Juni 20, 2016

Apakah TORCH Bisa Disembuhkan ?

Edit Posted by with 7 comments
Dulu waktu saya masih SMP, ada tetangga baru yang tinggal di depan rumah saya. Tetangga baru saya ini adalah sepasang suami istri, namanya Tante Vhe dan Om Jhon. Mereka berdua usianya hampir sama dengan orang tua saya tapi belum memiliki anak. Pernah suatu kali, tante Vhe ini ngobrol sama mama saya tentang kenapa mereka berdua belum juga punya anak. Dari cerita Tante Vhe, ternyata alasan tidak punya anak adalah karena tante terinfeksi TORCH. Sebenarnya pernah hamil 2 kali tapi selalu keguguran. Sudah berobat ke dokter, namun tante Vhe tetap belum juga dikaruniai momongan. Tante Vhe juga cerita kalau ada temannya yang sama-sama terinfeksi TORCH kemudian bisa hamil dan melahirkan. Namun buah hatinya tersebut lahir dengan kondisi yang tidak normal karena "jahatnya" virus TORCH. Lantaran melihat temannya tersebut, kemudian tate Vhe malah jadi trauma dan takut untuk punya anak. Akhirnya tante Vhe dan om Jhon sepakat untuk tidak lagi berusaha agar punya anak karena takut jika memiliki anak yang terlahir cacat. Mereka berdua kini sudah tidak lagi punya angan-angan untuk bisa menimang buah hati. Meski begitu mereka tetap saling mencintai satu sama lain dan hidup bahagia tanpa anak. Itu memang sudah jadi pilihan hidup mereka berdua.

Waktu saya masih SMP dan mendengar cerita ini, saya masih belum paham soal virus TORCH ini. Jadi ya cuma bisa dengerin cerita tante Vhe sambil manggut-manggut kemudian terlupakan. Tapi pernah sih waktu itu mikir, apa sih sebenarnya virus TORCH itu? Apa memang tidak bisa disembuhkan? Apakah benar kalau kena TORCH lalu tidak bisa punya anak? Tapi jaman dulu saya belum bisa langsung googling seperti sekarang. Sehingga pertanyaan itu cuma terlintas dibenak saya kemudian terlupakan.

Nah, sekarang setelah saya jadi ibu dan banyak membaca info sana-sini serta ngobrol dengan beberapa teman, akhrnya terjawab juga pertanyaan saya pas jaman SMP dulu..hehehe..lama banget ya baru sekarang bisa terjawab:) Jadi ternyata yang dimaksud dengan infeksi TORCH itu adalah infeksi virus yang disebabkan oleh Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Diagnosis untuk penyakit infeksi ini bisa ditegakkan dengan cara melakukan pemeriksaan secara imunologis. Prinsip dari pemeriksaan imunologis ini adalah untuk mendeteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik terhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya benda asing. Antibodi yang tampak dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG). Virus ini memang sangat berbahaya jika menginfeksi wanita hamil. Resikonya bisa keguguran atau perkembangan janin jadi tidak normal sehingga bisa terlahir dalam kondisi cacat. Namun sebenarnya banyak juga wanita yang terinfeksi TORCH yang akhirnya bisa sembuh dan kemudian hamil serta melahirkan anak dengan kondisi sehat. Salah satunya adalah seorang teman blogger saya bernama mak Liya Swandari. Saya pertama kali bertemu dan ngobrol tentang TORCH dengan mak Liya itu sebenarnya sudah agak lama yaitu saat ada acara kopdar mommies daily di X.O Suki Amplaz dengan narasumber mak Ges. Waktu itu memang topik obrolannya tentang TORCH dan mak Liya ini ternyata salah satu penderita TORCH yang sedang berikhtiar untuk memiliki momongan. 

Momen pertama kali ketemu sama Mak Liya Swandari
Sudah lama saya nggak ketemu sama mak Liya, alhamdulilah sekarang mak Liya sudah dikarunia buah hati perempuan yang sehat dan lucu namanya Sa'dayka. Saya jadi penasaran ingin tahu bagaimana sih dulu ikhtiarnya mak Liya untuk bisa sembuh dari TORCH? 

Ternyata ikhtar untuk bisa sembuh dari TORCH ini sudah dimulai sejak lama dan mak Liya memang memutuskan untuk memilih jalur medis ketimbang jalur alternatif. Itulah sebabnya kemudian mak Liya memutuskan untuk pindah ke Jogja karena pertimbangan biaya berobat rumah sakit di Jogja lebih murah. Setelah tinggal di Jogja, mak Liya juga bergabung dengan komunitas Rumah Ramah Rubela milik mak Ges. Dari kegiatan saling sharing dengan komunitas inilah mak Liya jadi punya semangat besar untuk bisa sembuh dari TORCH karena mak Liya punya pengalaman pernah sharing juga dengan penderita TORCH yang bisa sembuh dan bisa hamil tanpa keguguran serta melahirkan anak yang sehat dan normal. Dulu saat mengupayakan pengobatan, Mak Liya pernah punya prinsp yang agak ekstrim yaitu berteman HANYA dengan orang yang pernah mengalami TORCH. Hal ini dilakukan karena mak liya pernah merasa drop lantaran ada temannya yang ahli kesehatan mengatakan bahwa penderita TORCH itu nggak mungkin hamil, jikalau hamil akan mengalami keguguran terus.

Sambil terus berkomunikasi dengan teman-teman komunitas yang senasib mak Liya juga selalu berobat dan taat dengan aturan yang diberikan oleh dokter. Mak liya memilih berobat ke dr. Sulchan di Klinik Rahmi karena menurut mak Liya dokter ini orangnya santai dan bisa memberikan energi positif sehingga mak Liya semakin semangat untuk bisa sembuh dari TORCH. Mak liya menjalani terapi Acyclovir dengan dr.Sulchan selama 3 bulan serta rutin melakukan cek darah sebulan sekali selama 6 bulan lamanya. Setelah 3 bulan pengobatan, mak Liya mulai membuka diri dan terus berpikiran positif dengan mau kembali bergaul dengan teman yang tidak menderita TORCH. Mak Liya mulai menyingkirkan rasa baper dan alhamdulilah setelah hasil ceklabnya menunjukkan bahwa virusnya sudah bersih akhirnya mak liya bisa hamil dan melahirkan bayi perempuan lucu yang sehat.

Mak Liya dan Baby Sa'dayka. Sumber : Instagram LiyaSwandari
Bagi mak Liya arti kehadiran buah hatinya saat ini adalah berarti Allah telah memberi kepercayaan untuk menjaga titipanNya sehingga saat ini mak Liya benar-benar sangat memperhatikan tumbuh kembang Sa'dayka. Kini mak Liya bisa tersenyum bahagia karena impiannya untuk menimang buah hati sudah dikabulkan Allah. Pesan moral dari kisah mak Liya ini adalah bahwa selain istiqomah dalam berdoa dan melakukan ikhtiar ternyata peran komunitas itu juga penting. Dengan bergabung dengan komunitas yang senasib maka biasanya akan terjalin hubungan yang saling menguatkan yang akhirnya akan membantu kita agar bisa selalu berpikiran positif. Kondisi mental dan pikiran yang always positif ini juga jadi faktor yang sangat mempengaruhi kesembuhan mak Liya. Pengen share juga tentang pengalaman sembuh dari TORCH dengan mak Liya Swandari? silahkan kontak langsung dengan mak Liya di websitenya dengan alamat http://www.senyumbahagia.com/


Reactions:

7 komentar:

  1. Wah iya. Jadi flashback yang waktu di XO itu. Itu pertama aku kenal Mak Liya juga kalo nggak salah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan ya kita bisa kopdar di XO lagi :D

      Hapus
  2. semangat berobat... dan kesembuhan..datang...., yg penting mau usaha...

    BalasHapus
  3. Ih pas banget nemu ini, soalnya kemaren Aisha sama dokter juga diminta test darah buat TORCH nya,hasilnya negatif semua Alhamdulillah. Yang belum rubella niihh...semangat!!!

    BalasHapus
  4. Yang penting terus ikhtiar dan pasrah kepada yang Kuasa jika kena TORCH ya, Mak..

    BalasHapus
  5. Ikut senang buat Mak Liya. Dulu degdeg-an juga pas dicurhatin hihihi

    BalasHapus

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)