Green Jobs, Peluang Karir Masa Depan Yang Ramah Lingkungan

by - February 18, 2021

Menguatnya ancaman krisis perubahan iklim kini semakin terasa. Bumi mengalami cuaca ekstrem sehingga menyebabkan berbagai bencana seperti banjir, angin kencang, angin puting beliung, kekeringan, daratan es yang mencair dan lain sebagainya. Perubahan iklim ini terjadi karena masih tingginya ketergantungan manusia terhadap penggunaan bahan bakar fosil selama 150 hingga 200 tahun ini. Jika tidak dilakukan upaya perbaikan lingkungan, maka perubahan iklim ini akan menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya di masa mendatang.

Sampai hari ini lebih dari 80 persen dari seluruh energi yang digunakan dalam perekonomian dunia masih berasal dari bahan bakar berbasis karbon, Tantangan terbesar di depan mata adalah beralih ke ekonomi rendah karbon (Al Gore dalam Conference Of Parties, 2015)

Sepakat dengan yang disampaikan Al Gore dalam pidatonya di konfrensi perubahan iklim Paris pada tahun 2015 lalu, bahwa ekonomi rendah karbon dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah perubahan iklim agar tak semakin memburuk di masa mendatang. Pembangunan dapat terus berjalan tanpa harus mengorbankan lingkungan, sehingga transisi energi menuju penggunaan energi terbarukan merupakan suatu keniscayaan. Seiring dengan munculnya upaya ini maka peluang karir dibidang energi terbarukan semakin menjanjikan di masa depan. Pekerjaan di bidang energi terbarukan ini kemudian memunculkan istilah green jobs.

Tren green jobs ini terus berkembang, tak hanya dibidang energi terbarukan. Menurut International Labour Organization (ILO) green jobs menjadi lambang dari perekonomian masyarakat yang lebih berkelanjutan dan mampu melestarikan lingkungan, baik untuk kepentingan generasi saat ini maupun untuk generasi yang akan datang. Jenis pekerjaan yang masuk dalam kategori green jobs merupakan bidang yang berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

Sumber gambar : Instagram coaction.id
Green jobs juga merupakan bisnis yang paling menjanjikan pada abad ke-21 dengan potensi perkembangan nilai bisnis yang bisa mencapai US$ 1.370 Miliar pada tahun 2020. Sebagai contoh di sektor energi terbarukan. The International Renewable Energy Agency (IRENA) mencatat pada tahun 2017 setidaknya terdapat 10,3 juta pekerjaan di sektor energi terbarukan yang naik sebesar 1,5 kali dibandingkan tahun 2012.

Trend green jobs ini tentu dapat menumbuhkan rasa optimis terhadap upaya penyelamatan lingkungan di masa depan. Saat ini mulai banyak komunitas bisnis, investor, pengembang teknologi serta peneliti yang berupaya menciptakan dan mengembangkan bisnis green jobs dan lebih dari 11 juta orang bekerja di sektor energi terbarukan secara global. IRENA memprediksi bahwa jumlah pekerjaan di bidang energi terbarukan di seluruh dunia dapat tumbuh lebih dari tiga kali lipat atau mencapai 42 juta pekerjaan pada tahun 2050. Pekerjaan di sektor efisiensi energi juga diprediksi akan tumbuh enam kali lipat dan mempekerjakan lebih dari 21 juta orang selama 30 tahun ke depan. Sebaliknya di sektor industri bahan bakar fosil diperkirakan akan kehilangan lebih dari 6 juta pekerjaan di masa mendatang.

Tren Green Jobs di Indonesia

Pemerintah Indonesia berkomitmen dalam Paris Agreement bahwa akan melakukan upaya mitigasi perubahan iklim dengan rencana penurunan emisi hingga sebesar 29% di tahun 2030. Komitmen ini dapat diwujudkan dengan menyediakan green jobs yang diterapkan pada berbagai sektor. Indonesia memiliki banyak potensi untuk menciptakan green jobs, misalnya sektor energi terbarukan yang bersumber dari panas bumi (geothermal), tenaga surya, Bioenergi, Hidropower, tenaga angin dan energi terbarukan lainnya. Diprediksi bahwa lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan di Indonesia dapat mencapai hingga 1,7 juta di tahun 2030.

Sumber gambar : Instagram coaction.id
Green jobs yang dapat dikembangkan di Indonesia tak hanya terbatas pada sektor energi terbarukan, namun juga pada sektor lain seperti pengolahan limbah dan daur ulang, pertanian dan produksi pangan yang berkelanjutan, konstruksi hijau, kehutanan yang berkelanjutan, pelestarian biodiversitas serta ekositem dan lain sebagainya.

Green Jobs, Peluang Karir Masa Depan Yang Ramah Lingkungan

Pandemi covid yang terjadi saat ini telah menyebabkan jumlah pengangguran di berbagai negara mengalami lonjakan, tak terkecuali di Indonesia. Perhitungan dari Bappenas menyebutkan bahwa angka pengangguran meningkat sekitar 3,7 juta orang akibat pandemi. Disisi lain pandemi juga menuntut masyarakat untuk lebih cepat beradaptasi dengan pemanfaatan teknologi digital yang lebih fleksibel terutama dalam melakukan pekerjaan yang tak harus dikerjakan di kantor. Segala sesuatunya kini lebih banyak dilakukan secara digital dan paperless. 

Trend melakukan berbagai macam pekerjaan secara digital dan paperless ini juga dapat masuk dalam kategori green jobs karena berkurangnya mobilitas dengan menggunakan kendaraan yang merupakan salah satu efek dari penerapan work from home (WFH) dapat mengurangi polusi udara, begitu juga dengan penyerahan dokumen pekerjaan secara paperless akan dapat meningkatkan efisiensi perusahaan serta lebih ramah lingkungan. 

Berbagai macam start up yang bermunculan di tengah pandemi serta didominasi oleh kaum muda juga dapat menjadi alternatif dalam mengatasi masalah pengangguran sekaligus mengatasi permasalahan lingkungan, salah satu contohnya adalah Rapel yaitu sebuah aplikasi yang merupakan kepanjangan dari rakyat peduli lingkungan yang diluncurkan pada tahun 2019 di Yogyakarta. Aplikasi ini dapat digunakan untuk menjual sampah non organik yang sudah dipilah dan dikelompokkan dengan baik kemudian diserahkan kepada kolektor atau agen pengepul sampah. Sampah yang dijual ini dapat ditukar dengan uang cash maupun saldo rapel yang setelah terkumpul dapat ditarik menjadi saldo go pay.

Sumber gambar : koleksi pribadi
Saya sendiri sudah menggunakan Rapel sebagai orang yang menjual sampah. Jika sampah non organik yang saya kumpulkan di rumah sudah penuh maka saya bisa langsung melakukan posting sampah dan menentukan waktu pengambilan sampah. Selanjutnya akan ada kolektor yang mengkonfirmasi sampah yang saya posting, datang ke rumah mengambil sampah, menimbang sesuai kelompoknya kemudian membayar sampah yang saya jual sesuai standar harga yang ditetapkan di dalam aplikasi Rapel.

Sebenarnya nilai uang yang saya dapatkan tidak terlalu banyak, namun ada kepuasan tersendiri manakala saya dapat ikut membantu upaya pengurangan sampah yang dibuang ke TPA. Selain itu dengan menjadi pengguna rapel, saya juga sudah ikut mendukung pengembangan green jobs yang dampaknya membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain, contohnya para kolektor sampah yang dapat menjual kembali sampah yang mereka dapatkan dengan harga yang lebih tinggi. Pekerjaan yang dilakukan ini juga sekaligus turut menjaga kelestarian lingkungan.

Apa yang dilakukan Rapel ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi milenial di kota lain untuk menciptakan start up yang bergerak dibidang pengelolaan sampah sehingga selain bisa mendapatkan penghasilan dan membuka lapangan kerja, milenial juga dapat turut berkontribusi nyata dalam upaya mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2025. Ini merupakan salah satu contoh green jobs yang dapat menggerakkan partisipasi masyarakat untuk peduli sampah.

Kesadaran masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan juga akan mendorong semakin pesatnya pertumbuhan green jobs di masa depan. Kita dapat berkreasi dan berinovasi menciptakan ide green jobs yang dilatar belakangi dari berbagai permasalahan lingkungan di sekitar kita yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi sebuah peluang karir di masa depan yang ramah lingkungan. 

You May Also Like

0 comments

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)