Sinergi Generasi Milenial Melalui Koperasi Zaman Now Untuk Indonesia Yang Lebih Sejahtera

by - November 02, 2019


Bentuk perekonomian yang paling cocok bagi bangsa Indonesia adalah "usaha bersama" berdasarkan azas kekeluargaan. Usaha bersama itu adalah Koperasi (Bung Hatta)
Koperasi zaman now merupakan upaya rebranding yang dilakukan pemerintah untuk menarik minat generasi milenial agar mereka turut bergabung dan mengembangkan koperasi di Indonesia. Kenapa generasi milenial ini dianggap penting? Karena populasinya mencakup hampir seperlima dari total penduduk Indonesia dan mereka sangat potensial untuk dilibatkan dalam rangka memajukan pembangunan.

Generasi milenial adalah kelompok penduduk yang berusia 20 - 34 tahun. Menurut Proyeksi Penduduk Indonesia dari BPS, pada tahun 2019 kelompok usia ini akan menyumbang sebanyak 23,77 persen dari total populasi Indonesia yang mencapai 268 juta jiwa. Generasi Milenial dianggap spesial karena mereka memililki karakter dan kebiasaan hidup yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Baik di bidang pendidikan, moral, budaya terutama hal – hal yang berkaitan dengan teknologi. Generasi Milenial ini sangat mahir dalam teknologi, karena mereka terlahir saat sudah ada smartphone dan internet.

Kemajuan teknologi saat ini telah memberikan kesempatan yang semakin luas bagi siapapun untuk berinovasi, tak terkecuali para milenials. Di era kekinian para milenial telah membuktikan bahwa mereka mampu menciptakan berbagai inovasi yang membawa manfaat bagi masyarakat khususnya inovasi dibidang teknologi, ekonomi dan bisnis kreatif. Munculnya berbagai macam start up yang diinisiasi oleh para milenial seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Ruang Guru dan sebagainya merupakan bukti nyata bahwa kemajuan teknologi telah dimanfaatkan secara cerdas demi mewujudkan kemadirian ekonomi sehingga mereka tak lagi tergantung pada lapangan kerja yang disediakan oleh pemerintah. 
sumber ilustrasi : freepik
Justru kini kaum milenial dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang membawa manfaat bagi masyarakat secara luas. Inilah yang kemudian menjadi tren di kalangan generasi milenial yaitu trend berwirausaha. Menurut survey yang dilakukan oleh sebuah perusahaan start up dari Singapura terhadap anak muda di Indonesia pada tahun 2018 menyebutkan bahwa 24,4 persen anak muda Indonesia ingin bekerja sebagai wirausaha, sementara 17,1 persen ingin menjadi PNS. Sisanya, sebanyak 16,5 persen anak muda ingin melanjutkan usaha keluarga, ingin bekerja di perusahaan multinasional sebesar 11,4 persen, badan usaha sosial sebesar 9,5 persen, perusahaan lokal besar sebesar 8,8 persen, UKM sebesar 7,1 persen, dan startup sebesar 5,2 persen. Survey yang dilakukan terhadap 8.591 responden ini menunjukkan bahwa minat generasi milenial untuk berwirausaha cukup tinggi. Dan sesungguhnya koperasi merupakan sarana yang paling tepat bagi generasi milenial untuk berwirausaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sumber ilustrasi : Pinterest
Koperasi didefinisikan sebagai sekumpulan orang yang membangun perusahaan yang dimiliki bersama serta dikendalikan secara demokratis yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial serta budaya. Di era milenial, koperasi yang dulunya memiliki image jadul dan ketinggalan jaman semakin didorong untuk dapat bertransformasi menjadi koperasi zaman now yang mampu beradaptasi dengan era digital sehingga dapat menarik minat milenial untuk menjadi wirausahawan koperasi. Namun poin pentingnya, koperasi tak hanya sekedar tampil dalam platform digital saja, tetapi juga model usaha koperasi yang dikembangkan dapat lebih inovatif. Sayangnya saat ini model koperasi yang berkembang di Indonesia masih konvensional yaitu koperasi simpan pinjam, koperasi konsumsi, koperasi produksi, koperasi distribusi dan koperasi jasa. Yang paling mendominasi adalah koperasi simpan pinjam yang jumlahnya mencapai 55% dan koperasi konsumsi sebanyak 30%. Sisanya terdistribusi ke bentuk-bentuk lainnya. Model-model seperti koperasi pekerja atau worker coop serta koperasi start up atau Co-op belum banyak berkembang di Indonesia.

Sinergi Generasi Milenial Melalui Koperasi Zaman Now Untuk Indonesia Yang Lebih Sejahtera

Saat ini di Indonesia sudah ada koperasi milenial yang mencoba mengembangkan model bisnis menggunakan platform co-op dan koperasi pekerja yaitu Pedi Solution yang diinkubasi oleh Kopkun Institute, berlokasi di Purwokerto. Ini merupakan bentuk koperasi pekerja yang memberdayakan para pekerja di sektor informal seperti tukang becak untuk bekerja sebagai jasa cleaning service sehingga mereka mendapatkan tambahan penghasilan yang bisa meningkatkan kesejahteraan. Ongkos jasa yang diterima oleh pekerja sebesar 80%, sedangkan yang 20% dikelola koperasi pekerja untuk operasional Pedi Help. Pedi Solution mempunyai mimpi agar bisa menjadi percontohan bahwa koperasi juga bisa mengikuti perkembangan era digital dengan bidang bisnis jasa dan ekonomi kreatif.
Sumber Ilustrasi : dailybread.co.uk
Selain itu kini juga sudah banyak koperasi yang melakukan inovasi pelayanan untuk anggotanya dalam bentuk aplikasi digital yang bertujuan untuk semakin memudahkan masyarakat milenal untuk mendaftar menjadi anggota koperasi secara online, menyimpan uang, melakukan pinjaman hingga mengecek SHU yang diterima melalui aplikasi smartphone.

Namun modernisasi koperasi yang terjadi saat ini masih belum optimal, untuk itu diperlukan sinergi yang lebih kuat dari pemerintah serta generasi milenial untuk membangun koperasi di Indonesia agar benar-benar menjadi koperasi zaman now. Pemerintah perlu melakukan perubahan regulasi koperasi yang dapat mendorong munculnya berbagai inovasi bentuk usaha koperasi. Sedangkan para milenial bisa menjadi motor penggerak dalam mengembangkan inovasi bisnis koperasi. Misalnya dengan mengembangkan bisnis start up yang berlandaskan koperasi. Sehingga semua mitra dan pengguna start up juga sekaligus menjadi pemilik modal dan mendapatkan manfaat kesejahteraan ekonomi. 
sumber ilustrasi : rimonthly.com
Atau bisa juga mendirikan koperasi pekerja untuk mengatasi permasalahan ketenagakerjaan. Para profesional muda yang tidak mau menjadi karyawan seumur hidup namun takut dengan resiko bangkrut apabila membuka usaha sendiri dapat mencoba untuk membangun koperasi pekerja, misalnya sekumpulan arsitek dapat membangun koperasi konstruksi desain bangunan atau sekumpulan chef dapat mendirikan koperasi pekerja yang bergerak di bidang kuliner dan sebagainya. Sehingga usaha koperasi tak hanya sebatas pada simpan pinjam saja, namun bisa dikembangkan dalam bentuk koperasi milenial yang model usahanya inovatif.
Sumber ilustrasi : tribun
Prinsip kerjasama merupakan dasar koperasi. Ini artinya setiap anggota koperasi harus saling bersinergi dan menggabungkan kekuatan demi mencapai tujuan bersama, bukan bersaing. Tidak ada buruh dan majikan di dalam koperasi, sebab prinsip kekeluargaan yang selalu diutamakan. Namun bukan berarti koperasi tidak dikelola secara profesional. Justru koperasi sangat bisa dikelola dengan lebih profesional di era teknologi seperti sekarang. Koneksi yang mudah di masyarakat dapat dimanfaatkan untuk membangun jaringan produksi, distribusi, permodalan hingga pemasaran dimana generasi milenial yang menjadi motor penggeraknya. 

Dengan begitu kesejahteraan bersama dapat diwujudkan di masyarakat. Karena prinsip koperasi berbeda dengan perusahaan. Saat perusahaan semakin maju maka yang semakin sejahtera adalah pemiliknya saja yaitu para pemilik modal yang jumlahnya mungkin hanya beberapa orang. Namun ketika koperasi semakin besar dan makmur maka seluruh anggota koperasi juga akan ikut makmur dan sejahtera. Bukan hal yang mustahil jika koperasi di Indonesia semakin kuat dan sejahtera maka rakyatnya juga akan sejahtera.

You May Also Like

0 comments

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)