Desember 16, 2015

Andai Saya Setia

Edit Posted by with 1 comment

"Andai dulu saya setia dan tidak menutup polis asuransi kesehatan saya di Commonwealth Life, pasti saat ini saya punya tabungan investasi yang nilainya sudah berkembang maksimal dan jumlahnya cukup untuk mendaftar biaya naik haji"

Saya mulai mengenal asuransi pada tahun 2005. Saat itu saya membeli polis asuransi kesehatan di Astra CMG Life ketika umur saya masih 21 tahun, baru saja lulus kuliah dan sudah diterima kerja di sebuah kantor swasta di Yogyakarta. Gaji pertama yang saya terima dari tempat kerja saat itu sebesar 1,5 juta rupiah per bulan. Namun tidak ada asuransi kesehatan yang saya dapatkan dari kantor. Padahal saya bekerja sebagai staf lapangan yang punya mobilitas cukup tinggi sehingga sangat rawan untuk terjadi kecelakaan maupun jatuh sakit karena kecapekan. Pertimbangan inilah yang mendorong saya untuk membeli polis asuransi kesehatan di Astra CMG Life yang kemudian berganti nama menjadi Commonwealth Life pada tahun 2007. Penggantian nama ini karena mayoritas saham dari PT Astra CMG Life telah resmi diambil alih oleh Commonwealth Bank of Australia. Dengan perubahan kepemilikan saham ini diharapkan performa Commonwealth Life menjadi semakin bagus.


Kenapa saya tertarik membeli polis asuransi kesehatan di Commonwealth Life? Karena selain mendapatkan manfaat pertanggungan biaya saat jatuh sakit, saya juga mendapatkan manfaat asuransi pertanggungan jiwa dan juga pengembangan investasi melalui program investra link. Saat saya mendaftar sebagai nasabah Commonwealth Life usia saya masih 21 tahun, sehingga dengan biaya premi bulanan yang tidak terlalu mahal saya mendapatkan ilustrasi pengembangan dana investasi yang cukup lumayan. Saya masih ingat kala itu di dalam polis saya tercantum bahwa pengembangan dana investasi saya bisa mencapai maksimal apabila saya rutin membayar premi bulanan secara penuh selama 10 tahun saja dan saya tidak melakukan penarikan nilai investasi, tidak melakukan cuti premi serta tidak ada pemulihan polis. Itu artinya saya hanya cukup membayar premi asuransi secara rutin sampai umur saya 31 tahun. Setelah itu saya tidak perlu membayar premi lagi dan dana investasi saya akan terus berkembang. Saya juga tetap akan mendapat manfaat asuransi kesehatan, kecelakaan dan asuransi jiwa sesuai paket yang tertulis dalam polis saya hingga usia 99 tahun. Ilustrasi yang sangat menggiurkan bukan?

Namun sayangnya saat umur saya 23 tahun saya malah memutuskan untuk menutup polis asuransi kesehatan saya karena saya diterima kerja sebagai PNS. Saat status saya berubah jadi PNS otomatis saya memang mendapatkan fasilitas Askes dari kantor. Pikir saya saat itu, Askes sudah cukup bisa memberikan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi saya sehingga saya merasa tidak perlu lagi untuk memiliki asuransi kesehatan swasta. Lalu polis asuransi kesehatan saya di Commonwealth Life saya tutup dan tabungan investasi yang sudah terkumpul cukup lumayan saya tarik semua. Saya tidak menyangka bahwa keputusan saya tersebut justru malah merugikan. 

Saat ini umur saya sudah 32 tahun, andai dulu polis asuransi kesehatan saya di Commonwealth Life tidak saya tutup pastilah saat ini saya punya simpanan dana investasi yang cukup besar. Dengan menjadi peserta Askes yang sekarang sudah berganti nama jadi BPJS, saya memang bisa mendapatkan jaminan kesehatan secara penuh apabila jatuh sakit. Namun saya tidak akan mendapatkan manfaat tambahan berupa uang pertanggungan saat menderita sakit seperti yang bisa saya dapatkan apabila saya memiliki polis asuransi kesehatan swasta seperti Commonwealth Life.

Memiliki polis asuransi kesehatan secara mandiri sebenarnya merupakan hal yang sangat penting. Apalagi di era seperti sekarang dimana resiko penyakit & kecelakaan semakin besar dan biaya kesehatan juga semakin mahal. Saat seseorang jatuh sakit, tidak hanya biaya pengobatan dan penyembuhan saja yang dibutuhkan. Namun biaya hidup lain seperti membayar tagihan bulanan, cicilan rumah atau kendaraan, bayar sekolah anak, serta biaya hidup sehari-hari tetap butuh untuk dilunasi. Tidak heran jika ada tetangga saya yang akhirnya harus menjual tanah dan mobil yang dimilikinya lantaran menderita sakit yang cukup berat. Saat menderita sakit berat, tentu badan juga sudah tidak sanggup lagi bekerja seperti sediakala sehingga produktivitas menurun. Konsekuensinya pendapatan juga menurun, sementara biaya hidup semakin meningkat. Jika tidak punya proteksi berupa asuransi kesehatan maka jalan yang ditempuh adalah menjual aset yang dimiliki.



Salah satu program asuransi yang ditawarkan oleh Commonwealth Life adalah produk asuransi seperti proteksi, simpanan dan investasi dalam bentuk program unit link (investra Link). Investra Link ini merupakan program yang memadukan asuransi jiwa dan investasi secara fleksibel. Melalui Investra Link kita bisa merencanakan berbagai tujuan masa depan seperti pendidikan anak, persiapan masa pensiun dan lain sebagainya. Adapun keunggulan dari Program Investra Link ini adalah :

  • Memberikan manfaat perlindungan jiwa seumur hidup dan dapat dikombinasikan dengan beragam pilihan perlindungan asuransi tambahan dan proteksi terhadap penyakit kritis.
  • Memberikan perlindungan terhadap penyakit yang tidak tersembuhkan, berupa manfaat sebesar 50% dari uang pertanggungan apabila kita didiagnosa menderita penyakit yang tidak tersembuhkan dan tidak dapat bertahan hidup lebih dari 12 bulan yang dinyatakan dengan bukti medis. Sisa dari uang pertanggungan akan diberikan kemudian bila meninggal dunia.
  • Potensi hasil Investasi yang optimal melalui 8 pilihan jenis dana investasi (termasuk dana investasi syariah) sesuai dengan tujuan investasi dan profil resiko.
  • Fasilitas Inflation Link untuk menjaga nilai ekonomis Uang Pertanggungan dari pengaruh Inflasi (khusus premi berkala)

Pengelolaan dana investasi unit link oleh Commonwealth Life juga dilakukan dengan sangat profesional. Dalam pengelolaannya, commonwealth life menunjuk mitra manajer investasi yang terkemuka dan terpercaya di industri seperti First State Investments, Schroders, Ashmore, BNP PARIBAS Investment Partners dan Panin Assets Management. Dengan begitu diharapkan para nasabah akan mendapatkan pengembangan tabungan investasi yang maksimal.


Commonwealth Life sendiri merupakan perusahaan asuransi yang sudah melayani nasabah sejak tahun 1992 dengan nama PT Asuransi Jiwa Sedaya. Nama PT Commonwealth Life sendiri mulai diperkenalkan pertama kali pada Juni 2007. Saat ini saham terbesar Commonwealth Life dimiliki oleh Commonwealth Bank of Australia (CBA) Group sebesar 80% dan 20% oleh PT Gala Arta Jaya. CBA adalah salah satu perusahaan penyedia jasa keuangan terkemuka yang menguasai industri perbankan dan asuransi di Australia. Dua perusahaan jiwa CBA yang lebih awal berdiri adalah CommInsure di Australia dan Sovereign di New Zealand yang keduanya merupakan perusahaan asuransi jiwa terbaik di masing-masing negara. 

Jujur saja saat ini saya menyesal karena saya dulu tidak setia jadi nasabah Commonwealth Life. Saat memutuskan untuk menarik seluruh dana investasi yang saya punya serta berhenti membayar premi saya hanya berpikir jangka pendek saja. Padahal jika melihat performa keuangan Commonwealth Life saat ini perkembangannya sangat menjanjikan. Sepanjang tahun 2014 lalu Commonwealth Life telah berhasil meningkatkan aset perusahaan yang bertumbuh 21% menjadi Rp.6,9 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan tingkat solvabilitas (Risk Based Capital/RBC) sebesar 1,073% yang jauh diatas tingkat solvabilitas yang diharuskan yaitu sebesar 120%.

Kini di usia saya yang sudah menginjak 32 tahun, dimana pengalaman dan wawasan saya sudah jauh lebih berkembang saya berencana untuk kembali membeli polis asuransi kesehatan di Commonwealth Life. Keputusan ini saya ambil bukan semata ingin mengejar keuntungan materi saja, namun untuk memberikan proteksi menyeluruh terhadap resiko sakit, kecelakaan atau meninggal dunia bagi saya dan orang-orang tercinta di sekeliling saya. Masa lalu yang sudah jauh berlalu tak perlu terlalu lama disesali yang penting diambil hikmah dan pelajarannya. Tidak ada kata terlambat untuk kembali membeli polis asuransi di Commonwealth Life. Menurut saya saat ini adalah saat yang tepat. Mumpung badan masih sehat, mumpung umur masih relatif muda, mumpung karir masih gemilang. Dan kali ini saya berjanji pada diri saya sendiri untuk benar-benar setia dan tidak lagi mengulang kesalahan yang sama.



Reactions:

1 komentar:

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)