Agustus 01, 2015

Saya Bangga Jadi Nasabah BNI

Edit Posted by with 27 comments
Pagi itu usai menikmati sarapan nasi pecel kembang turi di komplek wisata makam raja-raja imogiri, saya, suami dan anak saya Tayo berencana untuk melanjutkan acara liburan minggu pagi dengan berjalan-jalan. “Pa kita jalan-jalan ke atas bukit saja ya, lihat makam raja” kata Tayo memberi usulan. Namun karena kondisi saya yang sedang hamil 3 bulan dan rasanya cukup beresiko jika harus berjalan meniti tangga yang cukup banyak menuju ke atas bukit, maka suami saya menolak dengan halus usulan Tayo tersebut. “Gimana kalau kita cari bukit yang lain saja sayang..kasihan mama kalau harus naik tangga sebanyak itu. Nanti mama kecapekan. Kita jalan-jalan ke kebun buah Mangunan saja ya?” Tanya suami saya. “Enggak mau..pa, aku nggak mau ke kebun buah Mangunan. Sudah pernah kesana” jawab Tayo mulai ngambek.

Mendengar obrolan kami tersebut, seorang bapak penjaga parkir yang sedang berdiri tidak jauh dari tempat kami duduk, tiba-tiba ikut nimbrung memberi usulan. “Adek kalau ingin jalan-jalan ke bukit, main ke Bukit Hijau BNI saja lihat kebun jambu mete..tempatnya asik juga lho..enak buat ngadem”. Wah, kami bertiga jadi tertarik dengan usul dari bapak tua penjaga parkir tersebut. Tayo dengan mata berbinar juga langsung menjawab, “Iya..aku main ke Bukit Hijau BNI saja!” Tapi kira-kira dimana ya lokasinya? kami bertiga sama sekali belum pernah kesana.

Menjelajah Boekit Hijau BNI

Setelah mendapat petunjuk arah dan ancer-ancer yang sangat membantu dari Bapak penjaga parkir, kami bertigapun melanjutkan perjalanan menuju Bukit Hijau BNI yang lokasinya tidak begitu jauh dari lokasi wisata makam raja imogiri. Petunjuknya cukup mudah, yaitu setelah pertigaan antara Makam Imogiri dan Kebun Buah Mangunan lalu ambil arah kiri. Tak jauh dari tempat tersebut ada petunjuk yang akan mengarahkan kita menuju ke Bukit Hijau BNI. 

Jalan yang kami lalui tampak lenggang, kami sama sekali tidak melihat mobil lain yang melintas kecuali mobil kami. Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit akhirnya tibalah kami di Desa Karangtengah, Imogiri. Dari kejauhan kami bisa melihat perbukitan hijau terbentang di depan mata, dan di puncak bukit tersebut tampak logo Bank BNI 46 berdiri kokoh seolah menyambut kedatangan kami. Melihat pemandangan tersebut, sontak Tayo bertanya, “ Ma..kok ada logo Banknya mas Tayo di atas bukit?”..hehe..ternyata anak saya Tayo langsung bisa mengenali logo BNI yang tampak menyembul di puncak bukit. Ini karena kami sekeluarga memang nasabah setia bank BNI. Tiap bulan saya juga rutin membiasakan Tayo menabung di BNI melaui rekening BNI Taplus Anak miliknya. Sehingga Tayo jadi sangat hafal dengan logo BNI dan menganggap bank BNI adalah bank miliknya..hehehe

Logo Bank BNI tampak menyembul di atas bukit
Logo Bank BNI tampak dari sisi samping Bukit

Berkat petunjuk yang diberikan oleh bapak penjaga parkir yang kami temui di komplek wisata makam raja imogiri, akhirnya kami berhasil juga menemukan papan penunjuk arah menuju kebun buah jambu mete yang sering di sebut sebagai Agrowisata Bukit Hijau BNI. Jalan yang kami lalui kali ini tampak semakin sepi saja. Di kanan kiri jalan hanya tampak pepohonan rimbun yang membuat suasana perjalanan jadi semakin asyik. Jalan menuju Bukit Hijau BNI ini juga sudah di aspal halus. Namun lebarnya hanya cukup untuk lewat 1 buah mobil ukuran kecil saja. Jika ada mobil lain yang lewat berpapasan, maka salah satu kendaraan harus mengalah untuk berhenti memberi jalan. 


Papan penunjuk arah menuju Bukit Hijau BNI
Semakin lama, jalan yang kami lalui semakin menanjak tinggi dan berkelok-kelok. Perjalanan jadi terasa semakin seru dan menegangkan karena di kanan kiri kami tampak jurang yang sangat dalam. Jika tidak hati-hati, bisa sangat berbahaya kalau sampai terperosok ke dalam jurang. Sepanjang perjalanan saya terus berdoa karena saya termasuk orang yang takut dengan ketinggian. Namun suami saya tampak tenang-tenang saja mengendarai mobil dan anak saya di belakang terlihat begitu senang dan antusias menikmati perjalanan yang cukup ekstrim tersebut.
Jalan setapak menuju Bukit Hijau BNI
Melalui jalan yang berkelok dan penuh tikungan tajam
Setelah merasa dag dig dug sepanjang jalan, alhamdulilah akhirnya tiba juga kami di lokasi parkir Bukit Hijau BNI yang ketinggiannya mungkin sekitar 150-200 mdpl. Kedatangan kami langsung disambut oleh seorang lelaki paruh baya yang sangat ramah. Pak Supomo namanya. Ia memperkenalkan diri sebagai penjaga lokasi agrowisata jambu mete sekaligus sebagai abdi dalem dari GKR Pembayun. Wilayah perbukitan yang kini menjadi lokasi agrowisata jambu mete ini memang merupakan sultan ground. Menurut keterangan pak Supomo, Kebuh Buah Jambu Mete ini dikelola oleh kelompok tani desa karang tengah dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Jambu Mete atau sering juga disebut jambu monyet merupakan tanaman yang berasal dari Brasil dan memiliki nama latin Anacardium occidentale. Buahnya bisa dimakan, dan bijinya juga bisa dikeringkan lalu digoreng dan dimanfaatkan sebagai panganan bernama kacang mete atau kacang mede. Dari kacang mete juga dapat diekstrak minyak yang berkualitas tinggi. Hasil sampingnya, yakni kulit biji, bisa dimanfaatkan untuk pakan unggas.

Kebun Jambu Mete Di Bukit Hijau BNI
Saat berbincang dengan pak Supomo, saya sempat bertanya kenapa ada Logo Bank BNI 46 di atas bukit? Lalu Pak Supomo menjelaskan bahwa dulu Desa Karang Tengah Imogiri Bantul merupakan daerah yang memiliki banyak perbukitan tandus yang kondisinya sangat memprihatinkan. Kemudian muncul inisiatif dari GKR Pembayun, Putri Sulung dari Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk melaksanakan penghijuan di wilayah ini. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan lingkungan sekaligus membantu mengangkat derajat ekonomi masyarakat sekitar. Dalam rangka mempercepat proses penghijuan, GKR Pembayun bekerjasama dengan Bank BNI untuk memulai pengembangan kawasan bukit hijau di Imogiri.
Tata Tertib Pengunjung Agrowisata 
Pada bulan November 2009, Bank BNI memulai program Bukit Hijau BNI dengan memilih kawasan Bukit Watu Wedok, Watu Amben dan Watu Gedheg. Kawasan bukit Watu Amben dan Watu Gedheg ditanami dengan tanaman jambu mete yang juga sekaligus sebagai lahan pengembangan ulat sutra. Untuk pengelolaan ulat sutra pendampingannya dilakukan oleh PT Yarsik (Yayasan Royal Silk) milik GKR Pembayun. Selanjutnya kawasan Watu Wedok ditanami dengan tanaman langka sawo kecik dan jambu mawar. Bukit Hijau BNI merupakan program CSR (Corporate Social Responsibility) dari Bank BNI yang telah berhasil menghijaukan kawasan dengan menanam 10.000 bibit pohon pada lahan seluas 15 ha. Program Bukit Hijau BNI merupakan salah satu wujud kepedulian Bank BNI terhadap lingkungan hidup khususnya terhadap isu pemanasan global.

Mendengar penjelasan dari Pak Supomo, saya jadi merasa kagum dengan BNI. Ternyata perusahaan perbankan ini sangat perduli terhadap lingkungan. Terbukti, usaha penghijuan yang dirintis sejak tahun 2009 tersebut, saat ini telah berhasil menciptakan lingkungan perbukitan yang begitu hijau dan sejuk sekaligus memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar. Saya sebagai orang yang baru datang berkunjung ke Bukit Hijau BNI inipun langsung ikut merasakan manfaatnya. Di tempat ini saya menemukan lokasi wisata yang begitu asri dan menenangkan sehingga saya dan keluarga bisa menghirup udara segar yang menyehatkan tubuh sekaligus tempat untuk melepas lelah dan penat dari hiruk pikuk keramaian kota. Dan semua ini bisa kami nikmati secara GRATIS!

Bersantai di Gazebo Bukit Hijau BNI
Setelah puas mengobrol dengan Pak Supomo, kami bertiga berjalan-jalan menyusuri kebun jambu mete. Rasanya sungguh sangat menyenangkan berjalan menyusuri jalan setapak sambil menghirup wanginya buah jambu mete yang sudah masak. Puas berjalan-jalan, kamipun beristirahat di gazebo yang sengaja disediakan untuk beristirahat sambil berbincang serta menikmati sejuknya semilir angin. 

Sambil mengobrol dan menikmati suasana, tiba-tiba suami saya punya pikiran untuk membeli kacang mete. Siapa tau di wilayah yang merupakan perkebunan jambu mete ini ada yang menjual kacang mete dengan harga lebih murah. Lalu suami saya bertanya pada pak supomo, kira-kira adakah penjual kacang mete di wilayah ini? Namun ternyata menurut informasi dari Pak Supomo, jika ingin membeli kacang mete di wilayah ini harus pesan dulu sebelumnya. Harga kacang mete saat ini juga masih cukup mahal yaitu Rp120.000/kg nya. Tapi kalau suami saya benar-benar berminat untuk membeli, nanti saat turun dari bukit, kami disarankan untuk mampir ke rumah pak Haji Sugiyanto untuk mencari informasi dimana kira-kira kami bisa membeli kacang mete. Menurut informasi saat ini stok kacang mete memang sedang kosong karena habis diborong pembeli jelang lebaran kemarin.

Mengunjungi Kampoeng BNI Imogiri

Usai menjelajah bukit hijau BNI, kami memutuskan untuk turun dan mencoba mencari rumah Bapak Haji Sugiyanto. Iya..suami saya memang berminat sekali untuk membeli kacang mete, karena makanan tersebut merupakan camilan favorit suami saya. Menurut informasi, lokasi rumah pak sugiyanto ini terletak di Dusun Mojolegi, Karangtengah, Imogiri. Mencari lokasi Dusun Mojolegi ternyata tidaklah sulit. Cukup bertanya sekali saja pada warga sekitar, kami sudah berhasil menemukannya. Memasuki wilayah dusun Mojolegi, kami disambut dengan gapura selamat datang yang tampak berwarna-warni khas warna logo Bank BNI 46. Ternyata Dusun Mojolegi, Karangtengah, Imogiri ini merupakan salah satu dari 28 program kampoeng BNI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kampoeng BNI Imogiri
Menemukan rumah bapak Haji Sugiyanto juga sangat mudah, karena beliau merupakan orang yang cukup terkenal di Dusun Mojolegi. Pak Sugiyanto adalah ketua kelompok Tani Catur Makaryo. Saat tiba di rumah pak Sugiyanto, kedatangan kami langsung disambut dengan hangat oleh beliau. Pak Sugiyanto adalah sosok yang sangat ramah dan sederhana. Saat memasuki pekarangan rumahnya, saya melihat ada pendopo berukuran sedang dimana disana banyak terpampang foto-foto kegiatan CSR yang dilakukan oleh Bank BNI 46. Membuat saya jadi makin penasaran ingin tahu, kira-kira kegiatan apa saja yang sudah dilakukan oleh BNI di dusun ini?

Berbincang dengan Pak Sugiyanto
Usai kulonuwun dan memperkenalkan diri, kami menyampaikan maksud kedatangan kami pada pak Sugiyanto, yaitu ingin mencari info dimana kira-kira kami bisa membeli kacang mete. Tapi sayangnya, saat ini stok kacang mete memang benar-benar sedang kosong. Kemarin saat menjelang lebaran sebenarnya panen mete yang dihasilkan cukup banyak hingga mencapai 60 ton. Tapi banyak sekali pesanan kacang mete yang masuk sehingga produksi kacang mete yang dihasilkan warga karangtengah ludes diborong para pembeli dari luar daerah.

Cukup kecewa juga sih sebenarnya karena tidak jadi membeli kacang mete, tapi kemudian saya jadi tertarik untuk bertanya lebih jauh tentang kenapa logo Bank BNI tampak begitu eksis di dusun ini? Dan pak Sugiyantopun mulai bercerita bahwa BNI rupanya telah banyak berjasa bagi peningkatan kesejahteraan warga khususnya di Desa Karangtengah Imogiri ini. Sejak November 2009, Bank BNI 46 telah memberikan bantuan progam pinjaman lunak dalam rangka penguatan kegiatan Usaha Kecil Menengah di Desa Karangtengah. Bunga pinjaman yang dikenakan juga sangat rendah yaitu hanya 6% setahun. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat di Desa Karangtengah dalam rangka mengembangkan usaha mereka. Jenis usaha yang dijalankan oleh masyarakat di desa Karangtengah juga sangat beragam, ada usaha kerajinan keris, batik, produksi kacang mete dan lain-lain. Semua jenis usaha ini dibantu dan didorong oleh Bank BNI agar lebih maju dan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya Program Kampoeng BNI, Desa Karangtengah menjadi semakin berkembang. Awalnya desa Karangtengah merupakan desa “one vilage one product”, yang dikenal sebagai sentra jambu mete dengan dihijaukannya Bukit Hijau BNI dengan tanaman Jambu mete. Kini desa ini menjadi “one village multi product”. Karena masyarakat disana telah mampu menghasilkan beragam jenis produk, seperti kerajinan kokon, batik pewarnaan alam, dan berbagai jenis makanan seperti bakpia, kripik pisang dan sebagainya. 

Program Kampoeng BNI yang telah dimulai sejak tahun 2009 dan bekerjasama dengan koperasi Catur Makaryo, hingga saat ini telah memiliki 200 mitra binaan yang sudah menerima kredit kemitraan dari BNI sebesar Rp3,8 milyar. Sedangkan dukungan bantuan Bina Lingkungan dari BNI yang sudah dikucurkan hingga saat ini sebesar Rp547 juta. Aktivitas warga di Bukit Hijau BNI pun tak pernah sepi. Saat musim hujan tiba ratusan warga karangtengah akan mulai berburu kepompong ulat sutra liar yang banyak hidup di pohon jambu mete untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku kain sutra yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Sebaliknya saat musim kemarau tiba, mereka akan mulai memanen jambu mete untuk diolah bijinya sebagai produk panganan kacang mete yang sangat digemari masyarakat. Di area bukit hijau BNI juga terdapat tanaman indigovera yang daunnya dapat dimanfaatkan warga sebagai pewarna alami dalam pembuatan batik.

Menurut penuturan Pak Sugiyanto dulu di era tahun 1990an saat bukit-bukit di Imogiri masih gersang, penduduk Karangtengah banyak yang kondisi ekonominya sangat memprihatinkan. Hal ini menyebabkan mereka terpaksa harus bekerja sebagai pengemis di kota jogja untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun sejak bukit imogiri mulai dihijaukan dengan tanaman jambu mete, maka dalam waktu tak kurang dari 10 tahun kehidupan ekonomi warga karangtengah mengalami banyak kemajuan. Berkat bisnis produk kacang mete, batik kayu, keris berbahan kayu, kain batik dengan pewarna alam serta bahan baku sutra dari kepompong ulat sutra liar, wilayah ini menjadi berubah. Bahkan pada tahun 2013 Karang Tengah menjadi desa wisata terbaik di Bantul. Tahun sebelumnya, pada 2012 desa ini masuk dalam 10 besar desa terbaik tingkat nasional, penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Pariwisata.

Rumah Pak Sugiyanto
Obrolan singkat saya dengan Pak Sugiyanto tersebut membuat saya semakin kagum dengan kiprah program CSR yang telah dilakukan oleh Bank BNI 46. Usai berpamitan dengan Pak Sugiyanto, kami bertiga melanjutkan perjalanan pulang. Sepanjang perjalanan meninggalkan Dusun Mojolegi Karangtengah, saya sempat bertemu dengan beberapa warga yang beraktivitas di depan rumah. Ada yang tampak sedang menjemur kripik, mengasah kayu, dan ada pula yang duduk bersantai saja. Aura kesederhanaan dan keramahan warga terpancar jelas dari senyum yang tersungging dari bibir mereka, membuat saya jadi merasa ingin berkunjung lagi ke tempat ini suatu hari nanti. 

Program CSR Kampoeng BNI

Usai berkunjung ke Kampung BNI Imogiri beberapa waktu lalu, saya memang jadi tertarik untuk browsing di internet mencari tahu lebih banyak tentang program CSR Kampoeng BNI. Ternyata Program “Kampoeng BNI” oleh PT BNI (persero) tbk ini merupakan program yang telah mendapatkan penghargaan CSR terbaik se Asia Tenggara melalui penghargaan Most Admired Enterprise in the Corporate Social Responsibility Category oleh The ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Pada Tahun 2012. Wow..hebat banget ya. 


Eniwei..pada tanggal 16-20 Juli 2014 lalu, BNI juga baru saja menyelenggarakan gelaran Kampoeng BNI Nusantara 2014 bertempat di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta. Dalam gelaran acara inilah BNI sekaligus meresmikan 4 kampoeng BNI baru yaitu kampoeng BNI Batik Tulis Wiradesa Pekalongan, Kampoeng BNI Batik Tulis Lasem Rembang, Kampoeng BNI Imogiri Bantul dan Kampoeng BNI Kain Sasirangan Banjarmasin.

Menurut informasi yang saya baca diinternet, dikatakan bahwa dalam rangka mewujudkan misi perusahaan, memenuhi kewajiban perusahaan kepada Undang-Undang, serta sebagai tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu ekonomi masyarakat Indonesia, maka BNI membentuk program Kampoeng BNI. Ini merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran kredit lunak dengan sistem klaster yang dilakukan di beberapa daerah. Tujuan pembentukan Kampoeng BNI adalah untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di suatu kawasan pedesaan melalui pinjaman lunak program kemitraan maupun bantuan bina lingkungan untuk menunjang aktivitas ekonomi lokal di daerah tersebut. Pada saat ini konsep Kampoeng BNI dibangun atas prinsip community enterprise, dimana satu klaster memiliki berbagai macam produk yang menjadi keunggulan atau ciri khas daerah tersebut.

Pemberdayaan ekonomi yang diberikan pada masyarakat adalah dalam bentuk pinjaman dengan suku bunga sangat ringan, yakni 6 persen per tahun, kepada pelaku usaha di dalam Kampoeng BNI dengan kisaran batas kredit Rp2 juta–Rp10 juta. Pinjaman yang diberi nama Kredit Program Kemitraan ini bersifat dana bergulir, sehingga setiap pelaku usaha di Kampoeng BNI dapat menerima manfaatnya secara bergantian.

Fasilitas kredit ini tidak dapat dinikmati oleh sembarangan orang. Hanya pelaku usaha pemula yang punya keinginan berkembang namun tidak memiliki akses terbuka pada pembiayaan bank yang berhak mendapatkannya. Pelaku usaha seperti ini antara lain yang tidak memiliki agunan kredit, namun tengah membangun bisnis yang potensial. Pelaku usaha di Kampoeng BNI yang sudah berkembang dengan Kredit Program Kemitraan diharapkan akan dapat melakukan ekspansi bisnisnya dengan dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Yaitu jenis kredit dari BNI yang dapat memberikan plafon pinjaman hingga Rp 20 juta namun dengan suku bunga sekitar 13 persen. Harapannya mereka ini bisa berhasil mengembangkan usahanya, sehingga mereka kemudian layak untuk mendapatkan dukungan kredit komersial BNI dan pada akhirnya menjadi nasabah loyal BNI dari sejak masih jadi pengusaha kecil hingga jadi pengusaha besar.

Dalam program Kampoeng BNI juga diberikan pelatihan peningkatan kapasitas bagi mitra binaan seperti pelatihan pembukuan sederhana, pelatihan pemasaran efektif dan pelatihan lain sesuai kebutuhan mitra binaan. Selain itu BNI juga memberi bantuan berupa sarana prasarana penunjang seperti showroom, balai pertemuan termasuk juga memberi bantuan pendidikan kepada keluarga mitra binaan berupa beasiswa dan sarana pendidikan lainnya. 

Sejak tahun 2007 hingga saat ini, BNI telah membuka sejumlah Kampoeng BNI (KBNI) antara lain KBNI Peternakan Sapi Subang, KBNI Budidaya Jagung Ciamis, KBNI Budidaya Ulat Sutera Bantul, KBNI Tenun Songket Ogan Ilir, KBNI Nelayan Lamongan, KBNI Jagung Solok, KBNI Seni Kamasan Klungkung, KBNI Pengolahan Hasil Laut Muara Angke, KBNI Bandeng Karawang, KBNI Karebosi Makassar, KBNI Pisang Lumajang, KBNI Batik Pekalongan, KBNI Batik Lasem Rembang, KBNI Kain Sutera Sengkang Wajo, KBNI Mebel Sumedang, KBNI Kain Sasirangan Banjarmasin, KBNI Pemberdayaan Perempuan Bogor, KBNI Ikan Nila Ponorogo, KBNI Tenun Ikat Sumba Waingapu, KBNI Tenun Silungkang - Sawahlunto, KBNI Kain Ulos Samosir - Sumatera Utara, KBNI Kain Tapis Lampung Selatan, dan KBNI Tenun Pandai Sikek Bukittinggi. Kesemuanya menyentuh dan mengembangkan potensi budaya dan kearifan lokal.

Tentang Bank BNI

Credits
Bank BNI didirikan pada tanggal 5 Juli 1946. PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk atau BNI menjadi bank pertama milik negara yang lahir setelah kemerdekaan Indonesia. Identitas pertama saat BNI berdiri berupa lingkaran warna merah dengan tulisan BNI 1946 berwarna emas yang melambangkan persatuan, keberanian, dan patriotisme yang memang merefleksikan semangat BNI sebagai bank perjuangan. Pada tahun 1988, identitas korporat berubah menjadi logo layar kapal & gelombang untuk merepresentasikan posisi BNI sebagai Bank Pemerintah Indonesia yang siap memasuki pasar keuangan dunia dengan memiliki kantor cabang di luar negeri. Gelombang mencerminkan gerak maju BNI yang dinamis sebagai bank komersial Negara yang berorientasi pada pasar.

Setelah krisis keuangan melanda Asia tahun 1998, BNI melakukan program restrukturisasi termasuk diantaranya melakukan rebranding untuk membangun & memperkuat
reputasi BNI. Identitas baru ini dengan menempatkan angka ‘46’ di depan kata ‘BNI’. Kata ‘BNI’ berwarna tosca yang mencerminkan kekuatan, keunikan, dan kekokohan. Sementara angka ‘46’ dalam kotak orange diletakkan secara diagonal untuk menggambarkan BNI baru yang modern.

Logo Baru Bank BNI
Bank yang memiliki Visi "Menjadi bank yang unggul,terkemuka, dan terdepan dalam layanan dan kinerja" saat ini merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia yang memiliki 1.841 Outlet cabang dan sentra kredit yang tersebar di seluruh Indonesia, dan 6 cabang luar negeri yang tersebar di beberapa Negara seperti Singapura, Hong Kong, Tokyo, Osaka, New York dan London, serta perwakilan di beberapa negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Untuk jaringan elektronik, per tahun 2014 BNI memiliki 11.221 ATM ditambah 28.000 ATM LINK dan 39.000 ATM Bersama, serta fasilitas phone banking 24 jam BNI Call 1500046, serta SMS Banking dan BNI Internet Banking www.bni.co.id untuk kebutuhan transaksi perbankan dengan ratusan fitur transaksi. Selain itu nasabah BNI juga bisa menghubungi BNI melalui media sosial di twitter@BNI46 dan Facebook BNI.

Bagi nasabah institusi bisnis, BNI memberikan layanan cash management secara online; trade finance, perdagangan internasional (ekspor/impor) dan remittance/pengiriman uang yang didukung oleh jaringan cabang luar negeri dan ±1.500 bank koresponden di seluruh dunia. Saham BNI tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode BBNI sejak tahun 1996.

BNI Melayani Sepenuh Hati

Pada tanggal 5 Juli 2015 yang lalu, Bank BNI baru saja memperingati HUT yang ke-69. Sebuah pencapaian yang membanggakan karena di usianya yang ke-69 tahun ini telah begitu banyak prestasi yang diraih BNI baik dalam skala nasional maupun internasional. Adapun daftar capaian penghargaan yang diterima BNI selama tahun 2014 dapat dilihat disini.

Saya sendiri juga sudah cukup lama menjadi nasabah setia BNI. Terhitung sejak saya masih duduk dibangku kuliah hingga sekarang sudah bekerja dan berkeluarga, saya masih setia menjadi nasabah BNI . Anak saya yang saat ini umurnya masih  5 tahun saja sudah jadi nasabah BNI Taplus Anak sejak ia berumur 3 tahun. Ada banyak sekali alasan kenapa saya memilih untuk tetap setia jadi nasabah BNI, salah satunya adalah karena saya puas dengan pelayanan yang diberikan.

Seiring perkembangan jaman dan tuntutan konsumen saya melihat BNI memang memiliki komitmen yang sangat besar untuk terus meningkatkan kepuasan bagi para pelanggannya. Salah satu contoh sederhananya adalah prosedur penyetoran tunai yang kini terasa makin praktis dan nyaman. Dulu jika kita hendak melakukan setoran tabungan, selain antri kita juga diharuskan mengisi slip setoran terlebih dulu. Namun saat ini kita tidak perlu lagi melakukan hal tersebut. Saat hendak melakukan penyetoran tabungan, kita cukup mengambil nomor antrian saja dan menunggu panggilan. Nanti petugas teller yang akan membuatkan bukti setornya dan kita hanya tinggal tandatangan saja kemudian menyerahkan buku tabungan dan uang yang akan disetor. Cara ini terbukti lebih praktis, cepat dan memudahkan para nasabah dalam melakukan proses penyetoran tabungan.

Proses mengantri di BNI juga sangat nyaman. Setelah mengambil nomor antrian kita tinggal duduk manis di sofa menunggu panggilan. Tak perlu capek berdiri seperti proses antrian yang masih saya temui di beberapa bank lain. Pelayanan petugas BNI juga sangat ramah, bersahabat dan cepat tanggap.

Jika ingin melakukan penyetoran tunai namun kita malas mengantri, kita juga bisa melakukan setoran tunai melalui ATM CDM (Cash Deposit Machine) BNI, akan tetapi kita harus menggunakan ATM Setoran Tunai yang bentuk fisiknya hampir sama dengan ATM biasa, namun pada sisi depan terdapat lubang / laci yang digunakan untuk meletakkan uang yang akan disetorkan.  Melalui layanan ini setoran tunai bisa dilakukan kapan saja termasuk saat di luar jam kerja dan hari libur. Sama seperti jika kita ingin melakukan penarikan uang tunai via ATM, bisa dilakukan dimana saja kapan saja selama 24 jam.

Tayo mau cek saldo tabungan pakai ATM BNI Taplus Anak
Untuk proses penarikan uang tunai termasuk pembayaran, BNI juga telah menyediakan fasilitas yang sangat lengkap. Setiap nasabah BNI taplus akan mendapat fasilitas kartu ATM/kartu debit. Ada 3 jenis kartu debit yang dikelurkan BNI yaitu kartu debit BNI Silver, kartu debit BNI Gold dan Kartu debit BNI Platinum. Kartu ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan transaksi di semua ATM BNI dan ATM Bersama. Layanan ATM BNI meliputi transaksi tarik tunai, transfer antar rekening BNI, transfer antar bank, dan melakukan transaksi belanja.  Selain itu saya juga bisa melakukan transaksi pembayaran non tunai seperti pembelian tiket penerbangan, pembayaran tagihan telepon, listrik, air, TV berlangganan, kartu kredit, angsuran pinjaman, internet, isi ulang pulsa telepon, token listrik, kartu prepaid dan berbagai pembayaran lainnya seperti premi asuransi, biaya pendidikan/SPP, pajak/MPN, ZIS, dan lain-lain melalui fitur ATM yang disediakan oleh BNI. Dengan memiliki kartu debet BNI segala transaksi jadi terasa semakin mudah dan cepat. 

Berinvestasi di BNI juga lebih menguntungkan. Ada berbagai jenis produk simpanan yang disediakan BNI seperti BNI Taplus, BNI Taplus Muda, BNI Tappa, BNI Tapma, BNI Haji, BNI Tapenas, BNI Taplus Anak, Tabunganku, BNI Giro, BNI dollar, BNI deposito dan BNI duo. Termasuk jenis simpanan dana pensiun dalam bentuk tabungan BNI Simponi. Tinggal pilih saja jenis simpanan yang sesuai dengan kebutuhan kita. Semua layanan ini dibuat untuk semakin memudahkan kita dalam mewujudkan rencana masa depan kita dan keluarga.

Butuh dana pinjaman untuk beli rumah, mobil atau modal usaha? BNI juga menyediakan berbagai jenis dana pinjaman yang bisa dimanfaatkan oleh para nasabahnya dengan suku bunga yang kompetitif. Jenisnya juga bermacam-macam sesuai kebutuhan mulai dari BNI Griya, BNI Griya Multiguna, BNI Oto, BNI Cerdas, BNI Instan dan BNI Wirausaha. Untuk info lebih lengkap tentang masing-masing produk pinjaman bisa cek disini.

Saya Bangga Jadi Nasabah BNI

Selain alasan yang saya sebutkan di atas masih ada alasan lain yang tak kalah penting kenapa saya tetap setia jadi nasabah BNI yaitu karena saya merasa bangga jadi nasabah BNI. Seperti yang kita ketahui bersama, BNI merupakan sa
lah satu bank terbesar di negeri ini. Meskipun begitu BNI tak pernah membedakan pelayanannya baik itu kepada nasabah konglomerat maupun nasabah wong cilik. Semua nasabah mendapat kualitas pelayanan yang sama baiknya. Kepedulian BNI dalam melayani sekaligus meningkatkan kesejahteraan wong cilik sudah saya lihat sendiri buktinya saat saya berkunjung ke kampoeng BNI Imogiri beberapa waktu lalu. 


Saya Bangga Jadi Nasabah BNI
Hal inilah yang semakin menambah kebanggaan saya menjadi nasabah BNI. Setahu saya program-program  CSR (Corporate Social Responsibility) yang dijalankan oleh BNI tersebut dananya berasal dari laba perusahaan dan dana operasional perusahaan. Salah satu sumber laba perusahaan berasal dari dana investasi yang dikumpulkan dari masyarakat yang menabung dan bertransaksi di BNI. Dengan menginvestasikan simpanan saya serta bertransaksi di BNI otomatis saya merasa telah turut berkontribusi dalam program CSR yang dilakukan BNI selama ini, seperti program Bina Lingkungan, Program Kemitraan Kampoeng BNI, BNI Go Green dan lain sebagainya. Yang lebih membanggakan lagi program CSR yang dilakukan oleh BNI juga tidak hanya sebatas pada kegiatan donasi, namun juga dapat menciptakan mata pencaharian yang berkelanjutan bagi masyarakat, menjaga kelestarian alam dan lingkungan serta ikut andil mendukung pemerintah dalam membangun negeri.

"Selamat Ulangtahun yang ke-69 untuk BNI, Semoga BNI dapat terus memberikan pelayanan terbaik untuk negeri ini dan selalu menjadi kebanggaan kami"

Sumber Referensi :
  1. http://bni.co.id/id-id/tentangkami/sejarah.aspx
  2. Press Release Kampung BNI Nusantara Tahun 2014
  3. http://www.neraca.co.id/article/22669/kampoeng-bni-sabet-predikat-terbaik-csr-asia-tenggara
  4. http://bni.co.id/id-id/tentangkami/corporatesocialresponsibility/programkemitraan/kampoengbni.aspx
  5. http://majalahasri.com/program-bukit-hijau-bni-upaya-menghijaukan-imogiri/


Reactions:

27 komentar:

  1. Duh asik ya Mak jalan-jalan ke bukit hijau BNI :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak..adem...pemandangannya juga bagus..yuk ikut jalan-jalan ke bukit BNI:)

      Hapus
  2. Woww hebat tulisannya. Semoga menang ya mak. Aku baru tahu ada bukit hijau bni. Keren ya bni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisan mbak mocen juga bagus.semoga menang juga ya :)

      Hapus
  3. Lengkap dan informatif tulisannya, semoga menang ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trims mak sudah mampir..makasih doanya juga amin..^^

      Hapus
  4. Aku juga pernah ke agrowisata jambu mete itu waktu ke Jogja. Bedanya, aku jalan kaki, hehe... Hiking gitu. Gara2 lihat tulisan BNI itu jadi semangat, kirain deket taunyaaa... :D. Mana waktu itu bukan musimnya, cuma ketemu jambu mete kecil2 jarang2 di pohonnya.
    Goodluck Mak, tulisannya keyen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jalan kaki? Hebat mak..kalo aku mgkin udah gempor...hehe..thx ya mak udah mampir:)

      Hapus
  5. Lengkap kap kap... Saya kepingin ikutan jugaa maak... Mudah2an sempat terkejar sebelum deadline

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat mbak liza...semoga tulisannya kelar sblum DL

      Hapus
  6. Semoga jadi rejeki debay nih...tulisannya kumplit plit.....

    BalasHapus
  7. keren banget ya kiprah BNI di tengah masyarakat, tulisannya bagus sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak..setelah liat kiprah CSRnya jd makin bangga jd nasabah BNI

      Hapus
  8. Waah keren ya CSR-nya: Kampoeng BNI ini .... tulisan Mak Arifah juga keren dan komplit. Moga menang yaa

    BalasHapus
  9. Wah keren. Kecil-kecil Tayo udah bisa nabung. Sukses lombanya, Mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe..trims mak nia. Sukses juga ya;)

      Hapus
  10. Balasan
    1. iya mbak..bukitnya keren..ijo royo-royo :D

      Hapus
  11. wah.. jadi pengen ke kampung BNI :)

    BalasHapus
  12. waah, disitu bukit hijau ya mak, kalau di Aceh Hutan Kota BNI

    BalasHapus
  13. Wuih, aku baru tau kalau ada kayak gini di Imogiri. Ke mana aja ya. Tayo kayaknya hobi jalan-jalan keluarga ya. Puas-puasin ya Mas Tayo, abis ini kan punya adek, nanti jaga adek deh. Seperti biasa, lengkap banget tulisannya, Mak :D SUkses yaaa. Aku pass ah yang BNI. Jiper liat punya yang lain hahaha. *mental payah*

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita sekeluarga emang hobi jalan-jalan sama wisata kuliner mak ges :)

      Hapus
  14. Wah keren bingits nih BNI, baru tauu ada bukitnhijau BNI, ada kampung BNI. Makin bangga akubjd nasabah BNI selama 11 th terakhir ini. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak BNI memang keren banget :D bikin makin bangga jadi nasabahnya

      Hapus
  15. saya juga bangga mba jadi nasabah BNI :)

    BalasHapus

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)