Aman Dan Nyaman Bepergian Dengan Kereta Api Joglosemarkerto, Thanks Kemenhub...You Make My Dreams Come True

by - November 11, 2019


Saya pernah punya trauma naik angkutan umum. Tepatnya sejak 19 tahun lalu saat saya masih menjalani kuliah S1 di sebuah perguruan tinggi negeri yang terletak di Semarang. Letak kampus yang jauh dari rumah, memaksa saya untuk rutin naik kendaraan umum demi pulang ke rumah saya di Jogja. Awalnya saya tidak pernah punya trauma naik kendaraan umum, namun sejak kejadian malam itu trauma tersebut terus saja membekas di alam bawah sadar saya. 

Saya ingat hari itu saya berangkat dari Semarang ke Jogja sudah agak kemalaman, dengan memilih angkutan bus umum. Selama perjalanan menuju Jogja saya merasa sopir bus mengendarai kendaraan dengan sangat kencang. Puncaknya ketika sampai di daerah Pringsurat yang jalannya berkelok-kelok, bus tiba-tiba oleng dan hampir saja celaka. Semua penumpang berteriak meminta sopir bus untuk lebih berhati-hati mengemudi dan tidak ugal-ugalan.

Namun sampai Magelang sopir bus tetap saja mengendarai bus dengan kencang. Beberapa penumpang ada yang memutuskan turun di terminal Magelang. Namun saya tetap naik bus tersebut sampai ke Jogja sambil sepanjang perjalanan merapal doa agar selamat sampai tujuan. Ini karena hari sudah malam dan saya ingin segera sampai ke rumah. Saya tidak memutuskan turun di Magelang dan pindah kendaraan karena terminal sudah sepi dan tidak ada pilihan kendaraan umum lainnya. Sepanjang perjalanan Magelang - Jogja, sopir bus tetap saja ngeyel dan mengemudi dengan ugal-ugalan. Entah apa yang merasuki sopir tersebut, namun Alhamdulilah Tuhan masih melindungi saya dan saya masih diberi keselamatan sampai ke Jogja. Sejak saat itulah saya jadi punya trauma naik kendaraan umum terutama bus jurusan Semarang - Jogja. Setiap kali naik bus, pasti jantung saya selalu berdebar-debar dan rasa takut tersebut masih saya rasakan hingga saat ini.

Makanya ketika tahun ini saya mendapatkan beasiswa S2 untuk kembali kuliah di Semarang, lagi-lagi trauma naik bus itu menghantui saya. Sama seperti dulu saat masih kuliah S1, jika saya kuliah lagi di Semarang itu artinya setiap akhir pekan saya harus pulang ke Jogja demi bertemu dengan suami dan anak-anak. Meskipun bus yang saya naiki tidak ugal-ugalan namun saya terlanjur merasa trauma naik bus. Jika setiap minggu saya harus pulang ke Jogja naik bus lagi rasanya jantung saya sudah nggak kuat kalau disuruh deg-degan lagi.

Selain naik bus, ada lagi faktor lain yang dulu sering membuat saya deg-degan saat berkendara melalui jalur darat dari Jogja ke Semarang atau sebaliknya yaitu saya beberapa kali pernah bertemu dengan kendaraan angkutan berat yang membawa muatan berlebihan. Bayangkan kalau sedang naik mobil lalu di depan kita ada truk yang membawa muatan berlebih kemudian jalan yang dilalui menanjak dan sempit. Makin deg-degan saja rasanya berkendara dalam situasi semacam itu.
Sumber ilustrasi : IG @Kemenhub151
Namun saya bersyukur, karena setelah 19 tahun berlalu kini kondisi transportasi Jogja - Semarang sudah jauh lebih baik terutama sejak 5 tahun belakangan ini. Saat ini sudah ada jalan tol yang menghubungkan Kota Semarang dan Boyolali sehingga bisa menjadi rute alternatif saat melakukan perjalanan dari Jogja Ke Semarang atau sebaliknya. Dengan memilih lewat jalan tol maka kemacetan yang biasa terjadi di daerah Ambarawa dan Jambu bisa dihindari. Ketika awal melakukan proses registrasi mahasiswa dan mencari tempat kos di Semarang, saya biasa diantar suami ke Semarang dengan naik kendaraan pribadi. Perjalanan kami jadi terasa lebih cepat dan nyaman dengan adanya jalan tol tersebut. Sayangnya belum ada jalan tol yang menghubungkan Jogja - Semarang secara langsung, namun informasinya jalan tol tersebut akan segera dibangun oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada tahun 2020. 

Aman Dan Nyaman Bepergian Dengan KA Joglosemarkerto

Kemajuan transportasi yang paling menggembirakan bagi saya adalah saat ini sudah ada transportasi umum jenis lain yang bisa saya pilih selain bus umum atau travel untuk memudahkan saya bolak-balik Jogja-Semarang setiap akhir minggu yaitu KA Joglosemarkerto. Kereta Api ini semacam dreams come true yang saya impikan sejak 19 tahun yang lalu. Dulu lantaran saya takut naik bus umum dan merasa parno saat bertemu truk-truk besar di sepanjang jalan jogja-Semarang, saya sering berhayal andaikan ada kereta api jurusan Jogja-Semarang pasti perjalanan saya akan terasa lebih aman dan nyaman. Namun sampai saya lulus kuliah S1 harapan saya tersebut tak kunjung terwujud. Kini saya sangat bersyukur dan merasa senang karena saat saya menjalani kuliah S2 mimpi itu akhirnya menjadi kenyataan.
Kereta Api Joglosemarkerto
Kereta Api Joglosemarkerto mulai resmi beroperasi sejak 1 Desember 2018. Angkutan massal ini melayani rute Yogyakarta - Solo - Semarang - Purwokerto. KA Joglosemarkerto merupakan perpanjangan rute dari KA Kamandaka yang sebelumnya hanya melayani rute Semarang - Purwokerto. Namun rute ini kini diteruskan menuju Yogyakarta - Solo - Semarang. Dengan adanya KA Joglosemarkerto kini saya jadi punya pilihan alternatif transportasi yang aman dan nyaman untuk rute Jogja - Semarang atau sebaliknya. Kehadiran KA Joglosemarkerto juga telah mendukung pertumbuhan ekonomi dan wisata bagi masyarakat Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal dan sekitarnya.
Sumber ilustrasi : IG @Kemenhub151
Bepergian dengan menggunakan kereta api saat ini memang terasa lebih aman dan nyaman. Dengan naik kereta api, saya tidak akan mengalami kemacetan lalu lintas dan tidak akan bertemu dengan sopir yang ugal-ugalan. Selain itu berdasarkan pengalaman saya selama ini, waktu keberangkatan kereta api dan waktu tiba di tempat tujuan selalu on time. Dari segi biaya juga lebih murah. Sebelum saya mengetahui kalau sekarang sudah ada kereta api jurusan jogja - semarang, saya biasa naik travel yang ongkosnya 85.000,-. Namun setelah saya mengenal KA Joglosemarkerto maka saya bisa lebih menghemat ongkos transportasi, karena dengan memilih kelas ekonomi saya hanya cukup membayar sebesar 60.000,- saja. Meskipun kelas ekonomi, namun saya tetap merasakan fasilitas gerbong yang nyaman. Gerbongnya ber-AC dan selalu dalam kondisi bersih. Inilah salah satu contoh nyata dari peningkatan kinerja Kementerian Perhubungan yang benar-benar saya rasakan manfaatnya dan memberikan kepuasan bagi saya. Thanks Kemenhub, You make my dreams come true.
Sumber infografis : IG @Kemenhub151
Kini setiap kali saya melakukan perjalanan jogja - semarang atau sebaliknya saya selalu menggunakan KA Joglosemarkerto. Proses pemesanan tiket juga terasa makin mudah dengan menggunakan aplikasi KAI acess. Saya tidak perlu lagi mencetak tiket saat boarding karena aplikasi ini juga sudah dilengkapi dengan e-boarding sehingga lebih ramah lingkungan. Perjalanan Jogja - Semarang dan Semarang - Jogja setiap akhir pekan tidak lagi terasa deg-degan seperti dulu saat saya hanya punya satu pilihan transportasi darat yaitu bus umum. 

Saya akui bahwa kondisi angkutan umum khususnya bus saat ini sudah menunjukkan perbaikan seperti adanya Trans Jakarta, Trans Jogja atau BRT di Semarang. Namun kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada angkutan umum masih saja terjadi terutama pada angkutan umum yang dikelola oleh perusahaan swasta. Hal ini merupakan akibat dari kondisi kendaraan yang kurang layak hingga perilaku sopir yang ugal-ugalan. Kondisi inilah yang masih menggelisahkan saya sehingga sampai sekarang saya masih merasa kurang aman dan nyaman jika disuruh memilih naik bus. Ditambah lagi trauma yang pernah saya alami di masa lalu menyebabkan saya merasa lebih aman dan nyaman naik kereta api. 
Sumber ilustrasi : IG @Kemenhub151
Kabar baiknya kondisi keselamatan angkutan umum darat yang belum ideal ini juga telah mendapatkan perhatian yang serius dari Kementrian Perhubungan. Saat ini pemerintah telah membuat peraturan tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 2018. Peraturan ini diharapkan dapat mengubah mindset para pengusaha angkutan umum sehingga lebih mengedepankan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi para penumpang serta bersama-sama pemerintah melakukan upaya penurunan angka kecelakaan dengan cara melaksanakan manajemen keselamatan di masing-masing perusahaan angkutan umum.
Sumber Ilustrasi : IG @Kemenhub151
Tak hanya itu, kemenhub kini juga terus berupaya melakukan perbaikan sarana dan prasarana angkutan darat dengan melakukan perbaikan pada simpul-simpul transportasi seperti Terminal A di seluruh Indonesia demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada para penumpang terutama saat naik atau turun di terminal. Kemenhub menargetkan pada tahun 2020 semua terminal bus tipe A di jawa harus sekelas bandara. Selain itu kemenhub juga berupaya untuk membangun SDM yang berkualitas melalui budaya bertransportasi umum secara bijak dan cerdas. Upaya sosialisasi dan edukasi terus dilakukan agar dapat menciptakan SDM transportasi yang handal dan berkualitas serta SDM yang selalu menjaga kebersihan sarana & prasarana transportasi, disiplin waktu, tertib aturan serta menerapkan budaya antre dimanapun berada. Di era milenial seperti sekarang, upaya edukasi dan sosialisasi ini juga dilakukan melalui media sosial serta website kemenhub dengan alamat sebagai berikut :
Instagram : @kemenhub151
Twitter : @kemenhub151
Website : www.dephub.go.id

Thanks Kemenhub..You Make My Dreams Come True

Kinerja kementrian perhubungan selama 5 tahun terakhir ini memang telah menunjukkan banyak sekali kemajuan terutama dalam rangka mewujudkan transportasi unggul untuk Indonesia maju. Hal ini sangat layak mendapatkan apresiasi. Sejumlah infrastruktur transportasi baik transportasi darat, laut, udara maupun kereta api telah selesai dibangun oleh Kementrian Perhubungan. Sebagai contoh di sektor perkeretaapian hingga tahun 2018 telah dibangun jalur kereta api sepanjang 719,84 KM'SP dan ditargetkan pada tahun 2019 mencapai 779,47 KM'SP.
Sumber infografis : IG @Kemenhub151
Sebagai masyarakat pengguna setia moda transportasi kereta api, saya berharap kondisi keamanan dan kenyamanan transportasi dengan menggunakan kereta api ini dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan. Dengan begitu animo masyarakat untuk memilih penggunaan transportasi massal ini akan terus meningkat dan penggunaan kendaraan pribadi dapat dikurangi sehingga kemacetan dan polusi udara juga akan berkurang. 
Sumber infografis : IG @Kemenhub151
Namun masih ada kelemahan dari moda transportasi kereta api yaitu jadwal keberangkatan yang belum bisa tersedia setiap jam. Misalnya saja KA Joglosemarkerto yang menjadi favorit saya. Untuk jadwal kereta api dari Semarang ke Jogja hanya tersedia pada pukul 15.00 saja. Sementara untuk rute dari Jogja ke Semarang saat ini hanya tersedia pada pukul 14.00 dan 20.00. Kondisi tersebut mau tidak mau memaksa saya untuk memilih angkutan umum jenis lain seperti bus atau travel jika hendak berangkat ke Jogja atau Semarang pada jam-jam yang berada di luar jadwal tersebut. Sehingga saya berharap agar keselamatan, keamanan dan kenyamanan transportasi di sektor angkutan darat benar-benar dapat diwujudkan oleh pemerintah secara komprehensif. 

Cerita saya ini adalah sekelumit kisah tentang betapa senangnya saya sebagai bagian dari rakyat Indonesia dengan kinerja kementerian perhubungan selama 5 tahun terakhir ini. Diluar sana saya yakin pasti masih banyak cerita dari masyarakat tentang kepuasan yang mereka rasakan terkait dengan kemajuan transportasi di Indonesia saat ini seperti adanya MRT dan LRT, pembangunan bandara dan lain sebagainya. 

Dibukanya rute kereta api Jogja - Semarang dengan KA Joglosemarkerto pada tahun 2018 merupakan bagian kecil dari sekian banyak upaya peningkatan pelayanan bidang transportasi yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Meskipun hanya merupakan bagian kecil, namun hal tersebut sangat berarti dan telah memberikan manfaat yang nyata bagi saya. Mimpi saya sejak 19 tahun lalu kini telah terwujud. Perjalanan Jogja - Semarang dapat saya lalui dengan aman dan nyaman, bebas stres dan bebas deg-degan. Meskipun sedang diberi tugas oleh kantor untuk menuntut ilmu di Semarang, namun setiap akhir pekan saya bisa pulang ke Jogja untuk menikmati quality time bersama anak-anak & suami dengan biaya yang murah namun keselamatan, keamanan dan kenyamanan transportasi tidak terabaikan. Thanks Kemenhub, You make my dreams come true.

You May Also Like

0 comments

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)