Mengelola Rasa Cemburu

by - January 13, 2017


Rasa cemburu bisa dialami oleh semua orang dan nggak pilih-pilih, baik pria maupun wanita bisa didera oleh rasa cemburu. Namun secara fitrah, kaum perempuan memang cenderung lebih sensitif terhadap perasaan ini. Terkadang saat dibakar rasa cemburu, perempuan akan lebih mengedepankan perasaan dibanding logika. Padahal rasa cemburu sebenarnya juga tidak selalu berkonotasi negatif, contohnya adalah cemburu pada hal-hal yang bersifat positif seperti cemburu melihat orang yang bisa bersikap lebih sabar, dengan begitu justru kita akan termotivasi untuk berbuat lebih baik dan lebih mengontrol diri. Cemburu akan berubah jadi negatif manakala berubah menjadi cemburu yang membabi buta dan mengedepankan emosi, egoisme serta rasa curiga yang berlebihan.

Dalam kehidupan berumahtangga, rasa cemburu terkadang juga membuat galau hubungan antara suami istri. Walaupun sebenarnya sah-sah saja sih jika seorang istri maupun suami merasa cemburu kepada pasangannya. Namun tetap harus dikontrol agar jangan sampai rasa ini jadi merusak hubungan harmonis dengan pasangan kita. Secara pribadi, saya sendiri juga pernah dilanda perasaan cemburu semacam ini, alasannya sih bukan karena ada wanita lain. Namun karena kesibukan masing-masing terkadang komunikasi diantara saya dan suami jadi terasa kurang. Saya pengen curhat tapi suami saya sudah capek, padahal kalau bosnya yang telpon dia langsung siaga. Hal semacam ini sering bikin saya merasa cemburu dan kadang merasa dikesampingkan, kemudian mulai deh saya ngedumel ke suami.

Saya akui bahwa rasa cemburu memang tak bisa dielakkan dalam perjalanan biduk rumah tangga. Saat cemburu melanda tentu rasanya sangat tidak nyaman dihati. Kalau saya sih biasanya memang langsung menyampaikan ke suami tentang uneg-uneg yang saya rasakan terhadap sikapnya yang bikin saya cemburu dan suami juga alhamdulilah mau introspeksi dan sadar diri walaupun kadang juga masih diulangi lagi. Iya saya kezzeel..banget kalau pas lagi curhat tapi malah suami saya nggak ngasih solusi apapun, cuma diam mendengarkan atau kadang tidur. Iiih...rasanya kesel banget, padahal kalau dia ngobrol sama teman-teman geng cowoknya kayaknya nggak gitu deh. Gimana nggak bikin saya jadi cemburu? Tapi capek juga sih kalau kita terus memelihara rasa cemburu dihati, makanya kalau udah capek saya biasanya melakukan hal-hal berikut :

  • Istighfar, menyebut asma Allah dan mohon perlindungan dari godaan setan yang mengobarkan rasa cemburu di dalam dada. Dengan begitu, hati yang panas akan berubah jadi dingin manakala segala sesuatu kita pasrahkan kepada sang pemilik kehidupan.
  • Wudhu dan Sholat, dinginnya air wudhu dapat memberikan kesegaran dan ketenangan tersendiri. Dengan dilanjutkan sholat maka hati akan jadi semakin tenang.
  • Berpikir Positif, mencoba membayangkan posisi suami. Mungkin memang dia benar-benar sedang capek sehingga saat saya curhat dia tak sengaja tertidur, bukan karena tidak peduli pada saya. Mungkin saat bosnya yang menelpon dia selalu siaga karena terkait dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Rasa cemburu memang bisa jadi bumbu dalam sebuah hubungan, dan juga bisa jadi penanda cinta kepada pasangan. Sebenarnya cemburu juga bukan masalah besar jika kita bisa berlaku bijak dalam mengelolanya. Namun pada pasangan yang masih "labil" cemburu bisa jadi masalah yang sangat besar dan merusak hubungan.

Labil yang saya maksud disini adalah pada pasangan usia muda. Biasanya pasangan usia muda yang berpacaran misalnya sangat mudah tersulut oleh rasa cemburu. Contohnya jika saya lihat di reality show yang tayang di TV itu tuh..duh..cemburunya kok kayak lebay banget ya? Betewe itu aslinya settingan apa beneran sih?

Tapi nggak semua juga sih, pasangan muda yang masih pacaran bersikap begitu karena saya punya teman blogger yang usianya jauh lebih muda dari saya dan saat ini juga sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan pasangannya namun mereka tetep rukun dan jarang cemburu-cemburuan, namanya atanasia rian. Saya biasa memanggilnya mak rian atau mbak berbie..hehehe. Jadi mbak berbie ini adalah seorang blogger femes yang punya blog berniche kuliner dan wisata di http://www.kulinerwisata.com/. Berhubung blognya udah femes banget rasanya saya nggak perlu ya mengulas tentang blognya, buat yang penasaran boleh cuss langsung kesana.

Mak Rian dan Mastah Femes (tapi ini bukan pasangannya lho)
Kali ini saya mau mengulas tentang rahasia mbak berbie dalam mengelola rasa cemburunya terhadap pasangan yang posisinya kini sedang berada jauh di ibukota sana. Menurut pengakuan mak Rian, sebagai kaum hawa pernah juga sih merasa cemburu terutama saat sama-sama masih kuliah dulu. Nah, saat rasa cemburu itu hadir, mak Rian mengelolanya dengan cara meningkatkan intensitas komunikasi dengan pasangan. Trus kalau lagi emosi, mak Rian memilih untuk sibuk dengan kegiatan sehingga terlupakan segalanya. Tapi meski dalam keadaan marah doski tetap menjaga komunikasi dengan pasangannya misalnya tetap pamit kalau mau pergi kemana-mana, jadi bukan lalu putus hubungan komunikasi. Menurut pengakuannya, selama pacaran mereka berdua paling lama marahan itu cuma 3 hari.

Nah, sekarang nih pas udah sama-sama lulus kuliah dan menjalani hubungan jarak jauh mak Rian malah mengaku jarang cemburu karena sudah sama-sama percaya dengan pasangan. Itu semua karena mereka selalu menjaga komunikasi dan bercerita secara detail tentang kegiatan masing-masing. Apalagi mak Rian dan pasangannya ini adalah tipe orang yang sama-sama hobi berkomunitas sehingga mereka juga udah saling paham soal etika komunitas. Jadi kuncinya itu tetep di komunikasi ya.

Duh..so sweet bangetkan mereka ini, udah kompak banget satu sama lain soal mengelola rasa cemburu. Btw kalau udah kompak gitu saya sih cuma bisa mendoakan semoga hubungan mak Rian dan pasangan yang udah jalan selama 11 tahun ini bisa segera diresmikan dan awet hingga kakek nenek ya :) Amin


You May Also Like

0 comments

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)