Oktober 30, 2014

Saat Tak Mudah Menjadi Tua di Indonesia, Allianz Memudahkannya

Edit Posted by with 18 comments

Beberapa waktu lalu, saya sempat membaca berita di koran yang menuliskan bahwa ternyata tidak mudah menghabiskan masa tua di Indonesia. Kenapa tidak mudah? Karena berdasarkan indeks warga lanjut usia global yang disusun oleh HelpAge International, disebutkan bahwa Indonesia menduduki urutan ke-71 dari 96 negara yang disurvei.  HelpAge Internasional merupakan lembaga nirlaba yang berkedudukan di London dan bertujuan membantu warga lanjut usia dalam upaya melawan diskriminasi, mengatasi kemiskinan serta menjalani hidup yang aktif dan terjamin.

Dalam penyusunan indeks global tersebut ada 13 indikator yang digunakan. Indikator tersebut dikelompokkan menjadi 4 bagian yaitu jaminan pendapatan, layanan kesehatan, layanan pendidikan dan pekerjaan serta lingkungan yang mendukung. Harapan hidup, cakupan  pensiun, akses terhadap transportasi umum dan angka kemiskinan untuk orang diatas usia 60 tahun juga termasuk dalam 13 indikator yang diukur.

Hasil pengukuran indeks global yang dilakukan oleh HelpAge Internasional ini  mendudukkan Indonesia pada urutan ke-8 dalam bidang lingkungan yang mendukung. Bidang ini merupakan nilai tertinggi yang diraih Indonesia dari keseluruhan indikator yang diukur. Selain itu ada satu bidang lagi yang mendapat nilai tinggi yaitu bidang keterhubungan sosial. 

Namun disisi lain ternyata Indonesia memperoleh angka yang rendah dalam hal layanan kesehatan, serta angka di bawah rata-rata untuk indikator angka harapan hidup, dan paling rendah dalam bidang jaminan pendapatan. Menurut HelpAge Internasional hanya setengah dari penduduk dunia bisa berharap mendapatkan pensiun dalam usia tuanya, sehingga lembaga ini mendesak negara-negara untuk bergerak lebih cepat dalam rangka memperluas cakupan pensiun seiring dengan peningkatan populasi warga lanjut usia.

Membaca berita tersebut membuat saya jadi teringat dengan beberapa fenomena yang terjadi disekitar saya. Di lingkungan rumah saya masih ada beberapa tetangga yang sudah lanjut usia dan hidupnya cukup memprihatinkan. Harus diakui bahwa sampai saat ini pemerintah Indonesia memang belum mampu memberikan jaminan hidup yang layak bagi warga negaranya yang berusia lanjut. Jangankan untuk jaminan hidup bagi kaum lanjut usia, fakir miskin dan anak terlantar yang menurut undang-undang wajib dipelihara oleh negara saja masih banyak yang belum mendapat perhatian. Sehingga daripada menunggu dan menggantungkan nasib pada pemerintah, menurut saya lebih baik secara mandiri kita berusaha memikirkan nasib kita sendiri agar bisa hidup sejahtera di masa tua nanti.

Berharap bisa pensiun sejahtera seperti Bapak dan Ibu (Foto:Dok.Pribadi)

Pensiun Sejahtera bersama anak dan cucu. (Foto : Dokumen Pribadi)
Ya..persiapan dana untuk pensiun memang harus dilakukan sejak dini. Namun kenyataannya saat ini masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa persiapan pensiun itu belum perlu dilakukan karena jangka waktunya masih lama. Banyak yang berpikir bahwa yang paling penting adalah memenuhi kebutuhan saat ini, menyiapkan dana pensiun dianggap masih lama dan tak perlu buru-buru untuk dipikirkan.

Adapula yang punya anggapan bahwa saat pensiun nanti, kita cukup menggantungkan diri pada dana pensiun yang disediakan dari kantor atau perusahaan tempat bekerja. Jika masih kurang, toh nanti akan disubsidi oleh anak cucu. Padahal sebenarnya dana pensiun yang akan diterima dari kantor atau perusahaan tempat bekerja itu biasanya jumlahnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama pensiun. Sementara jumlah kebutuhan dana saat usia pensiun tiba tentu tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari saja. Saat usia beranjak senja dan sudah tak lagi bekerja tentu akan ada peningkatan kebutuhan dana seperti untuk kebutuhan biaya perawatan kesehatan jangka panjang, biaya untuk menekuni hobi dan liburan dalam rangka mengisi hari tua, biaya ibadah haji dan lain sebagainya.

Tentunya kebutuhan dana untuk membiayai hal tersebut tidak dapat dipenuhi jika kita hanya menggantungkan diri pada dana pensiun dari tempat bekerja saja. Belum lagi jika ternyata kita tidak termasuk dalam golongan karyawan yang mendapatkan dana pensiun dari kantor, apa iya kita mau menggantungkan biaya hidup kita di usia senja sepenuhnya pada sumbangan dari anak cucu?

Jika sebuah data sudah semakin menegaskan bahwa memang tidak mudah menjadi tua di Indonesia, tentu akan lebih baik jika sejak dini kita semua sudah mulai memikirkan perencanaan keuangan untuk hari tua. Tentu kita tidak ingin jika kelak di usia senja, hidup dalam kondisi kekurangan. Rezeki memang sudah diatur oleh Tuhan, tapi kita tetap harus mempersiapkan segala sesuatunya agar hidup bisa dilalui dengan nyaman hingga masa tua tiba serta tetap bahagia lahir batin dan tidak membebani anak cucu kita seperti halnya saat usia kita masih produktif.

Persiapan dana pensiun sebisa mungkin memang harus disiapkan sejak usia masih produktif yaitu sekitar usia 20-30 tahunan. Di rentang usia ini pada umumnya jumlah tanggungan hidup masih sedikit, badan masih sehat, karir juga kemungkinan masih terus menanjak. Jika sudah lewat dari usia 30 tahun, tidak ada salahnya juga untuk tetap memulai. Minimal 10 tahun sebelum usia pensiun tiba, kita sudah mulai menabung dan berinvestasi untuk persiapan dana pensiun. 

Semakin dini kita memulai investasi dana untuk hari tua, maka akan semakin leluasa waktu dan dana yang kita persiapkan. Sebaliknya, semakin lambat kita mempersiapkannya, maka akan semakin besar dana yang harus disisihkan.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam rangka mempersiapkan dana pensiun sejak sekarang. Konsekuensinya adalah kita harus bisa menahan diri untuk tidak menghamburkan uang demi kepentingan bersenang-senang di usia muda. Kita harus lebih banyak mengalokasikan uang yang kita miliki untuk menabung dan berinvestasi sehingga kita akan memetik hasil manisnya di masa tua nanti. Bayangkan saat pensiun nanti, kita masih bisa pergi jalan-jalan ke luar kota atau ke luar negeri, mengunjungi sanak saudara atau anak cucu tercinta dengan biaya sendiri, leluasa mengerjakan hobi untuk mengisi waktu dimasa tua, melaksanakan ibadah dengan tenang, memiliki dana kesehatan yang mencukupi serta masih tetap mendapatkan passive income meski kita sudah tidak lagi bekerja. Masa pensiun yang sangat indah bukan?

Saya sendiri saat ini juga sudah mulai mempersiapkan dana untuk pensiun nanti. Menyadari bahwa tak sedikit dana yang dibutuhkan untuk bisa menikmati masa tua dengan sejahtera, maka saya memilih untuk menabung dan berinvestasi melalui produk asuransi Allianz.  

Foto : Dokumen Pribadi

Kenapa Memilih Asuransi Allianz?

Allianz merupakan perusahaan penyedia jasa asuransi, keuangan dan manajemen aset terkemuka di dunia yang berdiri sejak tahun 1890 di Berlin Jerman. Allianz telah melayani 75 juta nasabah di seluruh dunia, termasuk separuh dari perusahaan-perusahaan yang tercantum pada Fortune 500. Allianz merupakan pemimpin pasar asuransi di Jerman dan juga merupakan perusahaan jasa manajemen aset terbesar di dunia.

Allianz memulai bisnis di Indonesia di tahun 1981. Pada tahun 1989, Allianz mendirikan perusahaan asuransi umum dengan nama PT.Asuransi Allianz Utama Indonesia. Kemudian pada tahun 1996 Allianz mulai memasuki bisnis asuransi jiwa, kesehatan dan dana pensiun dengan mendirikan PT.Asuransi Allianz Life.

Salah satu produk asuransi Allianz yang jadi pilihan favorit saya adalah produk asuransi jiwa syariah milik Allianz yang bernama Asuransi Jiwa Allisya. Ini merupakan jenis produk proteksi plus investasi (Allisya Protection Plus)

Keistimewaan Allisya Protection Plus

Allisya Protection Plus merupakan salah satu jenis produk asuransi jiwa syariah milik Allianz. Dengan membeli produk ini saya akan mendapatkan banyak manfaat berupa :

  1. Pertanggungan Dasar Asuransi Jiwa, yaitu uang pertanggungan yang akan dibayarkan pada ahli waris apabila tertanggung meninggal dunia  
  2. Pertanggungan Tambahan yaitu :
  • Total Permanent Disability (TPD), yaitu manfaat uang pertanggungan yang akan dibayarkan apabila tertanggung mengalami kecelakaan, penyakit atau cacat tetap total yang mengakibatkan tertanggung tidak mampu melakukan aktivitas hidup sehari-hari.
  • Critical Illnes Plus (CI Plus), yaitu manfaat uang pertanggungan yang akan dibayarkan apabila tertanggung menderita atau didiagnosis salah satu dari 49 jenis penyakit kritis yang tercantum dalam polis
  •  Payor Benefit-Regular Premium, yaitu manfaat pembebasan kontribusi premi bagi tertanggung apabila peserta menderita cacat tetap total atau didiagnosa untuk pertama kalinya menderita salah satu dari penyakit kritis. Peserta akan dibebaskan dari kewajiban membayar kontribusi premi berkala hingga mencapai usia 65 tahun.

Selain mendapatkan perlindungan manfaat tersebut di atas, saya juga masih akan mendapat manfaat berupa pengembangan dana investasi yang bisa dijadikan sebagai tabungan dana pensiun saat masa tua telah tiba. Adapun persentase alokasi dana investasi berdasarkan tahun polis dalam Allisya Protection Plus adalah sebagai berikut :

Tahun ke 1  :  25%
Tahun ke 2  :  60%
Tahun ke 3  :  85%
Tahun ke 4  : 92.50%
Tahun ke 5 dan seterusnya : 105.26%

Dana investasi tersebut akan dialokasikan sesuai dengan pilihan investasi yang kita tetapkan pada awal persetujuan polis, namun ditengah perjalanan apabila kita ingin mengubah pilihan strategi investasi dana yang dianggap lebih menguntungkan maka hal tersebut juga bisa dilakukan. Adapun pilihan strategi dana investasi yang ditawarkan adalah sebagai berikut :
  1. Allisya Rupiah Fixed Income Fund, menawarkan pendapatan yang stabil dengan menjaga modal untuk jangka panjang melalui penempatan dana dalam mata uang rupiah, diinvestasikan ke dalam instrumen-instrumen syariah jangka pendek seperti deposito syariah atau SWBI dan instrumen-instrumen jangka menengah atau panjang seperti obligasi syariah atau reksadana pendapatan tetap syariah.
  2. Allisya Rupiah Balanced Fund, menawarkan pertumbuhan modal jangka panjang dengan menghasilkan pendapatan yang stabil melalui penempatan dana dalam mata uang rupiah, diinvestasikan ke dalam instrumen-instrumen syariah jangka pendek seperti deposito syariah atau reksadana pendapatan tetap syariah dan instrumen-instrumen saham termasuk saham yang masuk dalam instrumen syariah berdasarkan keputusan Bapepam atau reksadana saham syariah.
  3. Allisya Rupiah Equity Fund, menawarkan pendapatan jangka panjang yang maksimal melalui penempatan dana dalam mata uang rupiah, diinvestasikan ke dalam instrumen-instrumen jangka pendek seperti deposito syariah, SWBI atau reksadana pasar uang syariah dan instrumen-instrumen saham dalam instrumen syariah berdasarkan keputusan Bapepam.
Allianz Allisya Protection ini juga masih memiliki beberapa keunggulan lainnya seperti :
  • Bebas memilih cara pembayaran premi, secara bulanan, kuartalan, semesteran atau tahunan
  • Mendapatkan manfaat asuransi apabila terjadi musibah berupa manfaat santunan asuransi plus nilai investasi
  • Bebas menentukan masa pembayaran premi
  • Kita bisa menambahkan dana untuk meningkatkan investasi kapanpun bila diinginkan
  • Kita dapat melakukan penarikan dana investasi untuk memenuhi kebutuhan financial atau dalam keadaan darurat
  • Kita bisa terus menyimpan dana investasi sehingga mendapatkan pengembangan dana yang maksimal yang bisa dijadikan simpanan untuk dana pensiun sesuai rencana kita  
Laporan perkembangan dana yang kita investasikan tersebut juga akan di informasikan secara berkala oleh Allianz. Dulu laporan ini biasa disampaikan melalui surat via pos. Namun kini Allianz telah berupaya melakukan inovasi dengan cara mengirimkan laporan perkembangan dana investasi melalui email kepada para nasabahnya. Hal ini dilakukan karena Allianz merupakan perusahaan asuransi yang juga punya komitmen dalam rangka pelestarian lingkungan khususnya penghematan kertas untuk mengurangi penebangan pohon.

Foto : Dokumen Pribadi

Asuransi jiwa syariah dari Allianz ini benar-benar all in one. Selain memberikan manfaat perlindungan jiwa plus investasi, asuransi ini juga bisa ditambahkan dengan manfaat asuransi kesehatan jika kita menginginkannya. Walaupun saat ini sudah ada BPJS Kesehatan namun memiliki asuransi kesehatan tambahan juga masih diperlukan. Asuransi kesehatan ini sifatnya akan saling melengkapi dengan asuransi kesehatan dari BPJS. Terkadang masih ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan apabila biaya tersebut tidak masuk dalam paket asuransi kesehatan BPJS. Disinilah peran asuransi kesehatan swasta bisa melengkapinya. Allianz menawarkan jenis asuransi kesehatan berupa Flexicare Family yang bisa digabungkan dalam produk asuransi jiwa maupun berdiri sendiri. Adapun manfaat yang ditawarkan dalam Flexicare ini adalah :
  1. Santunan pokok harian untuk perawatan rumah sakit bukan karena kecelakaan
  2. Santunan pokok harian untuk perawatan rumah sakit karena kecelakaan
  3. Santunan pembedahan untuk perawatan rumah sakit bukan karena kecelakaan
  4. Santunan pembedahan untuk perawatan rumah sakit karena kecelakaan
  5. Santunan penyembuhan untuk perawatan rumah sakit bukan karena kecelakaan
  6. Santunan penyembuhan untuk perawatan rumah sakit karena kecelakaan

Apabila kita memilih tambahan manfaat asuransi kesehatan, tentunya ada tambahan premi yang akan dikenakan. Pada dasarnya besaran premi yang akan kita bayarkan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan asuransi yang kita pilih serta disesuaikan juga dengan kemampuan kita dalam membayarnya. Namun tak perlu bingung dalam menentukan pilihan besaran premi, karena Allianz menyediakan financial consultant yang akan selalu siap membantu kita dalam merencanakan dan memperhitungkan besaran premi asuransi yang sesuai dengan kebutuhan asuransi yang kita inginkan.

Saya memilih jenis asuransi syariah dari Allianz karena asuransi model syariah ini memiliki prinsip usaha kerjasama saling melindungi dan tolong menolong diantara peserta dalam menghadapi malapetaka dan bencana sesuai dengan prinsip syariah. Sebagai seorang muslim tentu prinsip kehati-hatian dalam memilih produk asuransi dan investasi merupakan prinsip yang harus selalu saya pegang. Dengan memilih produk asuransi syariah dari Allianz insyaAllah dana yang saya investasikan juga lebih jelas kehalalannya dan terhindar dari unsur riba. 

Selain terhindar dari riba, prinsip asuransi syariah juga terhindar dari unsur gharar (ketidakpastian) dan masyir (Perjudian) yang dilarang dalam agama. Banyak orang yang menganggap bahwa ikut asuransi itu haram karena barang yang diperjualbelikan tidak jelas wujudnya karena nasabah membeli sesuatu yang sifatnya maya ( manfaat hanya akan dibayarkan jika terjadi resiko). Ikut asuransi dianggap seperti berjudi, karena ada orang yang mungkin baru beberapa bulan membayar premi lalu meninggal. Kemudian ahli warisnya mendapatkan kompensasi yang jumlahnya ratusan kali lipat dari premi yang dibayarkan. Sementara disisi lain ada orang yang sudah membayar premi selama puluhan tahun tapi tidak mendapatkan manfaat apa-apa karena dia selalu sehat dan panjang umur. Hal ini sering dianggap sebagai hal yang untung-untungan seperti dalam perjudian.

Dalam asuransi syariah, hal semacam ini konsepnya diubah dari akad jual beli menjadi akad tolong menolong. Jadi sebagai nasabah asuransi syariah, kita saling membuat perjanjian untuk bergabung pada sekelompok orang dalam rangka saling tolong menolong apabila terjadi musibah pada salah satu anggota kelompok. Dengan adanya akad tolong menolong ini artinya saat kita membayar premi berarti kita sedang menolong saudara kita yang terkena musibah, sebaliknya saat kita menerima kompensasi berarti kita juga sedang ditolong oleh saudara kita. Jadi tidak ada unsur untung rugi dalam perjanjian ini. Prinsipnya adalah saling berbagi satu sama lain.

Kekayaan materi memang bukan segalanya, namun nyatanya dengan materi yang kita miliki kita bisa melakukan banyak hal yang bermanfaat bagi orang lain. Seperti berbagi dengan sesama, menyantuni fakir miskin dan anak yatim dan lain sebagainya. Dalam agamapun dikatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bisa memberi manfaat bagi sesama. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Melalui prinsip saling berbagi yang menjadi akad dalam asuransi jiwa Allisya yang saya ikuti, saya berharap agar harta yang saya miliki juga bisa memberi manfaat bagi orang lain. Bukan hanya harta semasa hidup saja, kelak jika tiba waktunya bagi saya untuk kembali pada Tuhan saya berharap kepergian saya juga masih bisa memberi manfaat bagi orang lain. Kompensasi pertanggungan jiwa yang akan didapatkan oleh ahli waris tentu akan sangat bermanfaat bagi mereka. Umpamanya ahli waris sudah hidup berkecukupan, kompensasi tersebut tentunya juga bisa digunakan untuk wakaf pembangunan rumah ibadah, pengembangan fasilitas sekolah atau panti asuhan dan lain sebagainya yang insyaAllah akan mendatangkan pahala yang tak pernah putus bagi kita.


Dengan memiliki produk asuransi jiwa syariah dari Allianz ini telah membuat hati saya merasa tenang karena resiko yang mungkin terjadi sudah mendapatkan proteksi. Seperti resiko sakit, cacat dan kematian yang bisa terjadi pada siapa saja. Namun tentunya setiap orang berharap agar hidupnya selalu sehat dan panjang umur. Apabila kita dikarunia umur panjang, kita juga masih akan mendapatkan manfaat pengembangan dana investasi yang maksimal dari premi asuransi jiwa yang telah kita investasikan selama ini, sehingga pada akhirnya nanti kita bisa menggunakan dana tersebut untuk menikmati masa pensiun yang bahagia dan sejahtera. 

Allisya Protection Plus Allianz memberikan perlindungan penuh bagi keluarga saya
Allianz telah memberikan solusi kemudahan dan ketenangan bagi saya dalam rangka mempersiapkan diri dan menyusun rencana kebutuhan dana pensiun serta memberikan perlindungan menyeluruh bagi saya dan anggota keluarga saya. Itulah sebabnya saya dan suami sama-sama memilih Allianz Allisya Protection Plus sebagai produk asuransi jiwa sekaligus tabungan investasi untuk hari tua kami kelak. 

Allianz memang merupakan perusahaan asuransi terbesar dan terkemuka yang mampu memberikan perlindungan asuransi pada setiap aspek kehidupan. Tak hanya menawarkan perlindungan asuransi jiwa saja namun masih banyak berbagai macam produk asuransi mulai dari A sampai Z yang ditawarkan oleh Allianz sesuai dengan kebutuhan kita. Prinsipnya Allianz selalu berusaha untuk memberikan perlindungan asuransi secara menyeluruh serta memberikan solusi keuangan dengan pengembangan dana investasi yang maksimal bagi para nasabahnya. 

Allianz adalah perusahaan asuransi yang hadir untuk memberi kemudahan bagi siapa saja. Salah satunya adalah kemudahan dalam merencanakan masa pensiun yang sejahtera bagi saya. Saat tak mudah menjadi tua di Indonesia, Allianz membantu untuk memudahkannya.

Sumber Refernsi :
1. http://www.allianz.co.id
2. Buku Polis Allianz Allisya Protection
3. Berita Kompas Tanggal 2 Oktober 2014, Tidak Mudah Menjadi Tua di Indonesia
4. Buku Hemat 'Bisa' Miskin, Boros 'Pasti' Kaya , Rina Dewi Lina, Jakarta 2014


Tulisan ini diikutsertakan dalam Allianz Writing Competition 2014 
Tema "Asuransi pada setiap aspek kehidupan" 

http://www.allianz.co.id/allianz-writing-competition-2014.php

Reactions:

18 komentar:

  1. Super mak :) Duh, memang merencanakan masa depan itu kudu presisi ya. Love this post! **dan daku masih meratapi naskah yang teronggok di draft**

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mak nurul:) ayuk buruan di selesain draffnya mak masih ada waktu sampe tgl 31 okt.

      Hapus
  2. wah ternyata udah pake asuransi allianz ya mak, semoga bermanfaat ya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak kebetulan sy udah dr umur 28 tahun jd nasabah allianz. Pas banget nih ada lombanya:)

      Hapus
  3. wah keren komplit banget ulasannya. good luck mak .. sayang udah mepet DL

    BalasHapus
  4. waah.. udah lama juga jadi nasabah Allianz ya, mak... bermanfaat banget sepertinya... terhaindar dari riba itu penting banget... apalagi gak ada yang tau, masa tua seperti apa yang akan kita jalani nanti...

    sukses lombanya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak orin, makanya saya pilih yang syariah. lebih tentrem di hati. makasih ya mak:)

      Hapus
  5. banyak orang masih menganggap bahwa anak-anaknya adalah asuransi hari tuanya. kata halusnya, membebankan seluruh hidup pada anak-anaknya, walopun saya yakin semua anak akan dengan suka rela dan ikhlas, bahkan berebutan untuk mengurus orang tua di masa tua mereka karena itu juga adalah ibadah. tapi saya lebih suka mengikuti jejak kedua orang tua saya yang mempersiapkan semuanya sejak awal untuk dirinya, kesehatannya dan masa tuanya pada asuransi terpercaya, seperti Allianz.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mak, walaupun bagi anak itu dianggap ibadah tapi prinsip saya tetep pgn bisa mandiri secara finansial hingga pensiun nanti:) dan Allianz jadi pilihan saya

      Hapus
  6. Waah ternyata kita sama sama mempercayakan asuransi pada Allianz ya mak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe..bangga ya mak jadi nasabah setia Allianz^^

      Hapus
  7. Wih.kumplit..sukses ya mak..aku pribadi blm ikutan asuransi murni sih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks mak diba..ikut asuransi juga mak. buat Fariz:)

      Hapus
  8. wow ulasannya lengkap banget...smg saya segera nyusul nih ikut asuransi pensiun,sekarang baru asuransi pendidikan anak2 n pensiun bapaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak.asuransi pensiun juga nggak kalah penting lho:)

      Hapus
  9. keuntungan dan perbedaan dengan yang lain apa ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau berdasarkan pengalaman sih, di Allianz perkembangan dana investasinya lebih tinggi. Costumer Servicenya lebih OK. Dan yang jelas perusahaan asuransinya sudah sangat kredible, terbukti bertahan sejak tahun 1890 sampe sekarang masih eksis:)

      Hapus

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)