Januari 06, 2017

Mencintai Pekerjaan Dengan Sepenuh Hati

Edit Posted by with 4 comments

Dulu waktu masih SMA cita-cita saya itu jadi dokter. Saya ingin jadi dokter karena keluarga besar saya rata-rata berprofesi sebagai dokter yaitu pakde, dan tante saya. Selain itu orang tua saya juga menginginkan saya untuk bisa jadi seorang dokter. Dalam benak saya kala itu profesi dokter itu adalah segalanya. Tapi kemudian saat ikut UMPTN saya gagal masuk fakultas kedokteran, justru saya malah berhasil masuk fakultas kesehatan masyarakat yang saya jadikan pilihan cadangan paling akhir. Untuk kuliah di universitas swasta, jelas orang tua saya nggak mampu membiayai. Sehingga saya tetap berusaha mencoba ikut UMPTN lagi sampai 3 kali demi bisa masuk fakultas kedokteran tapi semua berakhir gagal. Takdir saya adalah kuliah di fakultas kesehatan masyarakat dan sampai akhirnya saya lulus dengan gelar sarjana kesehatan masyarakat (SKM). Tanpa saya duga, begitu saya lulus kuliah dan belum sempat di wisuda saya malah diterima kerja di sebuah NGO dengan posisi sebagai konselor. Setahun kemudian saya diterima kerja sebagai PNS di Instansi Dinas Kesehatan dan 4 tahun kemudian saya dapat promosi jabatan menjadi kasubbag tata usaha puskesmas hingga sekarang.

Lalu apakah saya mencintai pekerjaan saya yang sekarang? atau ini hanya merupakan pengalihan dari cita-cita jadi dokter yang kandas? hmm..tidak juga sih, jujur saja sekarang saya sudah merasa enjoy menjalani pekerjaan saya. Mungkin ini memang sudah takdir saya dan saya bisa menerimanya. Walaupun sebenarnya pekerjaan yang saya jalani saat ini bertolak belakang dengan minat saya. 

Mungkin pekerjaan yang saya jalani saat ini sebenarnya kurang sesuai dengan bidang saya tapi nyatanya saya bisa bertahan menjalaninya selama hampir 6 tahun. Awalnya saya memang kurang suka dengan pekerjaan saya namun hal tersebut justru malah membuat saya jadi sulit menjalaninya. Dalam hati selalu saja ada suara-suara untuk meninggalkan pekerjaan dan berangan-angan untuk menjalani profesi lain. Tapi kenyataannya angan tak selalu sesuai dengan kenyataan, sehingga akhirnya saya memilih untuk mensyukuri kenyataan yang ada pada saya saat ini. Saya percaya dengan menekuni pekerjaan yang ada saat ini dan serius mengerjakannya maka suatu hari saya akan menemukan keahlian baru yang jadi nilai lebih bagi diri saya. Saya percaya bahwa bekerja dengan profesi apapun haruslah bisa memberi makna kehidupan dan juga bermanfaat untuk sesama.

Apapun profesi yang sedang saya jalani, saya harus mencoba untuk mencintai pekerjaan saya. Love Your Job, sebuah kalimat sederhana yang bisa diucapkan oleh siapa saja tapi tak semuanya bisa mengucapkannya dengan setulus hati. Mencintai pekerjaan adalah hal yang mutlak jika ingin menuai kesuksesan. Bagaimana bisa sukses jika kita tak mencintai pekerjaan kita sendiri ? Bekerja dengan penuh rasa cinta akan jauh berbeda dengan orang yang bekerja karena uang semata. Semua orang yang sukses adalah mereka yang mencintai apa yang mereka kerjakan.



Hal pertama yang saya lakukan untuk mencintai pekerjaan saya adalah berusaha ikhlas menerima takdir, ikhlas menjalani amanah yang saya emban saat ini. Dengan ikhlas maka saya bisa enjoy menjalani pekerjaan saya serta tak banyak mengeluh dengan segala rutinitas pekerjaan yang harus saya jalani.

Yang kedua, saya berusaha untuk belajar mencintai pekerjaan saya dengan sepenuh hati. Saya percaya bahwa Tuhan sudah memilih saya untuk menjalani pekerjaan ini dan saya memang dianggap mampu. Diluar sana ada ribuan orang yang masih harus berjibaku untuk mendapatkan pekerjaan, sementara saya sudah punya pekerjaan didepan mata, apa iya masih tidak bersyukur?

Selanjutnya saya berusaha untuk menguasai bidang pekerjaan yang sedang saya geluti saat ini meskipun sebenarnya kurang sesuai dengan minat saya dan ini bukan merupakan pekerjaan impian saya. Tapi saya tetap berusaha menciptakan prestasi yang terbaik dan terus belajar dari berbagai pengalaman. Dengan semangat belajar yang tinggi akhirnya lama kelamaan saya bisa melupakan angan-angan tentang sebuah pekerjaan ideal dan selanjutnya merencanakan target untuk meraih kesuksesan dengan pekerjaan yang sudah terhampar di depan mata.

Dari pengalaman ini terbukti akhirnya saya bisa mempelajari banyak keahlian baru, seperti belajar berdamai dengan diri sendiri, hingga belajar menuliskan semua uneg-uneg dalam hati yang selama ini saya rasakan dalam sebuah catatan blog. Iya, saya bisa ngeblog seperti sekarang awalnya juga karena mencari pelarian untuk melepaskan rasa frustasi akibat pernah merasa tidak cocok dengan pekerjaan yang sedang saya jalani. Awalnya saya membeli laptop murah untuk menyalurkan keinginan curhat, kemudian berlanjut blogging dan lama-kelamaan hobi curhat tersebut mengantarkan saya kepada dunia baru yang mampu menyeimbangkan hidup saya dan juga mengajarkan kepada saya tentang bagaimana cara mencintai pekerjaan dengan sepenuh hati.


Reactions:

4 komentar:

  1. Sepakat mbak. Karena cinta segalanya akan terasa mudah dan indah :) Karena cinta akan membuat kita bekerja dengan sepenuh hati dan berusaha memberikan karya terbaik

    BalasHapus
  2. Waah sama mbak.Saya juga mulai mencintai pekerjaan saya sebagai ibu rumah tangga sejak menikah 12 tahun lalu mbak.Meninggalkan pekerjaan sebagai R&D .Pekerjaan riset di dua perusahaan makanan sebelumnya.Pekerjaan yang saya cintai dan sesuai bidang kuliah saya di Teknologi Pangan. Sejak menikah sudah jadi ibu rumah tangga meskipun belum punya anak.Tak terasa sudah 12 tahun jadi IRT

    BalasHapus
  3. mudah2an tertular virus positifnya mbak arifah. Harus banyak bersyukur dan menjalani takdir Allah dgn sebaik-baiknya apapun pekerjaan kita

    BalasHapus
  4. Salut Mbak,
    saat ini aku baru berada di masa mulai berusha mencintai pekerjaanku saat ini, Mbak. Rasanya ternyata berat ya, Mbak. Beraaaat banget.

    BalasHapus

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)