5 Manfaat Penting Pendidikan Anak Usia Dini Di Era Digital

by - September 07, 2019


Era digital merupakan jaman dimana semua manusia bisa saling berkomunikasi dengan sedemikian dekat meskipun saling berjauhan. Di era digital ini setiap orang bisa mengetahui informasi secara cepat atau real time. Era digital disebut juga sebagai era globalisasi. Dimana dengan mudah terjadi proses pertukaran informasi dan budaya yang disebabkan oleh kemajuan infrastruktur telekomunikasi, transportasi dan internet. Setiap orang kini telah terpapar dengan digitalisasi serta globalisasi tak terkecuali anak-anak.

Di era digital seperti sekarang, rasanya sudah menjadi pemandangan yang tidak asing lagi jika banyak kita temui anak-anak yang menghabiskan waktunya untuk bermain smartphone. Perkembangan era digital yang semakin pesat ini tentunya memiliki dampak baik positif maupun negatif bagi tumbuh kembang anak - anak. Contoh dampak positifnya adalah anak bisa lebih mudah mengakses informasi untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Sementara contoh dampak negatifnya adalah anak rawan untuk terpapar informasi yang salah karena masih terbatasnya kemampuan mereka dalam memfilter informasi dari internet. Selain itu anak juga bisa jadi kecanduan internet dan kurang bersosialisasi.
Foto : Dok.Pribadi
Penggunaan internet atau smartphone pada anak sebenarnya memang tidak disarankan, tapi kebiasaan orang tua menggunakan smartphone mau tidak mau akhirnya mempengaruhi anak untuk mengenal smartphone dan internet. Saya akui memang bukan perkara mudah untuk menjauhkan anak - anak dari smartphone. Yang dapat saya lakukan saat ini adalah mendampingi dan membatasi anak dalam menggunakan internet, tapi tidak bisa menghindari 100 %.

Anak usia dini yang berusia 3 tahun seperti anak saya, rata - rata memang sedang dalam masa memiliki rasa ingin tahu yang besar. Bermain dengan menggunakan smartphone merupakan salah satu cara untuk menyalurkan rasa ingin tahunya terhadap sesuatu. Bagi saya hal semacam ini normal saja. Biasanya anak saya tertarik untuk menonton video you tube yang menampilkan review mainan anak, lagu - lagu anak serta film kartun anak. Tak jarang juga, anak saya kemudian meniru hal - hal yang dilihatnya melalui video youtube seperti meniru kata - kata yang diucapkan oleh para youtuber cilik hingga hafal lagu - lagu anak yang pernah dilihatnya.


Ini karena pada usia 0 - 5 tahun memang anak sedang mengalami masa emas tumbuh kembang otak. Sehingga tidak heran kalau anak cepat hafal atau mudah meniru apa yang dilihatnya sehari - hari. Makanya saat anak saya mulai menginjak usia 3 tahun saya memilih untuk mulai mendaftarkannya bersekolah di pree-school (mulai playgroup hingga TK) supaya anak saya bisa mendapatkan pendidikan anak usia dini yang lebih terarah dan terstruktur. 

Pendidikan anak usia dini atau yang biasa disingkat dengan PAUD merupakan jenjang pendidikan sebelum sekolah dasar yang bertujuan untuk membina anak sejak lahir hingga usia 6 tahun dan dilakukan dengan cara pemberian rangsangan pendidikan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta rohani anak agar mereka  memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. PAUD ini dapat diselenggarakan pada jalur formal, nonformal dan informal. Titik berat utamanya adalah pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 6 aspek perkembangan yaitu agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional dan seni yang disesuaikan dengan keunikan dan tahap perkembangan kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini. Pendidikan anak usia dini di era digital seperti sekarang memang sangat penting, karena dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

1. Mengajarkan Kebiasaan Hidup Yang Baik Sejak Dini

Semua orang tua pasti selalu berusaha untuk mengajarkan kebiasaan hidup yang baik kepada anak - anak. Hanya saja terkadang ada yang mengajarkannya terlambat sehingga tujuan yang diharapkan tidak tercapai. Misalnya masalah kebiasaan bangun pagi. Ada orang tua yang mengeluh kenapa anaknya susah bangun pagi. Jawabannya mungkin karena kebiasaan bangun pagi baru diajarkan setelah anak masuk sekolah SD dan sebelumnya tidak pernah. Padahal kebiasaan hidup sehari - hari semacam ini sebenarnya sudah mulai diinternalisasi oleh anak sejak usia dini atau usia balita.
Foto : Dok. Pribadi
Makanya dengan memasukkan anak ke playgroup di usia 3 tahun sekaligus saya sudah mengajarkan kebiasaan hidup yang baik setiap hari seperti rutinitas bangun pagi, mandi pagi, sarapan pagi dan disiplin waktu berangkat sekolah. Di sekolah anak juga diajarkan oleh guru tentang kebiasaan gosok gigi, cuci tangan sebelum makan, mengucap salam dan sebagainya yang selanjutnya juga bisa dipraktekkan di rumah dengan pendampingan orang tua. Sebagai ibu bekerja saya memang merasa terbantu dengan peran guru - guru di playgrup anak saya terutama dalam hal penanaman kebiasaan hidup yang baik sejak dini. Di era digital seperti sekarang kebiasaan hidup yang baik penting diajarkan sejak dini, supaya kedisiplinan menjadi rutinitas yang terus dipertahankan hingga ia dewasa kelak.

2. Menanamkan Nilai & Norma Sebagai Benteng Dari Pengaruh Negatif Globalisasi

Penanaman nilai - nilai dasar terutama tentang nilai moral dan agama pada anak memang menjadi tanggung jawab orang tua. Demi mendukung agar nilai - nilai yang diajarkan itu semakin melekat pada anak maka mereka perlu dibesarkan dalam lingkungan yang mendukung. Melalui pendidikan anak usia dini yang diperoleh baik di rumah maupun di sekolah maka akan terbentuk imunitas dalam diri anak sejak dini sehingga imunitas ini diharapkan dapat melekat erat hingga ia dewasa nanti.
Foto : Dok. Pribadi
Terutama di era digital seperti sekarang dimana pengaruh globalisasi tidak bisa dihindari oleh siapapun. Menutup akses anak terhadap dunia luar dengan terlalu membatasi akses internet misalnya, juga bukan merupakan hal yang bijak. Yang paling rasional untuk dilakukan adalah memberikan benteng pertahanan yang kuat bagi anak yang dimulai sejak usia dini yaitu dengan cara menanamkan pemahaman tentang nilai dan norma yang berlaku di dalam keluarga dan masyarakat.

3. Merangsang Aktivitas Fisik dan Motorik Anak

Anak usia dini harus banyak melakukan aktivitas fisik serta motorik untuk merangsang kecerdasan serta kreatifitasnya. Kalau hanya diam di rumah memang saya akui biasanya anak saya jadi kurang aktifitas fisik terutama yang dilakukan di luar rumah. Dia akan lebih suka nonton tv atau bermain smartphone. Jika tv saya matikan dan smartphone saya simpan memang anak saya akan melakukan aktifitas lain seperti bermain boneka atau masak-masakan tapi biasanya dilakukan di dalam rumah. Hal ini karena saya memang tidak memiliki halaman yang luas dan rumah saya terletak di tepi jalan raya. 
Foto : Dok. Pribadi
Dengan bersekolah di playgrup maka setiap hari anak saya punya waktu dan kesempatan yang luas untuk beraktifitas fisik di luar ruangan seperti berlari-lari bersama temannya, main ayunan, perosotan dan lain sebagainya. Menurut penelitian aktifitas fisik yang dilakukan di luar rumah semacam ini bisa mendukung tumbuh kembang anak semakin optimal. Anak dengan tumbuh kembang otak dan fisik yang optimal diharapkan tidak menjadi generasi yang tertinggal di era digital.

4. Melatih Ketrampilan Anak Dalam Bersosialisasi dan Berkomunikasi

Dengan bersekolah di playgroup anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebaya serta guru. Anak saya yang tadinya pemalu, lama kelamaan menjadi lebih berani. Kemampuan komunikasinya juga semakin terasah, terutama dalam hal penambahan kosakata baru. Di era digital kemampuan sosialisasi dan komunikasi ini juga penting untuk dikembangkan sejak usia dini karena di masa depan nanti ketrampilan anak dalam bersosialisasi dan berkomunikasi akan menentukan kesuksesannya.

Dalam hal komunikasi, penguasaan bahasa asing juga perlu untuk mulai dikenalkan sejak dini. Bahasa asing bisa mulai dikenalkan oleh orang tua melalui metode belajar di rumah maupun dengan cara mendaftarkan anak ke pree-school bilingual. Salah satu contoh pree-school yang sudah mulai mengenalkan bahasa asing sejak dini pada anak adalah Apple Tree Pree-School BSD yang mengedepankan fun learning dalam memberikan pendidikan anak usia dini melalui jalur sekolah formal. 
Sumber gambar : apletreebsd.com
Sekolah ini didirikan sejak tahun 2000 dan mengadopsi kurikulum dari singapura serta menggunakan metode dual bahasa dalam proses pembelajaran yaitu inggris serta mandarin. Anak dengan usia 1,5 hingga 6 tahun, sudah bisa mulai mengenyam pendidikan usia dini di tempat ini.

5. Mengurangi Frekuensi Bermain Gadget

Aktivitas bersekolah di playgroup pada anak usia dini juga terbukti bisa mengurangi frekuensi anak bermain gadget. Anak akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain dan belajar bersama teman serta gurunya di sekolah. Saat kembali ke rumah anak juga akan lebih antusias untuk ngobrol dan bercerita dengan orang tua tentang pengalamannya bermain selama di sekolah.
Foto : Dok. Pribadi
Asal orang tua juga mau konsekuen menjadi pendengar yang baik serta menjauhkan gadget saat menemani anak bercerita maka fokus anak untuk ngobrol dan bercerita juga tidak akan terganggu. Aktivitas saling bercerita seperti ini juga bermanfaat untuk meningkatkan bonding pada ibu bekerja yang lebih mengutamakan quality time. Di era digital, hal semacam ini dapat meminimalisir resiko anak kecanduan gadget karena ada banyak pilihan aktifitas yang bisa dilakukan melalui PAUD selain bermain gadget.

Early Childhood Education Is The Key To The Betterment Of Society _ Maria Montessori

Pengaruh perkembangan dunia digital memang bagaikan dua mata pisau, ada sisi yang bisa memberi pengaruh positif serta sisi lain yang memberi pengaruh negatif. Pada anak - anak usia dini memang semakin penting untuk diberikan pendidikan anak usia dini agar kelak mereka bisa mempunyai imunitas dan kemampuan filter yang baik dalam menyaring hal - hal negatif dari perkembangan dunia digital. Selanjutnya dengan kecerdasan yang dimilikinya ia dapat mengambil hal - hal positif dari perkembangan era digital untuk dimanfaatkan sebagai modal kesuksesan di masa depan.

#appletreebsd

You May Also Like

0 comments

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)