Januari 20, 2015

Resolusi Hijauku : Menerapkan Konsep Green Building di Rumah Sendiri

Edit Posted by with 12 comments
Tak terasa kita sudah berada di awal tahun baru 2015. Bagi kebanyakan orang, momen awal tahun seperti ini biasa digunakan sebagai titik awal dalam mewujudkan resolusi baru yang telah ditetapkan. Menuliskan resolusi memang merupakan salah satu langkah yang biasa dilakukan dalam rangka mewujudkan keinginan untuk berubah jadi lebih baik. Begitu pula dengan diri saya, di awal tahun 2015 ini saya sudah menyusun list resolusi yang ingin saya capai yaitu :
  1. Lebih rajin berolahraga secara rutin
  2. Lebih istiqomah dalam menjalankan ibadah fardhu dan sunnah
  3. Lebih rapi soal urusan administrasi dan manajemen waktu dalam melaksanakan pekerjaan di kantor
  4. Lebih hemat dan banyak menabung serta memperbanyak bersedekah
  5. Bisa mewujudkan cita-cita untuk menerapkan konsep green building di rumah sendiri.
Itulah beberapa resolusi yang ingin saya wujudkan di tahun 2015 ini. Saya sebenarnya sudah sangat bersyukur karena berkat kekuatan doa dan usaha, beberapa resolusi yang saya tetapkan pada tahun 2014 yang lalu banyak yang terwujud jadi kenyataan. Salah satunya adalah membeli sebidang tanah yang terletak persis di belakang rumah saya. Saya memang sudah memiliki rumah sendiri sejak tahun 2013, namun sayangnya karena keterbatasan luas lahan, keinginan saya untuk bisa punya halaman luas di belakang rumah tidak bisa terwujud. Namun di tahun 2014 kemarin, akhirnya sang pemilik tanah di belakang rumah saya mau menjualnya kepada kami dengan harga yang cocok. Sehingga akhirnya saya jadi punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi punya halaman belakang yang luas di rumah saya.

Di tahun 2015 ini saya ingin mewujudkan cita-cita saya untuk menerapkan konsep green building di rumah tinggal saya agar jadi lebih hijau dan lebih ramah lingkungan. Ngomong-ngomong, kenapa harus Green Building?

Sumber gambar : Materi presentasi Green Building milik Dr. Edzard Ruhe

Green Building merupakan konsep dalam merencanakan dan mengembangkan suatu bangunan yang ramah lingkungan demi mengefisienkan sumber daya energi, air, material dan lebih banyak ruang terbuka untuk tanaman sehingga perbandingan antara ruang terbuka dan bangunan lebih harmonis. Konsep ini sangat perlu diterapkan mengingat dewasa ini semakin banyak terjadi kerusakan lingkungan akibat dari ulah manusia yang kurang bijaksana terutama dalam proses pembangunan.

Sebagai manusia yang sadar bahwa hidup kita bergantung pada alam, maka saya ingin melakukan kontribusi nyata dalam rangka turut menjaga kelestarian lingkungan yaitu dengan menerapkan konsep green building mulai dari rumah saya sendiri. Berikut rencana penerapan konsep green building yang akan saya lakukan di rumah :

  1. Memanfaatkan lahan seluas 150 meter di belakang rumah saya untuk menanam berbagai macam pohon seperti tanaman buah-buahan, tanaman obat tradisional dan sayuran. Rencana saya sih, ingin membuat semacam secret garden minimalis menggunakan polybag. Langkah ini selain bisa semakin menghijaukan rumah saya, tentunya juga bisa lebih menghemat pengeluaran saya untuk belanja. Karena nantinya saya bisa memetik sendiri sayur, tanaman obat dan buah dari halaman sendiri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga.
  2. Memanfaatkan lahan di belakang rumah untuk memilah sampah. Dengan memiliki halaman belakang rumah yang luas, saya bisa menempatkan lebih banyak tong sampah untuk memilah sampah antara lain tong sampah untuk sampah organik, sampah plastik dan sampah kertas. Dengan memilah sampah, tentunya sampah organik bisa saya manfaatkan untuk pupuk sementara sampah plastik dan kertas bisa saya berikan ke bank sampah untuk didaur ulang. Atau bisa juga sampah plastiknya saya gunakan sebagai polybag untuk menanam sayuran.
  3. Membuat lebih banyak biopori di halaman belakang rumah untuk memaksimalkan penyerapan air ke dalam tanah. Lubang bioporinya juga bisa saya manfaatkan untuk mengubah sampah organik menjadi pupuk organik.
  4. Mengganti lampu di rumah saya dengan lampu LED. Penggunaan lampu LED terbukti lebih ramah lingkungan karena lampu ini mengubah lebih banyak energi listrik menjadi energi cahaya ketimbang energi panas. Jika diprosentase lampu LED menghasilkan energi cahaya sebesar 80% dan energi panas hanya 20%. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan lampu bukan LED yang rata-rata menghasilkan energi panas di atas 70%. Dengan menggunakan lampu LED tentu bisa lebih hemat energi dan juga ikut mengurangi panas di muka bumi ini. Memang sih harga lampu LED ini cukup mahal, sehingga saya punya rencana 1 bulan sekali menabung untuk membeli lampu LED. Jika di rumah saya butuh 10 lampu, maka dalam waktu 10 bulan ke depan saya bisa mengganti semua lampu di rumah saya dengan lampu LED.
  5. Dengan memiliki halaman di belakang rumah, maka saya bisa menambah jendela yang menghadap ke halaman belakang. Sehingga sirkulasi udara dari jendela depan bisa lebih lancar keluar/masuk ke jendela bagian belakang. Jika sirkulasi udara lebih lancar tentu udara di dalam rumah juga akan terasa lebih sejuk sehingga saya tidak perlu menggunakan AC lagi. Selain itu dengan menambah jendela di bagian belakang rumah, maka pencahayaan di dalam rumah juga akan semakin baik sehingga saya juga bisa meminimalkan penggunaan lampu ruangan saat siang hari.
Itulah beberapa resolusi hijau sederhana yang ingin saya lakukan di tahun 2015 ini dalam rangka menerapkan konsep green building di rumah saya sendiri. Penerapan konsep green building juga bisa jadi pelajaran dan pembiasaan bagi seluruh anggota keluarga terutama anak saya dalam rangka turut melakukan upaya pelestarian lingkungan. Harapannya penerapan kebiasaan positif dari rumah ini akan dapat memberikan dampak yang lebih nyata bagi kelestarian lingkungan hidup secara lebih luas. Seperti upaya-upaya pelestarian lingkungan yang telah dilakukan oleh The Nature Conservancy Program Indonesia. Upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh lembaga tersebut telah berhasil menginspirasi saya untuk turut serta melakukan tindakan nyata dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan anak cucu kita.

Semoga di tahun 2015 ini saya berhasil mewujudkan resolusi hijau yang saya tuliskan ini. Saya percaya langkah kecil yang akan saya lakukan ini pasti ada manfaatnya bagi bumi. Semoga :)

*) Jumlah kata : 891

Tulisan ini diikutsertakan dalam "Resolusi Hijau 2015" Blog Challenge

 
Reactions:

12 komentar:

  1. Aku juga pengen banget punya green building, harus bener2 ditarget biar terlaksanan ya maak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak...selain butuh biaya, butuh komitmen yang kuat juga:) sama doa. insya Allah terwujud tahun ini. amin:)

      Hapus
  2. mak...ini mah resolusiku juga..jadi mupeng untuk segera melaksanakannya nih...soalnya ada temannya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tossss mak dwik..yuk barengan bikin target supaya taun resolusi kita jd kenyataan:)

      Hapus
  3. huwa ternyata membangun green building itu menarik ya mak selain membuat sehat seisi rumah juga bisa ikut melestarikan alam :) semoga terwujud mak aamiin :) aku apa ya resolusi2015-nya ? hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe..amin.makasih mak dame, ayo mak ikut bikin resolusi hijau juga buat thn 2015^^

      Hapus
    2. Hehe..amin.makasih mak dame, ayo mak ikut bikin resolusi hijau juga buat thn 2015^^

      Hapus
  4. aamiin semoga resolusinya tercapai ya, kalo saya nanti inginnya rumah konsep tropis minimalis, saat ini sedang tahap pengerjaan bertahap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga terwujud juga ya mbak rumah tropis minimalisnya segera bs selesai finishingnya^^

      Hapus
  5. pengin banget juga punya rumah green building gitu mak :)

    BalasHapus
  6. semoga resolusinya tercapai ya mak :D
    Green Building keren bisa mencegah pemanasan global tuh :D

    http://www.katalogibu.com/perkembangan-janin/tips-menambah-berat-badan-janin.html

    BalasHapus
  7. semoga semua resolusinya tercapai mbak..apalagi untuk menghijaukan lingkungan :D

    Duel di Puncak Klasemen Serie A

    BalasHapus

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)