Oktober 23, 2015

Dana Kesehatan Kantor & Asuransi Kesehatan Pribadi, Dua Perlindungan Yang Saling Melengkapi

Edit Posted by with 9 comments

Siapa yang ingin sakit? Kalau ditanya begitu pastinya tak ada seorangpun di dunia ini yang menginginkan dirinya jatuh sakit. Sayapun juga begitu. Sehingga doa wajib yang selalu saya panjatkan setiap kali selesai sholat adalah doa supaya saya dan keluarga saya senantiasa diberikan kesehatan jasmani dan rohani serta dijauhkan dari segala macam penyakit dan musibah lainnya.

Tak hanya berupaya lewat doa sehari-hari saja. Demi selalu menjaga kesehatan diri dan anggota keluarga, saya juga selalu berupaya untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan rumah, hygiene pribadi, menerapkan pola makan sehat, melakukan aktivitas fisik secara rutin dan lain sebagainya. Anak saya juga selalu saya biasakan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat semacam ini sejak ia masih kecil.

Meski berbagai upaya sudah saya lakukan tetapi saya tetap tidak boleh takabur. Yang namanya kemungkinan untuk jatuh sakit, peluangnya pasti tetap masih ada. Mulai dari sakit ringan seperti batuk pilek biasa hingga sakit berat yang perlu dirawat di rumah sakit tetap jadi resiko yang harus siap dihadapi oleh siapapun. Apalagi jaman sekarang kondisi lingkungan juga makin tidak sehat. Cuaca yang mulai ekstrim, pencemaran udara yang makin parah, kontaminasi berbagai macam zat berbahaya pada makanan seperti pengawet, pewarna hingga pestisida yang kadang sulit untuk kita hindari. Masih ditambah lagi dengan resiko kecelakaan yang semakin tahun angkanya juga semakin tinggi. Hal-hal semacam ini tentu semakin meningkatkan resiko kita untuk bisa jatuh sakit.

Adanya resiko sakit yang bisa menimpa siapa saja inilah maka saya merasa perlu untuk selalu melakukan perencanaan keuangan sebelum sakit demi untuk memproteksi diri sendiri dan anggota keluarga saya dengan cara menjadi peserta asuransi kesehatan. Kenapa harus punya asuransi kesehatan? karena saat ini biaya kesehatan semakin mahal. Dengan memiliki asuransi kesehatan maka kita tidak akan merasa berat manakala suatu hari jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang cukup besar.

Sejak tahun 2014 pemerintah sudah mulai menyelenggarakan program jaminan kesehatan nasional yaitu BPJS kesehatan, yang targetnya pada tahun 2019 nanti seluruh rakyat Indonesia wajib menjadi peserta BPJS. Program jaminan kesehatan ini preminya juga sangat terjangkau dan apabila peserta jatuh sakit atau mengalami kecelakaan maka seluruh biaya pengobatannya bisa dicover oleh BPJS asalkan sesuai prosedur. 

Saya dan keluarga saya juga sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan karena kebetulan saya dan suami berprofesi sebagai PNS. Sehingga fasilitas asuransi kesehatan ini kami dapatkan secara otomatis dari kantor tempat kami bekerja. Premi yang harus kami bayarkanpun juga otomatis langsung potong gaji bulanan. Dengan memiliki kartu BPJS maka kami merasa sudah memiliki dana proteksi kesehatan yang bisa diandalkan manakala ada salah satu dari anggota keluarga kami yang butuh biaya pengobatan penyakit.


Tahun 2014 yang lalu, anak saya jatuh sakit dan terpaksa harus dirawat di rumah sakit. Ia menderita sepsis. Beberapa waktu sebelumnya anak saya demam tinggi. Demamnya naik turun dan berlangsung terus sampai 5 hari. Saya sempat berpikir jangan-jangan anak saya kena demam berdarah. Namun setelah dilakukan cek darah di laboratorium diketahui ternyata anak saya terinfeksi bakteri Salmonella Thypi sehingga dokter mengharuskan untuk opname di rumah sakit.

Saat anak saya menjalani rawat inap di Rumah Sakit

Ketika sudah masuk bangsal rawat inap dilakukan cek darah lagi pada anak saya. Hasil menunjukkan kadar CRP dalam darah anak saya cukup tinggi mencapai 104 mg/L dari standar normal yang hanya 0 - 5 mg/L saja. CRP atau C- reactive protein merupakan protein yang dihasilkan oleh hati terutama saat terjadi infeksi atau peradangan di dalam tubuh. Kadar CRP normal dalam darah manusia adalah di bawah 10 mg/L. Saat membaca hasil tes CRP anak saya yang mencapai 104 mg/L maka dokter mendiagnosa anak saya terkena sepsis. Menurut dokter kondisi sepsis ini bisa jadi lebih berbahaya ketimbang penyakit tipes yang juga di derita oleh anak saya. Sehingga untuk terapinya anak saya harus diinjeksi 2 macam antibiotik sebanyak 3 kali sehari untuk masing-masing obat. Jadi total injeksi obat yang diberikan dalam sehari sebanyak 6 kali.

Setelah menjalani pengobatan di Rumah Sakit selama 5 hari, akhirnya anak saya boleh pulang. Sebelum pulang saya harus mengurus biaya administrasi rumah sakit terlebih dulu dengan menggunakan fasilitas kartu Asuransi Kesehatan dari kantor yang saya miliki. Namun ternyata tidak semua biaya bisa dicover oleh BPJS, karena saya mengambil kamar VIP untuk anak saya. Sebenarnya jika saya mengambil fasilitas kamar kelas 1 maka saya tak perlu membayar biaya tambahan, semua sudah dicover oleh BPJS. Namun karena saat itu bangsal kelas 1 memang penuh, maka saya memilih untuk menggunakan kamar VIP supaya anak saya juga bisa beristirahat dengan nyaman, tapi konsekuensinya saya harus membayar sendiri kelebihan biaya diluar paket. Total biaya tambahan yang harus saya keluarkan kala itu sebesar 1.064.000,- . Jumlahnya cukup lumayan juga bagi saya.


Setelah kejadian itu saya jadi berpikir, ternyata jika hanya mengandalkan dana kesehatan dari kantor saja belum cukup untuk bisa memberikan proteksi 100% bagi keluarga kami apabila jatuh sakit. Apalagi selama anak saya sakit, saya terpaksa tidak masuk kerja. Selama menunggui anak sakit di Rumah Sakit juga ada banyak biaya lain yang harus saya keluarkan seperti untuk makan minum saya sehari-hari, biaya transport suami yang harus bolak-balik dari rumah, kantor, dan rumah sakit setiap hari dan lain sebagainya. Jika ditotal sebenarnya selama anak saya menjalani rawat inap di rumah sakit, kami masih harus mengeluarkan uang dari tabungan pribadi sebesar 2-3 juta rupiah. Itu baru anak saya yang sakit. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika suatu saat giliran saya atau suami saya yang sakit, sementara kami berdua juga hanya PNS yang memiliki tabungan yang pas-pasan. Hal ini membuat saya jadi merasa perlu untuk mencari proteksi tambahan berupa asuransi kesehatan pribadi yaitu asuransi yang premi bulanannya saya bayar sendiri secara mandiri.

Saya pernah membaca informasi tentang proteksi kesehatan 2 lapis yang perlu dimiliki oleh setiap keluarga dalam rangka melindungi seluruh anggota keluarga dari resiko tiba-tiba jatuh miskin karena sakit. Iya..sakit yang diderita seseorang memang bisa menghabiskan seluruh harta benda yang dimiliki apabila orang tersebut sama sekali tidak punya asuransi kesehatan. Apalagi jika sakit yang diderita itu sifatnya berat dan kronis. Saat jatuh sakit, tentu ada biaya tak sedikit yang harus dikeluarkan untuk membayar biaya pengobatan. Dan saat sakit, biaya kebutuhan hidup yang lainnnya pun tetap butuh untuk dibayar seperti biaya makan dan hidup sehari-hari, biaya tagihan bulanan seperti listrik, telepon dan cicilan lainnya.

Padahal saat kita sakit tentu produktivitas kerja kita jadi menurun, bahkan tak jarang ada juga yang terpaksa sampai harus keluar dari kantor tempat bekerja lantaran harus menjalani pengobatan penyakit yang memakan waktu lama. Jika hanya mengandalkan dana kesehatan dari kantor saja tentu tidak cukup. Karena pada kenyataannya dana kesehatan dari kantor hanya bisa mengcover biaya penyembuhan saat sakit saja namun tidak bisa mengcover biaya lain seperti yang sudah saya uraikan diatas. Jika kita hanya memiliki dana kesehatan dari kantor saja, maka biaya lain yang tetap harus dikeluarkan selama sakit ini terpaksa harus mengambil dari tabungan pribadi seperti yang sudah saya alami ketika anak saya sakit.

Bahkan pada kasus sakit berat, kadang ada juga lho yang sampai harus keluar kerja lalu kehilangan fasilitas dana kesehatan dari kantor dan terpaksa harus menjual mobil atau rumah demi untuk membayar semua biaya yang dibutuhkan selama menjalani proses penyembuhan. Hal semacam inilah yang kemudian sering menjadikan seseorang jadi tiba-tiba jatuh miskin lantaran sakit.

Perlindungan Kesehatan Keluarga Semakin Lengkap Dengan Asuransi Kesehatan Pribadi

Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas maka meski sudah memiliki dana kesehatan dari kantor berupa BPJS, saya merasa perlu juga untuk memiliki asuransi kesehatan pribadi. Sun Medicash merupakan asuransi kesehatan pribadi yang bisa dijadikan pilihan dalam rangka memberikan proteksi lapis ke-2 manakala ada anggota keluarga yang jatuh sakit. Sun Medicash adalah sebuah program asuransi yang memberikan sejumlah santunan dana tunai saat Tertanggung/Nasabah menjalani rawat inap di Rumah Sakit, baik disebabkan oleh penyakit ataupun kecelakaan. 

Adapun manfaat dari Sun Medicash ini adalah sebagai berikut:
- Manfaat Rawat Inap.
- Manfaat ICU (Perawatan Intensif).
- Manfaat Kematian. 
- Manfaat Akhir Kontrak.

Santunan rawat inap di Rumah Sakit (Ruang Perawatan & ICU):
- Maksimal Santunan harian rawat inap: 120 hari/tahun.
- Maksimal Santunan harian rawat inap: 90 hari/penyakit.
- Santunan ganda untuk perawatan di ICU, maksimal 120 hari/tahun.
- Manfaat Harian Rawat Inap tidak boleh lebih dari Rp1.000.000/hari.
- Klaim tetap dibayarkan meskipun memiliki asuransi sejenis.

Sun Medicash merupakan salah satu produk asuransi dari perusahaan asuransi Sun Life yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 1995. Sun Life merupakan bagian dari Sun Life Financial yaitu salah satu organisasi keuangan terkemuka di dunia yang didirikan pada 1865 dan berkantor pusat di Toronto, Kanada. Saat ini PT Sun Life Financial Indonesia telah memiliki 41 kantor penjualan di lebih dari 30 kota di Indonesia dengan rating kekuatan finansial yang sangat baik.



Jika membeli produk asuransi kesehatan pribadi, saya akui premi bulanan yang harus dibayarkan memang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan premi BPJS. Namun ada beberapa keunggulan dari Asuransi Kesehatan Pribadi yang tidak bisa saya dapatkan jika hanya mengandalkan dana kesehatan dari kantor yaitu :


  1. Asuransi Kesehatan Pribadi lebih unggul dalam hal kemudahan, kecepatan dan flexibilatas memilih Rumah Sakit
  2. Tidak ada batasan Rumah Sakit, pada dasarnya pengobatan di Rumah Sakit manapun bisa diterima oleh Asuransi Pribadi
  3. Proses administrasinya lebih sederhana dan tidak perlu ikut antrian yang panjang saat mengurus prosedur jaminan kesehatan seperti yang saya alami jika menggunakan BPJS
  4. Bisa memperoleh manfaat double klaim
  5. Bisa digunakan untuk berobat di luar negeri

Dengan adanya keunggulan semacam ini, menurut saya keberadaan asuransi kesehatan pribadi memang penting dalam rangka memproteksi keluarga kita dari resiko sakit. Akan sangat bermanfaat apabila kita bisa memiliki 2 asuransi kesehatan sekaligus yaitu Dana Kesehatan dari kantor ditambah dengan asuransi kesehatan swasta. Kedua jenis asuransi ini masing-masing punya kelebihan dan kekurangan dan sifatnya saling melengkapi satu sama lain.

Satu hal penting yang harus jadi perhatian saat membeli asuransi kesehatan pribadi adalah pilihlah asuransi kesehatan pribadi yang bisa memperoleh manfaat double klaim. Sehingga saat kita atau anggota keluarga kita ada yang jatuh sakit, kita juga bisa mendapatkan manfaat klaim ganda yaitu klaim dari dana kesehatan kantor dan juga klaim dari asuransi kesehatan pribadi. Kedua dana ini bisa dimanfaatkan untuk membayar semua biaya pengobatan termasuk biaya-biaya tambahan lain yang harus kita keluarkan dikala sakit sehingga kita tidak perlu lagi mengeluarkan dana dari tabungan pribadi ataupun menjual aset yang kita miliki ketika jatuh sakit.


Reactions:

9 komentar:

  1. Kadang terlintas di pikiranku, apa aku daftar asuransi aja yah, tapi kudu selektif juga milih asuransinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak..harus pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan kita dan prosedurnya juga nggak rumit

      Hapus
  2. komplit ya mbak layanan Sun Medicash ini, menutup yang tidak dicover BPJS. :)
    http://braveandbehave.blogspot.com/2015/09/bijak-mengelola-keuangan-demi-kemapanan.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, keduanya bisa saling melengkapi

      Hapus
  3. asuransi kesehatan memang sangat penting yah mbak arie :)

    salam kenal :)

    BalasHapus
  4. saya masih binggung dengan ikutan asuransi kesehatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak baca informasinya dulu aja sebelum memutuskan ikut asuransi yang mana

      Hapus
  5. kemarin salah satu teman lama juga tiba tiba datang kekantor buat nawarin asuransi kadang sy juga berpikir begitu, daftar ga ya..

    BalasHapus

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)