Tips Agar Anak Berani Sekolah Sendiri di Playgroup

by - November 26, 2018


Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa Tifa akan masuk sekolah Playgroup secepat ini, diusianya yang masih 2 tahun 8 bulan. Sebenarnya saya berencana akan mendaftarkan Tifa sekolah di Playgroup tahun depan yaitu saat ia sudah berusia 3 tahun. Namun semuanya tiba-tiba berubah sejak mbah kakungnya Tifa meninggal dunia pada bulan September 2018 yang lalu.

Selama ini kalau saya dan suami pergi bekerja, Tifa memang diasuh oleh bapak dan ibu mertua saya. Sejak Tifa masih bayi, mbah kung dan mbah Uti memang meminta agar selama saya dan suami bekerja, Tifa dititipkan di rumah mereka saja. Tidak usah mencari pengasuh. Karena mereka berdua merasa masih kuat dan sehat untuk membantu menjaga Tifa. Kata mertua saya, kehadiran Tifa di rumah justru bisa jadi hiburan bagi mereka berdua. 

Namun sejak bapak mertua meninggal dunia secara mendadak dan tanpa sakit apapun pada bulan September lalu semuanya jadi berubah. Kini saya tidak tega jika masih tetap menitipkan Tifa di rumah ibu mertua yang hanya tinggal sendirian. Apalagi setelah bapak mertua meninggal, penyakit hipertensi ibu mertua jadi kambuh. Saya benar-benar merasa tidak tega jika masih membebani ibu mertua untuk mengasuh Tifa. Makanya kemudian saya dan suami sepakat untuk mendaftarkan Tifa masuk sekolah playgroup fullday.

Awalnya saya sempat merasa tidak tega jika Tifa tiba-tiba harus sekolah. Karena selama ini dia terbiasa diasuh oleh mbah kakung dan mbah putri yang sangat memanjakannya. Jika nanti sekolah di playgroup apakah Tifa bisa cepat beradaptasi? yang jelas rutinitas hariannya akan jadi berubah total. Jam 7 pagi Tifa harus sudah berangkat sekolah, dan nanti baru akan saya jemput pada pukul 3 sesudah saya pulang kerja. Dalam pikiran saya juga muncul berbagai macam kekhawatiran lain, misalnya khawatir Tifa jadi gampang sakit karena kecapekan, khawatir Tifa rewel karena belum bisa beradaptasi dengan teman-teman serta gurunya dan lain sebagainya. Sementara jika mencari pengasuh untuk menjaga Tifa di rumah saya merasa kesulitan untuk mencari pengasuh yang benar-benar bisa dipercaya.

Meskipun masih merasa galau, saya tetap mendaftarkan Tifa ke playgroup. Sebenarnya saat mendaftar kemarin, belum masa ajaran baru sekolah. Namun pihak sekolah mengijinkan Tifa untuk mendaftar, meskipun sudah tertinggal sekitar 3 bulan dengan teman-teman seangkatannya. Sebelum mendaftar, Tifa saya ajak dulu untuk berkunjung dan melihat playgroup yang akan jadi tempatnya bersekolah. Saya juga mengambil cuti selama 3 hari untuk mendampingi Tifa menjalani proses adaptasi di sekolahnya yang baru. Kesan pertama saat Tifa berkunjung ke playgroup, ternyata ia merasa sangat senang karena ada banyak mainan disana. Meskipun masih malu berinteraksi dengan teman-teman barunya namun Tifa sama sekali tidak rewel. Kondisi inilah yang bikin saya jadi semakin mantap untuk mendaftarkan Tifa di playgroup yang memang sudah jadi pilihan saya. Dulu Tayo, kakaknya Tifa juga bersekolah di sini, sehingga saya sudah kenal baik dengan guru-gurunya.
Tifa saat pertama kali berkunjung ke Playgroup
Selama 3 hari saya mendampingi Tifa bersekolah, ia memang belum berani ditinggal sendirian. Tifa juga masih diperbolehkan untuk pulang lebih awal karena masih masa adaptasi. Namun perasaan galau saya makin bertambah ketika ingat bahwa pada hari senin nanti saya sudah harus masuk kerja lagi karena masa cuti saya sudah habis. Itu artinya pada hari senin, Tifa harus sudah saya tinggal sekolah sendiri, tanpa saya temani lagi. Duh..bagaimana ya, sejujurnya masih ada perasaan tidak tega. Namun pesan dari guru kelasnya Tifa terus terngiang di telinga saya. "Tidak apa-apa bu, Tifa ditinggal saja. Yang penting hati ibunya harus ikhlas dan tidak berpikiran yang macam-macam. Mungkin saat awal ditinggal anak akan menangis, tapi nanti lama-lama dia akan bisa beradaptasi", begitu pesan ibu gurunya Tifa kepada saya.

Dan...hari seninpun tiba. Saya bangun tidur lebih pagi dari biasanya. Saya siapkan semua keperluan yang harus dibawa Tifa untuk berangkat ke playgroup. Saya masukkan bantal dan guling hello kitty kesayangannya Tifa ke dalam bagasi mobil untuk dibawa ke sekolah. Karena hari itu akan jadi hari pertama Tifa tidur siang di sekolah. Tak lupa baju ganti dan perlengkapan mandi juga saya masukkan ke dalam tas. Saya juga menyiapkan menu spesial untuk sarapan Tifa saat ia tiba di sekolah nanti. Karena kami harus berangkat jam 6.30 maka saya tidak sempat menyuapi Tifa. Meskipun kegiatan bermain dan belajar dimulai jam 7.30, namun di sekolah ada ibu guru yang stand by jam 7 pagi dan siap untuk menyuapi anak-anak yang berangkat pagi. 
Habis mandi pagi, langsung minum susu Bebelac Gold
Karena tidak sempat sarapan di rumah, maka saya membuatkan susu untuk Tifa supaya perutnya terisi dan tidak rewel saat saya tinggal sekolah sendiri untuk pertama kalinya. Selama ini Tifa memang biasa minum susu Bebelac Gold. Saya memilih Bebelac Gold untuk Tifa karena susu ini diperkaya dengan advansfibre yang tinggi serat sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan serat harian untuk anak. Dibandingkan dengan produk lainnya, Bebelac Gold memiliki keunggulan terutama dalam hal kandungan Fiber, DHA, Omega 3 dan Omega 6. Oia..bicara soal advansfibre, zat ini memang penting sekali untuk menjaga kesehatan perut anak-anak. Berdasarkan fakta, disebutkan bahwa berawal dari perut yang sehat, akan dihasilkan 7 kehebatan yaitu :

  1. Pencernaan Nyaman, apabila perut sehat dan berfungsi dengan baik maka anak akan dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa gangguan
  2. Penyerapan Nutrisi, perut sehat dapat membantu penyerapan nutrisi keseluruh tubuh sebagai sumber energi dan pembentuk sel 
  3. Pencernaan Lancar, perut sehat membuat saluran cerna berfungsi dengan baik sehingga pola BAB si kecil juga akan jadi lebih baik
  4. Perlindungan Alami, 70% sel perlindungan tubuh alami hidup di dalam perut yang sehat
  5. Tumbuh Kembang Optimal, nutrisi untuk tumbuh kembang optimal didapatkan dari perut yang sehat
  6. Cepat Tanggap, terdapat 100 juta sel syaraf di dalam perut sehat yang akan membawa informasi ke otak
  7. Suasana Hati,  90% hormon seretoni yang mengatur suasana hati diproduksi dalam perut sehat.

Setelah Tifa selesai menghabiskan 1 gelas susu Bebelac Gold serta berganti pakaian, saya segera berangkat mengantarnya sekolah. Selama di perjalanan saya mulai sounding kepada Tifa bahwa hari ini saya sudah harus bekerja sehingga nanti saya tidak bisa lagi menemani Tifa bermain di playgroup. Mendengar ucapan saya, Tifa mulai merengek-rengek dan berkata bahwa ia tidak mau ditinggal sendiri. Namun saya terus memotivasinya dan berjanji akan segera menjemputnya lagi sepulang kerja nanti. Begitu sampai gerbang sekolah saya sempat khawatir jika Tifa ngambek dan tidak mau masuk. Namun ternyata Tifa tetap mau saya gandeng untuk masuk ke kelasnya. Disana sudah menunggu salah satu ibu gurunya Tifa yaitu ustadzah Rosa. Saat hendak berpamitan, saya melihat wajah Tifa agak sedih. Namun Tifa sama sekali tidak menangis, justru dalam hati sayalah yang rasanya ingin menangis karena baru pertama kali ini saya meninggalkannya sekolah sendiri. Dalam hati saya terus merapal doa, memohon agar Tuhan selalu menjaga Tifa selama saya tinggal bekerja. Saya juga berdoa semoga hari itu Tifa mau sarapan, makan siang, mandi dan tidur siang di sekolah.
Siap mau berangkat sekolah bareng kakak
Hari itu selama di kantor saya bolak-balik ngecek smartphone. Saya memang sudah pesan sama ibu gurunya Tifa, kalau misalnya Tifa rewel atau nangis minta pulang tolong saya dikabari saja. Nanti saya akan ijin dari kantor sebentar untuk menjemput Tifa. Tapi sampai siang tidak ada pesan masuk dari ibu guru. Akhirnya karena penasaran, saya kirim pesan kepada ibu guru untuk menanyakan kabar Tifa. Jawaban dari ibu guru cukup bikin saya kaget. Katanya sejak saya tinggal berangkat bekerja tadi pagi, Tifa sama sekali tidak menangis. Dia sudah mau bermain dengan teman-temannya. Sarapan pagi dan makan siang juga lahap. Bahkan ibu guru mengirimkan foto Tifa sedang tidur siang dengan nyenyak di sekolahnya. Saya sungguh tidak menyangka bahwa Tifa akan bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya secepat ini. Dalam hati saya merasa lega dan bersyukur. 
Bobok siang di sekolah nyenyak banget
Alhamdulilah hari-hari selanjutnya semua berjalan lancar. Semakin lama Tifa semakin enjoy sekolah di Playgroup. Saat berada di rumah, Tifa juga suka cerita tentang teman-teman barunya serta apa saja yang dilakukannya seharian di playgrup. Memang sih, pada pagi hari saat bangun tidur kadang Tifa merajuk tidak mau sekolah. Namun setelah mandi pagi dan minum susu Bebelac Gold, Tifa jadi semangat lagi untuk berangkat sekolah.  Saat menjemput Tifa pulang sekolah, saya sering mendapatkan cerita dari ibu gurunya Tifa bahwa selama di sekolah Tifa tidak pernah rewel atau menangis. Tifa benar-benar merasa gembira selama berada di sekolah dan mengikuti semua aktivitas bermain sambil belajar dengan penuh antusias. Mungkin inilah yang disebut sebagai contoh nyata dari #7KehebatanPerut ya....amazing banget deh😊
Tifa (berbaju ungu) dan teman-teman playgroup
Lalu kira-kira apa sih rahasianya kok Tifa bisa cepet banget adaptasi di sekolah barunya dan berani ditinggal sekolah sendiri? kalau berdasarkan pengalaman saya memang ada beberapa hal yang menjadi kunci utama supaya anak mau ditinggal sekolah sendiri yaitu sebagai berikut :

1. Hati orang tua harus benar-benar ikhlas dan mantap
Saat meninggalkan anak sekolah sendiri untuk pertama kalinya, wajar jika ada rasa khawatir atau tidak tega di dalam hati orang tua. Namun kalau memang sudah niat menyekolahkan anak di Playgroup maka hati orang tua harus benar-benar ikhlas dan percaya pada guru-guru yang akan menjaga dan mengasuh anak selama kita tinggal pergi bekerja. Jika hati orang tua kurang ikhlas, maka kondisi tersebut akan terkoneksi ke hati anak dan berakibat anaknya jadi rewel.

2. Orang tua harus konsisten
Yang dimaksud dengan konsisten adalah konsisten mengajak anak untuk berangkat sekolah setiap hari. Jika baru sehari masuk sekolah, lalu besoknya anak merengek tidak mau sekolah dan dituruti maka proses adaptasinya tidak akan berhasil. Memang diawal mungkin anak akan rewel selama 1 minggu atau lebih. Meskipun anak rewel, asal kondisinya tidak sedang sakit sebaiknya kita tetap konsiten mengajak anak berangkat sekolah.

3. Buat suasana nyaman sebelum anak berangkat sekolah
Suasana yang nyaman sebelum berangkat sekolah bisa diciptakan dengan cara mengajak anak bercanda sambil mandi pagi. Atau menceritakan tentang hal-hal menarik yang bisa dilakukan saat tiba di sekolah nanti. Misalnya nanti main ayunan ya di sekolah.

4. Sounding pada anak bahwa sekolah itu menyenangkan
Terkadang Tifa memang pernah merengek dan bilang kalau dia tidak mau sekolah. Kalau sudah seperti itu maka saya akan katakan bahwa hari ini tidak sekolah, hanya bermain bersama teman-teman di playgroup. Biasanya jika saya bilang main, Tifa akan bertanya main apa hari ini? lalu saya sebutkan berbagai macam jenis permainan yang bisa dilakukan selama di playgroup seperti bermain balok susun, bermain pasir warna, bermain menyusun kancing dan lain sebagainya. Saya tunjukkan juga foto - foto aktivitas Tifa bermain di playgroup bersama teman-temannya. Ibu gurunya memang sering mengirimkan foto aktivitas anak-anak selama di kelas melalui grup whatsapp kelas. Setelah melihat foto-foto tersebut, biasanya Tifa jadi semangat berangkat ke playgroup.

5. Penuhi kebutuhan nutrisi anak setiap hari
Kunci utama anak semangat bersekolah, adalah kondisi tubuhnya harus sehat. Kesehatan anak ini erat banget hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi. Makanya setiap pagi saya selalu menyiapkan bekal sarapan untuk Tifa untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Nanti saat siang hari dari sekolah sudah ada menu makan siang dan snack yang disediakan. Selain itu saya juga membawakan bekal susu Bebelac Gold untuk diminum Tifa saat siang hari sebelum tidur siang di sekolah. Di pagi hari sebelum berangkat sekolah Tifa juga minum susu Bebelac Gold terlebih dulu. Alhamdulilah dengan nutrisi yang baik dan istirahat yang cukup selama di sekolah, Tifa bisa enjoy menjalani aktivitasnya selama seharian. Sore hari saat saya jemput kondisinya sudah segar, karena Tifa sudah makan, minum susu, tidur siang dan mandi. Begitu tiba di rumah, Tifa bisa kembali beraktivitas serta bermain bersama saya dengan nyaman.
Perut sehat, bikin Tifa bisa beraktivitas dengan nyaman setiap hari
Well, saat ini sudah sebulan lebih Tifa sekolah di Playgroup. So far, hal-hal yang awalnya sempat saya khawatirkan tidak terjadi. Kondisi fisik dan kesehatan Tifa tetap terjaga meskipun rutinitas hariannya kini sudah berbeda. Kemampuan sosialnya juga berkembang semakin baik. Selain itu rasa ingin taunya juga kini semakin besar. Semoga Tifa bisa selalu merasa nyaman sekolah di Playgroup dan kemandiriannya dapat semakin terasah. #GrowThemGreat


You May Also Like

2 comments

  1. Tifa hebaaaattt!
    Keren banget kalo anak udah punya keberanian dan PD untuk sekolah sendiri...!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)