Rahasia Cantik Dari Dalam Yang Mengubah Hidup Saya

by - March 20, 2021

Foto : Dok.Pri
Saya pernah merasa tidak cantik. Saat melihat diri sendiri di depan cermin, tak tampak aura cantik sedikitpun terpancar dari dalam diri saya. Yang saya rasakan hanyalah kekosongan dan kepedihan. Lantaran saya merasa hancur ditinggalkan oleh orang yang sangat berarti dalam hidup saya, hingga kemudian membuat saya jatuh dalam kondisi kehilangan rasa percaya diri yang teramat dalam.

Jika mengingat masa itu, saya tahu bahwa saya sungguh bodoh karena telah mencintai seseorang melebihi cinta saya kepada diri sendiri. Saat orang itu pergi, cinta di dalam jiwa saya serasa ikut pergi seluruhnya bersamanya. Hampir setiap hari saya menangis, merasa kehilangan pegangan dan tak sanggup lagi melanjutkan hidup. 

Kesedihan yang sangat dalam itu melahirkan kebiasaan baru dalam kehidupan saya. Saat merasa sedih, saya menghibur diri dengan makan. Saya makan apapun yang saya inginkan sehingga lama-kelamaan berat badan saya semakin bertambah. Meskipun hal ini saya lakukan berulang-ulang, namun saya tetap merasa tidak bahagia. Timbunan lemak di tubuh saya semakin hari semakin menumpuk, seolah ingin mengubur rasa pedih yang tak kunjung pergi.

Banyak orang menyangka bahwa saya akan jatuh pada kondisi depresi, semakin hancur berkeping-keping dan entah kondisi buruk apa yang akan menimpa saya di depan sana. Namun siapa sangka bahwa akhirnya saya bisa bangkit dan terlahir menjadi wanita yang lebih cantik hanya dalam waktu 6 bulan. Begini kisah perjuangan saya untuk bisa bangkit dan menemukan rahasia cantik dari dalam yang berhasil mengubah hidup saya.

Rahasia pertama adalah setting hati

Saat saya masih terus menangis meratapi kepergiannya, sisi lain hati saya berusaha meyakini bahwa apa yang sudah terjadi dalam hidup saya merupakan takdir dari Tuhan yang harus saya terima. Meskipun sangat berat untuk mengikhlaskan kepergiannya, namun apa yang bisa saya lakukan selain itu. Apakah menangis meraung-raung serta mengejarnya akan membuat dia kembali? saya rasa tidak, justru hal itu malah akan semakin mempermalukan diri saya.  Sebagai wanita, pantang bagi saya untuk mengejar apalagi mengemis cinta kepada lelaki yang sudah mencampakkan saya. 

Memang sakit sekali rasanya ditinggalkan, saat sedang sayang-sayangnya. Namun dari kejadian itu saya belajar, bahwa selama ini saya telah salah menyetting hati saya. Saya menempatkan dia sebagai cinta terbesar dalam hati saya, dan ternyata itu salah. Saya sadar bahwa tidak seharusnya saya mengagungkan cinta kepada sesama manusia. Satu-satunya yang berhak mendapatkan cinta terbesar di dalam hati saya hanyalah Tuhan. Bukan manusia.
Foto : Dok.Pri
Ya..rasa cinta itu memang kadang membutakan. Membuat kita lupa, dan mendewakan perasaan cinta kepada manusia. Namun saat hati ini patah, kepada siapa kita akan kembali minta pertolongan? Saya bersyukur kala itu masih punya iman yang menyelamatkan saya dari masa krisis. Tuhan masih bersama saya dan tak pernah meninggalkan saya sendirian. Setting hati itu saya lakukan dengan semakin mendekatkan diri kepada Nya. Meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia adalah atas izin Nya. Dialah yang menguasai hati setiap makhluknya, yang Maha membolak-balikkan hati setiap hambaNya. 

Jika lelaki itu pergi meninggalkan saya, maka saya berusaha meyakini bahwa ia pergi bukan karena dia membenci saya. Namun karena kuasa Tuhan yang telah membalikkan hatinya dan karena dia bukan jodoh terbaik saya. Mencoba mencerna pemikiran itu, membuat hati saya perlahan memaafkannya dan mengembalikan harga diri saya. Saya tidak lagi mendendam dan hal itu terasa melegakan hati. Semakin saya merasa ikhlas dengan takdir yang saya terima, hatipun terasa semakin bahagia. Saya bisa tersenyum lagi dan memutuskan untuk berhenti menangisi kepergiannya.

Rahasia kedua adalah setting pikiran

Hati yang lega membuat saya kembali bisa berpikir jernih. Saat itu saya sempat punya pemikiran untuk menunggunya kembali. Namun pikiran waras saya berkata, untuk apa menunggu sesuatu yang tidak pasti ? Kenapa tidak move on saja. Masih banyak hal penting lain yang perlu dipikirkan selain dia. Saya punya pekerjaan, saya punya keluarga. Sudah seharusnya jika pikiran ini difokuskan ke hal lain yang lebih penting dari sekedar urusan cinta. 

Setting pikiran ini saya lakukan dengan menyibukkan diri melalui kegiatan positif. Selain menyibukkan diri dengan urusan pekerjaan, saya juga bergabung dengan komunitas sosial keagamaan dan charity. Saat mengikuti kegiatan charity, saya bertemu banyak orang yang memiliki nasib kurang beruntung yang semakin membuat saya sadar bahwa masalah putus cinta bukanlah masalah berat. Ternyata di luar sana banyak orang yang punya masalah lebih berat dari saya dan sudah selayaknya jika saya fokuskan pikiran saya untuk membantu mereka. 
Foto : Dok.Pri
Di waktu luang saya juga berusaha mengalihkan pikiran saya dengan banyak membaca buku. Daripada melamun atau bengong dan teringat dia lagi, lebih baik saya menambah wawasan. Memberi asupan nutrisi untuk otak saya supaya saya bisa jadi wanita yang lebih cerdas, tidak mudah dibodohi oleh lelaki. Begitu tekad saya saat itu. Perlahan-lahan setting pikiran yang saya lakukan itu berhasil mengubah mindset saya. Dari seorang wanita bermental lemah berubah menjadi wanita bermental tangguh, percaya diri dan mandiri. Saya tak pernah lagi punya pemikiran untuk menunggu dia kembali. Saya memilih untuk melanjutkan hidup, fokus meniti karir dan siap membuka hati saya untuk bertemu dengan orang yang akan dipilihkan Tuhan untuk menjadi cinta sejati dalam hidup saya.

Rahasia ketiga adalah setting body

Setelah saya berhasil menyetting hati dan pikiran saya pada frekuensi yang tepat, maka langkah selanjutnya adalah mempercantik diri dengan setting body. Keterpurukan telah membuat tubuh saya mengalami kenaikan berat badan yang cukup signifikan. Selain membuat penampilan saya kurang enak dipandang mata, kondisi overweight itu juga tidak baik untuk kesehatan. Setting body saya lakukan dengan kembali mengatur pola makan saya agar lebih sehat serta memperbanyak aktivitas olah raga. 

Saya percaya bahwa Tuhan telah menciptakan saya menjadi seorang wanita yang cantik, namun terkadang saya sendiri yang kurang menyayangi diri sendiri. Anugerah cantik yang diberikan oleh Tuhan ini kadang terabaikan. Padahal seharusnya saya bisa merawat diri dengan lebih baik sebagai wujud rasa syukur saya kepada Tuhan. 
Foto : Dok.Pri
Saya memutuskan untuk tidak lagi makan sembarangan dan lebih  rajin berolahraga. Selain itu saya juga rutin memakai body shapewear yang bisa membentuk beberapa area tubuh yang tidak sempurna seperti perut dan pinggul agar menjadi lebih slim yaitu dengan mengenakan korset. Saya pernah membaca informasi bahwa kebiasaan memakai shapewear semacam ini baik jika dilakukan sejak masih muda. Dengan pemakaian rutin maka pasti tubuh akan terbentuk dengan sendirinya. Perlahan namun pasti, berat badan saya akhirnya bisa kembali normal dan bagian tubuh yang tadinya mengembang karena terlalu banyak makan, lama-kelamaan dapat kembali ke bentuk yang ideal.

Dan Hidup Saya Berubah

Saya merasa bahagia karena terlahir menjadi wanita yang lebih cantik. Siapa sangka bahwa 6 bulan sesudah saya patah hati, saya menikah dengan orang yang dipilihkan Tuhan untuk saya. Saya ingat saat malam menjelang pernikahan saya, dia yang dulu meninggalkan saya berusaha untuk menghubungi saya melalui ponsel. Namun saya memutuskan untuk tidak menerimanya. Mungkin saja ia menelpon untuk mengucapkan selamat kepada saya, tapi saya sudah memutuskan bahwa saya tidak akan lagi berurusan dengan dia. Bukan karena saya sombong atau membencinya, saya hanya takut tidak bisa menjaga hati saya. Saya khawatir jika settingan hati dan pikiran yang sudah saya tata sedemikian rupa, jadi goyah lagi karena dia. 
Foto : Dok.Pri
Tahun berganti dan berjalan sangat cepat sejak saya menikah. Saya menjalani kehidupan rumah tangga yang bahagia. Setting hati dan pikiran yang saya bangun di masa lalu masih terinstal dengan kuat di dalam diri saya. Meskipun ada banyak cinta baru yang hadir dalam kehidupan saya seperti kehadiran suami dan anak-anak, namun saya tetap berusaha teguh untuk menjaga cinta terbesar saya untuk Tuhan. Saya juga tidak membiarkan otak saya kosong dan tidak berkembang. Meskipun usia dan kesibukan saya bertambah, namun semangat saya untuk belajar tidak pernah berhenti. Saya tetap menyibukkan diri saya untuk mengembangkan diri. Bersungguh-sungguh dalam menjalani karir dan terus membuka wawasan dengan mempelajari banyak hal baru setiap hari. Pelajaran hidup di masa lalu sangat bermanfaat dalam proses pendewasaan diri saya dan tidak ada yang saya sesali. Justru saya bersyukur atas segala hal yang pernah terjadi pada hidup saya di masa lalu.

Setiap wanita cantik, lebih dari apa yang mereka pikirkan

Menjadi cantik adalah hak setiap perempuan. Sebenarnya tidak ada wanita jelek di dunia ini karena semua wanita diciptakan oleh Tuhan dengan ciri khas kecantikannya masing-masing. Apapun kekurangan yang ada dalam diri kita, sebenarnya bukan merupakan penghalang untuk bisa menjadi pribadi yang cantik, sukses dan mengagumkan. 

Merasa tidak cantik seperti yang pernah saya rasakan di masa lalu, sebenarnya hanyalah bersumber dari perasaan yang muncul dari dalam diri sendiri. Hal ini mungkin disebabkan karena merasa kurang percaya pada diri sendiri atau merasa kurang dari standar kecantikan wanita pada umumnya seperti memiliki bentuk hidung yang kurang indah, kulit yang kurang putih dan lain sebagainya. Padahal sebenarnya tak ada standar cantik yang mutlak karena setiap perempuan memiliki standar kecantikannya sendiri-sendiri. 
Foto : Dok.Pri
Cantik yang sebenarnya terletak pada bagaimana kita menyetting hati dan pikiran kita untuk merasa cantik, mencintai diri sendiri dengan cara yang benar dan merawat anugerah cantik yang sudah di anugerahkan oleh Tuhan. Setiap wanita tercipta dengan memiliki pesonanya masing-masing. Mungkin kita tidak memiliki kulit yang putih, namun dikarunia mata yang indah serta tubuh yang tinggi semampai. Atau sebaliknya kita merasa memiliki tubuh yang pendek, namun disisi lain memiliki senyum yang mempesona serta otak yang cerdas. 

Apabila merasa tidak cantik lantaran tak kunjung ada pasangan yang datang mendekat, maka jangan pernah merasa insecure. Yakinlah bahwa suatu hari kelak Tuhan akan mempertemukan dengan seseorang yang ditakdirkan menjadi pasangan. Tak perlu merasa rendah diri dan merasa tidak cantik. Lebih baik kita gunakan waktu yang ada untuk berfokus memperbaiki kualitas diri sehingga saat bertemu dengan orang yang tepat kita telah siap menyambutnya dengan hati bahagia. Kuncinya adalah terima diri apa adanya, selalu bersyukur serta perbaiki kualitas diri agar menjadi wanita yang cantik sempurna dari dalam.

You May Also Like

0 comments

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)