Desember 18, 2013

Mau Hamil Jangan Galau, Be Positive Aja Yuuk

Edit Posted by with No comments
"Kapan nih Tayo bakal dapet adik?" pertanyaan semacam itu sudah sering saya dengar sejak anak pertama saya Tayo masih berumur 2 tahun. Tidak hanya dari para tetangga dan teman-teman kantor, tapi beberapa saudara saya juga waktu itu sudah ada yang mulai menanyakan hal tersebut. Dulu kalau ada yang bertanya begitu saya biasanya menjawab dengan alasan seperti ini "Nanti aja deh program anak keduanya, tunggu sampai Tayo sudah lebih besar lagi" atau "Aku lagi ingin fokus menyelesaikan pembangunan rumah baru nih satu-satu aja deh mikirnya..kalau rumah udah jadi mungkin baru akan berpikir untuk hamil lagi".  

Padahal sebenarnya jauh dalam lubuk hati saya, bukan itu lho alasan utama saya menunda hamil anak kedua...pssstt..jujur saja pengalaman melahirkan anak pertama yang sempat mengalami rasa sakit yang luar biasa akibat induksi, ditambah masalah ASI yang tidak bisa keluar dengan lancar, serta sindrom baby blues yang sempat saya alami selama hampir 5 bulan telah menyebabkan saya jadi punya sedikit rasa "takut" untuk hamil lagi. Hal ini dulu juga sempat saya utarakan pada suami saya, "Pap..kita punya anak satu aja ya..kayanya mama nggak bisa deh kalau harus ngerasain rasa sakitnya melahirkan seperti dulu lagi". Untungnya suami saya termasuk suami yang sangat pengertian lho, dia malah jawab gini " Terserah mama aja..kan yang hamil mama, bukan papa. Kalau mama memang merasa belum siap untuk hamil lagi papa juga nggak akan maksa". Duuh..senangnya punya suami pengertian ya:)

Kemudian waktupun terasa cepat berlalu, tau-tau aja sekarang Tayo sudah umur 4 tahun. Pembangunan rumah juga sudah selesai, kami sekeluarga kini sudah pindah ke rumah baru serta umur saya saat ini juga sudah 30 tahun (masih masuk umur ideal untuk hamil yaitu 25 - 35 tahun). Dan pertanyaan-pertanyaan tentang hamil anak kedua itu semakin membuat saya galau, karena jujur saja dalam hati saya sebenarnya juga sudah mulai muncul keinginan untuk bisa hamil lagi. Tapi secara psikologis rasanya saya belum benar-benar siap deh... 
Namun rupanya keinginan untuk hamil anak kedua ini semakin hari rasanya jadi semakin besar. Hingga suatu hari keinginan ini saya utarakan pada suami, "Pap..kayanya lebih ramai kalau kita punya anak satu lagi ya... Tayo pasti senang kalau ada teman mainnya dirumah". Mendengar ucapan saya, suami saya sempat kaget, "Mama serius nih? beneran udah siap hamil lagi?". Saya pun menggangguk tanda serius. "Jadi kapan nih mam..rencana kita mau mulai programnya?" tanya suami saya menggoda. "yaaa..secepatnya aja pap" jawab saya sambil berjalan mendekati timbangan injak yang ada di dekat pintu kamar. Tiba-tiba saja kok saya jadi ingin menimbang Berat Badan. Ternyata setelah saya menginjakkan kedua kaki di atas timbangan saya menemukan sebuah fakta yang cukup mengejutkan yaitu jarum timbangannya berhenti tepat di angka 60. "Whats?? 60 Kg?? nggak salah nih timbangan??" teriak saya spontan. Ingatan saya langsung berputar ke belakang, dulu seingat saya berat badan saya itu sekitar 48 Kg sebelum hamil pertama, lalu saat saya mau melahirkan berat badan saya 59 Kg. Lha sekarang saya sedang kondisi tidak hamil saja berat badan saya sudah mencapai 60 Kg jadi kira-kira saat nanti hamil dan akan melahirkan kemungkinan berat badan saya bisa mencapai 70 Kg lebih???Tidaaaaak.....teriak saya dalam hati membayangkan hal tersebut.

Sumber Gambar dari SINI
Sebenarnya yang saya khawatirkan bukan masalah bentuk body yang kemungkinan jadi tidak sexy lagi, namun lebih pada masalah kesehatan. Terus terang sekarang saja saya sudah sering merasa ngos-ngosan ketika harus berjalan cukup jauh atau harus menaiki beberapa anak tangga di kantor, apalagi nanti jika saya hamil dan berat badan saya makin bertambah...duh..kasihan dong jantung saya kerjanya nanti jadi makin berat, lebih kasihan lagi tentu janin yang saya kandung kalau saya hamil dalam kondisi tubuh yang tidak sehat. Hal ini kemudian malah jadi menyadarkan saya bahwa selama ini saya memang kurang memperhatikan kesehatan saya sendiri. Kebiasaan makan yang sesuka hati serta sangat jarang berolahraga sepertinya memberikan kontribusi yang cukup besar hingga akhirnya sekarang badan saya bisa melar seperti ini.

"Nggak jadi hamil lagi dong mam?" tanya suami saat saya curhat tentang masalah berat badan saya. "Siapa bilang nggak jadi pap?tetep jadi dong, tapi mama mau usaha nurunin berat badan dan memperbaiki pola hidup biar lebih sehat dulu. Kalau bisa sih turun jadi 50 Kg udah lumayan" jawab saya. "Tapi nggak boleh asal diet lho mam..apalagi pakai obat-obatan gitu...harus yang sehat dietnya" kata suami mengingatkan.

Maka sayapun segera menyalurkan kegalauan saya dengan cara kembali mempelajari dan menerapkan berbagai kebiasaan hidup sehat dan positif dalam mempersiapkan diri untuk hamil yang kedua. Saya ingin kehamilan saya yang kedua nanti bisa saya jalani dengan lebih siap dan sehat secara fisik dan mental serta lebih fun sehingga kejadian seperti persalinan yang sulit, ASI yang tidak keluar serta sindrom baby blues seperti saat hamil pertama dulu semoga saja nanti tidak terjadi lagi. Amien.

Mengatur Berat Badan Ideal 
Menu favorit diet sehat
Sebelum hamil saya ingin mengatur berat badan saya agar lebih ideal. Secara teori sebenarnya berat badan saya masih termasuk ideal untuk hamil karena berat badan ideal calon ibu untuk memulai kehamilan berkisar antara 45-65 Kg. Sementara untuk kenaikan total berat badan selama kehamilan, normalnya berkisar antara 12-15 Kg. Nah... berat saya kan 60 Kg jadi hitungannya sebenarnya masih dalam range ideal juga. Tapi berhubungan saya sendiri sudah mulai merasakan berbagai keluhan seperti nafas yang sering terasa berat, kaki yang sering kesemutan dan kepala yang sering migrain So.. menurut saya nggak ada salahnya juga kalau sebelum hamil saya punya keinginan untuk menurunkan berat saya paling tidak bisa mencapai 50 Kg. Maka saya pun mulai memperbaiki pola makan saya yang tadinya "pemakan segala" kini lebih saya rem dengan cara mengurangi porsi makan nasi dan memperbanyak makan buah dan sayur-sayuran. Lalu mengurangi mulai menghilangkan kebiasaan ngemil gorengan dan coklat. Selain itu saya juga mulai rajin olahraga lagi seperti jogging di pagi hari dan melakukan senam pilates. Dengan melakukan kebiasaan positif ini so far..saya mulai merasa badan lebih enakan lho...sekarang saja saat saya menuliskan pengalaman ini berat saya sudah turun jadi 58 Kg tanpa harus pakai cara diet yang aneh-aneh itu.*bahagianya kembali langsing*

Btw..kenapa sih kok saya aware banget soal berat badan sebelum hamil ini? tentu saja karena saya menganggap bahwa hamil itu merupakan suatu hal yang tidak bisa dianggap main-main, karena ini merupakan sebuah proses untuk melahirkan generasi penerus dimana dalam menjalani prosesnya sebisa mungkin dilakukan dengan persiapan yang matang dan terencana dengan baik. Kembali ke masalah berat badan tadi, kondisi berat badan calon ibu yang berlebih (overweight) akan beresiko baik kepada ibu maupun bayi yang dikandungnya. Overweight ini bisa berdampak negatif pada ibu dan janin yang dikandungnya baik saat hamil, persalinan maupun pasca persalinan karena ibu beresiko mengalami hipertensi dan diabetes akibat dari berat badan yang berlebih tadi. Sebaliknya kondisi berat badan yang kurang (underweight) juga beresiko terjadinya pertumbuhan bayi yang terhambat, ancaman kelahiran prematur dan resiko cacat pada bayi akibat dari ibu yang kekurangan gizi.  
Senam Pilates sumber gambar dari SINI
Tuh..penting bangetkan menjaga berat badan ideal buat ibu sebelum hamil dan selama hamil...makanya mumpung sekarang belum hamil nggak ada salahnya juga saya untuk berusaha memposisikan berat badan saya seideal mungkin. Karena nanti saat saya  sudah hamil dan menyusui sudah seharusnya saya kembali menambah porsi makan yang bergizi untuk kepentingan dan kesehatan bayi saya sehingga sudah bisa dipastikan nanti berat badan saya juga akan naik lagi (dan jadi gendut lagi nggak masalah buat saya). Tapi tentunya sebisa mungkin jangan sampai overweight ya..karena gimanapun juga yang namanya overweight itu tidak baik untuk kesehatan tubuh kita^^

Melakukan Pemeriksaan Kesehatan sebelum hamil
Sebelum hamil lagi saya juga merasa perlu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan karena ada keluhan seperti nafas berat, kaki kesemutan dan migrain. Walaupun kini keluhan tersebut sudah banyak berkurang sejak saya mulai rajin olahraga lagi tapi saya tetap merasa perlu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ini. Sebenarnya pemeriksaan kesehatan sebelum hamil ini disarankan untuk dilakukan oleh para ibu sebelum hamil. Namun belum banyak wanita di Indonesia yang melakukannya karena mungkin terkendala oleh faktor finansial. Rata-rata pemeriksaan baru dilakukan setelah hamil. Padahal sebenarnya pemeriksaan kesehatan sebelum hamil ini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh dan kesiapan sang ibu untuk menerima janin di dalam rahimnya sehingga nantinya janin dapat tumbuh dan berkembang secara lebih sehat dan optimal. Bagi saya yang sedang merencanakan untuk hamil yang kedua kalinya maka saya sudah melakukan beberapa pemeriksaan kesehatan sebagai berikut dan alhamdulilah hasilnya semua normal :
1. Pemeriksaan Darah Rutin
2. Tekanan Darah
3. Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat
4. Urine Rutin
5. Pap smear
Sebenarnya masih ada beberapa pemeriksaan kesehatan lain yang disarankan oleh dokter seperti Golongan Darah dan rhesus, TORCH, Hepatitis B, VDRL, Analisa Kromosom dan HIV. Tapi karena pengalaman saya saat hamil yang pertama dulu semuanya normal maka untuk hamil yang kedua ini saya tidak perlu melakukan pemeriksaan yang saya sebutkan ini karena biayanya juga cukup mahal..hehehe...InsyaAllah kondisi saya masih normal juga^^amin
Hasil pemeriksaan Lab dan Pap Smear, Alhamdulilah Normal
Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Gigi
Sebelum hamil sangat penting juga lho bagi para ibu yang merencanakan diri akan hamil seperti saya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gigi terlebih dahulu dalam rangka menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kenapa sangat penting dilakukan sebelum hamil? karena saat sudah hamil nanti tindakan gigi yang bisa dilakukan tidak bisa lagi sebebas saat sebelum atau sesudah hamil. Misalnya jika ada gigi berlubang dan perlu ditambal akan lebih baik jika ini masalah ditemukan saat seorang ibu belum hamil sehingga bisa dilakukan tindakan perawatan dengan lebih leluasa yang pada akhirnya nanti dapat memperkecil terjadinya kerusakan gigi atau infeksi gusi selama hamil. Menurut referensi yang saya baca dikatakan bahwa gigi yang berlubang jika dibiarkan akan menyebabkan infeksi pada gusi dan jika ini terjadi pada ibu hamil maka akan dapat menimbulkan keguguran, bayi lahir prematur dan lahir dengan kekurangan berat badan. Disebutkan juga bahwa  bayi yang lahir prematur akibat buruknya kesehatan gusi dan gigi ibu, akan memunculkan rentetan masalah kesehatan lain, di antaranya cerebral palsy dan masalah terkait penglihatan serta pendengaran bayi. Makanya kesehatan dan kebersihan gigi gusi itu penting sekali terutama bagi wanita yang merencanakan hamil seperti saya, dengan memeriksakan kesehatan gigi sebelum hamil, dokter gigi juga akan merasa lebih bebas ketika akan melakukan pembersihan plak/karang gigi termasuk melakukan tindakan tambal atau cabut gigi sehingga saat hamil nanti kondisi kesehatan dan kebersihan gigi kita jadi lebih prima. Apalagi saat hamil nanti, akan terjadi perubahan hormon yang berpengaruh pada kesehatan gusi dan gigi kita sehingga gusi jadi lebih rentan terhadap peradangan. So..memang penting banget untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gigi sebelum kita hamil, dan selama hamil nanti pemeriksaan rutin kesehatan gigi ini juga perlu untuk tetap dilakukan demi memonitor dan menjaga gigi kita tetap sehat selama hamil.
Periksa gigi sebelum hamil itu penting lho. Sumber gambar dari SINI

Mulai memberi pengertian pada anak pertama tentang rencana hamil kedua
Saat ini anak pertama saya Tayo sudah berumur 4 tahun sehingga menurut kami dia sudah bisa memahami jika dijelaskan tentang rencana kami berdua memberinya seorang adik. Suatu hari kami berdua mencoba bertanya tentang apa pendapatnya dengan kehadiran seorang adik. Ternyata jawaban spontannya adalah, "iya..Tayo mau punya adik. nanti adiknya bisa diajak main bersama ya ma..." jawabnya dengan mata berbinar. Kami berdua gembira mendengarnya. Lalu kami mulai memberi pengertian pada Tayo bahwa jika nanti mau punya adik maka dari sekarang Tayo harus mulai belajar untuk lebih madiri, seperti mulai belajar makan sendiri, membereskan mainan sendiri dan mulai membantu mama melakukan beberapa pekerjaan rumah yang ringan seperti menyiram bunga, meletakkan kembali barang-barang pada tempatnya dan lain-lain. Sebenarnya kami juga sudah pernah mengajarkan hal tersebut pada Tayo sebelumnya namun kali ini kami ingin lebih memotivasinya dengan memberinya kabar tentang rencana menghadirkan seorang adik untuknya. 

Ternyata reaksi Tayo sangat luar biasa lho...suatu hari saat saya menunjukkan padanya foto-foto saya saat mengandungnya dulu, Tayo terlihat sangat antusias bertanya macam-macam seperti, "nanti kalau ada adik perut mama jadi gendut ya ma?" atau "ini dulu yang di dalam perut mama siapa?Tayo apa bukan?" dan "kok adiknya bisa masuk ke perut mama? adiknya dimakan ya sama mama???" hahaha..memang anak-anak pertanyaannya suka tak terduga ya..namun moment ini malah bisa saya manfaatkan untuk menjelaskan padanya dengan cara-cara sederhana yang bisa dengan mudah dipahami Tayo misalnya, "adiknya bukan dimakan sama mama, tapi Allah SWT menciptakan adik di dalam perut mama. Nanti kalau sudah tiba waktunya adik akan keluar dari dalam perut mama seperti foto Tayo saat masih bayi ini lho" kata saya sambil menunjukkan foto-foto Tayo waktu masih bayi. "Jadi besok kalau perut mama sudah ada adik bayinya, mas Tayo nggak boleh lagi naik-naik ke punggung mama lagi ya, mas Tayo harus bantu mama jaga adik yang ada didalam perut mama supaya adiknya senang, sehat dan adik juga sayang sama mas Tayo".
Tayo membantu mama menyiram bunga

Dan besoknya saat saya sedang santai tiduran sambil nonton TV tiba-tiba Tayo datang mendekati saya kemudian mengelus-elus perut saya dan meciumnya, "Ma adik lagi ngapain?lagi bobo ya ma?" tanya Tayo dengan polos. Ups..ternyata Tayo mengira sudah ada adik di dalam perut saya, tapi nggak apa-apa sih buat latihan, namun saya juga tidak mau berbohong pada Tayo lalu saya katakan, "mas Tayo perut mama belum ada adiknya, ini kan mama masih berdoa minta sama Allah supaya dikasih adik..nah, biar adiknya cepet datang maka mas Tayo juga harus makin rajin bantuin mama ya" jawab saya lagi. Dan efeknya Tayo memang jadi makin rajin bantuin saya seperti dia jadi minta makan sendiri nggak mau disuapin, trus tiap sore rajin bantuin saya nyiram bunga di taman..duh..saya malah jadi terharu, teryata Tayo memang sudah siap untuk jadi seorang Kakak dan hal ini jadi semakin menepis kegalauan saya untuk hamil lagi.

Mulai mengumpulkan Referensi Ilmu untuk menjalani Kehamilan yang Positif
Walaupun saat ini saya sedang merencanakan untuk hamil lagi dan belum hamil tapi tidak ada salahnya juga kalau saya mulai mengumpulkan berbagai referensi guna menjalani kehamilan yang sehat dan positif. Sambil mengingat ingat juga apa saja hal positif yang dulu saya lakukan saat hamil pertama. Berikut hal-hal positif yang akan saya lakukan saat hamil nanti :
  1. Mengkonsumsi  Makanan Bergizi, sudah pasti saat hamil nanti seorang ibu hamil harus mengkonsumi berbagai jenis makanan bergizi demi mengoptimalkan asupan nutrisi bagi tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Namun ada juga hal-hal yang perlu penekanan untuk lebih banyak dikonsumsi seperti konsumi asam folat, DHA dan Fe. Asam Folat sangat penting karena sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dari mulai pembuahan. Konsumsi asam folat penting agar janin terhindar dari kecacatan seperti cacat pada tulang belakang atau biasa disebut spina bifida. Contoh makanan yang mengandung asam folat adalah brokoli, jeruk, pisang, kacang-kacangan, buncis dan lain-lain. Asam folat juga bisa didapat melalui konsumsi dalam bentuk suplementasi berupa pil atau susu. Selain asam Folat, konsumsi DHA juga penting untuk mengotimalkan perkembangan otak bayi dan berpengaruh terhadap kecerdasannya kelak. DHA dapat diperoleh dari suplementasi dan dari makanan alami seperti ikan salmon, tuna, dan lain-lain. Kecukupan Fe bagi ibu hamil juga tak kalah pentingnya, bahkan suplementasi Fe bagi ibu hamil ini merupakan program yang diwajibkan oleh pemerintah di Indonesia. Kebutuhan zat besi bagi ibu hamil ini sangat utama karena dapat mencegah terjadinya anemia dan perdarahan pada ibu hamil. Zat besi banyak terdapat pada telur, ikan, daging, hati, buah, sayuran, kacang-kacangan serta susu. 
  2. Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, Walaupun saat sebelum hamil kita sudah melakukan pemeriksaan kesehatan, saat sudah hamil nanti kita juga tetap harus memeriksakan kehamilan kita secara rutin ke tenaga kesehatan bisa bidan atau dokter spesialis obsgyn. Hal ini merupakan tahapan penting menuju kehamilan yang sehat. Secara teori pemeriksaan kehamilan ini dilakukan minimal sebanyak 4 kali selama hamil yaitu pada usia kehamilan trimester pertama, trimester kedua dan dua kali pada kehamilan trimester ke tiga, itupun jika kehamilan normal. Namun saat hamil pertama dulu saya melakukan pemeriksaan kehamilan ini sebulan sekali hingga usia 6 bulan, sebulan dua kali pada usia 7 - 8 bulan dan seminggu sekali ketika usia kandungan menginjak 9 bulan. Dengan demikian dokter dapat melakukan monitoring secara menyeluruh baik mengenai kondisi ibu maupun janin yang sedang kita kandung. Dengan melakukan pemeriksaan kehamilan kita dapat mengetahui perkembangan kehamilan, tingkat kesehatan kandungan, kondisi janin, dan bahkan  penyakit atau kelainan pada kandungan sehingga dapat segera dilakukan penanganan secara dini.
  3. Istirahat Cukup, Saat sedang hamil seorang ibu juga tidak boleh melakukan aktivitas yang membuatnya terlalu lelah. Sehingga dukungan suami, anggota keluarga dan lingkungan sangatlah diperlukan. Itulah sebabnya saya juga berusaha untuk mengajarkan anak pertama saya agar lebih mandiri sejak sekarang karena saya berpikir saat hamil kedua nanti kondisinya sangat berbeda dengan hamil pertama dulu. Hamil kedua ini saya sudah punya tangungan mengurus seorang balita sementara saya juga masih harus bekerja dan saya tidak punya asisten rumah tangga di rumah. Sehingga saya sangat membutuhkan kerjasama dari suami dan anak saya supaya saat saya hamil nanti saya tidak terlalu lelah dan repot dalam melaksanakan kewajiban saya sebagai ibu rumah tangga dan ibu yang bekerja. Saya sendiri juga belum berencana untuk mencari bantuan ART saat hamil nanti, mungkin nanti saja jika bayi saya sudah lahir.Begitu kurang lebih rencana saya kedepannya.
  4. Menjaga ketenangan hati dan pikiran, Kondisi psikis ibu hamil itu sangat berpengaruh pada bayi yang ada dalam kandungan. Saya punya pengalaman yang kurang baik dalam hal menjaga ketenangan pikiran pada saat menjalani kehamilan yang pertama dulu. Mungkin karena dulu usia saya masih muda, pengantin baru, belum punya rumah dan masih ikut bersama mertua jadi banyak hal yang kemudian membuat saya jadi gampang stres. Kondisi stres ini juga makin bertambah saat saya harus diinduksi karena proses bukaan persalinan yang berjalan lambat, akhirnya berdampak pada ASI yang tidak bisa keluar dengan lancar. Padahal sebenarnya saya juga sudah mengkonsumsi makanan bergizi untuk melancarkan ASI dan melaksanakan IMD saat bayi baru lahir tapi karena saya stress pengaruhnya ASI jadi macet deh...bayi saya jadi rewel terus dan akhirnya saya kena sindrom baby blues..Huwaa..untuk kehamilan yang kedua ini saya nggak ingin mengulang kejadian itu. Saya sudah menemukan masalah utama saya dulu yaitu stress. Insya Allah hamil kedua nanti saya bisa lebih siap secara psikologis ya..karena kegalauan yang saya alami saat ini sudah saya arahkan ke berbagai hal positif sehingga secara fisik dan mental saya malah jadi lebih siap. Saya juga sudah mengumpulkan referensi tentang berbagai kegiatan yang bisa dilakukan selama hamil nanti dalam rangka menenangkan hati dan pikiran kita yaitu dengan melakukan meditasi, mendengarkan musik yang menenangkan, yoga, latihan pernafasan dan melakukan visualisasi positif seperti membayangkan tentang proses melahirkan yang normal dan lacar, menimang bayi sehat dan lain sebagainya.
  5. Melakukan olahraga ringan, Saat hamil nanti saya juga berencana untuk tetap melakukan aktivitas olahraga ringan yang dulu saat hamil pertama hal ini sangat jarang saya lakukan. Mungkin itu juga salah satu penyebab proses persalinan saya dulu jadi agak sulit hingga harus diinduksi. Belajar dari pengalaman tersebut maka saya pun sejak sekarang sudah mengumpulkan informasi tentang olahraga yang aman dilakukan wanita hamil seperti jalan santai, berenang atau senam hamil. Aktivitas tersebut dapat membantu melancarkan peredaran darah sehingga secara fisik akan membuat wanita hamil juga jadi tampak tetap segar dan sehat. Kalau tubuh segar tentu pikiran dan hati juga akan jadi selalu gembira kan?
  6. Memperbanyak ibadah, yang ini jelas penting banget ya karena ibadah itu juga bisa memberikan efek ketenangan jiwa dan pengaruhnya juga sangat bagus untuk perkembangan janin dalam kandungan. Saat hamil pertama dulu saya sering membacakan surat yusuf dan sholawat untuk janin yang ada dalam kandungan saya. Alhamdulilah juga pengalaman saya selama mendidik dan mebesarkan anak pertama saya Tayo saya juga tidak mengalami kesulitan karena Tayo termasuk anak yang "mudah". Dia tumbuh jadi anak yang sehat, cerdas dan sangat mudah untuk diberi nasehat dan pengertian. Tidak suka membatah apalagi melawan orang tua, Sikapnya pun sangat santun dan penyayang pada sesama. Pokoknya saya benar-benar merasakan mukjizat lho selama membesarkan Tayo, mungkin ini merupakan berkah dari ibadah yang sering saya lakukan juga ya..sehingga hal ini juga akan tetap saya terapkan saat hamil kedua nanti^^. Selain itu memperbanyak infaq dan sodaqoh itu juga disarankan lho buat para ibu hamil. Percaya atau tidak, pengalaman saya saat akan melahirkan dulu begitu tahu akan diinduksi saya sempat khawatir..duh gimana nanti kalau induksi nya tidak berhasil bisa-bisa dilakukan tindakan cesar, dan saya sangat tidak menginginkan hal itu terjadi. Kemudian saya minta diantar suami untuk berkunjung ke sebuah panti asuhan, saya masih ingat waktu itu sudah jam 9 malam. Di panti tersebut saya menyedekahkan sejumlah uang kemudian saya katakan pada pengurus panti, saya mohon didoakan agar proses kelahiran saya bisa berjalan lancar. Esok paginya saya mulai diinduksi jam 5 pagi dan alhamdulilah walaupun harus melewati rasa sakit yang cukup luar biasa, akhirnya bayi saya bisa lahir juga dengan normal dan sehat pada jam 3 sore. Alhamduliah nggak perlu di cesar:)
Itulah beberapa aktivitas positif yang rencananya akan saya lakukan saat hamil yang kedua nanti. Jujur saja tulisan ini sebenarnya saya buat untuk memotivasi diri saya sendiri dan menghilangkan kegalauan saya untuk hamil lagi... and it works:) Sekarang saya jadi merasa semakin siap untuk kembali hamil. Saya rasa hal-hal positif semacam ini juga perlu ditularkan pada ibu-ibu di seluruh Indonesia, karena kemarin saya juga baru saja ikut seminar dan mendengar sebuah fakta yang sangat memprihatinkan yaitu disampaikan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2012 masih sangat tinggi yaitu 359/ 100.000 kelahiran hidup. Jika dibandingkan dengan negara tetangga Singapura ternyata kita sangat jauh tertinggal. Angka Kematian Ibu (AKI) di Singapura pada tahun 2012 hanya 2,2/100.000 kelahiran hidup. Bayangkan betapa di Indonesia ternyata kondisinya masih sangat memprihatinkan. Pemerintah sendiri juga telah berupaya untuk terus menurunkan AKI di Indonesia dan sebagai wanita tentunya saya juga ingin turut membantu upaya pemerintah ini dengan menerapkan kehamilan yang positif dan sehat pada diri saya sendiri dan menularkannya pada wanita lain di seluruh Indonesia dengan cara menuliskannya di blog ini. 

Menjalani kehamilan dengan sehat dan positif itu wajib hukumnya bagi saya dan mempersiapkan kondisi kesehatan ibu jauh-jauh hari sebelum hamil juga penting dilakukan seperti yang sedang saya lakukan saat ini. Karena jika ingin tumbuh kembang janin kita sehat maka kondisi ibu juga harus sehat dulu sebelum memutuskan untuk hamil. Mungkin nggak ada salahnya juga jika dalam tulisan ini saya mengutip kalimat dari Dr. Sri Pudyastuti, SpOG (K), dokter spesialis kandungan dan konsultan di RS Bunda Aliyah, yaitu :
 "Mempersiapkan kehamilan itu ibarat kita akan membangun rumah, harus ada denah dan rancang bangun yang baik, bahan bangunan, semen kayu yang baik serta finishing yang baik agar hasilnya indah. Sama saja dengan kehamilan, sebelum hamil juga harus dipersiapkan sel telur dan sperma yang baik serta perawatan-perawatan yang baik agar janin berkembang dengan optimal"
Semoga tulisan ini bermanfaat ya..dan semoga saya juga bisa sukses mendapatkan berat badan ideal serta bisa segera melaksanakan program hamil anak kedua..hehe..Kebetulan saya selama ini juga belum memakai alat kontrasespsi sehingga saya juga tidak perlu menjalani proses lepas alat kontasepsi untuk bisa hamil lagi. Hanya diperlukan kesepakatan dengan suami saya saja tentang kapan kami akan memulai programnya. Kalau kemantapan hati saya sih, mau mulai programnya bulan Februari 2014 nanti. Doakan saya ya..semoga Allah memberikan kemudahan bagi kami untuk bisa dapat momongan lagi dan nantinya saya bisa menjalani proses kehamilan dan persalinan dengan lancar, aman dan menyenangkan. Amin YRA. Eniwei buat para ibu yang mungkin punya masalah mau hamil kok sempat galau seperti saya, jangan dipelihara lama-lama ya rasa galaunya. Lebih baik salurkan pada hal-hal yang positif seperti yang saya paparkan dalam tulisan ini...So kalau mau hamil jangan galau, be positive aja yuk:)

Referensi :
  1.  http://health.detik.com/read/2011/10/15/150253/1744777/764/2/tes-kesehatan-sebelum-hamil-agar-janin-sehat-optimal
  2. http://www.ibudanbalita.net/357/pentingnya-asam-folat-bagi-ibu-hamil.html
  3. http://bidanku.com/berat-badan-ideal-selama-kehamilan
  4. http://www.sangbuahhati.com/2013/01/gigi-berlubang-bisa-pengaruhi-kesehatan.html
  5.  http://bidanku.com/pemeriksaan-kehamilan
Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Terimakasih Teman-Teman Semua Atas Komentarnya :)