Februari 20, 2017

Ini Life Goals Saya Agar Bahagia di Usia Senja

Edit Posted by with 5 comments
The biggest mistake that most people make when it comes to their retirement is they do not plan for it"

Dulu ketika masih kanak-kanak, saya pernah ditanya oleh orangtua dan juga guru tentang apa cita-citamu saat dewasa nanti? Pertanyaan tersebut kemudian mendorong saya untuk punya impian lalu menyusun rencana agar cita - cita tersebut bisa tercapai. Selanjutnya saat sudah dewasa dan berhasil meraih impian sejak kecil, saya sempat punya pemikiran bahwa kini tiba waktunya bagi saya untuk berleha-leha dan menikmati hasil perjuangan saya selama ini. Toh sudah punya pekerjaan dan gaji sendiri. Waktu itu sempat ada niat untuk memiliki kartu kredit, supaya saya bisa menikmati gaya hidup seperti orang kebanyakan tapi kemudian niat ini saya batalkan. Kenapa batal? karena tiba-tiba saja saya seperti diingatkan untuk tidak sembarangan menghabiskan uang yang saya miliki. Saya harus tetap menghemat pengeluaran saya karena saya  dihadapkan dengan pertanyaan tentang kehidupan seperti apa yang saya inginkan ketika usia semakin tua?


Pertanyaan semacam ini mulai terlintas di benak saya, saat awal memasuki dunia kerja. Kala itu usia saya masih 21 tahun dan bekerja di sebuah instansi swasta. Pekerjaan sebagai staf lapangan memungkinkan saya untuk bisa bertemu dengan banyak orang, dan saya merasa beruntung ketika suatu hari bertemu dengan seorang bapak berusia 65 tahun yang sharing tentang kehidupan beliau yang bahagia di usia tua. 

Beliau bercerita bahwa kunci pensiun bahagia adalah selalu menjaga kesehatan sejak usia muda dan didiklah anak agar tumbuh menjadi pribadi yang punya akhlak baik. Bagi beliau, membangun akhlak anak adalah nomor satu karena jika hanya uang yang dikejar saat masih produktif maka keserakahan yang tumbuh. Beliau menceritakan tentang 4 orang anaknya yang menjadi orang berhasil kemudian menikah dengan biaya sendiri. Dalam menggelar pesta pernikahannya mereka menolak dibantu orangtua karena anak-anaknya tersebut memang sudah sanggup hidup mandiri dan merasa malu jika masih memberatkan orangtua.

Beliau juga menceritakan tentang teman-temannya yang seumuran dan sukses mengumpulkan banyak harta saat pensiun. Tapi justru hartanya tersebut malah jadi ajang pertempuran anak cucu dalam perebutan warisan. Selain itu juga ada beberapa teman beliau yang belum mencapai umur 60 tahun tapi sudah berpulang lebih dulu karena berbagai macam penyakit akibat kehidupan yang penuh stressor seperti penyakit jantung, kanker dan lain sebagainya. 

Dalam akhir obrolan beliau juga menasehati saya, agar mulai membuat rencana pensiun sejak usia dini. Namun buatlah rencana keuangan sesuai dengan keadaan. Jika ada kelebihan harta jangan lupa untuk membantu kaum miskin. Walaupun saat sudah tua nanti tidak bisa memiliki tabungan milyaran rupiah, tapi tabungan di surga nilainya lebih dari itu. 

Nasihat dari bapak tersebut rasanya sungguh sangat masuk kedalam hati dan pikiran saya yang saat itu masih berumur 21 tahun sehingga kemudian mempengaruhi saya dalam menyusun Life Goal selanjutnya. Dulu saya sempat menganggap bahwa pensiun itu tidak perlu direncanakan sejak usia muda. Cukup jalani saja kehidupan dengan mengalir apa adanya. Tapi ternyata saya salah, jika kelak ingin menikmati masa bahagia di usia tua maka perencanaan ini harus dilakukan sejak dini saat usia masih produktif. Perencanaan ini meliputi banyak hal seperti menjaga pola hidup sehat sejak masih muda, mendidik anak dengan baik hingga merencanakan keuangan untuk masa pensiun. 

Kemudian saya mulai merencanakan kehidupan seperti apa yang ingin saya wujudkan jika nanti saya diberi umur panjang sehingga bisa menikmati masa tua. Impian saya sederhana yaitu saya ingin menjalani masa tua dengan kondisi fisik masih sehat. Dikelilingi anak, cucu, suami yang juga sehat dan menyayangi saya. Bisa hidup sejahtera dan punya kehidupan sosial yang baik serta bermanfaat bagi orang lain. Impian sederhana tersebut saya tetapkan sebagai Life Goal, dan dalam rangka mewujudkannya maka berikut hal-hal yang mulai saya lakukan sejak awal : 

#Life Goal 1 : Sehat Hingga Usia Senja 

Menjalani kehidupan di dunia kerja memang tidak mudah. Dulu saat awal bekerja di instansi swasta, saya bekerja sebagai petugas lapangan yang mobilitasnya cukup tinggi. Sehingga untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit saya benar-benar menjaga pola makan. Sarapan pagi adalah hal yang tidak boleh dilewatkan. Selain itu saya juga pantang begadang. Setelah 3 tahun bekerja sebagai petugas lapangan di instansi swasta, kemudian saya diterima kerja sebagai PNS dengan pola kerja yang jauh berbeda. Saya tak lagi sibuk wara-wiri kesana kemari setiap hari, melainkan lebih banyak duduk di depan layar komputer. Hal ini juga memiliki resiko terhadap kesehatan. Duduk berjam-jam di depan komputer dikatakan bisa menimbulkan berbagai macam penyakit jika tidak diimbangi dengan banyak bergerak serta melakukan aktivitas fisik. Sehingga saya membiasakan untuk rutin berolahraga demi menjaga kesehatan hingga usia senja. Selain itu saya juga berusaha menghindari stres dengan cara tidak terlalu ngoyo dalam bekerja. Saya tetap punya target dalam bekerja, namun target tersebut juga saya sesuaikan dengan kemampuan yang saya miliki. 


Membiasakan olah raga sejak masih muda supaya tetap sehat hingga usia senja

#Life Goal 2 : Membesarkan anak dengan akhlak yang baik

Musim demi musim berlalu, menuai usia kita. Lihat buah hati bercanda, di padang yang kita bina...

Lirik lagu lawas milik Java Jive yang pernah ngehits saat jaman saya masih muda dulu cukup mempengaruhi saya dalam merencanakan kehidupan masa tua yang ingin saya jalani kelak. Iya..saya ingin diusia tua nanti, anak-anak saya sudah besar dan sudah bisa mandiri. Meskipun sebagai orangtua saya tidak pernah merasa repot atau terbebani dengan kehadiran anak, namun jika nanti saya sudah tua dan anak - anak bisa mandiri tentu itu akan lebih meringankan. Sehingga saat masih muda saya juga tidak mau terlalu lama berpacaran. Di usia 25 tahun saya memutuskan untuk menikah dengan harapan agar bisa segera dikarunia anak diusia muda.

Saya merasa cukup bangga karena saat menikah saya benar-benar tidak meminta biaya sepeserpun dari orangtua. Saya membiayai pesta pernikahan saya sendiri sama seperti anak-anak bapak pensiunan yang saya ceritakan di awal tulisan. Setelah menikah alhamdulilah saya dikarunia 2 orang anak yang semakin melengkapi kebahagiaan kami. 

Dalam proses mendidik dan membesarkan anak sejauh ini saya juga beberapa kali mengalami kendala, namun berbagai kendala tersebut justru menjadi bahan pelajaran bagi saya untuk bisa menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Jaman sekarang perkara mendidik anak yang cerdas mungkin lebih mudah karena dari segi asupan nutrisi dan stimulasi lingkungan juga semakin mendukung. Tapi soal akhlak kadang malah terlupakan. 

Meluangkan waktu untuk membaca bersama anak-anak sbg slah satu upaya mendidik anak dg akhlak yg baik

Untuk bisa membesarkan anak dengan akhlak yang baik memang bukan perkara mudah tapi wajib diusahakan. Sebagai orang tua saya memang dituntut untuk terus belajar serta berusaha memberikan contoh keteladanan bagi anak-anak saya. Meskipun sibuk bekerja sebisa mungkin saya tetap meluangkan waktu khusus untuk berkomunikasi dan menjalin kedekatan dengan anak-anak karena hal ini sangat penting bagi tumbuh kembang mereka di masa depan. Selain itu saya juga tidak pernah putus memanjatkan doa kepada Tuhan demi keselamatan dan kebahagian hidup anak-anak saya baik di dunia maupun di akhirat kelak. 

#Life Goal 3 : Hidup Sejahtera di Usia Senja 

Untuk bisa mencapai life goal hidup sejahtera di usia senja tentu butuh yang namanya dana pensiun. Bicara soal persiapan dana pensiun ini, saya termasuk beruntung karena kini berprofesi sebagai PNS dan sudah mulai menabung untuk dana pensiun sejak awal diterima kerja. Selain itu saya juga punya investasi lain dalam bentuk tanah dan emas untuk tambahan tabungan di hari tua. Namun bukan berarti kalangan PNS saja lho yang bisa mempersiapkan dana pensiun dengan menggunakan gaji bulanan yang diterima. Saat ini semua orang baik karyawan swasta hingga pekerja informal juga bisa mempersiapkan dana untuk menikmati masa tua dengan bahagia melalui asuransi BPJS Ketenagakerjaan. 

Dengan program asuransi BPJS Ketenagakerjaan ini setiap orang bisa merencanakan keuangan untuk hari tua sesuai dengan tingkat penghasilan masing-masing 

BPJS Ketenagakerjaan merupakan program asuransi tenagakerja dari pemerintah yang diperuntukkan bagi para pekerja penerima upah (PU) dan juga Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dengan manfaat sebagai berikut : 
Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan tentu akan dapat memberikan rasa aman bagi para pekerja dalam melakukan aktivitas kerja karena apabila terjadi kecelakaan kerja atau kematian maka akan ada kompensasi yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris. Misalkan terjadi kecelakaan kerja maka peserta BPJS Ketenagakerjaan akan mendapatkan kompensasi berupa biaya pengangkutan, biaya pengobatan dan perawatan, santunan cacat, penggantian gigi tiruan, tunjangan sementara tidak mampu bekerja, biaya rehabilitasi, dan santunan kematian. Apabila peserta meninggal dunia atau cacat tetap akibat kecelakaan kerja maka ada juga bantuan beasiswa yang akan diberikan kepada satu anak peserta yang masih sekolah dengan besaran yang tergolong sangat lumayan. 

Selain itu peserta BPJS Ketenagakerjaan juga bisa lebih tenang karena sudah ada Jaminan Hari Tua (JHT) yang bisa jadi tabungan untuk masa tua. Namun penarikannya juga fleksibel tak harus menunggu sampai usia tua karena JHT ini juga bisa diambil manakala terjadi pemutusan hubungan kerja dengan perusahaan atau karyawan resign dari tempat kerja. Tak hanya karyawan yang bekerja di perusahaan/ lembaga formal saja yang bisa memiliki Jaminan hari tua, namun pekerja informal seperti petani, nelayan bahkan blogger yang setiap hari pekerjaannya mengelola blog di rumah sekalipun juga bisa memiliki jaminan hari tua dengan cara mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan secara perorangan. Besaran premi tiap bulan yang perlu dibayarkan juga bisa disesuaikan dengan penghasilan masing-masing sehingga tidak memberatkan peserta. 

Merencanakan kehidupan masa pensiun sejak dini memang penting dilakukan oleh siapa saja agar saat usia senja tiba, kita tinggal menuai bahagia. Semakin dini kita mulai berinvestasi untuk dana hari tua maka akan semakin leluasa waktu dan dana yang dipersiapkan. Sebaliknya semakin lambat kita mempersiapkannya maka akan semakin besar dana yang harus disisihkan. 

#Life Goal 4 : Kehidupan Sosial Yang Baik 

Saya adalah orang yang percaya bahwa apa yang kita tanam dimasa muda, kelak akan kita petik hasilnya dimasa tua. Salah satunya adalah tentang kehidupan bersosial masyarakat. Atasan saya yang kini sudah pensiun pernah mengatakan bahwa saat sudah pensiun nanti, kita baru merasa bahwa tetangga di sekitar rumah kita ternyata adalah saudara yang sebenarnya.


Hubungan dengan teman-teman maupun relasi di kantor memang penting untuk dijaga, namun kadang yang terlupakan justru hubungan baik dengan lingkungan sekitar tempat tinggal. Padahal saat sudah tua nanti, misalkan kita jatuh sakit ataupun meninggal dunia justru tetangga kanan dan kiri kitalah yang akan membantu keluarga kita dalam mengurus semuanya. 

Untuk itu saya selalu berusaha menyeimbangkan antara aktivitas di kantor dan aktivitas sosial masyarakat di rumah dengan cara ikut aktif dalam kegiatan sosial di kampung seperti bergabung di kelompok arisan kampung, pengajian, saling silaturahim serta bantu membantu dengan tetangga sekitar, dan lain sebagainya.

#Life Goal 5 : Bermanfaat Bagi Sesama

Kembali pada cerita tentang bapak pensiunan yang pernah memberikan nasehat kepada saya. Beliau pernah berpesan apabila kita memiliki kelebihan harta jangan lupa untuk membantu kaum miskin. Walaupun saat sudah tua nanti kita tidak bisa memiliki tabungan milyaran rupiah, tapi tabungan di surga nilainya lebih dari itu. Kehidupan yang bermanfaat bagi sesama merupakan investasi yang paling besar nilainya untuk kebahagiaan hidup kita. 

Jika belum bisa melakukan hal yang bermanfaat bagi sesama maka minimal jangan sampai kita memberatkan orang lain. Salah satu caranya adalah saat usia senja sebisa mungkin kita jangan sampai menjadi beban untuk orang lain. Dengan memiliki jaminan hari tua atau jaminan pensiun, insyaAllah kehidupan dimasa tua kita tidak akan membebani siapapun. Mungkin anak-anak yang sudah mandiri bisa membantu kita. Tapi jika kita masih bisa memenuhi kebutuhan hidup di hari tua secara mandiri tentu rasanya akan jauh lebih nyaman. Terlebih lagi jika dengan harta yang kita miliki tersebut juga bisa digunakan untuk membantu sesama.

Bicara soal usaha untuk bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama, maka salah satu tabungan yang sudah saya lakukan adalah dengan mendaftarkan para tenaga kontrak yang bekerja di kantor saya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Besaran premi yang harus dibayarkan juga cukup ringan yaitu sebesar 6,24 % dari gaji. Itupun yang 4,24% dibayarkan oleh instansi dan pekerja hanya membayar sebesar 2% saja. Dengan mendaftarkan karyawan kontrak yang bekerja di kantor saya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan saya berharap kelak mereka juga bisa menikmati masa pensiun dengan bahagia. Semoga ini bisa jadi tabungan amalan bagi saya karena sudah memenuhi salah satu hak pekerja yang penting untuk kesejahteraan mereka di masa mendatang.
Memenuhi hak pegawai kontrak dengan mendaftarkan mereka sbg peserta BPJS Ketenagakerjaan
Untuk bisa menuai bahagia di hari tua, kini memang bisa dinikmati oleh siapa saja. Namun syaratnya semua memang harus direncanakan jauh hari sejak usia masih muda. Apalagi bisa dibayangkan juga saat usia semakin tua nanti kemungkinan inflasi akan semakin besar sehingga harga barang kebutuhan juga akan terus naik. Persiapan dana pensiun idealnya dilakukan pada masa usia produktif yaitu sekitar usai 20-30 tahun. Di usia ini biasanya tanggungan hidup masih belum begitu berat, badan masih sehat, karir terus menanjak sehingga masih belum terlalu sulit untuk menyisihkan uang yang dimiliki untuk diinvestasikan guna persiapan dana pensiun. Walaupun memang yang namanya rezeki sudah diatur oleh Tuhan, namun kita wajib mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang supaya saat masa tua tiba kita tetap bisa bahagia lahir dan batin seperti saat usia masih produktif.


Reactions:

5 komentar:

  1. LifeGoals kamu sip markosip banget mbaaaa! Sangat menginspirasi, baiklaaah yuk mareee kita singsingkan lengan buat masa tua yang lebih baik!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  2. Tabungan untuk di hari tua memang penting sekali, walau tabungan saya juga habis mulu, haha... Akhlak pun juga tak kalah penting ya. Beruntunglah anak2 yang selalu diingatkan oleh orang tuanya ttg akhlak :)

    BalasHapus
  3. Life goalsnya pantas ditiru nih makasih mbak, moga aku pun bisa gtu :D

    BalasHapus
  4. same mbak. motto saya "its not an ending kalau gag happy ending" hahhaa

    BalasHapus

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)