini bertujuan agar para orang tua dapat melakukan pencegahan serta penanganan yang tepat. Dalam rangka mendukung penyebaran informasi tentang alergi maka Morinaga mengadakan seminar edukasi skala nasional untuk awam dan medis yang dilakukan sepanjang tahun 2017. Targetnya adalah untuk mengedukasi partisipan umum lewat Hospital Seminar dan kalangan medis dari seluruh Indonesia. Seminar ini akan mengangkat tema Dukung Si Kecil yang Alergi Tetap Berprestasi.

Astrid Tiar dan Anabel
Di tahun 2017 ini Morinaga juga memperkenalkan Brand Ambassador untuk Morinaga Specialties yaitu Astrid Tiar dan anaknya Anabel yang termasuk anak alergi. Astrid Tiar berbagi tentang pengalamannya dalam mengasuh Anabel yang alergi terhadap susu sapi. Padahal pada masa pertumbuhan anak yaitu selama 1000 hari pertama kehidupannya, anak sangat membutuhkan asupan nutrisi susu. Sehingga kejadian alergi susu sapi sering menimbulkan kebingungan pada orang tua termasuk Astrid. 
Astrid Tiar dan para pakar alergi dan nutrisi
Perkenalannya dengan brand Morinaga ternyata dapat memberikan wawasan tentang nutrisi dan penanganan alergi, sehingga Astrid Tiar tergerak untuk ikut menyebarkan informasi yang tepat mengenai alergi pada anak supaya semua orang tua dapat mendukung anak yang alergi agar tetap bisa berprestasi dan alerginya tidak menghambat tumbuh kembang optimalnya. Karena semua anak adalah pemenang.

Tiga langkah hadapi alergi ini sangat penting diketahui oleh para orang tua, mengingat kasus alergi pada anak kini jumlahnya semakin meningkat.  Sebuah studi internasional bahkan mengungkapkan bahwa sebanyak 25-30 % penderita alergi adalah anak-anak.  Berdasarkan data dari Center Disease Control and Prevention (CDC) disebutkan bahwa angka kejadian alergi meningkat 3 kali lipat. Sementara data dari World Allergy Organization (WAO) menunjukkan prevalensi alergi yang terus meningkat dengan angka 30-40 % populasi dunia. Menurut para ahli peningkatan jumlah penderita alergi sekarang ini selain dipengaruhi oleh faktor genetik, disebabkan juga oleh kombinasi faktor pendukung seperti : polusi udara yang semakin parah, perubahan cuaca, perkembangan dari bahan makanan yang dikonsumsi, perubahan pola hidup serta semakin berkembangnya masalah psikis seperti stres.

Sebagai orangtua yang memiliki anak positif alergi maka saya memang harus berperan dalam mengatasi alergi pada anak. Tidak hanya dalam segi medis seperti meringankan gejala alergi atau membawa anak saya ke dokter. Tetapi juga peran dalam hal menerapkan pola makan yang tepat dan menjaga kebersihan lingkungan. Karena anak saya sudah diketahui positif alergi terhadap tungau debu maka saya melakukan hal-hal sebagai berikut untuk mengurangi resiko kambuhnya alergi pada anak saya :

  1. Tidak memasang karpet bulu atau beludru di rumah
  2. Menjaga kebersihan lingkungan rumah dari debu dan kotoran
  3. Menggunakan lap basah saat membersihkan debu di kamar anak agar debu tidak beterbangan kemana-mana
  4. Rutin mengganti dan mencuci sprei serta sarung bantal yang digunakan tidur anak saya serta mencucinya dengan menggunakan air panas
  5. Rutin melakukan penyedotan tungau debu pada kasur dengan menggunakan vacum cleaner
Peran orang tua memang sangat penting dalam mendukung dan mendampingi anak alergi. Masih ada anggapan bahwa anak yang alergi itu lemah dan gampang sakit. Anak alergi itu kebanyakan pantangan, nggak boleh makan ini atau itu, nggak boleh kena dingin atau debu dan lain sebagainya. Sehingga alergi bisa menghambat tumbuh kembang dan juga prestasinya. Namun pada dasarnya setiap anak adalah juara dengan mengoptimalkan potensi dan bakat yang dimiliki masing-masing tanpa harus dibandingkan dengan anak yang lain. Disinilah letak pentingnya peran orang tua untuk selalu menambah pengetahuan tentang alergi pada anak sehingga orang tua tetap dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak meskipun anak harus hidup dengan alergi. 
anak alergi tetap bisa berprestasi
Untuk info lebih lengkap seputar alergi dan produk nutrisi untuk anak alergi dapat diakses melalui akun sosial media Morinaga berikut :
0 Facebook : Morinaga Platinum
0 Instagram : @Morinagaplatinum
0 Twitter : @MorinagaID
0 Youtube : MorinagaPlatinum