Februari 25, 2015

Karena Buah Lokal Telah Memberi Saya Banyak Cinta

Edit Posted by with 5 comments

Saat masih kecil saya termasuk anak yang doyan makan buah. Saya suka banget makan buah jeruk, kedondong, jambu biji, jambu air atau rambutan. Tapi paling sering sih makan jambu air. Karena di halaman depan rumah saya ada pohon jambu air yang jika tiba waktunya berbuah, produksi buahnya sangat banyak dan serasa tak ada habisnya meski sudah dipetik berkali-kali. Saya biasa memanjat pohon jambu tersebut bersama dengan kakak dan adik saya. Kami biasa makan jambu air sambil nangkring di atas pohon jambu, menikmati manis dan segarnya buah jambu air serta semilir angin dari atas pohon. Sungguh masa kecil yang sangat bahagia. 

Selain memberi kenangan memori masa kecil yang romantis, pohon jambu air tersebut juga mendatangkan berkah bagi keluarga saya. Beberapa kali ibu saya berhasil memetik buah jambu air tersebut hingga terkumpul 1 karung lalu dibawa pergi untuk dijual ke pasar. Uang hasil penjualannya memang tidak seberapa. Tapi cukup untuk kami gunakan membeli peralatan sekolah seperti buku tulis, penggaris, tempat pensil dan lain-lain.

Memasuki masa remaja, saya juga punya kenangan manis dengan buah lokal. Seorang teman lelaki di sekolah saya pernah ada yang "nembak" saya secara tidak langsung dengan cara memberi saya sebuah apel malang berwarna hijau segar yang diberi hiasan pita jepang cantik berwarna kuning cerah. Tapi waktu itu saya masih belum bisa membalas cintanya karena memang saya belum boleh berpacaran oleh orang tua saya. Namun teman saya itu sudah cukup merasa senang manakala saya mau menerima apel malang pemberiannya itu.

Cerita romantis saya dengan buah lokal tak hanya berhenti sampai di situ saja. Saya pernah dua kali menjalani opname di rumah sakit lantaran harus operasi amandel dan operasi radang usus buntu. Masa-masa tersebut alhamdulilah bisa saya jalani dengan ringan berkat dukungan dari orang-orang tercinta di sekitar saya. Sahabat dan sanak saudara tak henti mensuport agar saya segera pulih dari operasi. Silih berganti mereka datang menjenguk saya dengan membawa buah tangan berupa aneka macam buah lokal, mulai dari jeruk, pisang, anggur, apel dan lain sebagainya. 

Saat saya hendak menikahpun, buah lokal juga hadir sebagai salah satu hantaran penuh cinta yang dibawa oleh rombongan keluarga calon suami saya pada saat datang melamar ke rumah. Lalu bagaimana saya bisa tahu jika buah-buahan yang dibawa itu adalah buah lokal? Tentu saja karena ada logo Sunpride di dalamnya..hehehe…

Buah Segar Sunpride Jadi Salah Satu Hantaran Penuh Cinta Dari Calon Suami Saya

Secara pribadi, bagi saya buah itu sudah seperti tanda cinta dan kasih sayang. Banyak pesan cinta yang terkandung di dalamnya. Dengan memberikan buah pada seseorang, biasanya  ada niat tulus dari sang pemberi untuk membuat sang penerimanya merasa bahagia. Banyak orang berharap dengan memberikan buah-buahan segar pada orang lain maka akan dapat mendatangkan kegembiraan dan kesehatan bagi setiap orang yang mengkonsumsinya. Bahkan kata buah pun disandingkan dengan istilah buah tangan yang mana istilah ini mengandung arti pemberian positif bagi penerimanya.

Sejak kecil saya memang sudah terbiasa mengkonsumsi buah lokal, maksudnya buah yang ditanam dan dipetik dari negeri sendiri. Bukan diimpor dari luar negeri. Selain memetik buah tersebut dari halaman rumah kami sendiri, kadang ibu saya juga sering membelinya dari pasar buah yang lokasinya berada tak begitu jauh dari rumah kami. Membeli buah di pasar buah itu harus pandai memilih. Jika tidak pandai, bisa-bisa kita malah akan dapat buah yang masam atau kondisinya kurang segar. Selain itu, jika membeli buah di pasar buah kita juga harus pandai menawar. Supaya bisa dapat harga yang miring, begitu kata ibu saya.
 
Salah satu kios buah di pasar buah tradisional
Kini setelah saya berkeluarga dan punya anak, saya masih saja gemar makan buah. Namun sayangnya saya bukan orang yang cukup telaten dalam menawar dan memilih buah di pasar buah seperti ibu saya. Sehingga setelah berkeluarga saya lebih suka belanja buah di supermarket karena harganya sudah pasti pas dan kualitas buahnya juga bagus. Sejak punya kebiasaan belanja buah-buahan segar di supermarket inilah kemudian saya jadi lebih kenal dengan Sunpride, yaitu perusahaan distributor buah yang berada di bawah naungan PT. Sewu Segar Nusantara yang dikelola dengan sangat profesional dan berkomitmen untuk menyediakan buah-buah segar berkualitas dengan lebih dari 20 jenis yang 80%nya adalah buah lokal. 

Aneka Buah Segar Sunpride
Produk buah Sunpride memang bermacam-macam. Tak hanya terbatas pada buah pisang saja seperti yang diketahui oleh kebanyakan orang. Sunpride juga punya produk buah yang lain seperti apel, pear, melon, hingga yang terbaru adalah jambu biji atau jambu kluthuk dengan nama Guava Crystal. Jambu biji merupakan tanaman tropis yang berasal dari Brasil, disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Meski asli Brasil namun bibit jambu biji ini ditanam dan dibudidayakan di Indonesia. Guava Crystal merupakan jenis jambu biji yang seedless, maksudnya biji jambunya sangat minim bahkan hampir tidak ada bijinya sehingga lebih banyak daging buah jambunya yang sangat segar dan renyah untuk dinikmati. 
 
Sunpride Guava Crystal
Hampir tidak ada biji jambunya
Dulu saat saya kena radang usus buntu, ada saudara saya yang menggoda saya dengan mengatakan bahwa mungkin saya bisa kena usus buntu karena kebanyakan makan jambu biji. Jadi biji jambunya itu nyangkut di dalam usus saya, begitu kata saudara saya itu. Andai saat itu saya sudah mengenal Guava Crystal tentu saya bisa ngeles dengan menjawab bahwa jambu biji yang saya makan adalah Guava Crystal yang biji jambunya tidak seperti jambu biji pada umumnya..hehehe..

Eniwei konsumsi jambu biji itu juga sangat baik untuk kesehatan lho. Jambu biji merupakan buah yang memiliki kandungan vitamin C sangat tinggi. Tau sendirikan manfaat vitamin C itu sangat banyak, salah satunya adalah membantu proses penyembuhan penyakit serta meningkatkan penyerapan zat besi ke dalam tubuh. Jambu biji juga bisa berfungsi sebagai antioksidan pencegah kanker, memperkuat daya tahan tubuh, meningkatkan kesehatan gigi dan gusi serta berkhasiat sebagai anti radang, anti diare dan menghentikan perdarahan misalnya pada penderita demam berdarah dengue (DHF).

Eniwei, karena kandungan vitamin C yang tinggi tersebut, jambu biji juga bisa digunakan sebagai krim wajah untuk merawat kecantikan lhoo. Caranya yaitu :
1. Siapkan jambu biji yang sudah matang lalu potong jadi beberapa bagian tanpa mengupas kulitnya
2.   Masukkan ke dalam blender bersama dua atau tiga helai daun jambu
3.   Tambahkan susu bubuk setelah menjadi bubur, lalu aduk rata
4.   Oleskan krim jambu pada wajah yang telah dibersihkan
5.  Berikan gerakan memijat dengan arah melingkar pada wajah, lakukan berulang hingga 10 menit
6.   Diamkan selama 15 menit, lalu bilas wajah sampai bersih

Gampang bangetkan caranya? Ternyata manfaat jambu biji itu banyak sekali ya, tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan namun bermanfaat juga untuk merawat kecantikan. Ini sih bakalan jadi salah satu buah lokal favorit saya.

Hmm..dari tadi ngomongin buah lokal terus. Apa sama sekali nggak tertarik nyobain makan buah impor? Sejujurnya saya pernah juga sih mencoba membeli buah impor, tapi mungkin karena saya sudah terlanjur cinta pada buah lokal maka akhirnya saya kembali lagi untuk memilih buah lokal sebagai pilihan buah favorit untuk konsumsi keluarga tercinta. Lalu apa sih alasan yang bikin saya bisa cinta mati dengan buah lokal? Ada 2 alasan sebenarnya yaitu alasan rasional dan alasan emosional.

Alasan Rasional yang membut saya jatuh cinta pada buah lokal 

1.    Buah Lokal itu Murah
Harga buah lokal itu jelas lebih murah jika dibandingkan dengan harga buah import. Apalagi jika kita langsung membelinya di pasar buah tradisional atau langsung membeli buah lokal dari petani buah. Buat ibu rumah tangga, alasan ekonomis ini tentu sangat rasional mengingat jaman sekarang harga kebutuhan pokok melambung tinggi, tentu saya harus makin cermat dalam memilih dan memperhitungkan harga buah yang akan saya beli. Maka dari itu buah lokal mendapat poin yang lebih tinggi daripada buah impor untuk urusan harga.
2.    Buah Lokal itu Enak
Meski harganya lebih murah daripada buah import, tapi untuk urusan rasa bagi saya buah lokal itu tetap rasanya paling enak. Lidah lokal saya juga sudah merasa cocok dengan berbagai rasa buah-buahan asli Indonesia, seperti mangga, pisang, jambu, pepaya, jeruk. Hmm..rasanya bener-bener yummy...manis dan segar.
3.    Buah Lokal itu Bebas Pengawet
Proses distribusi buah lokal itu tidak melalui rantai distribusi yang panjang. Tidak seperti buah import yang harus didatangkan dari luar negeri. Bayangkan saja jalur distribusi yang harus ditempuh oleh buah import untuk sampai ke Indonesia. Tentu dibutuhkan pengawet untuk menjaga agar buah-buah import itu tetap dalam kondisi segar hingga sampai ke supermarket di Indonesia. Jika buah yang kita konsumsi mengandung pengawet, tentunya efeknya jadi berbahaya untuk kesehatan kita.
4.      Buah Lokal Itu Meningkatkan Kesejahteraan
Dengan membeli buah lokal untuk keperluan konsumsi buah sehari-hari tentu hal itu akan semakin meningkatkan penjualan buah lokal di negeri kita sendiri. Dengan meningkatnya penjualan buah lokal tentu kesejahteraan para petani buah di Indonesia juga akan semakin meningkat. Sebaliknya jika kita rajin mengkonsumsi buah segar setiap hari, tentu kesehatan kita juga akan selalu terjaga. Tubuh yang sehat adalah modal utama untuk bisa makin produktif dalam bekerja. Jika produktivitas kerja kita meningkat tentu kitapun juga akan makin sejahtera bukan? Makanya rajin-rajin makan buah lokal ya :)

Alasan Emosional kenapa saya jatuh cinta pada buah lokal

1.    Buah Lokal itu cinta pertama saya
Buah yang saya kenal pertama kali sejak kecil adalah buah lokal, bukan buah impor. Kenangan cinta pertama saat remajapun juga diwarnai dengan kehadiran buah lokal. Jadi bagaimana mungkin saya bisa berpaling dari buah lokal. Secara emosional saya sudah terlanjur terikat pada romantisme kenangan masa kecil saya dengan buah lokal.
2.    Buah Lokal itu sudah menyatu dalam hidup saya
Sejak kecil saya terbiasa makan buah lokal, seperti jeruk, rambutan, pisang dan jambu air yang paling utama. Zat-zat gizi yang terkandung dalam buah-buahan lokal yang saya konsumsi sejak kecil telah masuk ke dalam tubuh saya dan menyatu di dalam darah saya. Zat gizi seperti vitamin dan mineral tersebut telah membantu saya tumbuh sehat hingga sekarang. Jadi apa masih ada alasan lain yang bisa membuat saya berpaling dari buah lokal? saya rasa tidak ada.
3.    Buah Lokal itu cermin kearifan lokal
Dulu saat saya masih kecil, ibu saya biasa mengumpulkan air bekas cucian daging untuk menyiram tanaman buah yang kami miliki. Kata ibu dengan begitu maka nanti buah yang dihasilkan akan terasa lebih manis dan segar. Ibu saya tidak pernah belajar soal bertanam buah, yang dilakukan ibu hanya merupakan kearifan lokal yang didapat secara turun temurun dari nenek. Dan benar saja, tiap kali pohon jambu air milik kami berbuah, rasa buahnya selalu manis dan segar. Saya percaya para petani buah di Indonesia juga banyak yang menerapkan kearifan lokal dalam menjaga kesuburan pohon buah yang ditanamnya. Cara perawatan buah yang penuh budaya kearifan lokal dan banyak cinta tentu akan menghasilkan kualitas buah-buahan yang baik dan menyehatkan tubuh.
4.      Buah Lokal itu wujud cinta dari ibu pertiwi
Pohon buah-buahan yang tumbuh di bumi Indonesia, rata-rata tumbuh subur. Karena tanah Indonesia kaya dengan unsur mineral yang tinggi. Berbagai macam jenis buah lokal yang bisa kita temukan di Indonesia merupakan wujud cinta dari ibu pertiwi kepada kita yang wajib untuk selalu kita syukuri bersama. Apa iya anugerah buah yang melimpah ruah ini akan kita sia-siakan begitu saja?

Itulah beberapa alasan saya kenapa saya jatuh cinta dengan buah lokal. Cinta mati yang tak akan pernah membuat saya berpaling pada buah impor. Jika dirangkum, alasan utamanya sebenarnya hanya sederhana yaitu karena buah lokal telah memberi saya banyak cinta.

Sumber Referensi :
1. http://www.sunpride.co.id/catporto/guava-crystal-2/
2. http://www.sunpride.co.id/menyulap-jambu-jadi-krim-wajah/


Reactions:

5 komentar:

  1. Murah dan yg pasti aman ya Mbak. gudluck buat lombanya :)

    BalasHapus
  2. aih,so sweet banger ditembak lake apel hehehe.....saya juga suka buah lokal mak,tos dulu^^

    BalasHapus
  3. betul tuh mak, buah lokal itu memang murah jadi bisa menghemat uang belanja :D
    selain itu jika kita memilih buahnya juga gak kalah kok kualitasnya dengan buah dari luar negeri :D

    http://www.katalogibu.com/perkembangan-janin/tips-menambah-berat-badan-janin.html

    BalasHapus
  4. buah lokal memang banyak yang enak rasanya :)

    BalasHapus

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)