Maret 03, 2017

Bermain Nada Ceria

Edit Posted by with 3 comments

Hari-hari belakangan ini saya sedang mengalami dilema sebagai ibu bekerja. Ritme kerja yang sedang sangat padat bikin saya tiap hari selalu pulang terlambat. Sampai di rumah rasanya badan sudah capek tapi masih ada anak yang menunggu ingin diajak bermain. Begitu melihat saya sudah di rumah anak-anak saya yaitu Tayo dan Tifa pasti langsung nglendot ke saya dan merengek manja minta diajak main. Kalau si kakak Tayo biasanya minta diajak baca buku bersama, sedangkan Tifa yang umurnya masih 1 tahun biasanya juga ikut nimbrung ngrecokin bukunya si kakak. Trus jadi heboh dan pecahlah perang saudara. Kalau sudah begitu biasanya suami saya yang ambil alih untuk mengajak kakak Tayo membaca buku. Sementara saya yang bertugas pegang Tifa dan mengajak dia bermain supaya tidak mengganggu kakaknya.

Dilemanya adalah kalau sudah capek begini saya jadi bingung mikirin mau ngajak Tifa bermain apa. Ada sih mainan boneka-bonekaan di rumah tapi Tifa sudah bosan. Mau beli mainan lagi kok ya belum sempat pergi ke toko mainan dan rasanya juga boros amat kalau tiap bulan harus beli mainan baru. Nggak mendidik juga buat anak kalau dikit-dikit beli mainan baru. Nah..loh..tapi bingung mau ngajak Tifa main apa?


Pas lagi bingung mikir sambil browsing ide bermain di internet, saya menemukan website http://morinagamiplayplan.com/. Wah ternyata di website ini saya bisa menemukan berbagai macam ide bermain untuk anak umur 1-6 tahun. Ide bermainnya lengkap banget deh, dari mulai bahan dan cara bermain, tujuan, serta ada evaluasinya juga. Yang bikin saya makin suka adalah permainan yang ada di website ini sudah dikelompokkan menjadi 8 jenis stimulasi kecerdasan majemuk. Jadi saya bisa memilih jenis permainan sesuai dengan stimulasi kecerdasan majemuk yang dibutuhkan oleh Tifa. Untuk jenis kecerdasan majemuknya dikelompokkan sebagai berikut :
  1. Kecerdasan visual spasial merupakan kecerdasan dalam berpikir dan belajar dengan gambar-gambar, memahami bentuk, pola, posisi, dan ruang suatu objek, termasuk untuk berpikir secara kreatif.
  2. Kecerdasan kinestetik adalah kecerdasan yang menekankan pada penggunaan tubuh dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri.
  3. Kecerdasan naturalis merupakan kecerdasan dalam berpikir dan belajar yang berkaitan dengan pemahaman terhadap lingkungan sekitar kita seperti tanaman, binatang atau benda mati seperti air, batuan atau gejala alam seperti hujan atau panas, atau tentang ruang angkasa.
  4. Kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan yang dimiliki seseorang untuk dapat memahami dan mengenali diri sendiri.
  5. Kecerdasan linguistik adalah kecerdasan yang menekankan kemampuan menggunakan kata-kata dan bahasa dalam kegiatan berbicara, membaca dan menulis.
  6. Kecerdasan interpersonal didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk bisa memahami orang lain, termasuk bagaimana perasaan mereka serta hal-hal apa yang memotivasi dan mengganggu mereka.
  7. Kecerdasan logika matematik adalah kecerdasan untuk memahami kondisi atau situasi dengan menggunakan perhitungan matematis, serta melalui penalaran analisa-sintesa.
  8. Kecerdasan musikal adalah kecerdasan yang menekankan kemampuan memahami musik sebagai media untuk mengeskpresikan diri.
Sebelum memilih ide bermain ada menu untuk melakukan identifikasi kecerdasan anak yang bertujuan untuk mengetahui jenis kecerdasan majemuk mana yang menonjol dan mana yang masih kurang menonjol. Setelah diketahui hasilnya maka kita bisa memilih jenis permainan untuk menstimulasi kecerdasan majemuk yang masih butuh diasah lebih rutin. Nah di website ini juga ada kalender bermain yang bisa disusun sesuai kebutuhan dan ini bisa jadi patokan buat saya untuk mengajak Tifa bermain setiap hari. Jadi nggak bingung lagi deh cari ide bermain untuk Tifa.


Di hari pertama tantangan #30HariMain ini saya mengajak Tifa bermain nada. Ini merupakan jenis permainan yang berfungsi untuk menstimulasi kecerdasan musikal pada anak umur 1-3 tahun. Alat dan bahan yang dibutuhkan juga sangat mudah didapatkan di rumah yaitu : gelas kaca, air, pewarna dan sendok/alat ketuk. Cara membuat alat musiknya yaitu dengan cara menyusun 8 gelas kaca kemudian diisi air yang diberi pewarna, disusun dengan ketinggian air yang berbeda. Ketinggian air yang berbeda-beda ini akan menghasilkan suara nada yang bervariasi ketika gelas kaca tersebut diketuk dengan menggunakan sendok atau alat ketuk lainnya.

gelas kaca diisi air dengan ketinggian yang berbeda
Waah..begitu melihat gelas kaca berisi air warna-warni yang berjajar rapi, Tifa langsung senyum-senyum kegirangan. Apalagi saat saya bimbing tangannya untuk mengetuk gelas hingga mengeluarkan nada berdenting..ting..ting..ting.. Tifa makin senang. 


Dia sampai tertawa tergelak-gelak saking senangnya. Permainan ini juga sekaligus mengasah motorik halus Tifa dan juga belajar mengenal warna. Tifa betah banget lho diajak  bermain nada, bahkan sampai badannya ikut joget bergoyang-goyang. Hehehe..tapi memang harus tetap didampingi orangtua, bahaya kalau gelasnya sampai pecah apalagi umur Tifa masih 1 tahun dan belum paham kalau gelas itu bisa pecah. Dia ketuk-ketuk gelasnya semangat banget, lama-lama saya yang deg-degan..hahaha. Tapi seru sih, dan jadi nggak sabar untuk mencoba ide bermain lain yang sudah saya susun dikalender bermain untuk Tifa selama 30 hari kedepan. Yuk..ikutan tantangan #30HariMain juga bareng sama Tifa ^^

Reactions:

3 komentar:

  1. Wah.. Ini cocok banget kalo saya aplikasikan sama anak saya yang umurnya sudah setahun juga. Jadi penasaran sama responnya seperti apa. Makasih sharenya, Mbak..

    Salam hangat dari Bondowoso..

    BalasHapus
  2. Senang sekali bisa bermain dengan anak sekaligus mengasah kecerdasannya ya bunda. Happy play with kid mom :)

    BalasHapus
  3. Interesting post!
    I`m following ur blog with a great pleasure via GFC
    Please join me
    Sunny Eri: beauty experience

    BalasHapus

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)